NovelToon NovelToon
Ku Lempar Benang Merah, Pangeran Tampan Ku Dapat.

Ku Lempar Benang Merah, Pangeran Tampan Ku Dapat.

Status: tamat
Genre:Time Travel / Romansa / Fantasi Timur / Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:49.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zia Lin

Hidup di zaman modern yang serba maju terkadang membuat Xuan Xing'er 25 thn kerap menggerutu kesal, karena jaman sudah banyak berkembang tetapi pemikiran kedua orang tuanya masih saja mengikuti jaman dahulu. Dimana mereka selalu mendesak Xing'er untuk segera menikah, tak hanya kedua orang tuanya tetapi teman-teman satu kantornya pun selalu mencibirnya karena statusnya yang sudah lama menjomblo.


Merasa kesal akibat tidak ada pria yang mau dengannya, Xing'er pun mampir ke sebuah kedai untuk mabuk disaat dirinya setengah sadar tiba-tiba seorang pria tua dengan pakaian compang camping memberinya sebuah benang merah yang telah di ikat simpul.


"Pergilah ke hutan besok, maka kau akan menemukan cintamu."


Akankah Xing'er menurutinya? Atau malah mengabaikannya karena merasa itu semua hanya ilusinya ketika mabuk? Ikuti terus kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zia Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25.

Restoran Qingyun. 

Beberapa pejabat yang dipimpin oleh Qing Tian Lei kini sudah berkumpul di restoran yang terkenal di kota Qingnan, mereka menyambut Han Wang Yue dan Xing'er dengan hangat dan sopan. 

"Taizi bixia, selamat datang di kota Qingnan," sambut Qing Tian Lei setengah membungkuk. 

Han Wang Yue memperhatikan tampilan Qing Tian Lei yang sederhana dengan pakaian lusuhnya, kemudian ia pun tersenyum. "Tidak disangka wali kota Qing Tian Lei ternyata merupakan seseorang yang sederhana." 

"Ey anda terlalu memuji, saya memang seperti ini tidak suka dengan yang berlebihan" jawab Qing Tian Lei sedikit terkekeh. 

"Oh ya, perkenalkan ini adalah nona Xing'er calon istriku," ujar Han Wang Yue merangkul bahu Xing'er. 

Gadis itu tersenyum dan memberi salam pada walikota dan pejabat lainnya. 

"Oh ya, calon istriku berasal dari masa depan kalian percaya atau tidak dia bisa membaca pikiran kalian masing," cetus Han Wang Yue membuat Xing'er membulatkan matanya dan melirik Wang Yue tajam. 

Walikota beserta pejabat lainnya terkejut dengan pernyataan Wang Yue yang mengatakan jika calon istrinya datang dari masa depan, bahkan mereka tampak tidak percaya sebab tidak mungkin ada manusia yang bisa datang dari zaman yang belum tercipta. 

Qing Tian Lei terkekeh. "Wang Yue Taizi, saya tahu anda bukan tipe orang yang humoris tapi gurauan anda cukup menghibur kami." 

Ya benar. 

Kata pejabat lain mengangguk-anggukan kepalanya sambil tertawa. 

"Walikota Tian, aku tidak sedang bercanda yang aku katakan memang benar jika calon istriku berasal dari masa depan … Bǎo bǎo—," 

"Bǎo bǎo?" sela Xing'er memotong kalimat Han Wang Yue karena terdengar aneh di telinganya. 

Han Wang Yue menoleh pada Xing'er dan mengangguk. "Bao bao, kau tidak suka dengan panggilan sayang yang aku berikan padamu?" 

"Hah? T-tentu saja aku sangat suka hehe aku suka," jawab Xing'er tertawa konyol. 

"Kalau begitu, Abao bisakah kau tunjukan pada mereka jika kau memang berasal dari masa depan," bujuk Han Wang Yue mengelus mesra rambut Xing'er. 

"Tentu saja … kau sudah banyak menyentuhku hari ini, ingat aku akan membalasmu nanti malam," bisik Xing'er pada Wang Yue. Ia mengeluarkan ponsel miliknya dan menunjukan ke hadapan walikota beserta pejabat lainnya.

"Lihat … apa kalian tahu apa ini?" Xing'er mengacungkan ponselnya ke atas.

Wah apa itu?. 

Para pejabat terdengar saling bergumam penasaran pada benda yang sedang dipegang oleh Xing'er. 

"Ini adalah ponsel, alat komunikasi yang digunakan oleh orang-orang masa depan. Benda ini tidak hanya bisa digunakan untuk berkomunikasi, tapi bisa melakukan apa saja termasuk mencari informasi yang belum kita ketahui," papar Xing'er menjelaskan tentang ponselnya yang serba bisa dan memberikan contoh soal informasi salah satu pejabat Qingnan yang malam ini akan tewas mengenaskan akibat ulahnya sendiri dan Xing'er menyebutkan beberapa ciri-ciri pejabat tersebut. 

"Tidak mungkin! Aku tidak pernah melakukan pelecehan pada siapapun," sangkal salah seorang pejabat bernama He Gang yang tampak begitu panik. 

Semua orang yang tidak tahu jika orang yang dimaksud oleh Xing'er adalah He Gang langsung menoleh secara bersamaan pada pria berusia 45 tahunan tersebut. 

"Aiyo, Tuan He maafkan aku apa baru saja aku menyebutkan namamu?" celoteh Xing'er memukul jidatnya sendiri. 

Keadaan berubah menjadi tidak nyaman demi menutupi hal yang tidak ingin diungkap, Qing Tian Lei pun membelokan topik pembicaraan dan mengakui jika Xing'er memang gadis yang berasal dari masa depan bahkan dia menyebutnya sebagai Dewi keberuntungan. 

"Taizi bixia, nona Xing'er kalian telah berjalan jauh untuk kemari alangkah lebih baiknya jika kalian beristirahat sebentar agar tubuh kalian menjadi segar," usul Qing Tian Lei yang tidak berani menatap Han Wang Yue. 

"Baiklah, kita bicarakan semuanya besok," ujar Han Wang Yue menerima usulan Qing Tian Lei yang memintanya untuk beristirahat. 

.

.

.

.

***

"Walikota bagaimana ini,  kita tidak akan bisa menghadapinya dengan mudah. Bagaimana jika putra mahkota tahu jika kita melakukan korupsi dan melaporkannya pada kaisar, kita bisa mati sebelum menikmati hasil kerja keras kita," sahut seorang pejabat. 

"Benar wali kota, sia-sia saja selama ini kita mengumpulkan harta benda jika akhirnya kita akan mati ditangan kaisar," timpal pejabat lain. 

"Kalian diamlah! Aku sedang berpikir ... apa kalian percaya pada gadis itu, jika dirinya datang dari masa depan?" tanya Qing Tian Lei merasa curiga pada Xing'er. 

Semua orang senyap dan saling melontarkan pandangannya pada satu sama lain. 

Qing Tian Lei memasang wajah kesal karena tidak ada yang menyahut, kemudian dia menoleh pada He gang yang tampak gelisah. 

"He Gang," panggil Qing Tian Lei membuat yang lainnya langsung menatap pada He gang.

"Kau tidak perlu takut, aku yakin jika mereka hanya sekedar membual dan soal tentangmu pasti ada yang membocorkan berita ini pada mereka," kata Qing Tian Lei.

"Bagaimana jika yang dikatakan mereka benar terjadi? Aku tidak mau mati mengenaskan," panik He Gang mencengkram bajunya erat. 

"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi, aku akan mengirimkan beberapa penjaga ke rumahmu … sekarang kalian pulanglah dan beristirahat," titah Qing Tian Lei pada para bawahannya.

Dengan wajah yang gusar mereka pun keluar dari ruangan milik Qing Tian Lei, sementara itu sang walikota menyuruh asistennya memata-matai penginapan putra mahkota untuk mencari tahu apa saja yang akan mereka lakukan besok. 

.

.

.

Penginapan putra mahkota. 

Brak!. 

Xing'er menutup pintu penginapan kencang membuat Han Wang Yue yang tengah menikmati teh hangatnya terkejut. 

"Kau menyebalkan bisa-bisanya kau menyudutkan ku di depan mereka," dengus Xing'er melipat kedua tangannya di dada. 

"Menyudutkan apa?" tanya Wang Yue santai sambil mengelap bajunya yang sedikit basah akibat terkena tumpahan teh. 

Dengan raut wajah kesal, Xing'er berjalan ke arah Han Wang Yue. "Menyudutkan apa? Tadi kau bilang pada mereka jika aku bisa membaca pikiran kau pikir itu tidak menyudutkanku … bagaimana jika mereka meminta bukti jika aku benar-benar bisa membaca pikiran kau mau melihatku mati karena tidak bisa membuktikannya," cerocos Xing'er tanpa bernapas. 

"Tapi semuanya berhasilkan, lagi pula siapa yang berani menyentuh calon istri putra mahkota jadi kau tenang saja … mari duduk dan berdiskusi," titah Han Wang Yue menuangkan teh panas ke dalam cangkir Xing'er. 

Gadis itu mendaratkan bokongnya di kursi dengan bibir mengerucut kesal dan Han Wang Yue yang melihat Xing'er cemberut hanya tersenyum tipis, entah kenapa saat melihat Xing'er marah ia merasa sangat terhibur apalagi ketika melihat bibirnya yang mengerucut membuat Xing'er tampak menggemaskan. 

"Ey, omong-omong darimana kau tahu jika pejabat He Gang akan dibunuh malam ini?" tanya Xing'er penasaran. 

Jadi sebelum Xing'er mengumumkan jika akan ada pejabat yang tewas mengenaskan, dia tidak benar-benar melihat dari ponselnya melainkan ia sudah diberitahu oleh Han Wang Yue terlebih dahulu sebelum menemui wali kota. 

Saat itu Han Wang Yue tidak memberitahu Xing'er apa penyebab pejabat itu akan mati dan kebetulan, mungkin karena rasa takut yang berlebihan membuat pejabat He Gang mengatakan perbuatan kejinya didepan orang-orang. 

"Hem, pria tua itu benar-benar menjijikan sudah berbuat curang sekarang tega sekali menodai seorang gadis dan membunuhnya, benar-benar seperti hewan cuih," umpat Xing'er kesal. 

Han Wang Yue kembali memiringkan senyumnya, kemudian ia meminta Xing'er untuk mendekatinya dan saat gadis itu sudah berada di dekatnya Wang Yue langsung menarik tangan Xing'er hingga jatuh di atas pangkuannya.

.

.

.

.

Bersambung.

Bantu follow yuk dan jangan lupa juga mampir ke novel barunya terimakasih.

1
Dbz Mar
yang Xun keknya ada hati sma kamu tuuu.. mknya dia bersikap kek gitu🤭🤭😘😘💪💪🙏
Andi Ilma Apriani
upx sering2 thoorr biar alurx nda dilupa
Zia_Lin: pengennya bgtu, tapi lagi ada kerjaan baru yang gak bisa ditinggalkan🤧
total 1 replies
Qori Maret
Aduh..semoga semua baik baik saja antara selir ling dan pangeran Qian
Casvanya Lee
wah aku gak nyangka akhirnya kak author lanjut lagi ceritanya, semangat kk author...
Oh ya aku mohon izin untuk promosi, mampir yuk ke cerita ku judulnya
- Healer Of My Heart
-Nadira
Kutunggu ya kedatangan kalian/Heart//Smile/
Zia_Lin: kepikiran terus, jadinya aku lanjutin aja. soalnya suka pas endingnya😂. insyaallah nanti mampir ya kalau senggang😁
total 1 replies
Qori Maret
Akhirnya bisa up lagi. makin seru aja nih
Qori Maret
Lanjut dong
Zia_Lin: besok ya kak😁
total 1 replies
Qori Maret
Ingin nangis rasanya..Aku nggak sabar banget nunggu kelanjutannya. Semangat Thor😭😭😭
Qori Maret: Nggak sabar pengen baca Xing'er pulang ke dunianya
total 2 replies
Andi Ilma Apriani
semangaatt thoorr
Zia_Lin: terimakasih kak🙏 sehat selalu dan terus setia ya😁
total 1 replies
Qori Maret
Astaga thor jangan katakan itu. aku mohon lanjutkan smpai tamat. itung-itung pahala buat kamu 😭😭😭🙏🙏🙏
Zia_Lin: sekarang udah di lanjut kok kak.
total 1 replies
Qori Maret
Aiiih...tak sudi Xing' er disalahpahami sama mereka 😭
Qori Maret
Waduh pria kulkas ternyata pencemburu juga ya😂😂😂
Qori Maret
Duh, , percayalah kau sama si imut dari dimensi lain ini.😂
Andi Ilma Apriani
lanjuuttt
Qori Maret
cemburu nie
Qori Maret
nakal kau ya gadis imut .. Aduh...kamu itu sedang berada di dimensi lain, bukan duniamu. 😃😃😂😂
Qori Maret
love this story.
Qori Maret
seru ih
Qori Maret
ow, maksudnya salahnya di mana?
Qori Maret
ow... mesranya ❤️❤️❤️❤️
Qori Maret
Bagaimana mungkin anda baru tahu namanya Mu Yu. Bukankah cerita ini adalah karangan author sendiri? 🙏
Zia_Lin: maklum salah fokus😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!