NovelToon NovelToon
Terjerat Pernikahan Kontrak

Terjerat Pernikahan Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Paksaan Terbalik
Popularitas:104.2k
Nilai: 4.6
Nama Author: Naja

Di usianya yang baru menginjak usia tujuh belas tahun, Renzela Oskar harus di hadapkan dengan permasalahan rumit keluarga, keserakahan sang Papi yang tengah menguasai seluruh aset warisan dari sang Kakek untuk menghidupi wanita selingkuhannya membuatnya memilih jalan yang paling dia benci; Menikah di usia muda.

Demi mengambil kuasa atas semua aset yang Papinya kuasai, Renzela rela mengubur dalam-dalam kebahagiaannya dan menikah dengan seorang lelaki yang tidak pernah dia kenal. Hanya sebatas nama yang dia ketahui, yaitu Darrel Bastian Baskara; pengusaha mapan yang Om nya pilihkan.

Siapa sangka, saat pertemuan pertamanya dengan lelaki yang akan menjadi calon suaminya, Renzela malah di kaget kan dengan sebuah kontrak pernikahan yang harus dia tanda tangani.

Bagaimana perjalanan pernikahan mereka?
Mampukah Renzela memanipulasi hak walinya untuk menyadarkan sang Papi? Dan akankah Renzela mendapatkan kebahagiaan nya sendiri?

Ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TPK Bab 25 : Terabaikan.

Acara resepsi sudah hampir usai, acara demi acara tak terasa terlewat lancar tanpa kendala, tiba saatnya kini para tamu undangan menyantap jamuan sembari menyapa dan memberi ucapan selamat pada kedua pasangan suami istri yang tengah berbahagia.

Sama halnya dengan apa yang kini di lakukan rekan rekan Darrel, dari kalangan pejabat dan pengusaha-pengusaha yang semuanya hampir seumuran dengan nya bahkan ada yang sudah lebih tua. Mereka mulai berkerumun hanya sekedar untuk memberi selamat dan bercanda ria.

"Wah, selamat ya Darrel, apa karena pengantin baru aura nya jadi berbeda ya sekarang." Banyolan pertama mulai terdengar, lelaki itu sampai menyeringai setelah jabatan tangan mereka terlepas, tidak apa-apa kan jika dia juga mengulurkan tangannya pada gadis mungil yang merupakan istri rekannya itu, "Gak nyangka selera mu ternyata daun muda, Rel." candanya lagi saat terlihat jelas Darrel malah melindungi istrinya dari candaan mereka.

Darrel langsung membalas candaan itu dengan tersenyum simpul, menggeser kan kepala melirik berapa orang lagi yang ada di belakang lelaki ini. Satu, dua, tiga, akh, bahkan setelah dia hitung lebih dari tujuh lagi rekan-rekannya yang sudah mengantri untuk meledeknya, dan tentunya itu pasti akan membuat Renzela tidak nyaman. "Kita bicara di tempat lain saja sambil menyantap jamuan yang sudah tersedia!" ajaknya pada mereka untuk mengalihkan posisi. Terlebih dia juga tidak akan nyaman bertukar kata dengan rekan-rekannya ini jika di samping Renzela.

Orang-orang itu sampai tertawa, seperti bukan Darrel saja, sejak kapan lelaki itu akan mempedulikan tanggapan orang lain, di ledek dan di caci pun biasanya lelaki ketus ini tidak akan mempedulikan nya.

"Apa kau takut kita akan menggoda istri kecil mu itu?" Ledekan kembali terlontar, rasanya mereka puas sekali melihat ekspresi Darrel yang mulai tak terkendali, apalagi saat melihat ekspresi malu-malu istrinya itu, mereka benar-benar ingin mengajak wanita itu bicara dan menggoda nya. "Boleh kita berkenalan, bertanya siapa namanya gituh?" tanya salah satu dari mereka lagi sambil saling melempar candaan dengan begitu riang.

Darrel sampai jengkel sendiri, rekan-rekannya ini memang sudah niat sekali datang ke resepsi ini hanya untuk mengerjainya, sok tanya-tanya nama segala padahal sedari tadi sang MC pun hampir puluhan kali mengucapkan nya, bahkan di dalam undangan pun, nama Renzela sudah tertulis di sana. "Aisst, ayo ke tempat lain." ajaknya sambil mendorong satu persatu rekan-rekannya itu. Setelahnya dia kembali berbalik menatap Renzela untuk berpamitan padanya.

"Aku pergi dulu. Jangan pergi jauh-jauh dan nikmati saja pesta nya. Kalau ada apa-apa bilang pada Martin, dia akan membantu mu."

Renzela langsung mengangguk mengiyakan, meski seulas senyum tergambar di bibirnya, hatinya sedikit kecewa, dia tak mau di tingal seorang diri, terlebih ini di dalam kerumunan banyak orang yang di dominasi oleh orang asing yang tak di kanal nya. Namun dia tidak bisa banyak menuntut, itu hak Om Darrel untuk bertingkah sesuai kemauannya.

"Ku kira hubungan kita sudah mulai akrab, ternyata tidak. Di antara kita memang ada tembok besar yang tak mungkin bisa di gapai." Hanya bisa membatin, dia sadar dia punya kehidupan nya sendiri, begitupun dengan Om Darrel. Lelaki itu juga punya kehidupannya sendiri, yang bahkan ia tidak pernah tahu seperti apa kehidupan suaminya itu. Tidak mau banyak menuntut, tidak mau banyak ingin tahu toh hubungan mereka hanya sebatas kontrak yang pada akhirnya akan berakhir begitu saja.

"Sudahlah, Renzela. Jangan terlalu berharap, kehidupan mu memang sudah menyediakan. Sekali menjadi anak yang minim akan kasih sayang, selamanya takdir hidup mu memang akan terabaikan."

Menit demi menit berlalu, Renzela masih saja duduk seorang diri tanpa ada seorangpun yang menemaninya, menengok kiri kanan mencari situasi yang mungkin akan membuatnya nyaman, tapi nihil berkali kali pun dia melihat keadaan, hanya suasana asing yang membuatnya terasa sepi.

Om Darrel masih terlihat sibuk berbincang, jika tadi terlihat bergurau dengan rekan-rekannya, sekarang beliau sedang berbincang dengan rekan-rekan Ayah mertuanya, terlihat jelas Ayah Baskara dan Ibu Iriana juga ada bergabung dalam kerumunan itu.

"Aisst, bosan nya. Coba kalau ada Kak Mario. Aku tidak akan menyediakan seperti ini." Renzela kini mulai berdiri melangkahkan kakinya entah mau ke mana, mengingat kembali pesan dari Kak Mario tadi pagi, bahwasanya teman lelakinya itu tidak bisa menghadiri acara resepsi karena tugas kampus yang tak bisa di abaikan meski izin sekalipun. Bahkan Azka yang merupakan adik iparnya juga demikian. Bahkan karena tidak adanya Azka, otomatis si kembar Syakir dan Syakira pun tidak hadir di acara ini karena tidak ada yang akan mengasuh mereka. Karena jelas Arkan dan Mariana pasti sibuk menyapa para tamu undangan yang kebanyakan anggota keluarga jauh dan rekan rekan bisnis keluarga Baskara.

"Di mana mana, acara resepsi pernikahan pasti akan menjadi momen paling menyenangkan seumur hidup, tapi kenapa tidak dengan ku. Rasanya ingin sekali ku menghilang dan pergi dari sini." Renzela kembali mengoceh sana sini. Terus melangkah, sampai tak sadar dia tiba di salah satu meja jamuan, matanya sampai berbinar di suguhkan dengan aneka cake di atas meja yang terlihat begitu menggoda. "Akh, pas sekali. Saat mood tidak baik cake adalah pelampiasan yang terbaik."

Dengan buru-buru, Renzela langsung mengambil cake itu, sesekali dia sampai menelan ludah, sungguh menggiurkan, rasanya ia sudah tidak sabar untuk menyantapnya. Namun, belum juga selesai ia mengambil cemilan nya, tiba-tiba tubuhnya terdorong, "Aww...."

"Duh sorry. Gak sengaja."

Renzela langsung berbalik, menatap orang itu saat tahu betul itu suara siapa, "Aisst, benar kan, dia Tante genit yang tadi." Ia hanya bisa bicara dalam hati, berjaga-jaga, apalagi yang akan wanita ini lakukan sampai pura-pura menabrak nya. Ingin rasanya ikut membalas kejahilan wanita itu tapi dia urungkan saat melihat orang tua paruh baya yang ada di belakangnya. "Siapa lagi ibu tua itu." Lagi-lagi hanya membatin, rasanya keadaan sudah mulai tak enak saat melihat dua orang di depannya ini.

"Duh, ternyata kamu lebih kecil kalau di lihat dari dekat ya." Arini langsung bicara sambil menyeringai, saat tadi dia melihat istri Darrel berkeliaran seorang diri, dia langsung mengajak putrinya untuk mendekatinya. "Apa jangan-jangan kau masih di bawah umur." tebaknya lagi.

Renzela sendiri hanya terdiam, melihat dari tampang dan cara bicara nya saja dia bisa menebak, orang tua paruh baya itu pasti emak si Tante genit ini. "Abaikan saja, Renzela. Percikan api sudah mulai terlihat. Bahaya kalau terus dekat-dekat dengan mereka." Ia memilih berbungkuk, menyapa dengan senyuman dan beranjak pergi. "Maaf, saya permisi!"

"Aisst, dasar tidak ada sopan santun sama sekali, orang sedang bicara dia malah pergi begitu saja. Pantas dari tadi kau hanya berdiam seorang diri, keluarga Pak Darrel pasti tidak merestui pernikahan ini, bahkan keluarga nya pun tidak ada satupun yang hadir di sini." Arini bahkan dengan sengaja mengeraskan suaranya. Anak bau kencur saja sudah berani menghinanya dan mengabaikan nya begitu saja. "Apa jangan-jangan kau memang hamil duluan." ucapnya lagi saat sadar kini wanita itu menghentikan langkahnya.

Renzela sampai mengepalkan tangannya geram, apa sih salahnya, kenapa ada-ada saja orang yang mencari masalah dengan nya. Rasanya frustasi sendiri, tidak bisakah memberi sedikit ketenangan untuk nya, tidak di London tidak di Indonesia, kenapa orang-orang di sekitarnya selalu saja memberi nya luka. Tak tahan rasanya kalau hanya di biarkan begitu saja. Dia pun kini kembali berbalik dan menatap orang tua paruh baya itu dengan senyuman.

"Maaf ya Nyonya. Bukannya anda sendiri yang tidak memiliki sopan santun, sampai bicara seenaknya." Tukasnya dengan begitu tegas, dia kini melangkahkan kakinya dan semakin mendekat, kalau saja dia tidak memandang Om Darrel dan menjaga kehormatannya, ingin rasanya dia langsung menjambak wanita tua itu. "Apa mungkin karena anda sudah Tua jadi lupa tentang tatakrama." lanjutnya lagi dengan menyeringai.

"Aisst, dasar anak kurang ajar." Arini kini yang geram, terlebih kenapa bocah ini percaya diri sekali kembali mengabaikan nya dan malah mengambil cake nya yang tadi di tinggalkan.

"Sudah lah mih. Jangan melayani nya." Clarissa kini yang berulah, dari tadi dia sudah bisa menebak kalau istri senior Darrel ini memang orang yang tidak mudah menyerah, jadi mereka harus mencari dulu apa kelemahannya sebelum mereka benar-benar menyerang nya. "Sudah jelas sekarang, senior Darrel pasti menikahinya karena kasihan pada nya. Anak yang memprihatinkan, bahkan dalam acara penting seperti ini tidak ada satupun anggota keluarga yang menemaninya." Ledeknya dengan nada cacian yang pedas. Lihat saja, dia tidak akan membiarkan wanita yang merebut pujaan hatinya bahagia.

Deg... Hati Renzela kini bagai teriris, tubuhnya tiba-tiba bergetar lemas, kenapa harus mengatakan itu, padahal dia sudah berusaha keras untuk tegar, dia sudah berpura-pura untuk terlihat baik-baik tapi kenapa malah ada yang mengungkitnya, "Iya, aku memang memprihatinkan. Apa kalian puas. Apa kalian juga akan membuat ku semakin menderita?" ingin sekali dia melupakan kata-kata itu, tapi dia tahan, dia memilih mencekam piring nya dengan begitu kuat menahan rasa sesak di dada. Sakit, rasanya ini benar-benar menyakitkan, fakta kalau dia hanya seorang gadis yang terabaikan membuat luka di hati yang paling dalam.

"Daddy, bukannya Daddy sudah berjanji akan menggantikan Papi. Kenapa Daddy belum ke sini." Rasanya Renzela ingin menangis sejadi-jadinya, tapi dia tahan. Dia tidak boleh terlihat lemah terlebih di depan orang-orang menjengkelkan ini.

Clarissa yang hendak pergi tiba-tiba terhenti, melihat ekspresi Renzela yang mulia menekuk kepala membuat dia menyeringai senang, rupanya wanita itu mulai lumpuh juga, "Akh, heran ya. Kenapa tuan Baskara mau menerima menantu modelan seperti ini." ledeknya lagi sebelum dia bersama ibunya benar-benar pergi. Bahkan rasanya dia belum puas dan kembali menyenggol tubuh wanita itu dengan begitu keras.

"Aww...!" Tubuh Renzela sampai oleng, bersamaan dengan itu suara bising mulai terdengar. Piring cemilan yang dia pegang nya terjatuh begitu saja, cake yang sudah menumpuk di atas piring itu langsung berceceran bahkan ada yang jatuh pas mengenai sepatu Clarissa yang masih ada di sekitaran sana.

"Aisst, kenapa kau ceroboh sekali!" Clarissa sampai tak sadar membentak Renzela, ceroboh sekali, cake itu sampai mengotori sepatu mahalnya. "Lihat ini kotor!" teriak nya lagi.

Sontak, berpuluh mata langsung tertuju ke arah itu, tidak terkecuali dengan Darrel. Dia begitu terkejut dan refleks berlari menghampiri istrinya itu.

"Renzela, kau tidak apa-apa?" tanyanya memastikan, Darrel bahkan langsung menatap Renzela dan Clarissa bergantian. Ada keributan apa ini. Bisa-bisanya Clarissa sampai marah-marah seperti ini.

"Senior, dia menjatuhkan cake nya sampai mengotori sepatu ku." Clarissa yang terlebih dulu bicara, bahkan raut wajahnya terlihat begitu kesal menatap Renzela yang masih terdiam tanpa suara. Kenapa juga menekuk kepala seperti itu, sok terlihat begitu menyedihkan pada jelas dia salah.

Darrel sendiri semakin bingung, cemas sendiri, sudah jelas Clarissa pasti menyakiti Renzela sampai raut wajah gadis kecil ini terlihat begitu murung dan pucat. "Renzela, apa yang terjadi?" tanyanya lagi sambil merangkul gadis itu.

"Om. Aku mau pulang." Renzela tak mampu berkata-kata lagi, ini sudah terlalu menyakitkan, dia tidak yakin bisa menahan air matanya jika terus berada di sini. Persetan dengan acara resepsi ini, persetan dengan pandangan orang-orang terhadap dirinya, lebih baik dia mengasingkan diri dari pada terus tersakiti.

"Kenapa?" Darrel semakin panik, terlebih Renzela tiba-tiba melepaskan rangkulannya dengan ekspresi yang tak bisa ia mengerti, berjalan sendiri bahkan tanpa mempedulikan dirinya. "Renzela tunggu!"

"Aisst, bukannya meminta maaf. Dia malah pergi begitu saja." Arini kembali bicara dengan penuh nyinyiran. Puas sekali rasanya, terlebih orang-orang di sana langsung bergemuruh seolah ada di pihak nya. Iya, bagaimana tidak, di mata orang-orang, posisi putrinya yang telah di rugikan oleh wanita yang bernama Renzela itu.

"Ada apa ini?"

Orang-orang yang sedang saling berbisik membicarakan mempelai wanita tiba-tiba terdiam, suara seorang lelaki tiba-tiba terdengar menggelar memasuki aula, semua orang seketika terdiam saat sadar siapa yang datang. Sosok pengusaha ternama bahkan namanya sudah terkenal di mana-mana kini memasuki aula bahkan langsung merangkul dan memeluk sang mempelai wanita.

"Renzela, kamu kenapa sayang?" Geram bukan main, ada apa ini? Siapa yang tengah berani membuat keponakannya terlihat murung dan sedih begini.

"Pa-pak Kenan?"

Semua orang sampai tersentak kaget. Mematung tak percaya, terlebih Clarissa dan Ibunya. Ada hubungan apa Renzela dengan sang pengusaha nomer satu itu. Bahkan Darrel yang lebih kaget, habislah dia, karena telah mengabaikan Renzela begitu saja.

1
Yuliana Purnomo
ranzela,,,kasian nasib rumah tangga mu
Uswatun Fidayati
lamaaa kalliiiia
Widi Ynt
ini bukan salah darell tapi salah author yang tidak melanjutkan ceritanya 😭
Widi Ynt
thor ini mana kelanjutannya udah bulan Juni lho😭😭😭
Widi Ynt: udah bulan juli thorrr😭🤧
total 1 replies
Rivanita __
cerita menarik, cuma hanya ada kata yang kurang jelas
Rivanita __
kapan dilanjutinn lagii
putri bungsu 28
yah kok Darrel nya dibikin punya anak ma Alessandra sih Thor GK seru klo gini,
kasian renzelanya dong Thor,kok dapet yg udah GK perjaka
Kasmawati Burhan
Ayo donk lanjutin. Bikin penasaran. tidur tak nyenyak, makan tak kenyang, mandi tak basah
Nanik Bryan
ini mana lanjutanya
Yuliana Purnomo
duuuhh,,dlm kondisi seperti ini,,bagaimana perasaan ranzella?? aku gak bisa mbayangin
Tuti Aja
keluarga kenan salah menitipkan ranzela ke darrel, orang yg punya masa lalu yg nekum selesai, rencana suoaya ranzela aman, malah dpt masalah baru, tapi ranzela salah jg sih, jelas dr awal kintrak ngalin bawa2 perasaan, yg namanya laki2.mah mudah aja mah dia...ikan asing aja mau...apalagi daging, hrsnya ranzela dr awal sdh membatasi diri, jgn kebawa perasaan
Kasmawati Burhan
ooh ranzela.. sungguh sedih jalan ceritamu
Erna Fadhilah
😭😭😭😭😭mommy kenapa kau bikin renzela menderita trs,, baru aja dia mau bahagia sama suaminya eeeeh langsung aja kena mental 🥺🥺🥺🥺
tse
ko aku ikutan nyesek ya.....
Eka Agustiana
nyesek bgt part ini sumpah.... 😣😣😣😩😩😩
Erna Fadhilah
aduh alamat ketahuan ni kalau ania itu anaknya Darrell dan Alessandra,,, nanti renzela jadi sedih dan kecewa setelah tau 🥺🥺🥺🥺🥺
Tuti Aja
klw anak darrel betulw kasiham hidup ramzela....diharapkan dgn menikah dengan darrel hidupnya akan tenang...eh.eh..malah begini, apalaho darrel plin plan...sdh niduri anak orang tapi hatinya masih blm selesai sm masa lalu, jgn dibuat terburuk bannget dong thor ranzelanya
Kasmawati Burhan
alur ceritanya bagus dan membuat penasaran. sering-sering update ya...
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
yah udah saatnya kali Annia darah daging siapa?
Nanik Bryan
jangan mau om darel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!