NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Istri Tetangga

Terjerat Pesona Istri Tetangga

Status: tamat
Genre:Mafia / Selingkuh / Fantasi Wanita / Reinkarnasi / Chicklit / Tamat
Popularitas:174.4k
Nilai: 5
Nama Author: warnyi

Bagaimana rasanya jika kamu tiba-tiba terbangun dengan wajah dan tubuh yang asing, juga keadaan yang sudah sepenuhnya berubah? Eliora, seorang ketua gengster berbahaya di California, tiba-tiba terjebak di dalam tubuh seorang wanita lemah bernama Tiara yang sudah memiliki suami dan juga anak.

Dia merasa kasihan ketika mengetahui bahwa selama ini Tiara diperlakukan semena-mena oleh suami dan mertuanya, hingga membuat Elora bertekad untuk mendapatkan keadilan bagi Tiara dan anakknya.

Perjalanannya semakin berwarna saat dirinya dipertemukan kembali dengan Charly, agen rahasia yang beberapa kali menjadikannya target operasi.

Mampukah Eliora membantu Tiara dan anaknya untuk mendapatkan keadilan? Bagaimanakah dengan masa lalu yang dia tinggalkan, apakah dia masih hidup atau sudah mati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon warnyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.25 Mulai curiga

Liora, Rere, Davi, dan Mak Onah, baru ke luar dari gedung pusat perbelanjaan itu, setelah matahari sudah tenggelam sepenuhnya. Saking asik bermain dan berkeliling di gedung itu, keempat orang itu bahkan sampai tidak sadar jika di luar sana langit sudah berubah menjadi gelap.

Sementara itu, laki-laki yang sejak tadi mengawasi Liora dan yang lainnya tampak terus mengikuti mereka hingga akhirnya masuk kembali ke rumah milik Tiara.

Liora tentu tahu jika ada yang mengikutinya sejak tadi, tetapi dia memang sengaja bersikap cuek dan pura-pura tidak tahu. Padahal, di balik itu Liora sudah berhasil mengambil gambar orang yang mengikutinya, dengan cara berpura-pura perfoto selfi dengan Davi dan yang lainnya.

Liora kemudian mengirimkannya pada Charly untuk mencari tahu, tentang orang itu. Apakah dia adalah anak buah Charly atau anak buah Dery, bahkan Niken.

Liora tahu jika Charly sudah menerima pesan darinya, walau laki-laki itu tidak membalas pesan darinya.

"Makasih, ya, Re. Kamu sudah mau bawa aku dan Davi jalan-jalan," ujar Liora ketika dirinya hendak turun dari mobil, karena Rere memutuskan untuk tidak mampir ke rumah Tiara dulu.

"Aku juga senang bisa nemenin kalian semua. Aku langsung pulang, ya," jawab Rere.

Liora hanya mengangguk sambil ke luar dari mobil, dia kemudian melambaikan tangannya saat Rere sudah mulai mengemudikan mobil menjauh melewati gerbang, kemudian menghilang ditengah gelapnya malam.

.

Pagi hari mejelang, seperti biasa Liora bersiap untuk lari pagi, dengan stelan olah raga berwarna biru wardah yang tampak cantik di tubuhnya. Setelah memastikan penampilannya sempurna, Liora berjalan ke luar dari kamar.

Untung saja, sepertinya pagi itu penghuni kawasan lantai dua masih belum berniat untuk turun ke bawah, hingga sampai hari yang sudah mulai siang keduanya masih belum turun juga.

Liora ke luar dari rumah bersamaan dengan Charly yang juga ke luar dari gerbang rumahnya. Mereka pun lari pagi bersama. Keduanya masih terlihat seperti biasa, hingga setelah dirasa jauh dari area rumah keduanya mulai berbicara serius di sela lari pagi mereka.

"Siapa laki-laki yang aku kirimkan fotonya kemarin padamu? Apa kamu sudah berhasil mencaritahu?" tanya Liora dengan suara yang pelan, hingga hanya keduanya yang bisa mendengar pembicaraan mereka.

"Dia adalah anak buah suamimu. Sepertinya mereka sudah mulai mencurigaimu," jawab Charly.

Liora terdiam, dia masih mendengarkan apa yang akan Charly katakan selanjutnya.

"Sebaiknya untuk sekarang, kamu jangan terlalu bersikap mencurigakan. Kita lihat saja dulu apa saja yang mereka lakukan." Charly memberikan saran, walau lebih terdengar seperti perintah di telinganya Liora.

Liora melirik Charly tajam kemudian mendengkus kesal.

"Kamu tidak tahu, bagaimana sulitnya aku tinggal di sana," gerutu Liora tidak sabaran. Bibirnya mencebik kesal, hingga sedikit maju.

Charly menghembuskan napas kasar, berurusan dengan orang yang bukan profesional memang sangatlah melelahkan, itu sebabnya dia malas bekerja sama sedang wanita di sampingnya.

Namun, karena dirinya juga membutuhkan bantuan agar misinya kali ini cepat selesai, Charly terpaksa menyetujui permintaan Liora, walau dia tahu jika semuanya pasti akan sangat melelahkan.

"Tapi, kita harus tetap waspada, agar suami kamu tidak menyadari jika sekarang kamu sedang merencanakan semua ini," ujar Charly mencoba menjelaskan dengan sederhana, tentu saja tanpa mengatakan yang sebenarnya tentang usaha gelap milik Dery yang sekarang sedang dirinya curigai.

Liora tidak menjawab, dia hanya mengangguk kilas dengan wajah yang sangat terpaksa.

"Bagaimana dengan alat perekam yang kamu selipkan di jok mobilnya?" tanya Charly kemudian.

"Tidak ada apa pun, dia hanya membicarakan bisnis seperti biasanya," jawab Liora sambil menghembuskan napas lelah.

Beberapa hari setelah dia memasang alat perekam itu, dirinya disibukkan untuk mengikuti Dery. Namun, tidak ada hasil apa pun. Tidak ada tanda-tanda Dery mengatakan sesuatu tentang kedua orang tuanya.

Sebenarnya Liora tidak heran jika saat ini Dery tidak lagi membicarakan semua itu, mengingat kejadian itu sudah sangat lama berlalu. Mungkin sekarang mereka bahkan sudah melupakan jika perusahaan itu adalah milik kedua orang tua Tiara.

Charly mengangguk pelan, dia tidak lagi membahas semua itu, keduanya kembali berlari bersama kemudian menyempatkan diri untuk beristirahat sebentar di taman komplek, bergabung dengan para penghuni komplek lainnya yang sedang menikmati akhir pekan bersama keluarga.

.

Hari berlalu begitu saja, Liora mengikuti arahan dari Charly untuk bersikap biasa saja tanpa ada usaha yang mencolok untuk mengorek informasi di dalam rumah.

Selama seminggu ini dia benar-benar berperan menjadi seorang ibu untuk Davi dan mengikuti semua perintah dari Dery, walau terkadang perdebatan dengan Niken masih saja terjadi, seperti saat ini.

Niken yang mau makan ikan bakar sedang merajuk dan berusaha menghasut Dery untuk memaksa Liora pergi ke pasar, karena persediaan ikan di kulkas sudah habis.

Sementara itu, Liora yang enggan untuk ke pasar hanya untuk menuruti kemauan Niken yang menurutnya dibuat-buat, terus menolak dan menyuruh Niken memakan apa yang sudah dirinya dan Mak Onah siapkan.

"Mas, ini kan bukan maunya aku, ini kemauan anak kamu lho, Mas. Kamu mau nanti anak kamu ileran pas udah lahir?" rajuk Niken sambil bergelayut manja di tangan Dery, matanya sesekali melihat Liora dengan tatapan penuh rencana.

Dery tidak menjawab, sepertinya laki-laki itu sudah pusing menghadapi pertengkaran di antara kedua istrinya yang terjadi hampir setiap hari. Tiara yang sudah bisa melawan membuatnya selalu kesulitan karena terus menentang keinginan Niken.

Sementara itu, Liora yang mengetahui jika semua itu hanya rencana Niken untuk mengerjainya, tetap berdiri di depan kedua orang itu dengan bersidekap dada, menonton pertunjukan di depan mata. Sungguh, dirinya sudah muak dengan semua drama yang dibuat oleh Niken dengan mengatasnamakan kehamilannya.

Terkadang, rasanya ingin sekali dia memberikan racun di makanan yang dirinya siapkan agar Niken bisa keguguran atau mati saja sekalian. Namun, dia masih sedikit memiliki empati, tidak mungkin dia membunuh bayi yang tidak bersalah, bahkan belum sempat dilahirkan.

Walau sewaktu dirinya masih di Claifornia, Liora merupakan seorang ketua gengster, tetapi dia tidak akan melakukan pembunuhan atau mengorbankan orang yang tidak bersalah hanya untuk keinginannya. Meski terkadang semua itu memang tidak bisa dia hindari, dan menjadi akibat dari pertempuran antara dua kelompok gengster yang beradu kekuasaan wilayah.

Namun, setelah itu Liora akan menugaskan anak buahnya untuk bertanggungjawab dan memberikan sedikit santunan untuk keluarga korban. Dirinya memang tidak segan membunuh lawan atau bahkan anak buah yang berhianat, tetapi tidak untuk orang biasa yang tidak bersalah.

Kini, semua itu ditambah dengan perasaan Tiara yang masih tertinggal di dalam dirinya, semua itu membuat Liora semakin sulit untuk mengendalikan dirinya agar bisa berbuat kriminal seperti dahulu.

Perasaan Tiara yang hanya tertinggal beberapa persen itu, ternyata mampu menekan sedikit perasaan ketua gengster yang sudah dia latih sejak kecil. Kini, Liora merasa bagaikan orang biasa yang memiliki rasa takut dan gugup jika melakukan sesuatu hal yang salah.

"Ada apa ini, kenapa menantu kesayanganku menangis seperti ini?"

Liora mengalihkan pandangannya ketika suara wanita yang tidak terlalu asing di telinganya kini terdengar kembali, dan mengintimidasi seluruh ruangan.

Dia sempat melebarkan matanya sekilas sebelum akhirnya menormalkan perasaannya lagi, ketika melihat ibu dari Dery kembali datang ke rumah dengan tanpa permisi.

Padahal sudah cukup lama wanita paruh baya itu tidak datang ke rumah, hingga membuatnya leluasa dalam bertindak karena Niken tidak memiliki dukungan selain Dery yang menurutnya terlalu plinplan.

Namun, kini dia menatap jengah wanita yang masih berjalan angkuh menuju ke arah ruang makan itu. Pakaian bermerek dan perhiasan yang berlebihan tampak terlihat dia kenakan, hingga membuat Liora bagaikan sedang melihat toko berjalan.

Nenek lampir sudah kembali. Liora membatin, bersiap untuk menghadapi drama yang lebih memusingkan lagi.

1
Siti Mulyati
kereen Thor, trmkasih crtanya. sukses sllu tuk crta crta/novel berikutnya
Apis
keren thor aku suka ceritanya 😊
kimiatie
liora kenapa jadi begok sedangkan dia ketua gengster....
Siti Mulyati
ayo Charly jgn diem aja
Ocanya gava
Luar biasa
Elok Pratiwi
cerita yg sangat menarik ... bravo 👍👍👍⚘️⚘️⚘️
Enung Yani
roxy kah yang bunuh liora?
Ilham Risa: Hai kak, mampir yuk kak ke novel aku "Tentara Itu Ayah Dari Putraku" makasih kak🙏
total 1 replies
mommy raina
bagus ceritanya
IG: Warnyiwarnyi: Terima kasih, Mommy🙏 Jangan lupa mampir di karya aku yang lain ya🥰 Semoga bisa menghibur dalam mengisi waktu luang😘
total 1 replies
Woelanpradipta
capek kak klo suruh manjat lagi ke atas
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
liora kok lemah walaupun tubuh kamu adalah tiara tapi kamu ngak bisa lwan sih, hajar saja mereka berdua😤😤
syah fanida
good
IG: Warnyiwarnyi: Makasih, Kakak🙏🥰
total 1 replies
💞🖤Icha
Roxy memang gila...ambisi dan terobsesi menjadi over...keluarga mafia nar**ba memang kejam...dan matinyapun lebih kejam kalian.
💞🖤Icha
Bos kalian memang pengecut gk bisa apa"...anak kecil d jadikan taruhan...sebentar lagi juga mati...seperti hewan tak bertenaga.
💞🖤Icha
Liora dan Charly begitu gigih melawan Roxi dan komplotannya...Dery posisi yang serba salah takut sama Roxi....sabar Davi jangan percaya sama om gk waras...😡😡😡
Mesra Jenahara
Happy Ending..ikut bahagia mereka bisa bertemu kembali❤️🤗😘😍
Mesra Jenahara
apakah Liora yg tertembak Krn menghalau senjata🤔🤔
Mesra Jenahara
moga Charly dan Dery segera tiba dan membantu melawan Roxy dan anak buahnya..
Mesra Jenahara
ayolah Charly ingat ingat apa yg d katakan Liora..biar semuanya bebas dan si Roxy gila biar mampus sekalian..
Mesra Jenahara
lebih baik sama-sama dulu menyelamatkan Liora dan Davi..setelah itu baru menangkap Dery..
Mesra Jenahara
kasian Davi..moga Charly segera menolong Liora dan Davi..
dan setelah itu menghancurkan Roxy dan antek-anteknya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!