NovelToon NovelToon
Sampai Kau Jatuh Cinta Padaku

Sampai Kau Jatuh Cinta Padaku

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Bad Boy / Tamat
Popularitas:354.3k
Nilai: 5
Nama Author: little turtle 13

"Selamanya aku tidak akan sudi dinikahkan dengan bocah sepertimu. Kalaupun hal itu sampai terjadi, kau tidak akan pernah bahagia, aku akan membuatmu sengsara dan menyesal telah menikah denganku. Aku akan menjamin hal itu!"

"Jangan pernah muncul lagi di hadapanku!"

Chandra menghempas tubuh Margareth. Entah kekuatan sebesar apa yang dia gunakan hingga membuat Margareth tersungkur dan sebuah luka tercipta di ibu jarinya.

broomm~

Tega hati Chandra meninggalkan Margareth begitu saja, melewati dirinya yang masih tersungkur dengan motornya. Margareth menatap sosok Chandra yang semakin menjauh dan menghilang.

"Jika motor bisa membuat ku lebih berani, aku akan mencoba berteman dengannya,"
"Aku akan belajar. Aku akan lebih hebat dari Kak Chan. Dan aku akan membalasnya. Kalau aku tidak bisa menginjak jempol kakinya dengan ban motorku, jangan sebut aku Margareth!"

"Tunggu sampai aku tumbuh besar dan bisa menginjak perseneling!" teriaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon little turtle 13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.24

2 hari kemudian..

2 wajah asing datang ke tempat persembunyian anak Geng Shinee dengan izin dari Helmi.

Dion, dia melambaikan tangannya pada Hana yang duduk di sebelah Margareth. Sementara Hana tak menggubrisnya dan malah memalingkan wajah.

Sedangkan Juan, dia menyusuri setiap sudut tempat itu dengan tatapannya yang jeli. Dia merasa heran, bagaimana bisa anak-anak itu mendekam di tempat yang menyeramkan seperti ini. Terutama Margareth.

"Jadi, siapa bocah-bocah culun ini?" tanya Julian.

"Anak culun pala kau?" sahut Hana tak terima.

"Bener banget, orang cantik kayak bidadari gini dibilang culun.." sahut Dion sambil tersenyum manis pada Hana.

"Kau juga jangan ikut-ikutan!" seru Hana.

"Jadi ada apaa nih?" sahut Gladis sambil menatap Helmi meminta penjelasan.

Helmi menatap Margareth, mereka berdua telah berjanji untuk mengungkapkan identitas mereka kepada teman-temannya.

Untuk dua orang tamu yang tak diundang itu, mereka berdua memaksa untuk ikut. Hana yang kebetulan sedang bersama Margareth memaksa untuk ikut karena bosan berada di rumah. Sedangkan Juan, diam-diam dia mengikuti Helmi karena dia mempunyai firasat buruk.

"Re, ada apa?" tanya Sania.

Margareth langsung panik saat namanya dipanggil. Hanya mengungkap identitas saja membuat dia terlihat seperti orang yang sedang berbuat kejahatan.

"Itu.." Margareth menggantung ucapannya, kemudian melirik Helmi yang duduk di sebelahnya.

"Kak Helmi mau bicara!" serunya sambil memejamkan matanya.

"Dasar bocah sialan~" gumam Helmi yang sampai di telinga Margareth.

"Maafin, Kak~"

Semua mata kini tertuju pada Helmi. Tuntutan jawaban sedang dibebankan padanya saat ini. Dia tidak tahu harus memulainya dari mana.

"Apa gak ada minuman?" tanya Juan sambil mengedarkan pandangannya.

"Dasar tamu gak tau malu lu!" cetus Farhan.

"Lu gak tau, ya? kalo tamu gak dijamu dengan baik, dosa tu tamu bakal ditanggungin ke elu!" ujar Juan sambil menyeringai.

"Babi lu.." umpat Farhan kemudian bangkit dari duduknya dan mengambil beberapa minuman dingin dari kulkas.

tak~

Farhan sengaja meletakkan minuman itu dengan keras untuk menggertak Juan.

Juan menyeringai, "Ada kulkas? apa elu yang modalin?" ujarnya sambil menatap Helmi.

"Cepetan monyet, gue mau berangkat kerja.." ujar Gladis.

"Sebenernya.." Helmi menggantung ucapannya.

"Sebenernya Margareth anak konglomerat. Dia putri tunggal Keluarga Hekamartha," ucap Helmi mengambinghitamkan Margareth.

Margareth membelalakkan matanya dan menatap Helmi tak terima.

"Kak Helmi juga anak konglomerat. Dia pewaris tunggal Grup Lee!" balas Margareth.

Empat anak di hadapannya kini saling menatap. Kemudian sama-sama menatap Helmi dan Margareth secara bergantian.

Mereka tidak tahu harus menanggapi pertanyaan Margareth dan Helmi seperti apa. Mereka hanya tidak menyangka, selama ini tanpa mereka sadari, mereka berada di antara pada Tuan dan Nona muda.

Rasa malu tentu saja mereka rasakan. Mereka baru menyadarinya, kalau selama ini yang banyak mengeluarkan uang adalah Helmi.

Pekerjaan mapan yang sekarang di dapatkan Sani dan Farhan juga berkat bantuan Margareth.

"Kayaknya gue gak pantes temenan sama kalian," ujar Sania.

"Tapi makasih Re, berkat elu gue dapet pekerjaan. Gue bakal selesain pekerjaan gue minggu ini, terus resign. Gue gak mau kerja bukan karena kemampuan gue sendiri," lanjut Sania dengan senyum paksa.

"Nggak, Kak. Aku cuma rekomendasiin aja ke mereka. Itu semua murni karena kerja keras dan kemampuan kakak.." Margareth mulai panik.

"Gue kecewa sama kalian," ujar Gladis kemudian menyambar kunci motornya yang tergeletak di meja. Namun dengan sigap Helmi mengambil kunci itu.

"Ayolah, gue gak bermaksud buat bohongin kalian.." ujar Helmi penuh penyesalan.

"Gini aja kalian udah bilang kayak gitu, gimana kalo kalian tau di awal. Apa kalian tetep mau nerima gue sebagai temen kalian?" lanjutnya.

Semua terdiam. Mereka tidak menjawab. Mereka tidak tahu harus menjawab seperti apa.

Hiks~

Gadis beton itu, secara resmi menunjukkan air matanya didepan kawan-kawannya. Membuat anak-anak itu mulai panik.

"Kalo sejak awal aku bilang hiks~ kalian pasti juga tidak hiks~ menerimaku.." ujar Margareth ditengah isak tangisnya.

"Aku gak bohong tentang Ayahku, dia memang sering memukulku. Saat itu aku tidak sedang mencari alasan untuk menetap dengan kalian hiks~ aku mengatakan yang sebe- hiks~ sebenarnya,"

"Rere~" Hana ikut menangis dan memeluk Margareth.

Gladis dan Sania memalingkan wajahnya, mereka sama-sama sedang menahan air matanya.

"Aku mungkin bukan sahabat yang baik, makanya mencari teman lain yang seperti mereka," ucap Hana.

"Hei bocah, apa maksud mu seperti mereka?" sahut Sania.

"Anak-anak nakal!" cetus Hana tanpa rasa takut.

"Tidak, aku merasa nyaman dengan mereka. Mereka orang-orang yang baik.. mereka selalu menjagaku seperti seorang Kakak,"

"Hei kau beton, aku sudah menahannya dari tadi, jangan memancingku untuk mengeluarkannya.." ujar Gladis yang air matanya mulai tumpah. Diikuti oleh Sania.

Para perempuan semuanya menitikkan air matanya. Sedangkan para laki-laki disana itu hanya menatap mereka dengan bingung.

"Kenapa kalian nangis semua?" ujar Dion.

"Sudahlah, kalian pasti punya alasan masing-masing. Aku tidak menyalakan kalian," ujar Julian yang disahuti anggukan oleh Farhan.

"Gue bilang juga apa. Geng elu itu Geng abal-abal! mana ada anak Geng yang nangis kayak gini.." sahut Juan sambil menatap Helmi dengan senyum mengejeknya.

"Diem lu babi!" cetus Farhan.

1
Amazing Grace
playing victim sekali si Margaret ini, dia yang bodoh dan murahan malah ga tau diri, seolah olah juan Sama Candra ini barang yg bisa diambil sesuka hati
Surianti Panggoa
sampai dsini belum ngerti alur ceritanya,
littleturtle13: ga usah dipahami ka, nanti sakit☺️ aku aja dah lupa itu dulu buatnya kek mana🫠 makasih dah baca..sehat sll🤍
total 1 replies
Sita Aryanti
wow
Sita Aryanti
mending Margaret ma juan
Sita Aryanti
sbnernya masih bingung jaln ceritanya.tp masih AQ lanjutkan🫢
littleturtle13: Sama..kadang juga heran kok masih ada yg baca😭😭 aku yg nulis juga dah lupa ceritanya kek mana..
Tapi makasih ya Ka dah betah baca/Joyful//Pray/
total 1 replies
Qarn Ya'
umpan yg tepat
Qarn Ya'
lupakan luka, raihlah bahagia

banyak hal indah d ujung sana, jangan putus asa
Qarn Ya'
please Mar, moveon.. byk bgt yg sayang kamu


mending Juan
atauuu Helmi
Qarn Ya'
aku tim margaretha&Juan deh


asli aku benci bgt sm cowo banci yg bs dilakukan cuma nyakitin cewe..

please kk, buat Chandra nyesel senyesel⁵nya
Qarn Ya'
Kuat selalu Margaretha
Qarn Ya'
bener Mara, saat masalah numpuk bore mau fokus menghadapi hal lain, menghadapi dan mengendalikan diri aja perjuangan
Supriatun Khoirunnisa
Luar biasa
Yani Cuhayanih
Terima kasih orhor..happy ending nya
littleturtle13: terima kasih untuk dukungan, ka/Grin/
total 1 replies
Ketrin Ketrin
lebih setuju Margareth sama Juan sii daripada Chandra
Dewi Yanti
nnt nyesel klo juan udh berpindah haluan
strawberry milk
lagian apaansih Margareth, udah di sia siain SMA si Candra masih aja Nerima dia, pelukan juga . udah tau si Juan nembak bukannya di jwb malah ga di jwb²
Yoyoh Rokayah
lanjut thor
Ripah Ajha
lanjut Thor, semangat🥰
Ramma Dharma
Re jangan sama Chandra lagi,emang lo ga liat cinta Dan ketulusan dia buat lo.please Re buka mata hatii lo,jangan bego banget
Chiwyy
PLISS RERE SM JUAN
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!