NovelToon NovelToon
Cinta Sebening Embun

Cinta Sebening Embun

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:18.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Shan Syeera

Perjodohan adalah sebuah hal yang sangat
di benci oleh Abraham, seorang pengusaha
muda penerus kerajaan bisnis keluarga nya.

Dia adalah sosok yang sangat di puja dan di
damba oleh setiap wanita, dia merupakan
calon menantu yang sangat ideal dan di
impikan oleh setiap pengusaha dan para
bangsawan yang memiliki anak gadis, jadi
baginya hanya dengan menjentikkan jari
saja, wanita manapun akan dengan senang
hati memasrahkan dirinya untuk merangkak
di bawah kakinya.

Tapi..justru kakeknya, sang pemilik dan
penguasa serta pemegang kendali penuh
dari semua kekayaan keluarganya malah
memilihkan jodoh untuknya.

Dan sialnya lagi..wanita pilihan kakeknya
bukanlah wanita dengan kriteria dan tife
yang selama ini selalu menjadi standard nya.

Abraham sangat membenci keputusan sang
kakek. Namun demi warisan dan kendali penuh
atas segala kekuasaan yang telah di janjikan
padanya. Dengan terpaksa Aham menerima
semua keputusan kakeknya tersebut..

Dan bagi wanita yang juga terpaksa menerima
perjodohan ini..bagaimana kah dia akan bisa
menjalani hidupnya bersama seorang pria yang
sama sekali tidak menginginkan kehadirannya.?

Takdir seakan menjungkir balikan kehidupan
seorang gadis biasa terpaksa yang harus
masuk ke dalam kehidupan sebuah keluarga
yang di penuhi dengan keangkuhan dan
kesombongan akan dunia yang hanya
tergenggam sementara saja..


**Tetaplah untuk selalu di jalanNya..**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shan Syeera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Tenggelam

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

♥️♥️♥️♥️♥️

Meline berhambur memeluk Aham yang hanya

berdiri tenang. Tidak membalas ataupun menolak

pelukan sang adik. Feli dan Catherine terlihat

begitu bahagia melihat kedatangan Aham,

tatapan mata kedua gadis itu penuh dengan

cinta dan kerinduan.

Meline kembali ke tempat nya berdiri seraya

menarik tangan Aham. Feli dan Catharine

langsung maju menghampiri dan bermaksud

merangkul Aham, mereka ingin menyalurkan

seluruh perasaannya, sekaligus mengumumkan

pada semua orang bahwa Abraham Mahendra

adalah milik mereka.

Namun gerakan keduanya terhenti saat Aham

mengangkat tangan, tanpa kata dia melangkah

pergi dari area utama itu. Meline hanya bisa

mengerucutkan bibir nya, tapi dia cukup tahu

situasi mengingat kehadiran dua gadis yang

dekat dengan Kakaknya itu.

Wajah kedua gadis cantik itu langsung memerah

karena malu sekaligus kecewa dengan respon

Aham. Keduanya langsung berjalan mengikuti

langkah Aham menuju tempat yang lebih pribadi dengan saling lirik jengah.

Sementara itu Naya yang berdiri cukup jauh dari

Area utama terlihat menatap lekat kearah Aham

dengan mata yang entah kenapa tiba-tiba saja

berkaca-kaca. Dalam lubuk hatinya yang paling

dalam dia merasa begitu senang melihat

kehadiran laki-laki itu saat ini, di tempat ini.

"Kamu merindukan nya dear..?"

Naya tersentak saat Noah tiba-tiba sudah berdiri

di samping nya dengan tatapan lurus kearah

Aham yang saat ini terlihat berjalan menjauh

menuju area khusus.

"Apa yang Kak Noah bicarakan.?"

Naya memalingkan wajah. Tapi semburat

merah di wajahnya tidak bisa di sembunyikan.

"Dia memiliki daya tarik luar biasa yang bisa

melumpuhkan saraf urat malu di setiap wanita.

Hati-hati..kau juga bisa terkena racun nya.."

Bisik Noah di dekat telinganya. Naya melotot

kearah Noah. Laki-laki itu tersenyum usil. Naya

yakin Noah hanya bergurau saja. Tapi kok hatinya

tiba-tiba saja menjadi resah. Apa benar seperti itu ? Uuhh..dia yakin ini hanya lelucon Noah saja !

"Kakak kurang pandai melempar lelucon ! Aku

tidak akan percaya lagi padamu..!"

"Haha..aku tidak bercanda dear..! lihat saja

semua wanita di tempat ini meleleh saat

melihatnya.!"

"Sudah ! Kau terlalu membual..!"

Noah tertawa ringan saat Naya secara tidak

sadar memukul pelan pundak laki-laki itu.

Acara potong kue pun berlangsung. Semua

orang bertepuk tangan bersama mengiringi

lagu ulang tahun di susul potong kue oleh

si empunya acara.

Pesta terus berlanjut..

Aham duduk santai di area pribadi yang sudah

di siapkan khusus untuknya. Beberapa pelayan

langsung datang melayani dan membawakan

makanan serta minuman ke hadapan Aham.

"Honey..aku sangat merindukanmu."

Feli yang baru saja datang langsung merangkul

Aham begitu sampai di dekatnya. Catherine yang datang belakangan menatap geram ke arah Feli

lalu dengan kasar menarik tubuh Feli yang saat

ini masih merangkul Aham.

Aham menatap tanpa ekspresi pada dua gadis

cantik di hadapannya yang saat ini sedang berdiri

berhadapan dengan saling menatap tajam.

Catharine maju ingin merangkul Aham, tapi di

tahan oleh tangan Feli.

"Hei..apa yang mau kau lakukan.?"

"Minggir kamu..!"

"Kamu yang minggir, apa kamu tidak punya

malu Nona..?"

"Apa katamu ? bukannya kamu ya yang tidak

punya malu, main sosor saja.!"

"Jaga ya mulut kamu..?"

"Kenapa ? ucapanku benar kan ?"

Mata mereka kembali beradu panas. Keduanya

kembali adu mulut dengan saling menyindir

dan menjatuhkan satu sama lain.

Aham mendengus, dia berdiri, lalu melangkah

kearah lain, dia mengedarkan pandangannya ke

seluruh tempat pesta itu seperti sedang mencari

seseorang. Dan tiba-tiba matanya terpaku pada

satu sosok yang ada di sebrang nya. Dia melihat

saat ini Naya sedang berbincang dengan Amar

dan teman-teman nya, sedang Noah sedang bercakap-cakap dengan beberapa tamu penting

yang juga di undang dalam acara ini.

Naya tidak menyadari tatapan Aham yang saat

ini sedang mengunci sosoknya. Ada getaran

halus dalam hati Aham saat melihat wanita itu.

Tidak sadar bibir nya terangkat sedikit.

Mata Aham terus menatap tajam kearah Naya

yang belum menyadari kalau laki-laki angkuh itu

saat ini sedang memperhatikan dirinya. Namun

raut wajah Aham tiba-tiba berubah kembali dingin

saat melihat Naya tersenyum dan tertawa kecil di tengah perbincangan yang terlihat begitu hangat.

Aham melangkah menuju kearah Naya. Semua

orang terdiam sambil menunduk saat pria itu

lewat. Naya dan teman-teman nya saling lirik

saat suasana sedikit berbeda. Naya menoleh

dan jantung nya seakan berhenti seketika saat

melihat sosok tinggi gagah itu tengah berjalan

kearahnya dengan wajah yang begitu dingin.

Naya berbalik perlahan, matanya langsung

bersirobos tatap dengan mata Aham yang

seolah menusuk jantung nya. Tubuh Naya

seketika lemas dadanya berdebar hebat, dia

meremas jemarinya yang tiba-tiba menjadi

dingin dan kaku.

Aham berdiri di hadapannya. Amar dan teman-

teman nya langsung membungkuk hormat.

"Tuan Abraham..suatu kehormatan bisa bertemu

anda di sini."

Sambut Amar sambil menunduk. Teman nya

yang lain juga sama menunduk. Naya mundur

satu langkah, dia kini tidak berani lagi beradu

tatap dengan laki-laki itu.

"Hemm..apa kalian teman-teman nya Meline ?"

"I-iya Tuan..kami senior nya Meline di kampus."

Aham mengganguk sedikit tapi tatapannya

tetap tertuju pada wajah cantik Naya. Ingin

rasanya dia menarik wanita itu dari hadapan

teman-temannya. Lagipula kenapa dia harus berdandan seperti ini sih? Sial ! Apa dia tidak

menyadari kalau dirinya terlihat begitu cantik

malam ini.? geram Aham dalam hatinya.

Aham mengutuk dirinya sendiri saat bisikan

demi bisikan terus beranalog di dalam hatinya.

Sejak turun dari pesawat pribadinya, dia sudah

tidak sabar ingin segera sampai ke tempat ini.

Entah kenapa dia ingin sekali melihat wanita

ini. Selama satu minggu ini jiwanya seakan

tidak tenang karena jauh dari wanita ini. Ya..

wanita yang notabene nya adalah istrinya,

walau sampai saat ini belum di akuinya.

Tapi saat ini apa yang di lihatnya, wanita ini

terlihat begitu bahagia bersama teman-teman

pria nya, sungguh menyebalkan !

"Aham..kau disini rupanya. Aku perlu bicara

berdua denganmu.."

Feli tiba-tiba muncul, langsung merangkul lengan

Aham dan merebahkan kepalanya manja. Aham melirik gadis itu tanpa ekspresi, matanya kembali

menatap Naya yang sontak memalingkan wajahnya.

"Permisi Tuan, silahkan lanjutkan.."

Naya membungkuk sedikit kemudian berlalu

pergi dari hadapan Aham. Feli tersenyum

menatap kepergian Naya.

"Kami juga permisi Tuan.."

Amar dan teman-teman nya ikut menyusul

kepergian Naya karena tidak ingin menganggu

keintiman Agam dengan wanitanya.

"Kenapa Aham, apa kau sangat ingin bertemu

dengan istri pilihan kakekmu itu.? "

Feli bertanya seraya mengambil minuman dari

pelayan yang datang ke hadapan nya.

"Bukan urusanmu."

"Tentu saja itu jadi urusanku. Aham..satu minggu

ini aku sangat merindukan mu. Kau sangat sulit

untuk di hubungi.."

Feli semakin mempererat rangkulannya. Dia juga

merapatkan dada nya di lengan Aham.

"Aku sangat sibuk..Waktu istirahat ku sangat

terbatas.!"

"Setidaknya saat ada waktu luang, kau bisa

memberiku kabar honey.."

Aham melirik, menatap lekat bibir merah apelnya

Feli yang begitu menggiurkan.Tapi aneh..tak ada sedikitpun keinginan di hati Aham untuk mencicipi manis nya bibir itu.

Saat ini yang di inginkan Aham adalah bibir

ranum lain, yang selama satu minggu ini selalu

saja menganggu pikirannya dan meracuni otak

nya. Ini memang sesuatu yang gila !

"Feli..saat ini aku lelah ! kita bicara lain kali."

Aham menerima minuman yang di sodorkan

oleh pelayan. Feli tersenyum manis seraya

mengelus lembut wajah Aham.

"Baiklah honey..kita akan bicara lagi nanti. Apa

kau ingin istirahat di kamarmu sekarang.?"

Aham menggeleng. Matanya saat ini masih saja

tertuju pada Naya yang terlihat sedang bersama dengan Noah dan berbincang kecil. Rahang Aham seketika mengeras, dia kembali mengambil

minuman dan meneguknya langsung. Lagi, dan

lagi hingga membuat Feli sedikit gerah, dia

menyuruh pelayan tadi untuk Pergi.

"Honey.. sudahlah. Kau harus istirahat bukan ?

Bagaimana kalau kita ke kamarmu sekarang.

Aku akan menemanimu malam ini.."

Bisik Feli seraya menjilat halus daun telinga

Aham. Laki-laki itu terdiam. Tatapannya tidak

pernah lepas dari keberadaan Naya. Wajah Feli

memerah saat menyadari kemana kini fokus

dan perhatian Aham tertuju. Dia menggertakan giginya, kemudian melambaikan tangan pada

seorang pelayan hotel.

"Iya Nona..ada yang bisa saya bantu..?"

Pelayan hotel itu tampak gemetaran saat Feli

mendekat dan berbisik halus di telinganya.

------ -----

"Dear.. tunggu di sini, aku akan membawakan

minuman untuk mu."

Bisik Noah. Naya menggeleng menolak.

"Tidak usah Kak..aku.."

Naya terlihat ragu melihat semua minuman

yang berwarna aneh itu. Noah tersenyum lebar.

"Hahaa..tenang saja, aku tahu minuman apa

yang bisa kamu minum.."

Kekeh Noah sambil kemudian berlalu dengan

senyum yang masih terkulum. Naya terlihat

sedikit gelisah. Perasaan nya tiba-tiba saja

tidak enak. Dia melihat kearah keberadaan

Aham, mata mereka kembali bertemu dalam

jarak jauh. Ada sorot mata yang sulit untuk

mereka terjemahkan saat ini. Yang jelas dada

mereka saat ini begitu bergejolak dan rasanya

ini sangat menyiksa.

"Apa anda mbak Kanaya ?"

Naya menautkan alisnya ketika seorang pelayan

hotel datang menghampiri nya.

"Iya benar saya..ada apa Mas ?"

"Kepala pelayan memanggil anda, mari ikuti

saya, dia ada di bagian belakang !"

"Ohh.. baiklah."

Naya mengangguk kemudian berjalan mengikuti

Pelayan tadi. Mereka berdua berjalan melalui

kolam renang agar bisa segera mencapai area

belakang hotel. Saat melintasi pinggiran kolam

renang, tiba-tiba saja ada satu pelayan lain yang

berjalan cepat dari arah samping hingga tidak

sengaja menabrak tubuh Naya dan..

"Aaa..."

Byurrr !!

Tubuh Naya terpelanting, tanpa ampun lagi jatuh

tercebur kedalam kolam renang yang cukup dalam

itu. Orang-orang berteriak heboh menuju ke pinggir kolam saat melihat tubuh Naya perlahan mulai kehilangan keseimbangan karena gaun yang di kenakannya menyulitkan pergerakan nya.

"Cepat tolong dia..."

Jerit beberapa tamu panik saat tubuh Naya kini

semakin tenggelam. Aham yang mendengar

keributan dan kehilangan sosok Naya segera

berlari kearah kolam renang, begitupun dengan

Noah dan Amar serta teman-teman nya. Mata

mereka membulat panik saat melihat kini tubuh

Naya mulai masuk seluruhnya kedalam kolam.

Jantung Aham berdenyut nyeri saat melihat sosok

orang yang ada di kolam renang tersebut. Dengan

gerakan cepat dia melempar jas nya kemudian

terjun masuk kedalam kolam . Noah dan Amar

yang kalah cepat dari Aham hanya bisa berdiri

mematung dengan tatapan mata penuh kepanikan.

Aham menangkap tubuh Naya yang sudah

kehilangan kesadaran. Dia memeluk erat tubuh

kaku Naya di bawa ke permukaan. Noah segera

mendekat dan mengambil alih tubuh Naya dari

pangkuan Aham.

Tubuh Naya di baringkan sejenak, namun belum

sempat orang-orang bergerak.

"Minggir kalian..!"

Bentakan Aham membuat mereka membeku.

Aham langsung meraih tubuh Naya dari pangkuan Noah yang hanya bisa menatapnya penuh dengan kekhawatiran. Semua orang terdiam, mematung,

tidak dapat bergerak saat melihat sosok gagah

Aham yang basah kuyup berjalan dengan wajah membesi sambil memangku tubuh lemah Naya

keluar dari area pesta tersebut.

"Periksa semua orang yang ada di tempat ini,

jangan ada yang terlewat. !!"

Perintah Aham pada Leo dan semua pengawal

pribadinya.

"Baik Tuan !"

Semua orang semakin membeku dan berdiri

dengan lutut gemetar melihat reaksi Aham yang begitu murka.

----- -----

Aham berjalan mondar mandir di depan ruang

emergency. Wajahnya terlihat tidak tenang.

Terlalu banyak air yang masuk kedalam paru-

paru Naya hingga membuat keadaannya cukup

membuat semua dokter dan perawat harus

bekerja keras untuk melakukan pertolongan

pada nyawa gadis itu.

"Apa kalian bisa bekerja lebih baik lagi.?

kenapa dia belum sadar juga. ?!"

Bentakan Aham menggelegar di ruang periksa

saat dia menerobos masuk karena tidak tahan

ingin melihat kondisi Naya. Semua para medis

yang ada di tempat itu gemetaran.

"Cepat lakukan yang terbaik, kalau tidak aku

tidak akan membiarkan kalian hidup tenang..!"

"B-ba..baik Tuan..kami akan bekerja semaksimal

mungkin.."

Dokter kepala berkali-kali membungkukan

badan di hadapan Aham. Pria itu mendengus,

dia menatap sekilas kearah Naya yang terbaring

lemah dengan kulit yang semakin terlihat pucat kebiru-biruan. Hati Aham semakin berdenyut

nyeri melihat kondisi Naya.

"Aham.. tenanglah.! biarkan mereka semua

bekerja dengan tenang..!"

Noah mencoba menenangkan Aham, dia

memegang bahu Aham dan menepuknya kuat.

Aham kembali keluar dari ruang pemeriksaan.

Dia menjatuhkan dirinya terduduk lemas di atas

bangku dengan memegang kuat dahinya.

Noah beserta Amar dan teman-teman nya duduk

diam di bangku masing-masing. Walau keadaan sedang genting seperti ini, namun pertanyaan menggelitik kini menggelayuti pikiran Amar dan teman-temannya.

Kalau Naya adalah teman dekat Noah, lalu kenapa yang bereaksi berlebihan malah seorang Abraham Mahendra ?? ini sungguh sesuatu yang ganjil.

"Kalian boleh pulang..!"

Titah Aham mengagetkan Amar dan teman-teman nya. Mereka saling pandang bingung dan masih di liputi kekhawatiran akan kondisi Naya.

"Ta-tapi Tuan..kami akan menunggu sampai.."

"Dia dalam pengawasan ku.! kalian pergi saja !"

Debat Aham dengan intonasi suara yang

terdengar tidak ingin di bantah. Tangan Amar

terkepal kuat, kalaulah laki-laki yang ada di hadapannya ini bukan orang yang berpengaruh, mungkin dia sudah membuat laki-laki itu babak

belur. Orang ini sangat arogan, memang dia

siapanya Naya hingga bisa seenaknya saja

mengambil keputusan.

"Apa aku harus mengulangi ucapanku. ?"

Aham menggeram hilang kesabaran. Melihat

hal itu Noah segera memberi isyarat kepada

mereka agar mematuhi perintah Aham.

Dengan berat hati akhirnya Amar dan teman-

temannya terpaksa angkat kaki dari tempat

itu. Tentunya dengan perasaan tidak tenang

mengingat kondisi Naya yang belum jelas

bagaimana keadaannya sekarang.

Aham kembali berdiri, berjalan bolak balik.

Noah menatap Aham dalam diam.

Dia melihat gurat kecemasan yang teramat

sangat dari raut wajah Kakak angkat nya itu,

sungguh ini adalah sesuatu yang langka selain

waktu kejadian tempo hari saat Tuan Besar mengalami serangan jantung.

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

Bersambung....

1
ayu cantik
bagus
Nunung Suwandari
Hai aku kembali untuk membaca ini 😍
Marhaban ya Nur17
klo ama melani terjadi keren neh Noah 😄😄😄😄 soalnya ama feli jg dapet
Marhaban ya Nur17
tinggal ngomong gtu doank banyak drama
Marhaban ya Nur17
naya diem bae y klo di tarik Noah wkwkkw
Marhaban ya Nur17
g habis pikir cerita wkwkkwk satu masalah belum kelar ada lg yg datang wkkwkwk aneh
Marhaban ya Nur17
dri part pertama ampe sekarang gw belum dapet fill nya
Marhaban ya Nur17
ngapa aham g bilang ke semua orang gtu msh nutup"
Marhaban ya Nur17
muter" itu aja deh kayanya wkkwkwkw alurnya lama, pembahasannya itu" aja gw mau udh n tp udh setengah jalan
Marhaban ya Nur17
bar" se yara wkekke
Marhaban ya Nur17
makanya jan sombong
Marhaban ya Nur17
elah lambat banget thor kek kura" alurnya
Marhaban ya Nur17
Lola amat se alurnya
Marhaban ya Nur17
kapan bucinnya aham 🤔🤔🤔
Rohayani
udh 2x baca tetep aja suka...
ditunggu karya yg lainnya othor ku sayang...love sekebonnn😍
rindu juga ceritanya sherinda sma mayra thor..nnt mampir lg aaah💪💪💪
Marhaban ya Nur17
knp se semua orang enteng banget tangannya
Marhaban ya Nur17
nah klo kaya gini kan ok àham
Marhaban ya Nur17
ternyata feli ama naya saudara an y
Marhaban ya Nur17
dri part pertama ampe sekarang gw benci ama pemain cowoknya wkwkkwkkw
Marhaban ya Nur17
pusing gw jg klo banyak harta wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!