NovelToon NovelToon
Cinta Sang CEO

Cinta Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:419.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Cakrawala Senja

Edi Gunawan Sari
Pengusaha yang sukses diusia yang masih muda, ia mampu membawa perusahannya merambah ke berbagai negara.

Namun kesuksesannya sebagai pengusaha tidak membuatnya sukses untuk mendapatkan pendamping hidup.

Berbagai cara orangtuanya pun turun tangan dengan cara menjodohkannya dengan anak kolega-koleganya namun dengan berbagai cara pula Guna menolaknya.

Suatu ketika Anita sang mama yang bosan dengan hiruk pikuk metropolitan pergi jalan-jalan ke kampungnya sekaligus temu kangen dengan sahabatnya yang sudah lama ia nggak temui.

Di sanalah Anita menemukan gadis yang tidak lain anak sang sahabat, menurutnya sangat cocok dengan sang anak.

Berbagai rencana pun telah ia susun agar perjodohan tidak akan batal seperti sebelum-sebelumnya.

Giana Anastasya
Putri tunggal dari sahabat Anita, angun dan cantik ternyata ia baru saja menyelesaikan Magisternya di sebuah universitas ternama di kota J dengan nilai terbaik.

Giana masih ingin menganggur, walaupun beberapa perusahaan bonafit sudah menawarkan untuk bergabung dengan posisi yang sangat menggiurkan karena mengingat kecerdasan yang ia miliki perusahaan-perusahaan tersebut tidak takut untuk menawarkan posisi yang tinggi.

Edi Gunawan Sari dan Giana Anastsya
Akankah menerima dengan lapang dada dan bahagia dalam perjodohan tersebut demi membahagiakan orangtua mereka?

Yuukkk simak ceritanya ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cakrawala Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 Gelisah

Mereka pun bergegas pulang, lalu menghilang dibalik pintu. Kini hanya ada Guna yang bingung mau ngapain.

Guna hendak masuk terkejut ketika melihat brankar pasien kosong, Giana tidak ada di sana.

'Ke mana, Dia,' batin Guna.

Ketika sudah benar-benar ada dalam ruangan tersebut, terdengar gemericik air di dalam toilet dan ia yakin Giana yang ada di dalam sana.

'Huufff! Ternyata ke toilet, kirain diculik penunggu rumah sakit,' gumam Guna.

Kriieekk ...

Pintu terbuka, terlihat Giana yang kerepotan menenteng botol infusnya.

"Masih punya mulut 'kan?" suara Guna mengagetkan Giana yang tengah menunduk memperbaiki selang infus.

Sejenak Giana melirik ke arah suara lalu kembali menunduk masih sibuk dengan selang infus.

Guna mendengus, "Perempuan aneh."

"Kalau Tuan niat menolong, berhenti ngoceh di situ kayak emak-emak berdaster," ketus Giana yang masih menunduk.

Guna mendekat lalu membantu membenarkan selang infus yang melilit tersebut.

Sebelum beranjak pergi Guna menatap tajam Giana yang masih sibuk membenarkan selimutnya.

"Sekali lagi kamu seenaknya ngatain saya, lihat saja apa yang saya akan lakukan!"

"Badan kekar, muka sangar. Tapi, kok suka sekali ngancam-ngancam perempuan!" balas Giana tanpa peduli ekspresi Guna yang ingin menerkamnya.

"Dasar cempreng!" ucap Guna yang semakin kesal mendengar kata-kata gadis yang tengah terbaring membelakanginya itu.

Guna membalikkan badannya ke ruangan depan, ia mebaringkan tubuhnya di sofa yang ada di ruangan tersebut. Postur tubuhnya yang tinggi dan sofa yang agak pendek membuatnya tidak nyaman.

Setelah beberapa kali bolak-balikkan badannya berusaha membuat badannya nyaman agar bisa beristirahat sedikit membuahkan hasil. Beberapa saat kemudian ia mencoba memejamkan matanya.

Sementara di tempatnya, Giana merasa gelisah dalam tidurnya. Ia berusaha mmejamkan matanya namun sia-sia, matanya tidak bisa diajak kompromi. Tetap melek.

Giana bangkit lalu berjalan menuju ke ruangan di mana Guna tidur, ia melihat laki-laki itu tertidur pulas.

'Bisa-bisanya dia nyaman tidur dengan posisi tidak nyaman seperti itu, apa dia nggak kedinginan?' batin Giana lalu kembali ke kamarnya untuk mengambil selimut lain di dalam bufet rumag sakit.

Giana menyelimuti Guna yang tengah tertidur menutupi matanya dengan tangan, sesaat Giana menatap laki-laki yang tengah tertidur itu, dan tiba-tiba sekelebat bayangan Fahru.

Ketika Giana menatap wajah yang tertutup tersebut, dikagetkan suara teguran.

"Saya memang terlahir tampan, tapi lihatnya jangan kayak gitu juga kali, apa lagi ini sudah malam. Lihatinnya lanjut besok saja."

Giana tertegun mendengar ucapan Guna, wajahnya merah karena malu ketahuan ketika memandang wajah manusia aneh itu saat tidur.

Guna menurunkan tangannya lalu menatap gadis yang tengah berdiri dengan wajah merah merona tersebut, sesaat ia gemes melihatnya.

"Kenapa belum tidur?"

Giana semakin menundukkan wajah merahnya.

"Nggak bisa tidur, ge- gelisah," ucap Giana terbata-bata.

Guna menyadari kini ia telag memakai selimut, padahal tadi ia tidak memakai apa-apa hanya pakaian pembungkus badannya itu saja.

"Duduk!" perintah Guna sembari membantu menyimpan tiang infus di tempat yang pas.

Giana pun duduk namun masih enggan untuk menatap Guna, ia masih malu karena ketahuan tengah memperhatikan laki-laki itu yang tengah tidur.

Sesaat mereka terdiam, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.

Hening ...

"Kamu lapar?" tanya Guna memecahkan keheningan tersebut.

Giana menggeleng, "Saya tidak lapar Tuan, cuman nggak bisa tidur saja."

"Kenapa?"

"Saya gelisah, Tuan."

"Gelisah? Apa yang kamu pikirkan?"

Giana terdiam, ia menunduk. Apakah harus cerita apa yang tengah membuatnya tidak bisa tidur tersebut. Sekarang ia tengah kepikiran akan mendiang Fahru sang tunangan. Giana memang masih belum sepenuhnya lupa tentang Fahru, sebagian masih tertata rapi jauh di lubuk hati.

Guna menatap Giana, ia tahu gadis yang tengah duduk menundukkan wajahnya di hadapannya saat ini sedang memikirkan sesuatu.

"Cerita saja kalau mau, kali ini aku nggak kenakan biaya. Anggap saja sebagai permintaan maaf karena saya yang telah membuat kamu masuk rumah sakit. Tapi lain kali akan dikenakan biaya." ucap Guna.

Sontak Giana terkejut mendengar apa yang sang tuan bicarakan.

'Dasar manusia aneh, sudah kaya masih memikirkan bayaran,' batin Giana.

"Itu, Tuan. Anu ....."

"Jangan bilang kamu sedang belajar ngomong, Cempreng."

Giana mendelik, "Percuma melow dengan manusia es kayak, Tuan. Auto gagal malah yang ada greget, jadi pengen saya cubit ginjalmu, Tuan."

"Hei! Jangan salahkan saya yang bilang kamu sedang belajar ngomong, bukannya kamu sendiri yang dari tadi ditanya malah itu anu itu anu?" sergah Guna.

Giana kembali menundukkan wajah sendunya, ia merasakan tusukan rasa sakit yang amat dalam saat ini. Butuh tempat untuk berbagi agar tidak terlalu berat beban pikirannya, ia mau istirahat dan move on dengan masa lalunya karena ia tahu seberapa kuat ia memikirkannya Fahru nggak akan kembali.

"Tuh, 'kan! Disuruh ngomong, malah bengong. Kalau nggak mau cerita, sana! Aku mau tidur."

"Saya lagi mikirin, Fahru!" ucap Giana sendu.

Guna menegakkan badannya setelah mendengar nama yang disebut Giana.

"Fahru?" tanya Guna.

Sebenarnya Guna pura-pura bertanya karena ia sudah tahu tentang nama itu dari cerita Yoga papanya.

"Aku pernah bertunangan dengan seseorang yang bernama Fahru, kami mau menikah setelah wisuda namun ..... "

Giana tidak meneruskan kata-katanya, gadis itu terlihat menitikan air mata. Ia sangat terpukul dengan kejadian saat itu. Guna masih terdiam memperhatikan gadis yang tengah menangis tersebut, ia tidak mau mengganggu.

"Namun Allah lebih menyayanginya dari pada saya," lanjut Giana dengan suara parau.

"Menangislah, jika kamu ingin menangis. Bersedihlah ketika kamu ingin bersedih. Karena itu tandanya kamu manusia biasa yang tidak sesempurna Tuhanmu, namun kamu jangan lupa didepan sana masa depan yang menunggumu menggapainya!" ucap Guna bijak.

Giana tercengang dengan apa yang diucapkan Guna, ia merasa selama ini seperti mengabaikan masa depannya karena terlalu larut dengan masa lalunya yang kelam itu. Ia seakan lupa bahwa ia mempunyai masa depan yang telah terbengkalai karena keegoisannya sendiri. Selama ini Giana menjalani hidup datar saja, menyelesaikan sekolah S1nya lalu melanjutkan S2, ia habiskan untuk belajar dan belajar lalu bekerja. Hanya itu yang terlintas tidak ingin warna yang lain dalam hidupnya karena dia menganggap warna hidupnya yang lain telah pergi bersama Fahru sang tunangan.

"Apa kamu pernah kehilangan?" tanya Giana manatap Guna.

Guna membalas tatapan Giana lalu berucap, "Pernah."

"Saya pernah begitu mencintai seseorang, duniaku hanya ada dia. Tidak terpikirkan ada orang lain bahkan sering bertengkar dengan mama papa karena mereka menentang tidak setuju dengan perempuan itu, saya tetap kekeh. Segala cara saya tetap berusaha membuatnya bahagia dan sampai akhirnya dia pergi meninggalkan saya demi laki-laki lain yang tak lain sahabat saya sendiri. Saat itu aku benci dunia karena menurutku dunia nggak adil kepadaku, sejak saat itu saya menganggap semua perempuan itu sama. Saya hancur akan tetapi mama papa dan orang-orang yang menyayangiku selalu memberiku semangat disaat saya terpuruk meretapi yang tidak seharusnya saya ratapi!" cerita Guna panjang lebar.

Giana terkekeh, "Ternyata kita pernah kehilangan cuman berbeda versi saja."

"Ya begitulah, saat itu ketika saya menyadari semuanya. Betapa bodohnya saya meratapi satu orang perempuan dan hampir saya saya melalaikan masa depan saya sendiri."

"Mungkin itu Tuhan melarang kita untuk terlalu mencintai sesama manusia melebihi cinta kepada-Nya. Ketika kehilangan akan terasa sangat menyakitkan!" ucap Giana pelan.

Guna mengangguk, "Iya."

Mereka terus saja bercerita sampai larut, mereka lupa jika mereka sangat tidak akur. Malam itu mereka saling menceritakan tentang mereka masing-masing.

Giana

Guna

Sindhy

Fahri

1
Ziia Virghiia
maaf kk jgn ada kata eeaaakk nya sih kan ini bukan abg lg...maaf yaa kk
Banynoer Loebis
Luar biasa
Rini Maryani
mn lanjutan nya thoor lg seru
Rini Maryani
bgs ceritanya lanjut thor
Murti Ningsih
Giana cantik bingit
Fathaniyah
lanjut
Fathaniyah
Dr hi
Fathaniyah
lanjut
💜Lin
lanjutttt dong kk. penasaran nihhh
💜Lin
Hai kak.... semangat ya buat ceritanya.
Elisa Lisa
lama bget Thor updatenya
Febri Ana
mantap visualnya thor lanjuutt
Febri Ana
lanjjuutt
Elisa Lisa
lanjut dong thoor lama bget lanjutannya
nelynovianti
makin seru nihhh lanjuttt thorrr
Yuli Budi
up
Ayu Damayanti
lanjutttt
Ayu Damayanti
lanjuttttt
nelynovianti
😄😄😄😄😄😄😄
andien kirana
😆😆😆😆😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!