NovelToon NovelToon
Sistem Belanja Online Sepuasnya

Sistem Belanja Online Sepuasnya

Status: tamat
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Aplikasi Ajaib / Tamat
Popularitas:710.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: dee hwang

Setelah lulus SMP dan gagal mendapatkan beasiswa, Zeno, seorang pemuda yatim piatu ditipu oleh pria jahat yang berniat menggunakan ketampanan Zeno untuk dijual pada tante-tante girang.
Zeno memilih pergi meski dia harus jadi gelandangan sekalipun.
Disaat dia habis dirampok dan makanan yang tersisa hanyalah sebungkus roti, hati nuraninya harus diuji saat melihat seorang kakek kelaparan. Zeno pun memberikan roti dan minuman itu meski dia harus menahan lapar.
Akan tetapi, sebuah sistem menolongnya.

(Lakukan kebaikan untuk menambah saldo, dan belanja lah sepuasnya dengan harga potongan 70% dari harga asli!)

Dapatkah Zeno mengubah hidupnya yang malang dengan sistem tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dee hwang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada yang mencurigakan

.

.

Zeno tidak percaya jika Kevin mendukung Aslan membawanya ke perusahaan ayahnya, bahkan Kevin yang mengantarkan mereka ke gedung besar Royal food&drink. Setelah mengantar, Kevin mengatakan akan pergi ke rumah keluarganya sebentar.

Zeno jadi ingat kembali jika Arthur mengatakan Kevin memiliki masalah, makanya dia bisa sakit. Jadi, Zeno berharap Kevin bisa menyelesaikan masalahnya dengan segera kembali ceria seperti biasanya. Zeno tidak akan terlalu kepo dengan masalah pribadi Kevin, karena pasti dia butuh privasi. Jika sudah saatnya, dia akan berterus terang dan mengatakan apa yang terjadi pada Zeno.

Yah, meski Zeno sebenarnya kepo dan ingin tahu.

Gedung perusahaan Royal food&drink sangat besar, ada banner besar dari produk baru mereka, yaitu minuman dengan jeli kecil-kecil, dan model iklannya adalah Travis, Kevin dan yang lainnya.

Saat itu, Zeno merasa bangga, karena dia tinggal dengan selebriti, baru kali ini Kevin terasa benar-benar seperti selebriti baginya, padahal Zeno sering melihat penampilan Kevin di yutup.

“Aslan, jaga Zeno baik-baik ya, jika dia hilang atau lecet aku akan meminta pertanggung jawabanmu” ucap Kevin, sebelum pergi dengan mobilnya, meninggalkan Aslan dan Zeno di depan gedung perusahaan.

“Zeno, kamu jangan hilang atau lecet ya” ucap Aslan.

“Ya, tergantung situasinya, jika kau tiba-tiba meninggalkanku, bisa jadi aku tersesat, tapi aku memiliki map, jadi mungkin tidak akan tersesat” sahut Zeno.

Ada map genius, aplikasi ajaib di ponselnya, jadi rasanya meski tersesat, Zeno pasti menemukan jalan keluar. Aplikasi map ajaib sangat membantunya.

Aslan membawa Zeno masuk ke dalam perusahaan, selama perjalanan, mereka terus diperhatikan oleh karyawan, membuat Zeno tidak nyaman. Dia mulai lega setelah sampai di lift dan hanya ada dia dan Aslan.

Aslan terus mengoceh tentang perusahaan itu, dia bilang itu adalah perusahaan turun temurun dari kakek buyut mereka, makanya sudah sebesar itu. Pusat perusahaan adalah Royal group, ada di Australia, tepatnya di Sidney. Mereka memiliki cabang di Melbourne, Brisbane, New Zealand, Jakarta, New York dan Seoul.

Zeno sangat kagum saat Aslan menjelaskannya dengan semangat, sampai waktu berjalan dengan cepat, mereka pun sampai di lantai yang mereka tuju.

“Rhein! Papa mana?” tanya Aslan pada sekretaris ayahnya, dia laki-laki dan berada di meja sekretaris pusat. Ayahnya Aslan memiliki beberapa sekretaris, yang memiliki ketua atau sekretaris utama, namanya Rhein.

Sekretaris ayahnya Aslan kebanyakan laki-laki, karena dulu pernah ada kasus dengan sekretaris wanita yang terobsesi dengan ayahnya Aslan, jadi ibunya Aslan tidak suka sekretaris wanita. Boleh ada sekretaris wanita asal sudah menikah, begitulah.

Aslan menceritakan itu pada Zeno sebelum sampai di ruangan tersebut.

“Tuan Jaden sedang ada meeting, saya ditugaskan untuk menjaga disini, sebentar lagi meeting selesai, anda bisa menunggu di dalam ruangan –”

“Baiklah, aku akan menunggu di dalam, ayo Zeno!”

“Tu-tunggu tuan muda!”

Terlambat, Aslan sudah lebih cepat menyeret Zeno untuk memasuki ruangan ayahnya, namanya Jaden.

Rhein hanya masih shock, bagaimana tidak kaget jika melihat tuan mudanya menjadi dua? Yang membedakan hanyalah model rambut dan pakaian.

Ini aneh.

Karena itu, Rhein pun memutuskan untuk menelfon kakaknya Aslan yang juga sudah bekerja di perusahaan tersebut, namanya Arvin.

“Halo, tuan muda Arvin?”

[Iya, ada apa? Kami baru selesai meeting, apa ada yang penting?]

“Tuan muda Aslan datang, dan sekarang berada di ruangan tuan Jaden –”

[Oh ya? Bagus, aku akan mengatakannya pada papa, sudah dulu ya?]

Telfon pun diputuskan sepihak oleh Arvin.

Rhein mengumpat dalam hati.

Tidak kakak, tidak adik, semuanya seenaknya sendiri! Yang baik hanya Jaden seorang. Rhein heran kenapa Jaden tidak menurunkan sifat baik, kalem, lemah lembutnya pada satupun anaknya.

Padahal Rhein ingin menanyakan perihal anak lain yang mirip Aslan, tapi ya sudahlah, nanti juga tahu sendiri.

Kembali pada Aslan dan Zeno.

Mereka berdua sudah berada di ruangan milik ayahnya Aslan, tapi Aslan terus mengajak untuk memasuki pintu tersembunyi yang ada dibalik lemari bohongan. Di dalam pintu terdapat sebuah kamar yang cukup luas, seperti kamar hotel, fasilitasnya lengkap, bahkan ada balkon kecil segala.

Dari balkon, pemandangan kota yang indah terlihat jelas.

“Kita istirahat disini dulu, nanti papa juga kemari, oh iya aku minta maaf karena orang-orang memperhatikan kita, ya maklum saja, aku anak pemilik perusahaan ini – maksudku, cucu.”

Zeno hanya tersenyum kemudian kembali mengedarkan pandangannya pada seisi kamar.

Pandangan Zeno berhenti pada sebuah foto yang cukup besar, bertengger di dinding. Itu adalah foto keluarganya Aslan, ada ayah, ibu, dua anak kembar laki-laki dan perempuan, lalu yang terakhir adalah Aslan yang masih kecil.

Bahkan saat kecil, Aslan mirip dengan Zeno, bedanya hanya penampilan Aslan jauh lebih baik.

“Foto itu adalah foto keluarga kami, ada mama, papa, kak Arvin, kak Ailin, dan aku! Itu saat aku masih umur lima tahunan kalau tidak salah, apa kamu juga punya foto keluarga?” tanya Aslan.

Zeno menggeleng dan tersenyum pahit, “tidak punya... orangtuaku telah meninggal, maksudku – foto keluarga, aku punya foto yang hampir pudar, yaitu foto orangtuaku saat ibuku sedang hamil aku.”

“Apa kamu membawanya?” tanya Aslan.

Zeno menggeleng, “tentu saja tidak, aku menyimpannya, sampai kadang aku lupa aku masih punya foto itu – ah! Tapi aku sudah memotretnya di ponsel, sebentar...”

Kemudian Zeno menyalakan ponselnya, menunjukkan foto jadul yang hampir pudar, tapi masih terlihat jelas. Dari foto tersebut, Aslan berkesimpulan jika orangtua Zeno masih muda saat hamil Zeno, karena terlihat sekali jika masih remaja.

Tapi, mereka meninggal dengan cepat.

“Mereka sungguh orangtuamu?” tanya Aslan.

“Aku tidak tahu, tapi, ibu panti memberiku foto itu, kalau tidak salah dua hari lalu, saat surat balasan dari panti datang, ibu panti membalas surat dariku dan mengirimiku foto tersebut, beliau juga mengirimiku foto anak-anak panti lainnya, katanya juga, ada anak panti yang baru lulus SMA akan datang ke Jakarta mencari pekerjaan, aku harus menemuinya” ucap Zeno.

“Ini sudah zaman modern dan pantimu masih berkirim surat?” tanya Aslan heran, bahkan Aslan tahu foto pernikahan orangtuanya – tidak, bahkan foto pernikahan kakek-kakeknya semuanya memiliki foto modern yang bagus dan mulus, serta berwarna.

Kenapa foto orangtua Zeno jadul sekali? Seakan itu foto kakek buyutnya.

Apa Zeno datang dari zaman dulu? Itu tidak mungkin, kan?

“Mau bagaimana lagi, aku sudah membelikan ponsel untuk mereka, tapi sepertinya mereka masih belum bisa menggunakannya, mungkin seharusnya aku membelikan telfon biasa” keluh Zeno.

“Oh, gitu, terus... yang sudah lulus SMA itu, kenapa dia mencari pekerjaan disini? Karena jelas – peluangnya lebih sulit” ucap Aslan.

“Eh? Itu... kak Kevin bilang, dia bisa membantu menjadi satpam di rumahnya kok.”

Aslan berdecak malas mendengar jawaban Zeno, dia tahu Kevin terlalu baik, tidak mungkin dia menolak permintaan seperti itu. Padahal, belum tentu orang baru itu bisa dipercaya seperti Zeno.

Kadang jika memikirkan Zeno dan Kevin, membuat Aslan pusing tujuh keliling, mereka berdua sama saja, terlalu baik pada orang baru.

Kalau Aslan, dia baik pada Zeno karena sudah tahu Zeno tidak memiliki niat buruk sama sekali, dia anak yang polos dan baik.

Entahlah, Aslan hanya khawatir dan punya perasaan buruk tentang itu.

BRAK!

“ASLAN!”

Aslan dan Zeno menoleh dengan cepat pada pintu masuk, terlihat ayahnya Aslan, Jaden, masuk dengan terburu-buru, seperti dia habis berlari untuk sampai ke ruangan itu.

Jaden terus mendekat, berjalan dengan cepat untuk kemudian memeluk Zeno.

Aslan mengernyitkan dahinya bingung, kenapa yang dipeluk Zeno?

“Aslan! Kenapa kamu pergi ke rumah Kevin tidak bilang-bilang orang rumah? Kakakmu Ailin mengatakan kau pergi, papa dan mama khawatir tahu! Kami sampai menanyakan Travis, tapi Travis tidak tahu, Xeon, Jason, Elle, Om Fano, Om Lino, semuanya tidak ada yang tahu kamu dimana! Papa juga sampai menanyakan Om Domi, Om Leon dan Om Dimi seperti orang bodoh, tapi ternyata kamu ada di rumah Kevin!”

“PAPA!”

Jaden menoleh ke belakang, kaget melihat ternyata putranya ada di belakangnya, “Aslan? Lalu, ini siapa?”

Jaden kembali menunduk pada pemuda yang dia peluk, dia kaget karena sama-sama terlihat seperti putranya.

“Apa yang terjadi? Yang mana yang Aslan?”

.

.

1
Wega Luna
dari handphone, permen,buah 🤭🤭🤭
Wega Luna
😭😭😭😭 ternyata bayiku yg umur 3 tahun lebih pintar dari MC 🤣🤣
Utuh Gelapung
skip ah mc di bikin bego sama si othor oon
Utuh Gelapung
mc cupu apa othor yg tolol ya...system lo ini alur nya.
muchamat efendi
apakah satria baja ringan 🤣🤣🤣
muchamat efendi
kepleset gak tuh 🤣🤣🤣🤣
arif rif
bjir 3 Hari 🗿
XValeria
🗿 berlipat ganda
XValeria
/Facepalm/terlalu polos anaknya
XValeria
/Determined/jangan tergiur/tergoda wanita wanita tua tersebut zeno truss maju
XValeria
/Grimace/polos banget zeno
XValeria
Thor mungkin bisa diperbaiki tambahan kata di zeno mau... "masuk" agar agak nyambung
XValeria
bukannya pedang pedangan bisa dari pagar kayu atau kayu lah baru tw ad pedang dari batang pisang anak sekecil itu memegang batang pisang🗿
Lepho: Dari batang daun Pisang mungkin kak... lumayan itu buat nampol teman sampai pusing...😄
total 1 replies
XValeria
ayo coba lagi bangkit dari kegagalan /Cry/
XValeria
jangan menyerah /Cry/
XValeria
sungguh tragis hidupmu zeno
Junior Ian
mantap
‏‏‎
Naysabelll
ini lucu banget pls😭😭😭
Rieta
kereeene tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!