NovelToon NovelToon
Istri Tengil Tuan Presdir

Istri Tengil Tuan Presdir

Status: tamat
Genre:Duda / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:542.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Kim99

Kiara Aleema Jaleela, 25 tahun. Perempuan berparas cantik yang memiliki penampilan urakan. Kiara terpaksa menikah dengan seorang pria pilihan ayahnya. Yups, karena sebuah perjodohan, Kiara dipaksa menerima duda yang umurnya 10 tahun lebih tua darinya.

Awalnya Kiara menolak perjodohan tersebut. Kabur dari rumah, sampai dia dipertemukan dengan pria gagah nan tampan yang sebenarnya adalah calon suaminya sendiri.

Singkatnya pernikahan itu terjadi, Kiara menjalani hari-harinya seperti biasa, jangan harap dia akan menurut kepada suaminya, karena itu sangat sulit.

Seiring berjalannya waktu, Kiara mulai menyukai sosok Habibie yang menjadi suaminya. Muncul benih-benih cinta dalam hatinya sampai dia bertekad untuk memenangkan hati Habibie.

Namun, sebuah fakta mengejutkan membuat Kiara menjadi ragu. Pria yang paham dan mengerti tentang agama itu nyatanya masih sangat mencintai istri pertamanya. Lantas, akankah Kiara berhasil meluluhkan hati sang suami? Atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Sedikit Perduli

Habibie langsung menarik Kiara ke dalam dekapannya, pria itu menepuk pipi sang istri beberapa kali akan tetapi Kiara seperti tidak terlalu merespon. Perempuan itu meracau tidak jelas dengan air mata bercucuran. Matanya sudah bengkak dan sayu.

"Kiara, sadarlah! Apa yang terjadi, kau kenapa?"

Perempuan itu tidak langsung menjawab, ia menatap Habibie kemudian berkata, "Bunda ... Bunda pergi karena hujan ini, Bunda pergi karena suara petir-petir itu. Bunda bilang Bunda akan selalu ada untuk Kiara, tapi kenapa Bunda bohong. Kiara enggak suka vila, Kiara enggak suka suara petir, Kiara benci Bunda ....!"

Perempuan itu kembali menatap Habibie seolah meminta dukungan atas apa yang dia katakan. Jauh sebelum Kiara menjadi seperti ini, belasan tahun yang lalu, di sebuah vila keluarga di daerah puncak, seorang anak perempuan berusia 6-7 tahun sedang asyik bermain boneka beruang kesukaannya.

Malam itu hujan lebat mengguyur kawasan tersebut, petir-petir mulai menyambar sehingga gadis kecil itu berlari ke kamar Ibu-nya. Tidak ada yang aneh. Semuanya seperti baik-baik saja.

"Bundaaaaaa!" pekik si gadis seraya berlari, melompat ke atas ranjang sang ibu, memeluk ibunya itu dengan sangat erat.

"Kiaraaaa, jangan ganggu Bunda, Sayang! Bunda lagi istirahat!"

Seorang pria yang masih cukup muda berjalan masuk ke kamar seraya membawa obat-obatan dan jug air mineral pada gelas tinggi di tangan.

Ia letakan gelas itu di atas nakas lantas mengambil butiran obat dan memberikan obat itu pada perempuan yang sedang berbaring dengan senyum tipis di bibir pucatnya.

"Jangan meninggikan suara pada anak kita, Mas!" Amzar hanya mengangguk.

"Terima kasih, Mas!" katanya lagi dengan suara yang sangat lemah.

Amzar pun mengangguk. Ia meminta istrinya untuk segera meminum obat tersebut. Baru akan menyodorkannya obatnya, tiba-tiba perempuan itu terbatuk-batuk. Julia mulai memuntahkan darah, Kiara yang kala itu melihat penderitaan ibunya malah menangis tersedu-sedu. Ia meraung, dadanya naik turun menahan sesak yang luar biasa.

"Bunda, Bunda kenapa, Bunda. Bundaa~~!"

"Kita pergi ke rumah sakit sekarang!"

Amzar mengatakan itu sambil memangku sang istri. Ketakutan melanda hatinya saat itu. Dia sudah menolak untuk berlibur. Amzar ingin membawa Julia berobat ke luar negri tapi Julia menolak. Perempuan itu mengatakan jika dia sudah lelah, oleh karena itu Julia meminta suami dan anaknya untuk menikmati waktu kebersamaan yang mereka miliki.

"Ayah ... Bunda kenapa, Bunda enggak bakal ninggalin kita kan?"

Kiara kecil berlari mengikuti Amzar di belakang. Perempuan itu sering kali mengusap bulir bening yang terus menyeruak untuk keluar dan menghalangi pandangannya.

"Kita akan pergi sekarang, Sayang. Kau akan baik-baik saja!" kata Amzar. Pria itu membuka pintu vila dengan bantuan penjaga. Namun, baru sampai di depan pintu, tangan yang Amzar kalungkan di lehernya tiba-tiba terkulai begitu saja.

"Sayang! Julia!"

Amzar mau tidak mau menghentikan langkahnya, membaringkan sang istri lantas melakukan CPR dengan kesungguhan. Julia tidak boleh pergi, Amzar teramat sangat ketakutan. Apalagi Kiara semakin meraung dengan tangisan yang membuat hatinya semakin terluka.

"Inalilahi wainailaihi rojiun!"

Pria itu terkulai lemas karena ternyata Julia benar-benar sudah pergi meninggalkan mereka.

"Bunda udah enggak ada, Sayang!"

Satu kalimat itu sukses membuat Kiara kecil tertegun. Napasnya seperti berhenti saat itu juga, matanya melotot dengan tubuh bergetar.

"Enggak mungkin, Bunda enggak mungkin pergi ... Bundaaaaaa!"

Amzar hanya menunduk dengan bahu bergetar ketika Kiara memeluk ibunya dengan sangat erat. Mereka tidak bisa melakukan apa-apa ketika Allah telah berkehendak.

.....

"Semuanya akan baik-baik saja. Saya di sini, Kiara!"

Habibie berusaha untuk menenangkan istrinya, mendekap perempuan itu semakin erat, mengusap lengannya, berharap itu akan mengurangi sedikit kegelisahan yang Kiara rasakan.

"Jangan pergi, Mas. Jangan tinggalin Kiara, jangan pergi!"

Habibie menggelengkan kepalanya. Dia tidak mungkin pergi saat kondisi Kiara seperti ini. Kebingungan melanda hatinya, banyak pertanyaan muncul, kenapa Kiara lebih sering kambuh setelah bersama dengannya, apa sikapnya sangat menyakiti perempuan ini?

Melihat Kiara yang sudah semakin tenang, Habibie mengangkat tubuh perempuan itu, dia membaringkan sang istri di atas ranjang, menyelimutinya agar istrinya itu tidak kedinginan.

"Jangan pergi. Kiara takut, Mas!"

Untuk beberapa saat Habibie termenung menatap Kiara yang masih terpejam tapi jemarinya mencengkram kuat jari kelingking dia. Melihat lebatnya hujan di luar, Habibie pun ikut naik ke atas ranjang, memeluk Kiara seperti apa yang perempuan itu inginkan.

Kiara pun terlihat sangat nyaman. Dia memeluk Habibie, menjadikan dada pria itu sebagai sandaran. Lengan sang suami yang begitu nyaman membuat Kiara kembali terlelap.

Pria itu pun tidak tinggal diam, memberikan semua do'a untuk perempuan itu, mengusap punggungnya, juga meniup puncak kepala Kiara sebelum dia ikut terpejam dan berkeliaran di alam mimpi.

....

Keesokan paginya, Kiara bangun lebih pagi dari Habibie, perempuan itu cukup terkejut karena merasa ada yang aneh dengan posisi tidur mereka berdua. Kepalanya pusing, tapi ... saat dia memejamkan mata kembali, dia mengingat apa yang semalam Habibie lakukan padanya.

"Mas Abie~~!" gumam Kiara dengan suara yang sangat lirih.

Seharusnya Kiara segera beranjak, tapi dekapan suaminya masih sangat dia nikmati. Berada dalam pelukan suaminya membuat Kiara merasa lebih aman dan lebih nyaman.

"Jangan salahkan aku jika aku mengharapkan mu karena sikap plin-plan mu, Mas! Aku janji, aku akan membuatmu bersikap baik padaku. Bukan karena aku butuh, tapi karena kau yang butuh."

1
$4D ALONE "-"
anjing banget Habibi kont*1
Ary hartini
novel udah lama.tp baru baca..lucu bikin ketawa..bikin nangis sedih juga.awalnya yg kiara pergi itu sempet kesel knp ketemu lg.pas yg pergi ke2 ikutan maki2 si abie.syukurin syukurin...
seru pokoknya bikin emosi naik turun..novel2 kim99 very good
Tunggul Nogo
Ngga ada terjemahan dr Sunda ke indonesia,, jadi bingung /Frown/
dhena
mata seperti nya kena bawang nieh bacanya sambil mewek
El Sazita
kok cerita nya sedih banget sih
jdi mewekk🥲
Amyy Amyy
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Nurlaila Elahsb
kenapa juga ada si Humaira ,,ya KL mau bantu ya bantu aja lah Gibran gk usah juga di nikahi ,,si Abie juga rada sakit ya!!yg sudah berlalu ya sudah lah...hadeh..
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Nurlaila Elahsb
jodoh kang Gibran dh ready say
Nurlaila Elahsb
kayak nya seru nih, baru mampir Thor
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Priskha
jgn buat Kiara meninggal dong thor kasihan ijinkan dia hidup bahagia bersama klg kecilnya kasihan dia sdh lama hidup menderita tanpa kasih sayang
Priskha
wis tinggalin aja tuch si Habibie jd laki kok ndak tegas
Priskha
aq kok jengkel sm Habibie ya sdh diberi kesempatan 2x msh mau buat ulah lg pingin aq tonjok aja tuch mukanya ndak ada kapoknya
Priskha
gentleman kmu Gibran aq salut dg pengorbananmu demi keutuhan rmh tangga kakakmu kmu rela mempertaruhkan kebahagiaanmu
Priskha
pinter agama tp akhlak minim ndak rasa klau sdh nyakitin hati istrinya 🙄🙄🙄🙄
Priskha
anjayy ngakak hbs aq thor smp keselek terbatuk2 🤣🤣🤣🤣🤣
Priskha
pantesan aja ayahnya Kiara bludrek lihat kelakuan anaknya spt itu awas nanti jd Hypertensi trs stroke lho ayah...yg sabar aja anggap aja hiburan 😂😂😂😂
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Rita susilawati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maryana Fiqa
baru pertama baca sudah bikin sakit perut,betul betul kami kyara ya🤣🤣🤣
Martina Arvia
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!