NovelToon NovelToon
Cerita Cinta SMA

Cerita Cinta SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos
Popularitas:105.1k
Nilai: 5
Nama Author: dwirara

Azahra Micel Bagaskara harus menelan rasa kecewa karna Sky sang pacar hanya menjadikan nya sebuah ajang belas dendam.

"Gua gak akan pernah maafin lu Kak," ucap Zahra menahan rasa kesal.

"Gua bisa jelasin Ra, gua beneran sayang sama lu," ucap Sky memelas.

"BULSYIT!!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dwirara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bikin cemas

"Kenapa?" tanya Sky heran namun Zahra hanya menggelengkan kepalanya.

"Gimana luka lu apa udah sembuh?" tanya Sky mengingat Zahra terluka di tangan kirinya.

"Udah sembuh kok, mungkin besok udah bisa di buka jaitan nya," ucap Zahra memang sedikit masih nyutnyutan namun Ia bisa menahan nya.

"Syukurlah tapi kalo ada apa apa lu bilang sama gua ya." Zahra pun mengangangguk.

"Ya sudah aku antar kamu ke kelas bentar lagi bel bunyi," ucap Sky melirik jam tangan nya istirahat akan segera berakhir.

"Tapi-

"Udah ayo," ajak Sky menarik tangan Zahra agar mengikutinya. Sedangkan Zahra sangat merasa bersalah kepada teman teman nya karna tidak jadi makan siang bersama.

"Bim bayar makanan gua sama Zahra," ucap Sky melempar sebuah kartu kepada Bima.

Bima pun langsung menangkapnya,biasanya dia akan meminta bantuan Arya namun karna masalah tadi Sky masih kesal dengan sahabat sekaligus sepupunya itu.

"Siap bos," jawab Bima.

Ciya dan Mika hanya bisa menatap Zahra yang sudah keluar dari kantin, mereka kehilangan sahabat mereka karna Sky selalu berada di dekat gadis itu.

"Cabut," ajak Ciya menarik tangan Mika, Ia sedikit kesal karna Zahra mengacuhkan mereka.

Di sudut kantin nampak Mona mengepalkan tangan nya Ia tidak terima mendengar Sky berpacaran dengan Zahra sehingga muncul sebuah ide untuk mengerjai saudara tiri nya itu.

"Gua gak akan terima liat lu bahagia Zahra.Liat saja apa yang akan gua lakukan sama lu," batinnya.

Pulang sekolah Sky sudah menunggu Zahra di atas motor kesayangan nya namun Zahra tak kunjung datang kemana sebenarnya gadis itu apa mungkin dia pulang duluan pikirnya.

"Woy Ciya lu satu kelas kan sama cewek gua mana dia?" tanya Sky saat melihat Ciya melintas.

"Zahra tadi izin katanya ada keperluan penting," jawab Ciya namun Ia juga tidak tahu Zahra kemana.

"Jangan bohong lu," Sky tidak percaya dengan jawab Ciya. Ia merasa Ciya berbohong pada nya.

"Astaga kalo gak percaya kakak tanya pak Eko deh tadi dia izin sama beliau," ucap Ciya segara masuk ke dalam mobil nya dengan wajah masam.

"Apa apaan kak Sky ini masa gua di sangka bohong sih nyebelin dasar," gumannya sambil menyalakan mobil nya meninggalkan halaman sekolah.

Sedangkan Sky nampak kesal kenapa Zahra tidak izin pada nya lalu kemana gadis itu.Sedangkan ponsel nya tidak bisa di hubungi.

"Bos lu belum pulang,tadi katanya buru buru," ucap Bima melihat Sky masih di tempat parkir Ia datang bersama Arya dan Fadil sedangkan Elang masih berjalan di belakang.

"Ini mau cabut, kuy lah!!"

"Jangan lupa nanti malam," teriak Bima melihat Sky sudah memakai hlem nya ful.

Cowok itu hanya mengangkat tangan nya 👌 Sky pun menjalankan motor nya dengan kencang pikiran nya entah kemana Ia terus saja memikirkan gadis itu.

Sky segera pulang kerumah nya setelah itu Ia akan pergi ke rumah Zahra, Ia ingin memastikan kalo gadis itu baik baik saja.

Di sisi lain Zahra sedang ada di rumasakit Ia menunggu Ibu nya yang belum siuman, ibu nya di bawa lagi ke rumasakit karna pingsan di rumah, untung saja ada art yang mengetahui nya.

Art itu lah yang menelpon Zahra karna di rumah tidak ada siapa siapa, Papa Alan sedang ke kantor sehingga Zahra langsung izin pulang duluan.

"Bu bangun ini Ara," ucap Zahra mengelus tangan ibu nya sambil terisak.

Lalu dokter pun datang untuk memeriksa sang ibu, Zahra pun terpaksa sedikit menjauh.

"Bagaimana keadaan ibu saya dok kenapa beliau belum bangun juga?" tanya Zahra Ia benar benar sangat cemas sekali.

"Tidak apa apa dek ibu anda baik baik saja sepertinya cuma kelelahan," ucap Dokter.

Zahra pun mengucap syukur lalu mengambil ponsel nya di dalam tas dan langsung mengisi daya karna ponsel nya habis batrai.

Tak lama kemudian Ibu nya pun sadar dan menatap Zahra sendu, beliau merasa bersalah karna sudah merepotkan Zahra.

"Ara kamu di sini nak?" tanya Bu Laras berkaca kaca.

"Iya, ibu kenapa bisa pingsan apa yang ibu rasakan?" tanya Zahra cemas Ia sangat khawatir sekali melihat ibu nya yang terlihat pucat.

"Ibu baik baik saja,jangan khawatir maaf ya ibu sudah merepotkan kamu."

"Tidak apa bu, Ara tidak merasa di repotkan kok sebaiknya ibu istirahat yang cukup jangan banyak beraktivitas dulu!" seru Zahra tidak mau lihat ibu nya seperti ini lagi.

Zahra pun menyuapi ibu nya setelah itu bu Laras pun kembali tidur karna efek obat.

"Ra kamu belum pulang?" tanya Papa Alan yang baru saja datang seperti nya Pak Alan baru saja pulang dari kantor karna masih memakai baju dinas.

"Iya Pah, aku kaya nya nginepdo sini deh nungguin ibu," ucap Zahra namun Papa Alan melarang nya.

"Gak usah nak kamu juga masih butuh istirahat, kamu pulang aja biar Papa yang jagain ibu kamu," ucap Papa Alan merasa kasihan dengan anak sambung nya itu.

Zahra pun pamit pulang karna Papa Alan memaksa nya ternyata sudah jam 7 lewat, Ia segera naik taxi yang dia pesan secara online.

Sesampai nya di depan ruko Zahra nampak mengerutkan kening nya melihat motor Sky terparkir di sana.

"Ngapain sih kesini bikin mood gua tambah buruk," gumannya sambil memberikan uang pada supir taxi.

"Makasih pak." Pak supir pun mengangguk dan meninggalkan tempat itu.

Zahra berjalan pelan menuju rumah ternyata Sky sedang berbincang dengan Marsya dan juga Joe entah apa yang mereka bicarakan karna mereka nampak tertawa.

"Asalamualaikum," ucap Zahra lesu membuat mereka langsung menatap Zahra.

"Walaikumsalam," jawab mereka.

"Ra dari mana aja sih lu kok baru pulang? gua cemas banget karna ponsel lu gak aktip," ucap Marsya cemas.

"Biasa lah," jawab Zahra membari isyarat pada Marsya dengan jari nya kalo Ia dari rumasakit.

"Ya udah Kakak tinggal bentar ya mau beli dulu makanan sama kak Joe," ucap Marsya membiarkan Zahra berdua dengan Sky. Ia tidak ingin mengganggu mereka.

"Kak Sky udah lama, maaf ya gua tadi gak kasih tahu kakak kalo pulang duluan ponsel nya tiba tiba mati," ucap Zahra dan diangguki oleh pemuda itu.

"Sebenarnya lu dari mana sih kok sampe malam gini?" tanya Sky sedikit kesal karna sedari tadi cemas menghawatirkan Zahra yang tiba tiba pergi tanpa kabar.

"Gua dari rumasakit," ucap Zahra jujur.

"Apa lu sakit? sakit apa kenapa gak cerita sama gua," ucap Sky Ia benar benar sangat cemas takut Zahra kenapa napa.

"Enggak kok bukan gua tapi ibu, ibu masuk rumasakit lagi," jawab nya.

1
Pembaca
gini nih klo hp ipone
Pembaca
psti pke telkomsel
Pembaca
lah ktnya udh keguguran tdi
Pembaca
sesmple itu nikah ngk ada wali lagi
Pembaca
persaan si Alan ini baik2 aja pas laras mau di operasi tba2nya jdi kdrt
Pembaca
sky ngk punya otk
Pembaca
😹
Pembaca
nih org kaya bnget dah
Pembaca
lucu bnget dah😹😹
Pembaca
agak bingung bacanya soalnya tnda bcnya kgk ada
Pembaca
msih agak typo dikit sih tpi okelah
Dwi Rara
aamiin makasih kka 🙏
Eka Purnamasari
sukses karya nya thoor, jaya selalu
༄༅⃟𝐐Raylii✨
jangan² itu neneknya Tio
Eka Purnamasari
seru ceritanya..... kisah cinta temen2 nya zahra diceritain satu2.... ditunggu cerita selanjutnya thoor.... caiiiiyoooooo......
Eka Purnamasari
ayo thoor.... semangat 45.....penasaran cerita selanjutnya
༄༅⃟𝐐Raylii✨
aku suka ceritanya Thor💞
Dwi Rara
Maklum masih amatir jadi banyak typo /Pray/
Muanisah Jariyah
caption kaleee
Qaisaa Nazarudin
Ibu kalian itu cuman SODARA angkat ok,Bukan SODARA kandung,..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!