NovelToon NovelToon
Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Akademi Sihir / Evolusi dan Mutasi / Barat / Tamat
Popularitas:136k
Nilai: 5
Nama Author: Stanalise

Hallo, Aku Rey Arlert! Berbekal kemampuan sihir tiga pedang semesta dalam tubuhku. Aku bersama dengan empat orang rekanku yang lain menyusuri daerah terkontaminasi. Area iblis bernama Silver Alaska.

Bersama Debora kekasihku, pemilik Surai putih sama sepertiku. Kami berlima masuk demi menyelamatkan nyawa umat manusia di ambang kepunahan.

Menghentikan para iblis untuk berhenti memangsa manusia juga mengembalikan kebebasan dunia atas penjajahan keji para iblis.

Pemantik paling besar dari semua ini. Adalah adikku yang saat ini dipengaruhi sihir kutukan. Dia ditangkap lalu dipengaruhi oleh raja iblis untuk melawan kami.

Syena, aku berjanji akan membawamu pulang!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stanalise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sosok Pengarung Langit #3

...Ketakutan adalah pengetahuan yang tidak lengkap...

...Ketakutan tidak ada di mana pun kecuali dalam pikiran...

...Dia yang telah mengatasi ketakutannya akan benar-benar bebas...

______________

Wushhhhhhhhhhh

Suara beberapa iblis muncul dari balik tubuh Barsh. Mereka mengaum satu persatu saling bersautan.

Rey memperhatikan Debora yang masih berkutat dengan pedangnya, tak ada lontaran ide yang ia berikan pada mereka.

Gadis tipe pemikir, kapten mereka ini justru bungkam seakan tak ingin menyampaikan apapun.

Hanya tiga orang di sini yang berpemikiran dangkal, Mikhail mampu merakit ide dengan sempurna jika saja keahliannya sama dengan Debora, minusnya adalah Mikhail bukan tipe pembaca gerakan. Jika saja itu ada dalam dirinya mungkin profesi Debora dapat ia gantikan.

Krashhhhhhhhh

Adu pedang itu kembali terjadi antara Rey dan Barsh, seluruh rekannya kini juga sedang sibuk menghadapi puluhan Iblis yang datang mengancam nyawa mereka menangkis tiap serangan yang datang demi menjaga nyawa mereka tetap aman.

"Debora pikirkan sesuatu!" tegas Justice memerintahnya yang bungkam.

Sringggggggg

Di tengah perseteruan itu Justice berteriak seraya masih melindungi dirinya.

"Kita bisa mati jika seperti ini caranya bahkan menggunakan mantra pun kita tidak akan sempat merapalnya. Ini terlalu banyak!" ujar Mikhail kali ini mendesaknya.

Kali ini Mikhail juga ikut memprovokasi Debora. Saat ini entahlah apa yang terjadi pada gadis itu?

Ia lebih memilih bungkam, bahkan bertarung di antara tengah mereka seakan meminta perlindungan, masa lalu itu sampai detik ini masih membawanya menjadi manusia pengecut.

Riley yang paham akan apa yang dirasakan Debora, sedaritadi Riley mencoba melindungi rekannya itu. Sepertinya gadis itu memang belum siap untuk mati atau terlalu takut untuk mati.

Bruakkkkkkkkk

Barsh terhempas cukup jauh kebelakang setelah menerima serangan cukup kuat dari Rey.

Di sana Rey mulai mendekatinya lagi, namun apa ini? ketika pedangnya hampir menebas leher Barsh guguk besar itu dengan licik berganti arah, melesat tepat kearah Debora juga Riley.

Jarak mereka cukup jauh namun pergerakan Barsh menyamai gerakannya, Rey membulatkan mata ketika runcing pedang itu terhunus mengarah tepat ke arah Debora.

"Guguk sialan!" umpat Rey dalam hatinya.

Brshhhhhhhhhhh

Rey bersyukur tatkala melihat Justice begitu tanggap menghadapi itu dengan aliran sihirnya.

Pedang itu seakan diberi sekat satu sekat untuk melindungi Debora dari kemungkinan celaka.

"Debora seluruh nyawa kami tergantung pada otakmu! Kau itu ahli perancang strategi, tipe pemikir, ahli pembaca gerakan adalah dirimu. Tapi mengapa saat genting seperti ini bahkan kau tak berguna, lebih tak berguna dibandingkan aku dan Rey!" ujar Justice mengutarakan kata-kata jahat padanya.

Clesssssssss

Umpatan demi umpatan Justice lontarkan untuk Debora, sungguh ini menjengkelkan. Jika otak dari tim mereka pasif maka segala pekerjaan yang mereka tempuh tak akan berjalan atau mendapatkan hasil yang baik.

"Aku...ak...aku terlalu takut mati!" jawab Debora lirih sembari menundukkan kepalanya.

Lirihnya kalimat memuakkan itu menyulut amarah Justice seketika. Apa ini sebabnya? Manusia ini memilih berada di tengah mereka seakan mencari perlindungan. Sialan, sungguh rasanya telapak tangan milik Justice ingin mencabik-cabiknya.

"Tak ada yang mampu diperdebatkan dalam pertempuran! Saat ini menjalankan misi juga melindungi rekan kita adah yang utama! Dia yang bertahan selama serangan ini adalah pemenang!" tutur Riley kali ini.

Kali ini Riley berucap, Riley berada tepat di belakang Justice mereka saling memunggungi satu sama lain saling melempar serangan pada Iblis-iblis di sana yang mendekat.

Rey masih sibuk beradu mekanik dengan Barsh sungguh mana milik Barsh tak ada habisnya menurutnya.

Entah apakah para Iblis juga menggunakan mana atau tidak? Namun tenaganya sama sekali tak terkuras sungguh.

"Kau bisa membantuku?" tanya Rey.

Kali ini Rey mencoba bertelepati dengan Baron dalam tubuhnya, karena Rey belum sepenuhnya menguasai teknik pedang miliknya.

 ia meminta alternatif jalan pintas pada Baron untuk segera mengakhiri ini membantu ke empat rekannya itu kabur dari situasi kematian ini.

"Aku sudah membantumu! Aku berada dalam tanganmu saat ini." jawab Baron kepadanya.

Rey berdecak kesal mendengar itu apa makhluk ini tak tau posisinya saat ini. Sungguh jika dia manusia Rey pasti akan mengajaknya bertarung akibat tak paham situasinya.

"Ayolah mengertilah kumohon! Aku harus menjadi kuat!" pinta Rey padanya. Ambisi besar itu turut Baron rasakan.

"Jika kau menggunakanku dengan kapasitas mamamu yang masih rendah, namun kau menginginkan kekuatanku yang lain, Rey kau bisa mati! Kau bisa ikut tertelan kekuatan itu layaknya apa yang terjadi pada Bembi dan Lunox!" tutur Baron kepadanya.

Rey berpikir sejenak mendengar itu, sekejap matanya kembali dibuat terkejut ketika aksi dari Barsh itu terulang lagi.

Jlebbbbbbbbbb

Pedang milik Barsh berhasil masuk menembus kulit Riley saat itu. Seakan dialiri kekuatan lain Rey seketika berubah sepenuhnya.

Aliran listrik yang mengaliri tubuhnya semakin kuat, kilatan petir dari angkasa kian menyambar-nyambar ke arahnya berlomba-lomba memenuhi tubuh Rey. Cahaya dari dalam pedangnya itu kian membesar.

Drttttttttttttt

Drttttttttttttt

Riley tumbang dengan Debora berada di belakangnya menangkap tubuhnya sigap agar tak terbentur di atas tanah.

Clashhhhhhhhh

Tebasan pedang cahaya bersamaan dengan petir itu terhempas. Membentuk satu serangan melintang yang hampir mengenai Barsh.

Namun dengan cepat Barsh menghindari hal itu, fatalnya serangan itu meleburkan seketika 400 pasukan Iblis.

"Uhukkkkk..."

Syena terbatuk, darah segar itu mengalir dari lubang hidungnya begitupun dengan batuknya yang diiringi darah. Rasanya mana miliknya hampir habis, ia akan mati jika memaksakan dirinya.

"Rey!" pekik Justice.

Justice terkejut melihat Rey yang sudah berada di hadapan mereka. Mikhail berlari menghampiri rekannya saat ini.

Tak perlu melakukan perlawanan sia-sia, petir langit milik Rey berlomba-lomba menghampiri Iblis-iblis yang mendekat ke arah mereka.

Sapaan dari Justice sama sekali tak digubris oleh Rey, tubuh itu berdiri tegap menghadap ke arah Barsh seakan siap menerima apapun jika makhluk itu menyerang lagi.

Mikhail tergesa-gesa mengeluarkan sesuatu dari saku jubahnya, itu adalah sebotol ramuan yang selalu ia bawa ramuan untuk menghentikan pendarahan hebat yang di alami manusia sampai mereka menemukan bantuan.

"Pergilah kalian dari sini! Aku akan mengurus sisanya!" ujar suara dari dalam tubuh Rey. Itu adalah suara Baron.

Kalimat itu membuat seluruh rekannya membulatkan mata, kegilaan semacam apakah yang diucapkan Rey? Apa ia ingin bunuh diri?

"Tapi Rey kau jangan konyol!" tutur Justice padanya.

Drttttttttttttt

Drttttttttttttt

Sambaran petir diiringi kilatan cahaya yang kedua sekejap membinasakan seluruh Iblis yang tersisa di sana kecuali dengan Barsh yang mengarahkan pedangnya sebagai tameng.

Melihat itu Justice terhenyak, sontak ia segera menggendong Riley membawanya ke atas Khufra.

"Apa tak apa meninggalkan Rey sendiri di sini?"

Sembari mereka berjalan mendekati tugangannya, Mikhai bertanya. Debora yang mengekori mereka hanya menunduk ia menyesal, ia malu, rasanya bercampur menjadi satu.

"Kau lihat dari perkataannya, itu bukan Rey! Tapi sosok Baron dalam tubuhnya. Aku tidak begitu paham mengenai apa yang terjadi sekarang, intinya aku percaya Rey mampu menghalaunya. Kita lari ke istana sekarang, berikan Riley pertolongan lalu minta kaisar datang kemari membawa Rey bersamanya."

Jelas Justice, Mikhail mengangguk mendengar itu segera mereka menaikan tubuh Riley di atas Khufra lalu pergi dari sana.

"Harith, sudah kubilang bukan padamu! Lihat apa yang terjadi sekarang!!!"

Noella naik pitam rasanya menyaksikan apa yang terjadi di sana, Harith bangkit dari duduknya mengambil jubahnya lalu berlalu dari sana.

 Noella memandangi punggung yang pergi meninggalkannya itu ketika Noella akan mengejarnya, Harith sudah menghilang.

"Guguk besar bajingan!!!" umpat Rey.

Sekalipun Baron saat ini yang menguasai tubuhnya namun rasanya sifat juga segala kekesalan Rey masih bisa mempengaruhi Baron.

"Hahahaha... Hanya itu kemampuanmu, tunduklah kau wahai Baron hina!" ujar Barsh.

Kali ini tebasan pedang itu akan bertemu kembali beradu satu sama lain.

Krasssaassss

Gesekan pedang keduanya saling memercikan kekuatan, antara petir juga cahaya biru dari pedang Barsh.

"Ameera Amoerra Abyas!!!"

Mantra penghancur bersekala besar itu masuk kedalam pedang milik Rey.

Bruakkkkkkkkk

Booommmmm

Barsh terhempas ke belakang menyapu tanah sampai pada detik tubuhnya terbentur kerasnya tembok Alaska.

Di sana Rey membabi buta, gelap mata menyerang tanpa ampun pada Barsh. Serigala itu terus mengelak dan mengelak rasanya ia terpojok kali ini.

Begitupun di atas benteng Syena sudah kehabisan seluruh mananya, ia bersimpuh nafasnya tersengal-sengal.

Di tengah keputusasaan itu juga Rey yang semakin menggila. Sebuah telapak kaki datang berpijak tepat di samping Syena, ketika Syena mengarahkan netranya terlihat sosok itu adalah Tuan mereka. Sosok yang paling ingin Rey habisi. Sosok yang kehancurannya dinantikan dunia, Raja Iblis seratus juta jiwa.

"Tuan?" pekik Syena, namun wujud itu tak menjawab ia malah menghilang dari sana.

Clinggggggg

Brshhhhhhh

Raja Iblis seratus juta jiwa itu menangkis serangan Rey, Barsh terpental kembali terhempas menabrak tembok Alaska.

Di sana untuk pertama kalinya Rey dibuat merinding dengan aura hitam sosok ini. Hanya dengan satu tangkisan dari lengannya Rey terhempas kebelakang.

Bruakkkkkkkkk

Tubuh Rey menabrak sesuatu, sepasang tangan menangkap tubuhnya. Itu adalah Harith, akhirnya untuk pertama kalinya Rey bertemu juga menyaksikan sendiri rupa dari Raja Iblis seratus juta jiwa.

Tubuh berzirah hitam, mata hijau menyala, aura hitam menyelimuti terselubung memenuhi tubuhnya.

Harith dibuat terkejut ketik melihat apa yang ada di dalam tubuh sosok itu, tak mungkin, jika seperti ini keadaanya mereka pasti kalah.

Ketika Iblis itu menyerang mereka Harith menjadikan jubahnya sebagai tameng mengukung Rey di dalamnya membawanya pergi dari sana.

"Leviousa!" teriak Harith.

Mantra penghilang itu sekejap membawa mereka kabur dari sana, detik kemudian mereka sampai tepat di Istana Putih.

 Terdengar dari belakang langkah kaki Mikhail, Justice dan Debora mendekat ke arahnya. Rey yang akibat kekuatan yang ia pakai terlihat tak sadarkan diri di sana.

Justice membawa Riley di belakang tubuhnya menggendongnya ia berteriak mencari keberadaan Noella.

Mereka sempat melewati Rey, namun yang terpenting saat ini adalah Riley. Ketika keberadaan Noella diketahui, Noella dengan cepat membaringkan tubuh Riley di ranjangnya.

Di sana mereka bertiga disuruh menunggu di luar, bersamaan dengan tertutupnya pintu medis Harith datang membopong Rey.

"Apa dia tak apa?" tanya Justice.

Kali ini Justice lebih dulu menghampiri Rey mengecek apa yang terjadi padanya.

"Dia tak apa! Kau tenang saja!" ujar Harith.

"Sebenarnya apa yang terjadi padanya paman?" tanya Mikhail.

Kali ini Mikhail mengajukan pertanyaan mengenai apa yang terjadi pada Rey. Mengapa manusia ini mampu mengeluarkan kekuatan sehebat itu sementara mana milik mereka masih rendah.

Lalu apakah tidak beresiko apa-apa pada tubuhnya setelah menggunakan itu?

"Dia teramat menyayangi kalian, dia adalah manusia yang paling kuat. Dia sepertinya tak mampu kehilangan kalian yang sudah ia anggap sebagai keluarganya. Aku akan membawanya ke ruanganku." tutur Harith menjelaskan.

 Harith segera berlalu dari hadapan Riley dan rekannya. Mendengar ungkapan itu rasanya hati mereka menghangat, terutama pada Debora.

Rasanya ia seakan ditampar, kedua rekannya berani mati untuknya namun mengapa sebegitu pengecutnya dirinya tak mampu memberikan hal setimpal.

...Semakin besar pilihan seseorang...

...Maka semakin besar pula pengorbanan yang harus ia berikan...

___________

Ensiklopedia :

Merkurius adalah planet terkecil di Tata Surya sekaligus yang terdekat dari Matahari. Periode revolusi planet ini merupakan yang terpendek dari semua planet di Tata Surya, yakni 87,79 hari.

Suhu di permukaan Merkurius masih bisa mencapai 427 derajat Celcius pada siang hari, tetapi bisa turun hingga minus 290 derajat Fahrenheit (minus 179 derajat Celcius) pada malam hari.

1
fatliqa
benar terkadang aku juga melihat langit berwarna ungu.saat itu aku pikir mata ku yg gangguan
🏡s⃝ᴿ ѕ⍣⃝✰𝑰voᷠnͦeͮ𝐀⃝🥀࿐
Wkwkwkwk..langsung tersusun rencana yang biaa dilakukan dengan teman yang sefrekuensi,sama gilanya 🤣
🏡s⃝ᴿ ѕ⍣⃝✰𝑰voᷠnͦeͮ𝐀⃝🥀࿐
Miris dan sangat menyedihkan masa lalu Debora,pantas saja jika dia mengalami trauma yang berkepanjangan. Tapi untung saja Rey datang sebagai penolong semoga saja itu bisa membuka hati dan pikirannya.
🏡s⃝ᴿ ѕ⍣⃝✰𝑰voᷠnͦeͮ𝐀⃝🥀࿐
Buka hatimu Debora buka juga pikiranmu dan hilangkan rasa bersalahmu,mulailah hidup baru dan berjuanglah bersama rekan2mu.
Suii
sangat sulit apalagi itu kenangan manis 🥺
Suii
dan itu tidak mudah..butuh perjuangan untuk memaafkan
Suii
mntra nya kyk pernah denger tp di mana entah lupa
Suii
ini author nya hebat bisa gt ya membawa imajinasi seolah² kita ada di situ
Suii
narsis x kau Rey 😎😎
🟢💜⃞⃟𝓛 ѕнα
manusia hanya di takdirkan untuk berusaha.. selanjutnya bukan lagi hak kita yg punya penentu
🟢💜⃞⃟𝓛 ѕнα
adakala mendung menutup langit yg begitu cerah..itu dinamika kehidupan
🟢💜⃞⃟𝓛 ѕнα
syena berjuanglah melawan bresh dan iblis 100 juta jiwa.. Rey sedang berjuang juga
NUR 15💞
mngkn rey lg aplg in npa dah tmpt lain tp hangat kn milki kluarga bgni
NUR 15💞
shey dah mau punah it ap ga ilang dl utk mnymbuh kn skit adk kau it ad aj dah
Etrama Di Raizel
Hal yang hilang akan kembali tapi bisa juga tidak akan kembali. Dan dua sisi manusia benar, gelap dan terang
Etrama Di Raizel
Nah kan kau penasaran mereka alien atau buka ya 🤣🤣
Etrama Di Raizel
Hancur dan sedih pasti itu, adiknya di ambil gitu
✪⃟𝔄ʀ ησƒяιтα 🅾︎🅵︎🅵 ⍣⃝కꫝ🎸
rey belajarlah mengontrol emosi mu,jangan sampai nanti terjebak karena emosi mengalahkan akal sehat untuk berfikir melawan musuh
✪⃟𝔄ʀ ησƒяιтα 🅾︎🅵︎🅵 ⍣⃝కꫝ🎸
akankah regu elang putih mampu menyelesaikan misi drai haritth,alarmnya luar biasa membuat para penyihir jadi kalang kabut
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻
tak perlu sedarah Ki hrs puya ijab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!