NovelToon NovelToon
Perisai Hati 2

Perisai Hati 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara / Romansa
Popularitas:190.4k
Nilai: 5
Nama Author: NaraY

Termakan cerita masa lalu orang tua sang kekasih tentang masa lalu pahit kedua orang tuanya membuatnya menjadi pria yang sangat brutal dan tak terarah hingga sang Papa mengetahui siapa keluarga sang kekasih hati putra keduanya. Peristiwa tersebut nyaris membuat sang Mama meregang nyawa dan mengakibatkan Papa harus memasukan dirinya menjadi seorang tentara.

Setelah beberapa tahun berlalu, ia sudah sanggup menyimpan kenangan sang mantan kekasih namun sang Papa masih tak bisa percaya dan terus menganggapnya 'sampah' hingga Papa menjodohkan dirinya dengan gadis kecil putri sahabatnya sebagai tanda 'tobat'nya. Akankah ada cinta dari pernikahan yang di paksakan?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Terasa sakitnya.

Bang Igo memercing meremas dadanya usai mengucap syukur setelah menuntaskan hasratnya. Di liriknya Punai sudah tertidur lebih dulu sedangkan dirinya masih melayang merasakan sisa pertempuran.

Seulas senyum tersungging di bibirnya. "Bagaimana Abang bisa melirik perempuan lain, cukup satu Nai saja buat Abang kejang." gumamnya.

***

Papa Hara dan Papa Ricky melotot melihat Bang Igo dan Nai tidur sangat nyenyak sembari berhadapan dan berpelukan.

"Bukannya tadi Igo pakai celana training? Kenapa sekarang pakai celana pendek?" Tanya Papa Hara.

"Nai juga nggak pakai tanktop." Kata Papa Ricky.

Kedua Papa saling berpandangan.

"Astagfirullah..!!!" Papa Ricky berbalik badan dan Papa Hara segera menyelimuti Bang Igo dan Punai.

Merasa ada yang berkasak kusuk di kamarnya, Bang Igo pun mengerjab dan terbangun dari tidurnya. Seketika Bang Igo panik dan menutupi tubuh sang istri. "Papaa.." ia masih berusaha mengumpulkan nyawa di tengah kesadarannya yang belum terkumpul sempurna.

Nai akhirnya juga terbangun dan baru menyadari ada Papa mertuanya di sana.

"Tidur lagi ndhuk.. Papa hanya sebentar..!!" Kata Papa Ricky.

Nai yang salah tingkah kembali berbaring menutup dadanya karena ia pun bingung terjebak dalam situasi yang memalukan ini.

Bang Igo meraih pakaiannya yang tersampir pada sandaran ranjang kemudian memakainya.

"Jangan aneh-aneh kamu di rumah sakit..!!" Tegur Papa Ricky melihat raut wajah Bang Igo nampak lebih segar.

"Laahh istri minta di manja masa aku nolak. Kasihan yang di perut donk Pa." Jawab Bang Igo santai.

Papa Hara mengusap wajahnya, beliau sampai tidak bisa berkomentar. Ada rasa kesal tapi juga bahagia. Bahagia seorang Papa yang lega melihat putrinya nyaman berada bersama laki-laki yang tepat dalam pandangannya meskipun banyak yang mengatakan bahwa pria tersebut hanyalah sampah tak berguna.

"Edan Go. Ini dimana??"

"Menantu Papa ngidam. Maklumi saja Pa..!!" Jawab Bang Igo lagi.

"Sudahlah Bang, biarkan saja pengantin baru ini saling mengenal. Bukankah ini yang kita mau? Yang penting kita dapat cucu yang sehat" kata Papa Hara.

Sebenarnya Bang Igo pun terkepung ribuan rasa malu di hadapan kedua pria yang begitu ia hormati tapi apalah daya.. dirinya pun tak bisa menolak segala rasa yang terbersit begitu saja. Rasa yang tak bisa terungkapkan, rasa sebagai pria untuk wanitanya, rasa dari seorang suami untuk istrinya.

Bang Igo kemudian sengaja menebar senyum. "Papa mertua pengertian sekali, tau saja butuhnya pengantin baru."

Papa Hara hanya tertawa saja mendengar celoteh Bang Igo yang pastinya membuat Papa Ricky kebakaran jenggot.

...

Siang ini Bang Igo sudah di ijinkan pulang. Tidak ada seorang dokter pun yang berani menolak permintaan perwira muda yang sangar itu.

"Eegghh..!!" Sesekali Bang Igo masih menyangga tubuhnya pada ranjang. Memarnya semakin bertambah parah dan bukannya malah berkurang karena kejadian semalam.

"Go.. kamu benar-benar mau pulang?" Tegur Om Ganesha saat sudah masuk ke dalam kamar rawat Bang Igo.

"Iya Om. Saya nggak betah di rumah sakit, lagipula kasihan Nai, kalau di rumah sendirian, disini juga tidak nyaman istirahat. Saya juga kepikiran." Jawab Bang Igo.

"Perawatannya bagaimana? Kenapa Papamu jadi sembrono sekali?" Sesal Om Ganesha.

"Biasalah panik menantu kesayangannya hilang."

"Kamu yang sabar Go. Tau sendiri sifat Papamu sangat kaku dan dingin. Masa lalunya yang berat buat Papamu sangat trauma dengan sekecil apapun kesalahan. Plus minus lah menghadapi hidup ini." Kata Om Ganesha. "Kamu tetap jalani perawatan. Biar Om Ganesh dan Tante Nava yang jaga Nai..!!"

"Biar saya pulang saja Om. Saya janji akan jaga diri..!!"

"Ya sudah kalau itu keputusanmu. Om mau bilang apa." Jawab Om Ganesha.

...

Bang Igo tau sejak kejadian itu Nai lebih banyak diam. Agaknya sang istri lumayan kapok dengan kejadian kemarin.

"Dek.. buat bun burger yuk..!!" Ajak Bang Igo membuka suara pertama kali untuk mencairkan kekakuan di antara mereka.

Nai menggeleng menolak. "Nai nggak bisa buat roti."

"Abang yang buat. Kamu bantu saja..!!"

"Nggak, Nai nggak pengen burger lagi." Jawab Nai.

Bang Igo mengusap rambut Nai. "Kamu tiduran saja di kamar lihat Drakor. Abang ada perlu sebentar..!!"

:

"Siap..!!"

"Sebenarnya saya tidak ingin merendahkan diri saya demi sebuah burger. Tapi istri saya ngidam. Kamu bisa bantu saya?" Tanya Bang Igo yang akhirnya dengan berbesar hati memanggil Prada Fahrul ke rumahnya.

"Ijin.. saya tidak bisa buat burger."

"Saya ajari kamu. Tanganmu sendiri yang buat..!!" Kata Bang Igo.

"Siap.. saya tidak bisa." Tolak Prada Fahrul.

"Kamu pikir saya suka melakukan hal semacam ini? Saya hanya mengalah demi anak dan istri saya..!!"

"Siap Dan..!!"

"Saya harap kamu tidak lagi menyimpan rasa untuk istri saya..!!!" Ucap tegas Bang Igo.

Mata Prada Fahrul berkaca-kaca. Bagaimana pun juga dirinya harus mengubur dalam segala rasa yang ada. "Apakah tidak pantas seorang ajudan mencintai putri junjungannya?"

"Saya sudah katakan cintamu tidak salah, hanya saat ini semua sudah berbeda. Saya tidak pernah tau kalau ternyata kamu memiliki hubungan dengan Nai."

"Ya.. mungkin lebih baik Nai bersama komandan. Sebab selama bersama saya tidak sepenuhnya hati Nai bahagia. Saya punya temperamen yang kadang melukai hati Nai bahkan menyakiti fisiknya tapi Nai masih mau bertahan menjalin hubungan dengan saya. Mungkin Tuhan sudah menghukum saya karena menyiakan wanita sebaik dan secantik Punai." Jawab jujur Prada Fahrul.

Jemari Bang Igo mengepal, jengkel rasanya mendengar bahwa Fahrul pernah memperlakukan Nai dengan buruk.

"Saya juga pernah menghabiskan malam bersama Nai karena saat itu saya yakin akan terus bersama Nai."

Sungguh saat itu mental Bang Igo terasa runtuh. Batinnya terpukul mendengar pengakuan Prada Fahrul namun ia berusaha menggunakan logika daripada menggunakan perasaannya. Pandangannya nanar, tubuhnya terhuyung selangkah kebelakang.

"Daan..!!" Prada Fahrul segera menopang tubuh Bang Igo untuk duduk. "Maafkan saya, tapi saya tidak ingin lagi menutupi apapun agar kelak di kemudian hari komandan tidak merasa kecewa terhadap saya terlebih Nai."

Bang Igo memejamkan matanya sejenak. Ia tak peduli lagi rivalnya akan melihat lelehan tangisnya.

'Ini juga hukuman Tuhan untuk diriku atas kenakalan ku dulu. Aku pernah merendahkan arti seorang wanita padahal aku memiliki ibu dan adik perempuan. Kini aku merasakan sakitnya dan tidak ikhlas membayangkan istriku di jamah pria lain.'

Rasa sesak melanda Bang Igo hingga Prada Fahrul kelimpungan di teras depan rumahnya. Secepatnya Prada Fahrul membongkar tas pakaian Bang Igo yang masih ada di ruang tamu. Tak menunggu waktu lama Prada Fahrul mengambil oksigen dan merawat Komandannya.

"Daan..!!"

.

.

.

.

1
Rusma Yulida
udah 2 thun nunggu lanjutannya
NaraY_Kamanatha: Maaf kakak. kalau pengen di lanjut coba deh nanti Nara cari waktu terbaiknya
total 1 replies
rose lilian
author jangan buat cerita gantung dong, lanjutan nya mana nih
Kuswar Dani
wah anak nindy dn bg ricky sdh besar ya
Risma Riskita
Luar biasa
Oding bae
hebat, bang igo
Oding bae
kocak abis deh,...lanjut
Pricecilia Doom
Thor di tunggu kelanjutannya cerita Lettu igo dan punai
Pricecilia Doom
sukurin bang igo emang enak di Jambak sama bumil. 🤣🤣🤣
Pricecilia Doom
bang igo jangan macam-macam sama bumil bisa perkara lagi sama papa mantu
Pricecilia Doom
kedua bini salah sangka di kira angel cewek tahu tahunya burung Lovebird 🤣🤣🤣
Pricecilia Doom
mulai tanggung jawab loe itu bumil igo lagi sensi tuch sama Mila
Pricecilia Doom
kecebong kecebong lagi berenang di Empang 🤣🤣🤣
Pricecilia Doom
akhirnya jurus jitu punai keluar juga mobil sport 🤣🤣🤣
Pricecilia Doom
keren nai ,tabok lagi si igo
Pricecilia Doom
si punai wataknya keras ,manja seperti mamanya Tisha.
Diah Darmawati
🤣🤣🤣🤣🤣😍😍😍 saknooooo saknoooo bang igoooo🤣🤣
Diah Darmawati
cucorrrrrrr🤣🤣🤣🤣
Iis Cah Solo
kalah bang igo sama ibu hamiil..😂😂😂
Iis Cah Solo
aku jadi inget sama wadanyon ku dulu waktu diasrama. sama suami nggk sopan kalau pannggil...panggil nama nggk pernah mas atau abang... lagi hamil...sekarang kena kasus akhirnya cerai..😊😊 maklum ibu wadannya anak perwira tinggi..ceritanya seperti kisah nyata mba tapi klau ini beda versi...bang igonya sayang walaupun dikeplakin tiap hari...😂😂😂
Iis Cah Solo
klau lagi sensi repot bang wanita hamil harus hati2😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!