NovelToon NovelToon
Long of Journey

Long of Journey

Status: tamat
Genre:Cintapertama / One Night Stand / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Mengubah Takdir / PSK / Tamat
Popularitas:18.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dina0505

Diusia ke 18 tahun Abigail telah menjadi seorang pemain cinta yang handal. Saat dirinya akan melakukan pekerjaannya sebagai wanita malam, Abigail dipertemukan dengan salah seorang pria yang lebih layak menjadi ayahnya, namun sang pria merasa tatapan gadis yang ada dihadapannya seperti orang yang dia cintai. Si pria mengurungkan niatnya, karena merasa gadis muda yang berada dihadapannya seperti putrinya. Pria itupun langsung memberikan uang dan menolak untuk berhubungan dengannya. Abigail merasa tersentuh karena si pria yang bernama Javes Frederick itu sangat baik dan memperlakukannya seperti anak perempuannnya.

Disisi lain, Abigail dipertemukan dengan pria yang pernah menggunakan jasanya sebagai wanita malam yaitu seorang pengusaha tampan bernama Oricon yang jatuh cinta padanya. Namun, hubungan mereka mendapatkan rintangan besar karena Oricon telah bertunangan dengan sahabat masa kecilnya Emily. Akankah Abigail dapat bertemu dengan orang tua kandungnya dan cinta sejatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina0505, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Brady Sadar

Di rumah sakit, terlihat seorang pria yang masih enggan membuka matanya, dirinya masih tetap terbaring tak berdaya di atas brankar.

"Bagaimana dokter? Apa sudah ada perkembangan dari pasien itu?"

"Keadaannya lebih baik dari sebelumnya, hanya saja dia belum memberikan respon,

Malam itu Javes yang ditemani Hary sengaja mengunjungi rumah sakit karena mereka ingin memastikan kembali mengenai orang yang menyerang Brady.

Setelah lama menunggu akhirnya lelaki yang berada dalam ruang inap itu menunjukkan reaksinya

"Apa kau lihat tadi itu?" tanya Javes yang baru saja melihat menggerakkan jari-jarinya sekilas.

"Iya tuan, aku juga melihatnya tadi," tukas lelaki itu padanya.

"Cepat panggilkan dokter sekarang juga," titahnya pada Hary.

Lelaki itu mengangguk kemudian dia memanggilkan dokter untuk memastikan.

Tanpa berlama-lama sang dokter langsung memeriksa Brady disana. Dokter itu mengecek kondisi tubuh lelaki itu dan memastikan ada respon kembali dari tubuh lelaki itu.

Benar saja, lelaki itu membuka menggerakkan jari jemarinya kembali dan membuka matanya perlahan.

"Ini suatu keajaiban tuan, setelah sekian lama beliau berada disini akhirnya tuan Brady menunjukkan progresnya," ujar dokter itu merasa kagum dengan apa yang telah dilalui oleh Brady.

"Syukurlah, akhirnya dia sadar juga. Semoga dia bisa membantu kita memberikan kesaksian atas kasusnya nanti," tukas Javes memperhatikan Brady.

Dirinya benar-benar berharap dengan sadarnya Brady dari komanya, bisa memberikan pernyataan yang akan melepaskan Abigail dari jeratan hukum.

Hary ikut merasa bahagia, "semoga semua bisa cepat diatasi tuan,"

Sementara itu polisi masih mencari tahu keberadaan Joan yang tiba-tiba menghilang bagai ditelan bumi.

"Kita harus mencarinya kemana lagi? apa kita harus memblokir jalan supaya mereka tidak terlalu jauh pergi dari kota ini?"

Brandon merasa cukup kesal karena usaha pencarian yang dilakukannya bersama timnya seakan sia-sia.

"Hm, aku rasa mereka tidak akan jauh dari sini ketua. Kita masih bisa mencarinya kembali," tukas Malvin pada Brandon.

"Kau yakin sekali dan tampak begitu tenang," Brandon sedikit tidak suka dengan sikap Malvin yang terlalu santai.

"Kita masih bisa melacak ponsel mereka ketua, selama ponsel mereka tidak mati, aku yakin bisa menemukan dimanapun mereka berada," jawab lelaki itu penuh percaya diri.

"Sayang kita harus pergi kemana? Dari tadi kita hanya mengelilingi kota tanpa tujuan," keluh Joan pada kekasihnya.

"Tenanglah, kau bilang mau aku menyelamatkanmu. Aku akan membawamu ke suatu tempat," tandas Vano padanya.

Lelaki itu terus mengendarai mobilnya menyusuri jalanan yang jauh dari kota hingga melewati hutan dan sampailah mereka pada satu tempat, sebuah vila yang cukup mewah milik Vano.

"Ayo turun. Sekarang kita sudah berada ditempat yang aman," jelas lelaki itu padanya.

"Apa ini vilamu?" Joan merasa heran, bagaimana bisa lelaki itu memiliki vila mewah itu.

"Ya, ini milikku. Aku rasa kita akan aman dalam beberapa hari ini jika kita berada disini," jelas lelaki itu padanya.

"Kau benar sayang, kau pintar sekali," wanita itu tersenyum dengan manis.

Dia merasa sangat bahagia karena kekasihnya itu telah membantunya dalam melancarkan misinya.

"Tapi sayang kau belum mwnjawab pertanyaanku, bagaimana bisa kau memiliki villa mewah ini?" desak wanita itu padanya.

"Itu mudah sayang, karena aku ini adalah orang kepercayaannya Brady dan dia pernah mempercayaiku untuk mengelola bisnisnya dulu. Dengan hasil mengelola bisnisnya itu aku mendapatkan villa ini, jelas lelaki itu padanya sambil tersenyum jahat padanya.

"Kau benar-benar licik sayang," wanita itu mengerti dengan watak kekasihnya itu.

Pasti tidak jauh berbeda dengan dia yang ambisius.

***

Malam itu Oricon merasa khawatir pada Abigail, lelaki itu tiba-tiba saja mencemaskan Abigail. Dia segera menghubungi gadisnya. Tidak butuh waktu lama, panggilan telponnya segera dijawab.

"Halo," seseorang diseberang sana menjawab.

"Abigail, apa kau baik-baik saja? Tidak ada yang mengganggumu saat aku pergikan?" tanya Oricon sedikit panik.

"Iya tuan, aku baik-baik saja. Ada apa tuan, kenapa anda begitu khawatir?" Abigail merasa lelaki yang sedang menghubungi itu seakan takut.

"Syukurlah, itu artinya mereka menjagamu dengan baik. Oh iya, sepertinya malam ini aku tidak bisa pulang karena aku harus mengurus perusahaan,"

"Baiklah tuan, aku akan menunggu anda.

Setelah percakapan mereka berakhir, pintu apartemen itu diketuk dari luar.

"Siapa itu?" gumam Abigail dihatinya.

Perlahan wanita itu membuka pintu apartemen dan ketika baru saja membuka pintu apartemen, dia merasa pusing dan tak sadarkan diri.

Seorang pria tengah menanti disuatu ruangan sambil duduk membelakangi pintu masuk.

Ketika pintu itu dibuka beberapa orang pria telah memasuki ruangan itu.

"Apa kau sudah mendapatkan gadis itu Gery?"

tanyanya tanpa membalikkan posisi duduknya.

"Ya bos, dia ada disini bersama kami," pungkas pria bernama Gery itu padanya.

Kemudian lelaki itu memberi kode dengan tangannya pada anak buahnya untuk membawakan orang yang dimaksud bosnya itu kehadapan mereka.

Anggotanya langsung membawa wanita yang terikat tangannya dan menutupi wajah wanita itu dengan kain penutup berwarna hitam kehadapan mereka sambil memegang wanita itu.

"Ini bos wanitanya," ujar lelaki itu sambil menunjukkan gadis yang baru saja dibawanya.

Tersenyum lelaki berkaca mata hitam yang masih membelakangi mereka kemudian dirinya membalikkan kursinya sehingga menghadap ke arah mereka.

"Buka penutup wajahnya," titah lelaki itu padanya.

"Diego?!" wanita yang baru saja mengetahui dirinya berada di kediaman Diego itu tersentak kaget.

"Tepat sekali sayang, apa kau merindukanku?" ucap lelaki itu mengejeknya.

Ternyata saat dirumah tadi, tamu yang datang menemui Abigail adalah orang suruhannya Hany dan Diego. Mereka telah lama mengincar Abigail dan akhirnya menemukan tempat persembunyian gadis itu.

"Lepaskan aku, lepaskan!" Abigail mencoba memberontak.

"Hei, jangan berteriak!" Hardik Diego padanya.

Kali ini raut wajah lelaki itu sedikit menegang karena merasa kesal oleh sikap Abigail yang tidak menurut padanya.

Gadis itu terdiam sambil tetap menatap tajam pada Diego. Dirinya tidak menyangka akan dipertemukan lagi dengan orang-orang suruhan Hany.

Sekarang apa yang bisa dia lakukan, sementara Oricon jauh darinya.

"Cepat bawa dia ke mobil, kita akan membawanya kembali ke asalnya," Diego sedikit menggeram memperhatikan gadis itu.

"Lepaskan!" Abigail mencoba melawan kembali, tapi karena mereka cukup banyak gadis itu tidak akan mampu melawannya.

"Ayo ikut saja, jangan melawan terus," ujar salah seorang dari orang suruhan Hany itu padanya. Kemudian menarik tubuh Abigail secara kasar untuk segera mengikuti mereka.

Abigail hanya pasrah mengikuti mereka. Ya, hanya itu yang bisa dilakukannya saat ini, karena akan percuma jika dirinya melawan saat ini. Dia juga tidak akan sanggup melawan mereka.

Abigail hanya berharap Oricon akan segera membantunya sebelum Diego dan orang-orangnya membawanya pergi jauh dan kembali pada Hany.

Sungguh dirinya sudah tidak ingin disuruh bekerja seperti itu lagi.

Dalam perjalanan Diego menelpon Hany untuk memberinya kabar gembira.

"Halo Hany sayang, saat ini kau pasti akan melompat kegirangan,"

"Apa maksudmu Diego?"

"Aku telah membawa pionmu kembali,"

"Benarkah? good job Diego. Cepat bawa dia kehadapanku,"

Pembicaraan mereka berakhir setelah itu.

1
Muftiarni 1234
Lanjutin min ceritanya bikin penasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!