NovelToon NovelToon
Aku Yang Kau Buang

Aku Yang Kau Buang

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Obsesi / Pelakor / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:515.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nonny

Sella hanya seorang gadis desa yang terima di nikahkan karena perjodohan. Selama menikah lima tahun dengan Dody, Sella tak pernah merasakan uang lebih. Karena Dody selalu memberikan jatah uang yang minim, hingga Sella harus benar-benar pintar mengatur keuangan. Selama ini Sella diam mendapatkan perlakuan seperti itu, tapi pada saat Dody membawa seorang wanita ke rumah. Sella sudah tidak bisa menahan amarahnya. Dody bukannya sadar akan kesalahannya, justru ia malah mengusir, Sella.
Mampukah Sella hidup bahagia setelah di usir oleh Dody?
Karena Sella hanyalah seorang wanita desa yang berpendidikan rendah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang Di Masa Lalu

Hingga pada akhirnya Dody menuruti kemauan Sarah, ia pun mengajaknya ke cafe terdekat.

"Setelah lima tahun berlalu, untuk apa kamu datang kembali?" Dody menatap tajam ke arah Sarah.

"Mas, aku khilaf. Aku hanya seorang manusia biasa, yang tak luput dari suatu kesalahan. Jadi tolong maafkan aku, ternyata dia lebih buruk darimu suka KDRT. Aku bersamanya hanya beberapa bulan saja, setelah itu aku menggugat cerai dirinya," Sarah memasang wajah memelas.

"Lantas, apa maumu? ingin kembali padaku?" tanya Dody.

"Nggak juga, mas. Aku hanya ingin meminta padamu, supaya mengizinkanku untuk bertemu dengan Putra. Aku ingin dia tahu jika aku ini ibu kandungnya. Izinkan aku untuk memperbaiki semua kesalahanku pada, Putra," rengeknya hingga Dody pun luluh.

"Ya sudah, aku izinkan kamu untuk bertemu dengan Putra."

Mendengar hal itu, Sarah sumringah," terima kasih ya, mas. Bagaimana kalau sekarang juga kita ke rumahmu?"

Dody pun menuruti kemauan Sarah, setelah mereka makan di cafe tersebut. Dody mengajak Sarah ke rumahnya. Sepanjang perjalanan, Dody hanya diam saja tak bertanya apa pun pada Dody. Justru Sarah yang bertanya macam-macam padanya.

"Mas Dody, boleh nggak aku bertanya?" Sarah meminta izin dahulu karena khawatir Dody akan marah.

"Katakan saja, nggak usah minta izin terlebih dahulu," ucapnya ketus.

"Mas, apakah istrimu nggak marah jika aku menemui Putra? karena terakhir aku dengar kabar, kamu sudah punya istri," tanyanya.

"Aku sudah berpisah, belum lama. Jadi nggak akan ada yang marah. Jika ingin ketemu Putra datang saja ke rumah, nggak usah pakai minta izin sama aku. Karena waktuku sibuk, untuk urusan kantor."

Di dalam hati Sarah ada rasa senang, tetapi ada rasa kesal juga. Karena sikap Dody yang sekarang begitu dingin dan sangat arogant.

"Kenapa seperti ini? aku pikir pertemuanku dengan Mas Dody akan berbuah manis, karena ada ikatan anak. Dia malah dingin padaku. Dan sama sekali tidak bersahabat," batinnya kesal.

Tak berapa lama, sampailah mereka di pelataran rumah Dody. Kebetulan orang tuanya sedang ada di teras halaman, mereka sempat kaget pada saat melihat siapa yang duduk di jok samping Dody.

"Astaghfirullah aladzim, pah. Lihatlah itu bukannya, Sarah? lantas untuk apa Dody membawanya ke rumah?" Bu Budi melihat tak suka ke arah Sarah.

"Ya, mah. Papah juga ngga suka melihatnya. Dody selalu saja membuat masalah!" ucap lantang Ayah Budi.

Pada saat Sarah dan Dody turun, belum juga Sarah berucap, ia sudah mendapatkan omelan dari mantan ibu mertuanya," aku pikir kamu sudah mati! untuk apa kamu nongol lagi setelah sekian lamanya pergi begitu saja meninggalkan anak kandungmu sendiri?"

"Mah, aku baru datang loh. Bukannya di tanya bagaimana kabarku, malah mamah seperti ini? ternyata masih seperti yang dulu ya, nggak pernah berubah," ucap Sarah dengan beraninya.

Memang dari dulu Sarah tripikal menantu yang berani berkata lantang pada mertuanya, beda dengan Sella. Bahkan Sarah berani ribut dengan mertuanya.

"Aku ini bukan mamahmu! seenaknya kalau berkata ya! lagi pula aku nggak akan sudi punya anak kejam pada anak kandungnya sendiri," umpat Bu Budi.

"Aku hanya menghormati mamah karena pernah menjadi mamah mertuaku. Aku juga tidak sudi punya mamah cerewet. Mamahku baik dan nggak banyak berkata. Serta nggak pernah berkata kasar seperti halnya orang pasaran saja,' ejek Sarah.

Baik Dody dan Ayah BUdi saling berpandangan satu sama lain. Mereka heran dengan dua wanita yang ada di hadapan mereka. Sejsk dulu tidak pernah akur dan tidak ada yang mau mengalah satu sama lain.

"Dody, lihatlah! gara-gara kamu membawa Sarah ke rumahmu. Jadi ribut! bikin masalah saja!" Ayah Budi pun berlalu pergi seraya memijit pelipisnya dan menggelengkan kepalanya.

Dody pun menghampiri pertikaian antara Sarah dan mamahnya," Sarah, ternyata kamu nggak juga berubah ya? masih kurang ajar juga sama mamahku. Tujuanmu kesini untuk bertemu Putra kan? kenapa malah berantem dengan mamahku?"

"Mas, kamu jangan menyalahkan sepihak donk. Yang memulai pertikaian kan mamahmu. Aku baru sampai langsung saja di serang. Aku nggak mau donk!" Sarah berkacak pinggang melotot ke arah mantan Mamah mertuanya.

"Mah, sudah ya. Nggak usah lagi memancing amarah, Sarah. Nanti nggak akan ada ujung pangkalnya. Berisik dan malu di lihat tetangga apa lagi ini sudah menjelang malam," tegur Dody.

"Oh...jadi kamu lebih membela wanita yang sudah meninggalkan anaknya dari bayi baru lahir hingga sekarang umur lima tahun? dari pada kamu membela mamahmu ini, hah? awas ya jika kamu meminta tolong mamah untuk menjaga Putra, mamah nggak akan sudi!"

Saat itu juga Mamah Budi pergi dari rumah Dody dengan tatapan sinis ke arah Sarah.

"Jika kamu sudah tidak punya seorang istri, lantas siapa yang mengurus anak kita, Mas?" tanya Sarah seraya melangkah masuk ke dalam rumah Dody layaknya rumah sendiri.

"Ada seorang baby sitter yang mengurusnya, tetapi kadangkala bersama Mamah juga," ucap Dody singkat.

"Kamu menemuiku, apa suamimu tidak marah?" tanya Dody membuat Sarah terkekeh.

"Kamu ini pikun atau amnesia? bukankah pada saat perjalanan kemari aku sudah mengatakan jika aku sudah berpisah? aku hanya beberapa bulan saja berumah tangga dengannya, karena dia suka KDRT," ucap Sarah.

"Kondisi rumah ini tidak berubah ya, masih seperti yang dulu. Hanya orangnya saja yang kini sudah berubah, dulunya lembut sekarang dingin dan juga arogant," sindir Sarah.

"Aku berubah karena kamu yang membuatku berubah, jadi nggak usah menyindir. Bukankah tujuanmu kemarin ingin bertemu dengan Putra, jadi nggak usah kamu pedulikan sikapku yang telah berubah kepadamu."

Mendengar perkataan tersebut, Sarah tak lagi berkata. Ia mencari keberadaan Putra di dalam rumah tersebut, dan pada saat ia melihat Putra sedang tertidur pulas ia tak ingin mengganggunya, ia hanya bisa memandangnya sekilas.

"Mas, ternyata Putra sudah tidur, bolehkah sekiranya aku menginap di sini? besok pagi aku akan pulang, karena aku ingin menyapa Putra jika dia sudah terbangun," rengek Sarah.

Dody pun tak bisa menolak kemauan mantan istrinya, ia pun mengizinkan Sarah untuk menginap.

"Baiklah, tapi besok pagi kamu benar-benar pulang ya, karena nggak enak dilihat tetangga," ucap Dody melangkah masuk ke dalam kamarnya sendiri, tanpa ia mempedulikan Sarah yang masih terpaku menatap kepergiannya.

"Jadi orang kok dingin amat sih, padahal dulu Mas Dody sangat lembut padaku dan sangat menyayangiku," batinnya kesal.

Sarah pun memutuskan untuk tidur di samping Putra. Tetapi dia tak bisa memejamkan matanya, begitu pula dr Dody. Keduanya malah sedang melamunkan masa lalu mereka berdua.

1
cahaya
kau dgn anak kau lebih sadis.. NGACA... HUHU
cahaya
seriuuussss??? masa bayi aja kamu bapaknya gak ngurus.. lalu mengharapkan anak bayi nnt ngurus masa tua bapaknya? hahahahahahahaha GILA
cahaya
orang tua bodoh
Nur Liana
masa smua orang kantor nya manggil nya den sih thor sama kelvin pak atau tuan kalo gak bos gitu/Pray//Pray//Pray/
Alya Yuni
Itlah jdi orng tua jngn membodohkn dri mau jdohkn ankmu dng lki yg gk mencintai ankmu
orng tua mcm ap
YK
benar, Mah. pake acara sok bijak suruh balik ke suaminya wong idah tahu kelakuannya kyk gimana. bukannya meluruskan malah menjerumuskan itu namanya...
YK
lha sudah tahu sifatnya dodi kyk gitu kok anaknya dikasihkan begitu aja... dzolim pak sampean...
YK
bijak ndasmu
Sindun Solissa
bagus
Nonny: thanks kak🥰🥰😘😘
total 1 replies
Sis Agus Santo
Kasihan Dody malang benar nasibmu, itulah karma karena dulu menyia nyiakan Shella seperti pembantu serta sifat Dody yang angkuh dan sombong
Citra Merdeka
Wahai para wanita...jadilah ibu tiri yang baik yaahh....
Dan tetap lah jadi orang baik... aamiin

tamat belum vote... maaf ya Thor....
Citra Merdeka
Ya ampyuuuuuuuunnnnn ngeriiiiiiiiiiii sekaliiiiiìiiiiiiiiii Author adegan horor nya😂😂😂
Citra Merdeka: Alhamdhulillaah gak tau ganti no hp.... sudah nyaman...walaupun banyak no hp masuk untuk promosi dagangan 😅😅😅
total 2 replies
Citra Merdeka
Si Codot stress mikir ora olih bojo😅😅
Citra Merdeka: In syaa Allah
total 1 replies
Nuraini
aku bayangin si dody ini bapaknya mayang yg kelakuannya naudzubillah 😌
Nonny: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nuraini
cerita ttg mertua dan ipar dzolim emang bikin gregetan tapi nagih 😂
Nuraini: aku blm sekuat itu untuk melawan kedzoliman suami 😌 peluk online buat othor 🤗🤗🤗
total 2 replies
Fransiska Widyanti
aneh nih orang tua kok malah belain mantu tuh akhirnya anak kalian yg di usir
Fransiska Widyanti
lah sella kok mau aja jadi pengasuh anaknya Dodi di pelit
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
mampir
Santi Rizal
seru Thor aku suka banget cerita nya... begitu lah kebaikan dibalas kebaikan... kejahatan akan dibalas juga dengan kejahatan
Nonny: Terima kasih kak, sehat selalu bahagia selalu. Intinya doa yang baik untuk kk & keluarga 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Santi Rizal
jijik banget Thor... melehoy deh Dody
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!