NovelToon NovelToon
My Wish Came True, I Got Reincarnated Into Another World

My Wish Came True, I Got Reincarnated Into Another World

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Harem / Sistem
Popularitas:63.3k
Nilai: 5
Nama Author: Achmad fazar

Shinji Alvredo merupakan seorang anak yang tidak merasakan kehidupan damai dan tenang di bumi lamanya.

Oleh sebab itu dia memutuskan untuk melakukan Reinkarnasi ke dunia lain semoga mendapatkan hidup damai dan tenang, namun sebelum dia bereinkarnasi Shinji menyempatkan dirinya ditabrak oleh sebuah Truk-Kun yang melaju begitu cepat.

Disaat detik-detik terakhir nya dia merasakan bahwa ada suara yang seperti menyebutkan [Perfect Sage] kepadanya hal itu membuat Shinji seperti sedang diolok-olok oleh suara tersebut.

apakah Shinji Alvredo berhasil melakukan Reinkarnasi nya atau tidak berhasil ?

Genre : Action, Reincarnation, Harem, Magic System, Demon, Isekai, Tragedy, Drama, Shounen

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Achmad fazar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23 - Bukti End

Arthur, Gluttony, David dan Avrost kini sekarang sedang berjalan menuju gedung besar di Kekaisaran yang diciptakan oleh Arthur.

Selama perjalanan David dan Avrost hanya melihat ke sekeliling mereka yang dipenuhi dengan bangunan-bangunan yang mirip dengan Kekaisaran Lloyd.

Bahkan tidak sedetikpun mata David berkedip, pandangannya hanya fokus ke struktur bangunan yang dimiliki oleh Kekaisaran yang diciptakan oleh Arthur.

Berjalan dan terus berjalan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.

Besarnya … gedung ini kelihatan dari luar begitu mewah hampir sama seperti istana kerajaan di kekaisaran Lloyd milikku. (David)

…. (Avrost)

Namun tiba-tiba saja pintu gedung itu terbuka.

David dan Avrost sedikit kaget dan terkejut melihat pintu yang besar itu terbuka dengan sendirinya.

“ Wah !! Pintunya terbuka sendiri !! ” (David dan Avrost)

Dikarenakan terkejut akibat teriakan David dan Avrost.

Arthur dan Gluttony langsung segera melihat ke arah mereka berdua.

Namun Arthur dan Gluttony bukannya terkejut mereka berdua malah tertawa dengan keras.

David dan Avrost begitu kebingungan melihat Arthur dan Gluttony tertawa.

“ Ada apa … Arthur-San ? Kenapa kamu tertawa ?? ” (David)

“ Hahaha maaf … maaf David-San, hanya saja reaksi kalian seperti barusan melihat hantu … hahaha. ” (Arthur)

Arthur dan Gluttony lagi-lagi tertawa dengan terbahak-bahak.

David dan Avrost mereka berdua langsung memasang muka yang begitu cemberut.

“ -_- ” (David dan Avrost)

“ Hahaha … Baiklah-baiklah maaf ya, pintu ini bukan terbuka dengan sendirinya. Melainkan ada bawahanku yang menggerakkan pintu ini jadinya pintu ini bisa bergerak. ” (Arthur)

“ Loh mana bawahannya, Tuan Arthur ? ” (Avrost)

David dan Avrost celingak-celinguk melihat mana bawahan yang dimaksud oleh Arthur.

“ Ayo kita masuk nanti kalian juga terlihat. ” (Arthur)

Arthur kemudian masuk duluan.

Begitu juga Gluttony, David dan Avrost mereka mengikuti Arthur dari belakang.

“ Ini lihat siapa yang menggerakkan pintu ini. ” (Arthur)

Arthur menunjuk ke arah kedua HobGoblin yang ada di belakang pintu.

“ Wah !! Ada Goblin … ” (David dan Avrost)

Kedua HobGoblin itu langsung segera melihat ke arah David dan Avrost.

Dikarenakan David sedikit terkejut.

Avrost langsung segera menyiapkan senjatanya yaitu tombak.

...Sfx : Suara senjata Tombak keluar....

HobGoblin juga langsung terkejut akibat ada manusia menodongkan mereka senjata panjang yaitu tombak.

Namun Arthur langsung segera menghalangi Avrost.

“ Hei, Hei berhenti. Jangan bermain kasar, mereka ini hanyalah Rekan-rekan ku yang tidak akan menyerang kalian. Jadi turunkan senjatamu, apa kamu mengerti ? ” (Arthur)

Arthur dengan serius berbicara sambil menahan tombak nya Avrost.

“ … B—Baik tuan Arthur, maaf. ” (Avrost)

Avrost menghilangkan kembali Tombaknya, tombak Avrost hilang begitu saja.

Woah … menghilang begitu. (Arthur)

Aurora bisakah kamu analisis tombak tadi kenapa bisa menghilang ? (Arthur)

...[ Baik dilaporkan senjata itu bukanlah menghilang melainkan masuk kembali kedalam tubuh perempuan bernama Avrost itu. ]...

Maksudnya ? Bisakah kamu menjelaskan nya secara rinci dan detail ? (Arthur)

...[ Baik dimaksudkan senjata itu terbuat dari energi magis milik Avrost, hal itu bisa membuat Avrost sesuka hati mengeluarkan dan menghilangkan senjata milikinya. Nama dari kemampuan itu merupakan [Magis Sense]. ]...

Apa ?! [Magic Sense] bisa menciptakan senjata terbuat dari energi magis ? Bukankah Magic Sense itu hanya merasakan energi magis saja ya ? (Arthur)

...[ Dijawab memang benar bahwa [Magic Sense] hanya merasakan energi magis, namun bukan diartikan jika Magic Sense dapat merasakan energi magis saja, [Magic Sense] dapat menciptakan sesuatu yang terbuat dari magis. ]...

Hm … apakah [Magic Sense] dapat menciptakan sebuah pelindung ? Seperti pelindung mana begitu. (Arthur)

...[ Dijawab bisa Master. ]...

Begitu ya, terima kasih atas penjelasannya Aurora. (Arthur)

...[ Sama-sama master. ]...

“ Hahaha kalau begitu mari kita lanjutkan jalan kita, sebentar lagi kita akan duduk di kursi dan ada meja yang begitu panjang. Ayo … ” (Arthur)

Arthur kemudian membalikkan badannya dan berbisik kepada kedua HobGoblin.

“ Maaf ya, mereka ini adalah teman-teman ku jadi jangan dipikirkan yang tadi ya ? ” (Arthur)

HobGoblin itu langsung melakukan penghormatan kepada Arthur.

“ Tidak masalah Tuan Arthur. teman anda, teman kami juga. ” (HobGoblin)

“ Itu benar Tuanku Arthur. ” (HobGoblin)

“ Kalian ini … ” (Arthur)

Arthur kemudian tersenyum ramah kepada kedua HobGoblin itu.

Namun tiba-tiba saja David memanggil nama Arthur.

“ Arthur-San !!! Ayo … kamu ngapain lagi ? ” (David)

Arthur langsung menoleh ke arah David.

“ Ya iya aku datang !! ” (Arthur)

Kemudian Arthur kembali lagi mengarah pandangan ke arah kedua HobGoblin itu.

“ Aku pergi, kalian jaga pintu ini ya jangan sampai ada yang masuk jika aku yang menyuruh mereka masuk. Terima kasih. ” (Arthur)

Kedua HobGoblin itu melakukan penghormatan dan mengucapkan kepada Arthur “ Ya Tuan Arthur !! ”

Arthur langsung segera berbalik badan dan sedikit berlari mendekati David dan yang lainnya.

Sementara kedua HobGoblin itu memiliki beranggapan kepada Arthur.

“ Tuan Arthur … dia baik sekali ya. ” (HobGoblin 1)

HobGoblin 2 langsung menoleh ke arah HobGoblin 1.

Dan kemudian pandangan HobGoblin 1 kembali menuju ke arah depan melihat Arthur Yang mendekati teman-teman nya.

“ Ya kau benar, Tuan Arthur merupakan manusia yang baik. Tidak salah aku memilih tuan Arthur sebagai Tuan ku, aku berjanji dan bersumpah akan senantiasa setia kepada Tuan Arthur. ” (HobGoblin 1)

“ Ya aku juga begitu. ” (HobGoblin 2)

Pov Arthur

Kembali lagi ke Aku, Gluttony, David dan Avrost.

Kini kami berempat mulai duduk di kursi besar khas seperti kerajaan.

Dan meja panjang khas kerajaan juga.

Aku dan Gluttony duduk di barisan sebelah kiri.

Sementara David-San dan Avrost duduk di bagian sebelah kanan.

David-San masih saja kelihatan melihat ke sekeliling struktur bangunan gedung ini.

Hebat ... Arthur-San dapat membangun gedung ini ... struktur nya sama persis seperti bangunan di Kekaisaran Lloyd. (David)

Namun dikarenakan David masih melihat ke arah sekeliling nya.

Aku pun kemudian mulai mengajak mereka bicara.

“ Ada apa David-San ? Anggap saja ini di Istana kekaisaran Lloyd dirimu sendiri. ” (Arthur)

“ Eh ? Hahaha iya. ” (David)

Namun semuanya kembali menjadi diam dan tidak berbicara sedikitpun.

Akhirnya aku kembali membuka suara untuk menghilangkan rasa canggung ini.

“ Ekhem … tunggu sebentar biar aku panggilkan rekanku agar mereka bisa menghidangkan makanan. Oya kalian berdua mau makan apa, David-San dan Avrost ? ” (Arthur)

David dan Avrost hanya saling tatap menatap dan kemudian David kembali melihat menghadap ke arahku.

“ Hahaha, sebaiknya tidak usah kami kesini hanya untuk sebentar saja kok Arthur-San. ” (David)

“ Iya itu benar Tuan Arthur. ” (Avrost)

“ Aduh kalian tidak usah malu-malu, kan sudah aku bilang anggap saja sebagai istana kalian. ” (Arthur)

“ Eh … baiklah terserah kamu saja Arthur-San, asalkan kami tidak merepotkan. ” (David)

Avrost hanya menganggukkan kepalanya.

“ Baiklah aku akan memberikan kalian masakan terenak, dan kamu Gluttony mau makan apa ? ” (Arthur)

“ Seperti biasa Tuan Arthur. ” (Gluttony)

Gluttony tersenyum bahagia kepadaku.

Dan ya aku sudah mengetahui apa makanan kesukaan nya Gluttony.

“ Kalau begitu. ” (Arthur)

Aku menepuk tanganku sebanyak 2x.

Tepukan ini semacam isyarat kode untuk memanggil yang lain.

Dan benar saja sekitaran 10 HobGoblin berjenis kelamin perempuan datang menuju ke arah kami.

Eh ?? Kenapa ini ? Kenapa ada banyak jenis Goblin … eh bukan tapi HobGoblin. (David)

Para 10 HobGoblin perempuan langsung berlutut dan melakukan penghormatan kepadaku.

“ Ada yang bisa kami bantu Tuan Arthur ? ”

Ke 10 HobGoblin itu berbicara secara bersamaan.

“ Kalian buatkanlah Nasi Goreng dan Jus jeruk untuk kami berempat. Apa kalian sudah mengetahui cara membuatnya kan ? Aku sudah pernah memberitahukan kalian cara membuat nasi goreng dan jus jeruk seharusnya kalian sudah mengerti. ” (Arthur)

“ Kami semua mengerti Tuan Arthur. Akan segera kami buatkan untuk tamu-tamu anda dan anda juga. ” (10 HobGoblin)

“ Baiklah. ” (Arthur)

Ke 10 HobGoblin perempuan langsung segera bubar.

Menyisakan kami berempat kembali di meja ini.

“ Em .. anu Arthur-San. ” (David)

“ Ada apa David-San ? ” (Arthur)

“ Nasi Goreng yang kamu sebut tadi itu makanan jenis apaan ya ? ” (David)

Aku hanya diam sambil menatap David-San yang kebingungan.

Oh iya aku lupa, David-San dan Avrost berasal dari dunia ini jadinya mereka tidak tahu mengenai Nasi Goreng. Kalau Gluttony dan yang lainnya sudah tahu walaupun aku tidak perlu memberitahu kalau aku adalah reinkarnasi dari dunia lain. (Arthur)

“ Tunggu saja, sebentar lagi David-San dan Avrost akan mengetahuinya. ” (Arthur)

David-San dan Avrost hanya bisa saling menatap satu sama lain.

“ oh iya David-San. Kenapa kau kemari ? Eh bukan begitu Maksudku, maksudku itu kan belum ada setahun aku di hutan monster ini. ” (Arthur)

David-San awalnya hanya diam dan menatapku namun kemudian dia mulai berbicara.

“ Setelah kita makan, akan aku beritahu Arthur-San. ” (David)

Aku yang kebingungan dengan cara bicara David-San hanya bisa mengangguk-angguk saja.

Namun di dalam hatiku ada yang tidak beres dengan sikap nya David-San, dia tidak seperti biasanya.

Ada apa dengan David-San ? Dia tidak seperti biasanya. (Arthur)

Aku sebenarnya ingin mencari tahu lebih ada apa sebenarnya.

Namun disaat aku ingin melanjutkan pembicaraan ku tiba-tiba 10 HobGoblin perempuan yang menyediakan kami makanan dan minuman datang mengantarkan.

10 HobGoblin perempuan itu langsung segera memberikan makanan kepada kami, mereka meletakkan di meja dengan tersusun rapi.

“ Sudah siap Tuan Arthur. ”

Setelah meletakkan makanan dan minuman di atas meja panjang dengan tersusun rapi, 10 HobGoblin perempuan itu langsung kembali berbaris sambil berlutut melakukan penghormatan kepadaku.

“ Apakah ada yang diperlukan lagi Tuan Arthur ? ”

Ucap 10 HobGoblin perempuan itu dengan secara bersamaan.

“ Tidak ada, kalian boleh kembali. Terima kasih ya. ” (Arthur)

10 HobGoblin perempuan berdiri bersama dan mereka menundukkan kepalanya sedikit kemudian pergi dari kami berempat.

“ Silahkan dimakan, silahkan. ” (Arthur)

Sepertinya dugaanku David-San dan Avrost sudah mengeluarkan mata yang berbinar-binar melihat menu Nasi Goreng dan Jus jeruk berada di depan mereka.

Kemudian aku melihat Gluttony dan dia sudah mulai makan saja dengan begitu lahap.

Aku hanya menggelengkan kepalaku melihat tingkah laku Gluttony.

Hahaha dasar Gluttony. Kalau David-San dan Avrost bagaimana ya ? (Arthur)

“ !!! ” (Arthur)

Aku juga terkejut melihat David-San dan Avrost yang sedang makan begitu lahap.

“ Emnn eunak [enak] … eunak [enak] samngat [sangat] … ” (David dan Avrost)

Oi … makan itu pelan-pelan nanti tersedak … Huh … ya sudahlah yang penting mereka makan, hahaha. (Arthur)

...****************...

Setelah 6 menitan kami makan.

Kami berempat merasakan kekenyangan.

“ Wah … kenyangnya, Nasi goreng memang makanan terbaik. ” (David)

David berbicara sambil memegangi perutnya yang sedikit besar.

Bahkan Avrost dan Gluttony juga melakukan hal yang sama seperti David.

“ Hahaha, pastinya. ” (Arthur)

Aku sedikit tertawa melihat tingkah mereka yang kekenyangan.

Namun tiba-tiba saja David langsung terdiam dan arah tatapan nya menunduk kebawah.

Dikarenakan aku adalah teman yang baik aku pun mencoba bertanya kepadanya.

“ Ada apa David-San ? Kenapa kamu kelihatan begitu gelisah dan kebingungan ? ” (Arthur)

David menoleh ke arahku dengan cepat dan mulai merapikan cara duduknya.

“ Eh .. itu aku hanya ingin memberitahukan kepadamu sesuatu, namun sebaiknya kamu mendengarkan terlebih dahulu. ” (David)

Aku kebingungan dengan perkataan yang dikatakan oleh David.

Namun karena aku penasaran aku pun mengiyakan permintaan David.

“ Baiklah David-San, silahkan. ” (Arthur)

David menghela nafasnya begitu panjang.

Kemudian dia mengarahkan tangan kanannya ke kantong jubah kerajaan di sebelah kanan David.

David menunjukkan 2 benda terbungkus plastik kecil yang dipegang olehnya ditunjukkan kepadaku.

Tatapan ku kini hanya tertuju kepada 2 benda yang dipegang oleh David-San.

Benda apa yang dipegang oleh David-San ? (Arthur)

“ Aku ingin bertanya kepadamu Arthur-San, apakah kau yang telah membunuh Thomassen ? ” (David)

Suara nada bicara David-San berubah menjadi nada yang berat dan serius.

Dan seketika suasana yang tadinya masih terlihat penuh tawa dan candaan.

Kini telah berubah menjadi dingin dan penuh keseriusan.

Bahkan Avrost juga ikut menatapku dengan tatapan serius.

Gluttony masih kebingungan dengan apa yang terjadi sekarang ini. Dia pun langsung segera berdiri dari kursi duduknya dan langsung membanting meja.

...Sfx : Bangkit dari duduknya dan langsung membanting meja di hadapannya....

“ Hei Tuan David !! Jaga bicaramu, berani sekali kau menyebutkan bahwa Tuan Arthur adalah pembunuh !! ” (Gluttony)

Dan seketika Avrost juga ikutan berdiri dari kursi duduknya dan segera mengeluarkan senjata magis.

...Sfx : Avrost memanggil senjata Tombaknya....

“ Kau juga Gluttony, jaga nada bicaramu kepada David-Sama. ” (Avrost)

Avrost menodongkan tombaknya kepada Gluttony.

Gluttony dan Avrost saling menatap dengan tatapan yang penuh amarah dan serius.

Namun aku berusaha untuk mencairkan situasi ini.

“ Hahaha apa maksudmu David-San, mana mungkin aku melakukan hal seperti itu. ” (Arthur)

David-San menghela nafas begitu panjang.

“ Kau masih berusaha untuk membela dirimu Arthur-San, ke 2 benda yang ada di tangan kananku ini adalah bukti bahwa kau adalah pembunuh nya Thomassen. ” (David)

“ Kalau kau masih tidak percaya, ini. ” (David)

David-San segera melemparkan 2 benda kepadaku.

Aku pun menangkap nya.

“ Kau analisis itu, dan kau pasti akan menerima faktanya Arthur-San. ” (David)

Aku yang masih tidak percaya berusaha untuk meyakinkan bahwa ke 2 benda bukti ini bukanlah berasal dari ku.

Hm … sebuah rambut merah dan sobekan pakaian. Tunggu kenapa sobekan pakaian ini sepertinya aku pernah mengingatnya, tapi dimana ya ? (Arthur)

Aku berusaha mengingat pakaian-pakaian yang pernah aku pakai selama aku berada di dunia Reinkarnasi ini.

“ !! ” (Arthur)

Dan akhirnya aku berhasil mengingat pakaian yang pernah kupakai persis seperti barang bukti yang sedang aku pegang ini.

Tunggu jangan bilang ini adalah bekas sobekan jaket panjang berwarna hitam, ini tersobek diakibatkan aku terkena tembakan magis oleh Thomassen !! (Arthur)

Tidak … tidak … aku harus lebih analisis kedua benda ini. (Arthur)

Aku menyuruh Aurora melalui pikiran untuk segera menganalisis ke 2 benda ini.

...[ Permintaan diterima akan segera dianalisis 2 benda yang ada di tangan kanan anda apakah benar ke 2 benda ini merupakan milik anda akan segera dianalisis. ]...

Semoga saja tidak … semoga saja tidak … (Arthur)

Aku dengan penuh keyakinan berharap bahwa ke 2 benda ini bukanlah bagian dari diriku.

Namun betapa terkejutnya aku setelah Aurora berhasil menganalisis ke 2 benda ini.

...[ Lapor ke 2 benda yang anda pegang di tangan kanan anda telah berhasil di analisis. ]...

Ya, Langsung beritahu aku Aurora, apa hasil dari analisis nya ? Apakah benda ini merupakan bagian dari milikku ? Cepat Aurora !! (Arthur)

...[ Baiklah Aurora akan memberitahukan hasil analisisnya kepada anda, jawabannya YA ke 2 benda ini adalah bagian dari milik anda. ]...

Seperti tersambar petir aku hanya diam tidak percaya setelah Aurora berkata seperti itu.

...[ Rambut merah ini merupakan memang hasil bagian dari genetika anda, dianalisis bahwa rambut merah ini sangat mirip dengan rambut anda.]...

...[ Dan sobekan dari pakaian ini merupakan sobekan dari jaket hitam panjang yang pernah anda pakai beberapa waktu yang lalu untuk melakukan aksi anda untuk membunuh Thomassen. ]...

Betapa tidak percayanya aku bahwa memang ke 2 benda ini adalah bukti yang sangat kuat.

Bisa terbilang ke 2 bukti ini cukup untuk membilangkan bahwa akulah yang membunuh Thomassen.

Tanpa sadar kata-kata pasrah keluar dari mulutku dan itu terdengar oleh Gluttony, David dan Avrost.

“ Tidak mungkin … bagaimana bisa kalian mengetahui hal ini ? ” (Arthur)

Gluttony, David dan Avrost dengan terkejut langsung segera melihat ke arahku.

“ Ternyata benar kau lah yang membunuh Thomassen Arthur-San. Kenapa kau melakukan hal itu Arthur-San ? ” (David)

“ Eh ? ” (Arthur)

David langsung berdiri dari kursi duduknya.

“ Arthur-San apa kau tahu kalau kau melakukan sesuatu seperti membunuh kepada pemimpin Kekaisaran. Maka kau akan dianggap penjahat dan segera dilakukan hukuman untuk orang sepertimu Arthur-San. ” (David)

“ Tuan Arthur … ” (Gluttony)

Aku hanya menundukkan kepalaku seperti anak kecil yang sedang dimarahi oleh orangtuanya.

David-San perlahan keluar dari kursi dan meja kini dia perlahan mendekati ku yang sedang tertunduk.

Suara langkah kaki terdengar semakin dekat mengarah padaku.

Seluruh tubuhku seperti tidak mau bergerak dan keringat ku bercucuran jatuh ke lantai.

Kini David-San sudah ada di sebelah ku.

Dan Gluttony hanya bisa melihatku yang tertunduk lesu.

David-San segera mengarahkan tangan kanannya ke pundak kiriku.

Dan saat tangannya menyentuh pundakku rasa takut dan gelisah mulai menghantui ku.

Aku hanya memejamkan kedua mataku agar tidak terjadi apa-apa pada diriku.

Jantungku semakin lama semakin berdetak begitu cepat rasanya seperti ingin keluar.

Aku hanya bisa menutup kedua mataku.

Namun tidak seperti yang aku duga, Ternyata David-San … dia …

“ Hahaha !! Kau memang teman dan sohib terbaikku Arthur-San !! ” (David)

Betapa terkejutnya aku, Gluttony dan Avrost ketika David-San berkata keras sambil tertawa kepadaku.

“ Eh ? Eh ?!!!! ” (Arthur, Gluttony, Avrost)

“ Hahaha ~ ” (David)

“ Eh ? Apa maksudnya ini David-San ? ” (Arthur)

“ David-Sama apa artinya ini ? ” (Avrost)

“ Hahaha tenanglah kalian berdua, aku akan menceritakan kenapa aku bisa bangga akibat dari Thomassen yang terbunuh olehmu. ” (David)

“ Pertama wilayah kekaisaran Lloyd bagian Timur akan kembali ke tangan pihak kerajaan Lloyd. Dan kedua ini adalah yang paling aku inginkan, Terbunuhnya Thomassen akan menjadikan kekaisaran Lloyd menjadi berkembang. ” (David)

“ Eh ? Maksudnya ? ” (Arthur)

“ Dimaksudkan, Thomassen merupakan orang yang bukan dari darah keturunan kerajaan Lloyd, dan jika Thomassen masih berdiri sampai sekarang Kekaisaran Lloyd tidak akan berkembang karena Kekaisaran Lloyd dipimpin oleh 2 pemimpin satunya Raja dan satunya Tuan saudagar. ” (David)

Namun aku, Avrost dan Gluttony masih tidak begitu mengerti maksud dari ucapan David-San.

David-San menghela nafasnya panjang.

“ Ya sudah kalau kalian tidak mengerti, intinya jika Thomassen masih ada para Kekaisaran-Kekaisaran lain akan menganggap Kekaisaran Lloyd sebagai Kekaisaran yang tidak becus buktinya kekaisaran Lloyd dipimpin oleh 2 seorang pemimpin. ” (David)

“ dan itu akan berdampak buruk dan tidak akan memajukan kekaisaran Lloyd jika dipimpin oleh 2 pemimpin. Ingatlah yang namanya pemimpin itu cuman 1. ” (David)

Kemudian David-San melakukan berlutut dan melakukan penghormatan kepadaku.

Avrost yang melihat Tuannya melakukan hal itu langsung segera berteriak.

“ David-Sama !! Apa yang anda lakukan ?! Anda adalah seorang raja ?! Kenapa seorang raja melakukan berlutut kepada seorang yang belum tentu menjadi pemimpin ?! ” (Avrost)

“ Ini bukan masalah pemimpin Avrost, aku melakukan hal ini dikarenakan ini adalah ucapan terima kasih ku yang tulus dan serius kepada Arthur-San. Walaupun sebenarnya aku tidak mau melakukan hal ini namun jika bukan karena Arthur-San Thomassen akan masih ada sampai sekarang. Jadinya aku berterima kasih kepada Arthur-San. ” (David)

Walaupun Avrost masih berusaha keras untuk melarang David-San melakukan hal itu.

Namun akhirnya dengan terpaksa Avrost juga mengikuti hal yang dilakukan David-San kepadaku.

“ !!!! …. Apa yang kalian lakukan ?! ” (Arthur)

“ Mohon terima permintaan terima kasih kami Arthur-San jika bukan karenamu mungkin Kekaisaran Lloyd masih akan dikuasai oleh 2 pemimpin. Sekali lagi Terima kasih banyak. ” (David)

David menundukkan kepalanya kepadaku.

Begitu juga Avrost yang mengikuti gerakan David-San.

“ sudah oi … sebaiknya kalian berdiri saja ya ya sama-sama sudah ayo berdiri. ” (Arthur)

Akhirnya setelah ku pujuk begitu lama akhirnya David dan Avrost berdiri juga.

“ Terima kasih Arthur-San. ” (David)

“ Iya sama-sama David-San. ” (Arthur)

“ kalau begitu kami izin pamit, Oya apa tadi nama kekaisaran milikmu ini ? Kau kan belum memberitahu kepada kami nama kekaisaran milikmu ini Arthur-San. ” (David)

Aku kemudian tersenyum kepada David-San dan Avrost kemudian aku membuka mulutku untuk berbicara.

“ Kekaisaran Star (bintang) itu adalah nama dari Kekaisaran yang akan aku ciptakan ini. ” (Arthur)

“ Baiklah, mulai dari sekarang Arthur-San. Aku raja David Lloyd secara resmi akan mengakui bahwa Hutan Monster ini sudah memiliki Kekaisaran yang bernama Kekaisaran Star, dan Kekaisaran Star dipimpin oleh seorang manusia bernama Arthur Krayes. AKU MENYETUJUI NYA !! ” (David)

Disela-sela terakhir David-San berbicara, suara nya bergema di seluruh gedung ini.

Dan hal itu membuatku menjadi meningkat semangat ku.

Aku menundukkan kepalaku dan mengucapkan terima kasih kepadanya.

Dan kemudian David-San dan Avrost pergi berpamitan kepada kami semua, mulai dari ku kemudian Gluttony bahkan tidak lupa berpamitan kepada HobGoblin dan StormWolf.

Kemudian akhirnya mereka berdua pergi dari Kekaisaran Star ini.

1
Pembenci MC naif dan lemah
hadeh gak jls MCnya naif dan goblok
Pembenci MC naif dan lemah
gak takut dihianiti
Pembenci MC naif dan lemah
malah dikasih tahu skil aneh MC
Pembenci MC naif dan lemah
naif MCnya gak mau bunuh musuh selain non manusia
Pembenci MC naif dan lemah
kenapa dah sifat MCnya goblok
Pembenci MC naif dan lemah
bikin MLS kalo kek gini mc gak mau bikin mati musuh
Pembenci MC naif dan lemah
bunuh cok
Pembenci MC naif dan lemah
tipe MC gampang di manfaatkan cih
Pembenci MC naif dan lemah
harusnya bunuh aja semua manusia kekaisaran
Pembenci MC naif dan lemah
ok
Top walau agak...
sebenarnya bagus tapi sayang sekali alur ceritanya sedikit terlalu maaf "plagiat"
Randy Oktavia
ga ada up Thor?
Randy Oktavia
uppp
Randy Oktavia
up
Randy Oktavia
upp thorr mantap
Randy Oktavia: sama" Thor soalnya lagi agak" sibuk jugaa
total 2 replies
Narimah Ahmad
seperti ceritanya seru 🤭
Randy Oktavia
upp
yk
semangaaaaat kak
Randy Oktavia
upp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!