NovelToon NovelToon
Menantu Yang Tak Dianggap

Menantu Yang Tak Dianggap

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:54.1k
Nilai: 5
Nama Author: Eni pua

Siapa yang tidak ingin dicintai oleh ibu mertua?
Mila, selalu berusaha menjadi menantu yang baik dan berbakti. Tetapi pada kenyataannya, dia selalu menjadi yang tersakiti dan tidak pernah dianggap sebagai menantu.
Bahkan sang suami, lebih memilih percaya pada ibunya.
Kehidupan seperti apa yang akan Mila jalani dan akankah Mila bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eni pua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Bermain dengan Daddy

Mila pulang kerja mampir ke sebuah mall untuk membeli beberapa kilo buah. Terutama buah mangga kesukaannya. Tubuhnya yang sudah merasa lelah, segera beranjak pergi meninggalkan mall tersebut setelah selesai membayar.

Memasukkan beberapa kantong plastik ke jok belakang dan dia langsung menghidupkan mobilnya. Mobil Mila melaju perlahan dijalanan yang cukup macet saat jam pulang kantor.

Sesampainya di rumah, suara mobil Mila sudah cukup membuat Bik Ijah membukakan pintu untuknya. Mila menyerahkan beberapa bungkusan kepada Bibik agar dibawanya masuk.

"Kemana si kembar, Bik. Kenapa tidak kelihatan?" tanya Mila kaget. Rumah ini tampak sepi tanpa suara si kembar yang menjadi penyemangat saat Mila kelelahan.

"Mereka sedang tidur, Bu Mila," jawab Bik Ijah ragu.

"Tumben, jam segini tidur. Apa tidak takut kalau nanti malam mereka malah terbangun dan tidak bisa tidur lagi?" tanya Mila.

Bib Ijah terdiam. Dia tidak berani mengatakan apa yang sudah si kembar lakukan bersama Pak Sam tadi pagi sampai menjelang sore. Mulai dari manjat pohon mangga sampai mencoba memetik mangga sendiri. Untung saja Hisam cekatan mengasuh si kembar. Bahkan siangnya ikut membagi-bagikan mangga ke rumah-rumah di sekita rumah mereka.

Bukan itu saja, menjelang sore, mandi saja minta di mandikan pak Sam. Sedangkan Bik Ijah tidak bisa melarang karena takut si kembar marah dan tidak mau pulang. Alhasil, mereka mandi sampai hampir satu jam.

"Kamu nanti mereka bangun tengah malam, biar Bibik yang temani mereka. Bu Mila istirahat saja," ucap Bik Ijah merasa bersalah.

"Tidak apa, saya akan tidur bersama mereka. Takutnya nanti mereka merasa tidak aku perhatikan. Dari pagi hingga sore nggak ketemu, masak malamnya juga nggak bisa ketemu. Mila ingin menjadi ibu yang baik," jawab Mila.

"Bu Mila, tadi ada kiriman mangga dari rumah sebelah, masih segar baru dipetik tadi pagi. Bu Mila mau coba atau Bibik kupaskan yang baru ini saja?" tanya Bik Ijah.

"Rumah sebelah ada penghuninya, Bik? Aku pikir itu rumah kosong. Kelihatannya tidak ada yang tinggal disana," tanya Mila penasaran.

"Sepertinya memang jarang di tempati. Kalau Bibik lihat, dia pasti duda," jawab Bik Ijah.

"Kok Bik Ijah bisa tahu kalau dia duda, pengalaman, ya?" goda Mila.

"Nggak juga, Bu Mila. Karena dia sendirian tinggal disitu," jawab Bik Ijah sambil tersenyum.

"Jadi penasaran sama si pemilik rumah itu. Kalau jarang di tempati, berarti ruang itu tidak berguna. Ada kemungkinan akan dijual. Kau lebih awal memberitahu dia, kalau mau jual rumah, dia bisa tawarkan ke aku," kata Mila agak pelan.

"Bu Mila berniat membeli rumah baru, rumah sebelah itu?" tanya Bik Nah sambil mencuci mangga yang sudah masak.

"Cuma sekedar rencana, Bik. Rumah itu, seperti rumah yang Mila impikan sejak dulu. Sederhana tapi teduh dan asri kayak tinggal di desa," jawab Mila dengan khayalannya yang melambung tinggi.

Setelah lelah berkhayal, Mila bergegas mandi dan berganti pakaian. Dia segera menuju ke kamar si kembar untuk melihat apakah mereka masih terlelap tidur atau sudah ada tanda-tanda bangun.

Merasa mereka masih terlelap, Mila pergi ke meja makan untuk memakan mangga yang dikupas oleh Bik Ijah. Mila hari ini tidak berselera makan nasi. Bawaannya pingin makan Mangga. Bukan karena ngidam, tapi memang dia lebih suka makan mangga daripada yang lainnya.

Malam sudah semakin larut, Mila bergegas menuju ke kamar Hasan dan Husein untuk menemani mereka tidur. Mila berbaring di tengah-tengah kedua anaknya yang masih terlelap tidur.

Mila menatap kedua buah hatinya bergantian. Tiba-tiba airmatanya menetes. Dia tidak bisa memberi mereka sebuah keluarga yang utuh. Rasa bersalah ini, terkadang membuat Mila menangis sendirian saat tidur sendirian.

Saat Mila menangis, Hasan tiba-tiba terbangun dan dia langsung memeluk ibunya. Hati bocah kecil itu ikut merasakan kesedihan maminya. Setelah Hasan terbangun, Husein juga ikut terbangun.

"Mami, Hasan sudah ketemu Daddy," kata Hasan sambil menatap maminya.

"Nenek, Mami. Daddy olangnya baik," kata Husein.

"Daddy siapa, memangnya kalian tahu wajah Daddy kalian? Jangan bercanda sama ibu," ucap Mila tidka percaya.

"Hasan dan Husein pelnah lihat wajah Daddy, dalam ponsel Mami," jawab Hasan.

"Mana ada. Mami tidak memiliki foto Daddy kalian. Jangan bohongi Mami. Bohong itu dosa loh," kata Mila tidak percaya.

"Mana ponsel Mami, bial Hasan tunjukkan," ucap Hasan kesal, karena Maminya tidak percaya padanya.

Mila memberikan ponselnya pada Hasan. Hasan dengan cekatan memencet-mencet tombol pada ponsel ibunya. Rupanya Hasan sudah mahir dalam mengoperasikan ponsel sehingga mudah baginya untuk menemukan apa yang dia cari.

Sebuah foto lukisan seorang pria, meskipun tidak terlalu bagus, tetapi cukup membuat Hasan dan Husein mengenali wajah ayahnya

"Ini foto lukisan Daddy yang ibu buat, bukan?" tanya Hasan.

Mila semakin sedih. Ternyata selama ini, kedua anaknya sudah menanamkan lukisan wajah Hisam sebagai ayah mereka. Tetapi, bagaimana mungkin mereka bisa bertemu Hisam sementara mereka tidak pernah keluar rumah?

"Di mana kalian bertemu Daddy kalian?" tanya Mila penasaran.

Hasan dan Husein saling berpandangan. Mereka sepakat untuk memberi tahu Mami mereka.

"Di lumah sebelah," jawab

"Apa, rumah sebelah? Yang benar saja," gumam Mil sambil tertawa.

...****************...

1
Elok Pratiwi
males baca nya kebanyakan drama menderita bila ujung ujung nya balikan lagi
Yuliyanti
mls sdh bacanya, ujung2nya blikn lgi
Eni pua: nggak balikkan lagi kak. Mantannya meninggal 🤧
total 1 replies
Yuliyanti
mls sdh bacanya ujung2nya blikn lgi/Applaud//Applaud/
Eva Daniarti
semoga hisam cepat mengetahui anaknya n menyesal..
Siti Fatimah
oohhh seperti itu , jadi Mila sebenarnya tidak pernah keguguran ...
Siti Fatimah
Hasan Husain 🤔 memangnya sewaktu Mila pergi dari rumah dalam keadaan hamil 🤔 bukannya habis keguguran ya dan SM dokter tidak boleh hamil sebelum 1 tahun 🤔 harus ada yg menjelaskan enggak ngerti bingung 🤔🤔🤔
Siti Fatimah
hah Hisam - Hisam jadi lelaki ko bodoh sekali 🤦
Siti Fatimah
hahahaha .
Siti Fatimah
wanita paling paling bodoh yg mau di madu , apapun alasan yg di ucapkan pria yg ingin poligami 6idak akan pernah membawa kebahagiaan apalagi ketenangan batin dan pikiran ,, Mila kamu tidak di madu aja setiap hari menderita menangis dan keguguran sudah dua kali ...
Siti Fatimah
sama Bu Siti saya juga tidak suka Mila jadi istri anak mu yg bodoh dan bejat apalagi di tambah mertua jahat seperti mu Bu Siti iiihhhh serem .
Siti Fatimah
Mila kenapa tidak pernah punya pikiran buat merekam setiap omongan mertuanya buat bukti ke anaknya gimana sadisnya sang ibu ..
Siti Fatimah
Mila mertua mu sterss gila dan parahnya seorang pembunuh dan taruhannya adalah nyawamu mil ,, lindungi Mila SM calon anaknya dari incaran mertua jahat nya 🙏🙏🙏
Siti Fatimah
bagus Mila bangkit tunjukan kalau mertuamu gila dan parahnya punya hati jahat biar hisam tau semua kejahatan ibu tersayang nya , Mila bermain cantik lah untuk menghadapi manusia yg tidak punya hati .
Siti Fatimah
enggak yakin hisam akan percaya omongan Mila secara hisam itu bodoh terus seorang anak dari ibu yg tidak punya hati keibuan ,, udah Mila lebih baik minta cerai dari hisam ya walaupun perceraian di larang oleh Agama tapi kalau untuk menyelamatkan diri kenapa tidak karena bisa saja suatu saat nyawamu juga akan hilang di tangan mertuamu , mertua mu membunun calon cucu kandungnya aja mampu apalagi cuma menantu yg anak orang lain ,, sudah selamatkan nyawa mu persetan dengan cintamu karna percuma punya cinta tapi taruhannya nyawa ..
Siti Fatimah
ah Mira - Mira bodoh ko di piara hanya untuk bisa bersama dengan orang yg di cintai 👎 , udah Mira udah lebih baik menyerah buang laki sombong dan bodoh mu itu ..
Siti Fatimah
Nemu satu lagi cerita dunia halu yg peran wanita nya lemah dan bisanya cuma menangis ,, mau di masukin ke daftar favorit ah mau memanasi Mila agar meninggalkan mertua dan suami sombongnya ,, Mila buat punya cinta tapi hidup di dalam neraka 😤👎
Eni pua: Makasih Kak, wkwkwk.
Ini ikutan event mertua kejam. Kalau nggak kejam sama Mila, bukan mertua kejam. 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!