NovelToon NovelToon
Holding The Heart

Holding The Heart

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:319k
Nilai: 5
Nama Author: dewi wahyuningsih

Aku kira aku adalah istri yang paling di cintainya, aku pikir setelah janji pernikahan di ucapkan aku akan diperlakukan seperti ratu seperti sebelumnya, aku kira aku akan bahagia selamanya dengan anak-anak kami nantinya, tapi yang tidak aku sangka adalah, aku bahkan di anggap jauh lebih buruk dari pada sampah busuk.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi wahyuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 : Merasa Menang

" Kau pikir kau bisa menang melawanku dengan otak bodohmu? " Elle tersenyum miring, tatapannya tajam dengan maksud menghina persis seperti Elle biasanya.

Kalimat itu benar-benar membuat Vivian yang terkejut berubah menjadi sangat marah luar biasa. Kali ini Elle benar-benar menunjukan siapa di yang sebenarnya tanpa menutupi seperti sebelumnya. Sungguh Vivian benar-benar tidak percaya kalau ternyata sedari tadi Elle hanyalah akting saja meski sempat menuduh Elle begitu.

" Dasar brengsek! Jadi benar dugaan ku kalau kau hanya berakting saja? "

Elle tersenyum miring, lalu setelah itu dia memilih untuk meninggalkan Vivian di sana dan melihat apa yang akan terjadi beberapa saat lagi.

" Wanita sialan! Aku benar-benar tidak akan melepaskanmu, aku akan terus mencari cara untuk membalas ini. " Gumam kesal Vivian memandangi punggung Elle yang smekin menjauh darinya.

Beberapa saat kemudian, Vivian sampai ke ruang tamu di mana Elle juga sudah sampai di sana dan tengah melihat keramaian di sana.

" Dasar tidak tahu malu! Berani sekali pelayan rendahan sepertimu masuk ke kamar kami dan mencuri perhiasan! Katakan, sejak kapan kau sering mencuri seperti ini! " Ibu Diana Tenga menghakimi seorang pelayan bahkan memukul juga kepalanya beberapa kali karena perasaan kesal yang ia rasakan mudah sekali membuatnya hilang akal.

Pelayan itu mengaduh, bahkan menangis tersedu-sedu karena perasaan malu menjadi tontonan seisi rumah, dia juga malu karena di tuduh sebagai pencuri. Padahal dia sudah lumayan lama bekerja di sana, sudah hampir empat tahun dan sama sekali dia tidak memilki niatan untuk mencari apapun dari rumah itu. Dia hanya mengikuti perintah Vivian saja, wanita yang dia layani beberapa waktu belakangan ini.

" Maaf Nyonya besar, saya hanya melakukan apa yang di inginkan majikan yang saya layani saja, kalau anda tidak percaya, anda. oleh bertanya secara langsung, iya kan, Nyong Vivian? "

Vivian tersentak, segera pelayan itu menatap Vivian dengan tatapan memohon, yah maksudnya sih dia meminta pertolongan kepada Vivian untuk membantunya dan tidak di pecat, bagaimanapun juga dia betah bekerja di sana, dan gaji di kediaman Jarvis memang memiliki upah yang tinggi di banding di kediaman lain.

" Dasar tidak waras, mana mungkin aku memintamu melakukan hal kotor seperti itu?! " Vivian tentu saja ogah mengakui apa yang memang benar terjadi itu. Selian bisa membuat Jarvis merasa kesal padanya, dia juga tidak akan di untungkan apapun karena pelayan bodoh tidak berguna itu.

" Kau sudah dengarkan? Sekarang kau kemas semua barangmu, dan jangan pernah menunjukan batang hidungmu pada kami! " Kesal Ibu Diana sembari mendorong pelayan itu hingga jatuh dengan posisi duduk di lantai.

Wah, sungguh luar biasa!

Seperti itu yang dikatakan Elle di dalam hati. Elle tentu saja menyadari jika tatapan Ibu Diana tadi sempat menangkap kebohongan Vivian, tapi karena tahu benar tujuannya adalah Elle, dia memilih untuk mempercayai ucapan Vivian. Demi melindungi citra dirinya dan juga Vivian Ibu Diana memilih untuk membuang seorang pelayan yang tidak penting sama sekali untuknya.

Pelayan itu sudah kembali mencoba untuk menjelaskan, tapi Ibu Diana ogah menerima penjelasan itu dan pergi meninggalkan ruang tamu begitu saja. Wendy sebenarnya masih terus mengeryit bingung, bagaimanapun dia cukup tahu kalau pelayan di rumahnya tidaklah seberani itu sampai harus membawa nama majikanya saat melakukan kesalahan. Wendy masih kurang memahami situasinya, tapi karena kalung terbarunya sudah di temukan, dia tidak lagi ingin membahas itu dan memilih pergi menyusul Ibunya untuk masuk ke dalam kamar.

Vivian tersenyum puas, Seolah sengaja ingin menunjukkan kepada Elle bahwa apapun yang dia inginkan dari rumah itu tentulah akan dengan mudah dia dapatkan. Kepercayaan mertua, adik ipar yang berada di jalur sama, Jarvis yang tampan luar biasa serta kaya, buka kan itu sudah cukup bukti dan sudah cukup menjelaskan bahwa dia adalah seorang menantu yang paling pantas untuk Jarvis.

Elle tentu saja tahu benar kalau tidak mudah mempermainkan Vivian setelah semua orang begitu bekerja sama untuk menjatuhkannya, menyiksa dan menyakitinya. Tapi jangan senang dulu, karena Elle juga sudah menyiapkan rencana baru untuk memberikan sentilan lumayan sakit untuk Vivian.

" Sayang sekali ya Elle, sampah sepertimu memang tidak akan mendapatkan tempat yang layak di hati kami. " Ucap Vivian lalu berjalan pergi meninggalkan Elle di sana dengan bangga.

Setelah memastikan Vivian benar-benar pergi, Elle melangkahkan kakinya menyusul pelayan yang baru saja di pecat itu.

" CK CK CK........Sudah banyak berkorban tapi tetap saja kau menjadi korbannya. " Ujar Elle setelah membuka pintu kamar pelayan di mana pelayan tadi berada. Dia tengah menangis pilu karena bagaimanapun usianya sudah tidak muda lagi, dan mendapatkan pekerjaan seperti pekerjaan dengan gaji sama seperti sekarang adalah hal yang amat sulit. Dia adalah seorang janda dengan satu anak yang berkebutuhan khusus. Untuk membayar sekolah luar biasa, di tambah perawatan tiap bulan, vitamin dan juga makanan sehat serta menanggung kedua orang tuanya tentu saja berat untuknya.

" Anda ingin menertawakan kebodohan saya sampai kapan? Silahkan saja kalau anda ingin marah dan membenci saya, menerima kebencian adalah tugas saya sebagai pelayan rendahan jadi saya tidak bisa menolak. " Ucapnya dengan nada bicara dan wajah yang begitu pilu membuat Elle bisa merasakan betapa pentingnya pekerjaan di rumah Jarvis ini untuknya.

Elle membuang nafasnya, lalu berjalan mendekati pelayan itu ingin duduk di sampingnya, dan yang paling penting Elle sudah memastikan tidak ada orang yang melihat dia datang ke sana dan juga sudah menutup pintu kamar pelayan itu sebelum dia memtuskan untuk berbicara dengannya.

" Pekerjaan ini sangat penting untukmu ya? Dari caramu memohon tadi aku bisa merasakannya. "

Pelayan itu tertunduk Kelu.

" Selama ini aku perhatikan kau salah saja berada di dekat Vivian, melakukan banyak hal untuknya tanpa memperdulikan resikonya. Apakah hal seperti ini pernah terlintas di benakmu akan terjadi padamu? "

" Tidak, saya hanya ingat anak tunggal saya yang memiliki kebutuhan khusus membutuhkan biaya yang besar. Saya tahu kadang saya melakukan banyak dosa, saya juga takut tapi saya tidak punya pilihan lain karena terdorong dengan kebutuhan. "

" Oke, tidak perlu panjang lebar menceritakan sebab kau melakukan semua perintah Vivian. Hanya saja apakah kau akan keluar begitu saja setelah dia menggunakan mu dengan puas lalu membuang begitu saja? Kau memang hanya seoang pelayan, tapi apa bedanya kalian berdua saat tidak ada Jarvis di dekat Vivian? "

Pelayan itu mengeratkan tangannya, benar, seharusnya dia tidak boleh di buang begitu saja setelah semua pengorbanannya yang begitu menyiksa dirinya.

" Harus bagaimana? " Tanya kekayaan itu.

" Apanya? " Tanya Elle pura-pura tidak paham dengan pertanyaan pelayan itu.

" Cara membalas dendam kepada Nyonya Vivian. "

Elle tersenyum miring, lalu dia mendekatkan dirinya untuk berbisik di telinga pelayan itu.

Bersambung.

1
Shyfa Andira Rahmi
👍👍👍
Shyfa Andira Rahmi
hehhh...mksudnya🤔🤔
Shyfa Andira Rahmi
👏👏👏
Shyfa Andira Rahmi
👍👍👍
Shyfa Andira Rahmi
good Eliza👏👏👏
Shyfa Andira Rahmi
kapokmu😡😡
Shyfa Andira Rahmi
ini tohh alasannya....orang kaya n pinter ktanya, tpi ko malah BODOH
Ngga ada detektif2an gtu, buat nyari kejadian sesungguhnya🤔🤔
Shyfa Andira Rahmi
ngga sudi disentuh sama laki2 bekas perempuan lain 🤮🤮🤮
Shyfa Andira Rahmi
👏👏👏
Shyfa Andira Rahmi
kenapa??
Shyfa Andira Rahmi
pertanyaan yg sama dgn ku 😅😅
Shyfa Andira Rahmi
nahh itu yg jdi pertanyaan...sampe di bab ini masih blom tau apa masalahnya😁😁
❄️ sin rui ❄️
bagusss, aku suka wanita pintar hahahahha
Novi Tadwi
bagus
melting_harmony
Luar biasa
Annie Soe..
Satu lagi karya halu otor yg aku suka,
tengkyu & teris berkarya semangaatt..
Elisabeth Ratna Susanti
mantap jiwa 😍
Erlina
bagus
sandi Gelau
Vivian tk tahu diri..dh diberi kesenangan..tp tk puas melihat kesenangan org lain..
sandi Gelau
jarvis bukan nya jahat..dia cuma terbawa dgn bls dendam yg blm tntu btul..Jarvis mmg mencintai ell sjk pertemuan pertama..tp dia terjebak dgn bls dendam..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!