Pasal kisah Abu-abu yang sulit terlupakan.
Tentang cerita berbagai warna yang tertorehkan.
Berkisah antara Kiana, Arga dan Afifah.
~~~
Bersahabat hingga menemui konflik tentang cinta yang mendasari retak hubungan mereka.
"Bukan kuasa aku untuk bisa suka sama siapa Ki. bukan mau ku juga untuk memecah persahabatan kalian. tapi mau di kata apa? kalau perasaan memang ngga bisa di paksa bukan?" Kata katanya begitu dalam sekali.
"Tapi kenapa aku Ga?" Tanya ku mencegah keadaan semakin rumit.
Lantas, hati atau sahabat yang tetap bertahan menemani kisah ini hingga bangku kuliah?
Salam Literasi !!
Stay safe and healthy everyone :)
Instagram author : putrinofa_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nofa eka putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arga Heran
selesai beres beres, aku dan ani bergegas pulang, karena ini udah jam setengah sepuluh malam. sebelum beranjak pergi,
"udah pada mau balik nih."
aku dan ani serempak menoleh ke sumber suara, dan yaa itu jidan. berdiri santai di sebelahku setelah memakai sepatu. mungkin juga dia mau balik.
"iya mau pulang, kenapa dan?" ujarku santai sambil perlahan melangkah.
"gapapa, mau bareng jalan aja. ada yang keberatan?" tanya nya menyelidik padaku dan ani.
"nggak dan, tanya muluk kayak dora." sinis ani yang terlihat sangat lelah. hahaha, kena semprot kan lu dan. batinku senang.
jidan yang mendengar sinis nya ani langsung kicep. tak lama, kami sampai di rumah masing masing. aku langsung merebahkan badan ini ke kasur, mengecek ponsel dan tak lama tertidur.
🌻🌻🌻🌻🌻
sinar matahari menembus jendela kamar ku tanpa permisi. iyaa ngapain juga nyalahin sinar matahari, ini itu udah siang. harusnya aku udah bangun, eh malah masih tidur. mentang mentang hari ini hari minggu. aku meracau asal, yang pasti rasanya ingin nerusin tidur lagi, tapi keinget tumpukan baju kotor dan seragam sekolah, aku langsung bangun seketika.
hampir 3 jam berkutat dengan ritual memasak, mencuci baju, mencuci piring, dan beres beres rumah, akhirnya bisa berlehah lehah di sofa. yaa, capek banget.
Drt... drt... drt...
karin
he guyss, besok ada simulasi buat ujian yaa? udah pada tau belum?
afifah
iya deh kayaknya, aku denger dari grup kelas sebelah. kalo besok ada simulasi gitu katanya. dan yang penting, nilainya di rangking se sekolah.
arga
ampun dah. nggak ada pemberitahuan kok malah tiba tiba begini? hemm.
alin
iya tuh, mana lagi nilai nya di pajang pula. aah males, belum belajar aku tuh guyss.
afifah
lha makanya, gimana besok nasib tuh soal yee. ya masa ngitung kancing baju lagi sih. hahaha.
karin
wkwkwkk, bisa di coba tuh trik mu fah. haahha.
nadya
kalo nggak ngitung kancing baju, ya capcipcup aja lah. mudah kan yee..
arga
astaghfirullah, bagaimana nasib bangsa ini jika pemuda pemudi nya macam kalian? ya ampunn...
karin
halah, awas aja lu ga. sok bijak banget. ngga cocok ama tuh muka. wleee...
alin
au ah ga, sok banget. awas aja kalo besok panggil panggil minta jawaban. hemm
arga
nggak bakal minta, gue bawa jawaban sendiri besok. hahaha...
nadya
aishh, shit lu ga.
aku tertawa sendiri dengan obrolan mereka mereka aja yang mendominasi grup chat kelas. tapi kalau bener besok nilai simulasi berpengaruh, ya harus berusaha keras buat besok. mana mungkin nilai penting ku jeblok alias ancur, apalagi itu jadi pertimbangan buat kuliah nanti.
🌻🌻🌻🌻🌻
keesokan harinya,,
aku sampai di sekolah cukup pagi. yaa, hari senin, upacara yang mungkin buat kebanyakan siswa males untuk sekedar berangkat sekolah. bagaimana tidak, mereka sudah di tunggu oleh sinar matahari pagi yang sehat memang, tapi akan menyengat kalau terlalu lama pidato nya. hehehe.
"kia, udah belajar kemarin? hari ini simulasi ki, aku sebenarnya ngga siap tau. takut nilai ancur ki." ujar afifah yang baru aja masuk kelas dan meracau macam tadi.
"duduk dulu kali. ngga pegel apa berdiri jayak gitu?"
"ngga ah, sekalian mau piket. kamu udah piket belum ki?"
"udah, nggak usah piket fah. udah aku sapu semua sekelas. jadi duduk aja, aku rasa kamu pegel berdiri terus." sembari tanganku menepuk kursi afifah di sebelahku.
"beneran udah kamu sapu semua? tumben amat?" ledekan itu fah. batinku.
"iya, sekali kali lah. udah ah, daripada ngeliat kamu ngga mau duduk, aku mau lanjut belajar aja."
"eeh iya iya aku duduk nih. maacihh ya kiaa. the best lah kamuu... " seraya ikut join buku denganku.
"rajin amat pagi pagi. tumben juga jam segini udah nyampek kelas?"
aku dan afifah serempak menoleh ke sumber suara. dan yaa itu arga. dan ternyata dia udah duduk di kursi alin, yang tak lain ada di depanku.
afifah kenapa lagi nyengir ngga jelas macam gitu? batin ku.
.
.
.
.
udah up lagi nih, jangan lupa like ya manteman. 👐
thank's 😉
SALAM DARI HEART OF IMMORTAL [ JHONTEN ]
lama bgt g up
"antara cinta dan hobby"
terimakasih
saling dukung . singgah ke karya ku thor
yg baru belajar 🙏