NovelToon NovelToon
Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:690.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lemb@yung

Salam kenal Reader, tulisan perdana ku semoga kalian suka 😊😊


Ada perasaan yang aneh yang membuat ku merasa bahwa dia bukan belahan jiwaku,,,,

Entah datang dari mana perasaan itu terus menghantui ku....

Aku berusaha untuk menepis semua perasaan itu.

Akan tetapi kenyataan telah membuka mata ku dan menyandarkan ku bahwa semua perasaan itu terjadi didalam kehidupan ku...

Sebuah mimpi yang menjadi nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lemb@yung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 25 Keliling Kampung

Kehadiran Dika didalam keluarga Hanum memberikan warna tersendiri. Sifatnya yang mudah mencairkan setiap keadaan suasana menjadi lebih hidup.

Dengan susah payah Dika mengembalikan senyum itu yang terukir diujung bibir dan tawa yang menghiasi diwajah Hanum.

Harapan keluarga dengan kehadiran Dika bisa mengembalikan sifat Hanum seperti semula.

Pagi itu Dika sudah siap menjeput Hanum. Mereka berdua sudah berjanji akan keliling kampung. Ada senyum harapan disorot mata pria paruh baya itu. Melihat putri sulungnya mau melakukan aktivitas diluar rumah.

Ketukan pintu terdengar dari luar dan terdengar suara salam menyapa. Ibu telah menunggu hari-hari ini. Terlihat ada harapan usahanya akan berhasil untuk mengembalikan keceriaan putrinya.

"Assalamualaikum tante," salam Dika.

"Hanum sudah siap dari tadi Dika, dengan penuh semangat ibu mengatakan."

Tak lama Hanum keluar dari kamar dengan senyum tipis menghiasi diujung bibirnya. Mendekati lelaki yang telah ia janjikan untuk melihat kampung halaman yang sudah lama ditinggal merantau.

Lebih dari 10 tahun Dika tidak pulang kekampung karena kerja dirantau orang. Ada kerinduan dihati Dika akan tempat kelahiran dan masa-masa kecilnya terutama bersama Hanum.

Ya mereka banyak menghabiskan masa kecil berdua. Hanum adalah adik sepupu yang paling terdekat dan ada rasa rindu yang melanda pada adiknya.

Rasa perih menusuk hatinya ketika mengetahui peristiwa yang terjadi pada adik yang dulu selalu dilindungi dan rasa sayang yang lebih ia berikan dari sepupu lainnya.

Setelah lama berjalan mengelilingi kampung mereka menghentikan kendaraan roda dua tepat disebuah danau. Melangkahkan kaki seraya menggengam tangan Hanum menuju sebuah tempat duduk yang menghadap kedanau.

"Hanum masih percaya sama kakak dan masih menganggap pelindung Hanum?, tanya Dika dengan lembut sambil tidak melepaskan genggaman dari tangan Hanum."

"Kenapa kakak tanya itu?, ujar Hanum."

"Kakak akan selalu ada dihati Hanum sebagai pelindung dan orang terdekat yang selalu mencoba untuk membuat Hanum bahagia." Seraya berkata dengan sorot mata yang tulus.

Menghilangkan setiap kesulitan yang ada dihadapan Hanum mulai dari Hanum masih anak-anak. Dika selalu ada di samping Hanum seperti saat ini.

"Hanum tahu kakak kembali kekampung buat Hanum," ungkapnya dengan mata menatap wajah Dika dengan kesedihan.

Terlihat kaget diraut wajah Dika setelah mendengar perkataan Hanum. Mengetahui tak mungkin Dika meninggalkan pekerjaan disana untuk sementara waktu dan kembali kekampung hanya sekedar rasa rindu pada keluarga dan tempat kelahiran.

"Ada suatu maksud yang lebih dari sekedar itu," ucap Hanum melanjutkan bicara dengan tatapan mata Hanum yang dalam menatap bola mata Dika.

Seketika Hanum memeluk tubuh lelaki di sampingnya dengan erat dan derai air mata yang membasahi pipinya dan bahu lelaki itu.

"Menangis lah dik, lepaskan beban yang ada dihati hingga berkurang dan hilang beban itu yang mengikat mu selama ini !, membisikan lembut ditelinga Hanum."

Dika membelai dengan lembut kepala hanum yang tersandar dibahunya. Sentuhan Dika seperti ada energi yang mengalir ditubuh Hanum memberi kekuatan dan semangat untuknya bangkit dari keterpurukanya.

"Masih ingat pohon jambu yang kau naiki itu ?, tanya Dika."

Hanum mengingat kembali kenangan itu dan tersenyum mengenang masa itu. Ternyata kak Dika masih ingat peristiwa itu dan dengan detail kejadian dimasa kecil itu

"Wajah manis dan lucu yang kamu perlihatkan pada saat kamu katakan tidak bisa turun dari pohon itu. Sebenarnya saat itu kakak juga takut naik keatas pohon untuk menolong mu cuma karena melihat wajah mu ada keberanian untuk itu," ungkap Dika dengan tertawa.

"Apa!!.. Jadi saat itu kakak juga takut ketinggian ?, tanya Hanum."

Serentak mereka berdua tertawa mengenang masa kecil itu.

"Tetap tersenyum dan ceria seperti ini adikku," besit Dika dihati.

1
Muna Junaidi
👍👍👍👍
Rini Haryati
ceritanya bagus
sukses
semangat
mksh
keren
Ahmad Alfarizi
,❤️
Ahmad Alfarizi
keren masyaallah tabarakallah
Gechabella
tak putus dirundung malang
Yoo_Rachel
5 boom like...
Yoo_Rachel
Hadir Thor☝️Like Mendarat 🚀 Semangat selalu Yah..💪 Ditunggu kedatangannya di karya aku..
📗MENIKAHI MUSUH KERAJAANKU
📘THE POWER OF FIRST LOVE
See You In The Comment...🙏

Wanda Handayani
Aku mampir kak :)
Wanda Handayani
SEMANGAAAAAT
Ghazy Al Ghifari
sediiiih
Ghazy Al Ghifari
duuuuh,,,,gimana tu thor
Ghazy Al Ghifari
bingung
Ghazy Al Ghifari
senangnya
Ghazy Al Ghifari
so sweet
Ghazy Al Ghifari
sediiih
Ghazy Al Ghifari
wow
Ghazy Al Ghifari
lanjuuut
Ghazy Al Ghifari
hadir
abra
salam dari CINTA TAK BERUJUNG
Galuh: baiklah segera meluncur
total 1 replies
🌸ALNA SELVIATA🌸
salam dari "bidikan cinta untuk kim dae ju g"
Galuh: meluncur
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!