Sequel : Burning Passion In Love!
Stefano, Casanova bastard yang sangat dingin. Prioritas utama adalah membalas dendam pada keluarga Weldon.
Dengan 2 saudaranya, Stefano berlayar menjadi seperti Ayahnya. Seorang Mafia kejam dan Pengusaha sukses.
Sebuah taktik keji mengharuskan di antara 3 pria kejam maju untuk menikah dengan Putri Mr Weldon. Alhasil Stefano yang maju untuk menikah dengan gadis baru lulus SMA.
Kisah rumit yaitu : cinta, dendam, benci, pembunuh dan gairah melebur menjadi kesatuan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose_Crystal 030199, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BPIL 2 - A Mystery!
Maaf banyak typo's bertebaran dan kesalahan dalam penulisan di bawah ini!
***///***///***///***
Stefano memutuskan untuk bangun setelah cahaya sang surya membelai wajah. Melalui ventilasi jendela sinar matahari dengan malu-malu membelainya. Mata tajam itu menatap ke samping tidak ada Queenaia. Di mana Istrinya yang mungil mengemaskan?
Saat mata hendak menutup mata Stefano mendengar suara sedikit aneh. Siapa yang muntah di pagi hari di saat sang surya baru bangun? Dia beranjak dari ranjang menuju kamar mandi. Saat di dalam bathroom Stefano melihat Queenaia muntah-muntah.
Melihat Queenaia muntah-muntah membuat Stefano panik. Dia langsung memijat tengkuk Istrinya disertai tepukan di punggung. Saat Istrinya sudah baikan ia larutkan utahan dengan air kran. Stefano bisa melihat Queenaia sangat pucat.
Queenaia menegang saat sadar ada Stefano di sini. Apa nanti Suaminya sadar kalau ia sedang mengandung? Semoga saja Suaminya tidak melakukan apa-apa? Semoga Suaminya tidak bertanya banyak hal.
Mungkin jika Stefano sedikit menggunakan pikiran Queenaia yakin akan sadar. Dia buru-buru berlalu, tetapi tubuhnya tertarik ke belakang. Ia tidak bisa bergerak leluasa karena sebuah pelukan erat. Jika begini Queenaia merasa mual ingin muntah lagi.
"Queen, apa kamu sakit? Ayo periksa ke Dokter untuk menanyakan kondisi kamu. Lihat wajahmu pucat," pungkas Stefano terdengar khawatir.
"Tidak perlu, aku hanya pusing biasa. Untuk mual aku meriang merindukan kasih sayang," sahut Queenaia ngasal.
"Kamu serius? Aku selalu menyayangimu. Tadi malam apa yang terjadi? Kenapa bisa aku ada di rumah, Weldon?"
Stefano pura-pura tidak ingat apa yang terjadi. Biarkan Queenaia merasa kasihan serta membenci Weldon perlahan. Dia begitu senang melihat Istrinya merasa gundah. Tinggal menunggu 1 bulan lebih 1 minggu maka Evceen datang. Setelah itu permainan akan dimulai Stefano. Setelah Evceen selesai maka targetnya ke inti yaitu membunuh Weldon tepat di depan Queenaia.
Queenaia terdiam mendengar pertanyaan Stefano. Apa Suaminya sedang mabuk berat sehingga lupa segalanya. Dia memilih diam tanpa menjawab pertanyaan Suaminya. Jika teringat tadi malam membuat Queenaia sesak.
Tangan kekar Stefano mengangkat dagu Queenaia. Dia kecup pipi gembul Istrinya penuh sayang. Saat mau mengecup bibir Istrinya, perutnya terasa mual. Buru-buru Stefano menjauhkan diri dan memuntahkan isi perutnya.
Sialan sekali saat mendapat timing tepat malah mual. Ingin rasanya Stefano terus mengumpat kasar. Jika begini ia sangat frustrasi akan perutnya terasa diaduk-aduk. Sekelebat ingatan saat Stefano memakan jantung korban juga merasa mual. Sebenarnya dia kenapa?
Queenaia memijat tengkuk Stefano seraya menepuk pelan bahunya. Dia terdiam seribu bahasa ketika Stefano menggerang marah. Apa ini efek dari calon Ayah? Apa perlu Queenaia memberitahu perihal kehamilannya?
"Bagaiman? Apa masih mual?"
"Tidak, aku ingin makan sup sedikit pedas. Bisa buatkan aku kopi tanpa gula?"
"Baik, sekarang bersih-bersih dulu aku akan segera kembali. Apa mau bertemu keluargaku?"
"Nanti saja."
Queenaia berlalu menuju pintu keluar. Dia tidak pernah menyangka takdir hidupnya begitu rumit. Sampai dapur ia melihat kedua orangtua serta Kenneth. Dia meracik bumbu untuk membuat sup pesanan Stefano.
Jofina meminta Queenaia untuk mengambilkan sayur-mayur di dekat situ. Dia bingung kenapa Putrinya meracik bumbu sop. Bahkan Putri bungsunya membuat kopi tanpa gula. Untuk siapa itu semua?
"Untuk siapa itu, Queen?" tanya Kenneth.
"Suamiku, ia tengah malam datang untuk menjemput. Maaf dia sedang kurang fit makanya memutuskan menemui kalian nanti," sahut Queenaia.
Rahang Kenneth mengeras mendengar jawaban Queenaia. Apa itu komisaris Demetrius berani sekali menginjak kaki ke rumahnya. Walau pria bernama Stefano sudah menjadi Adik ipar. Namun, bagi Kenneth begitu membenci pria arogan itu.
Jofina hanya diam tidak membalas perkataan Queenaia. Dia sebenarnya begitu marah pada pada pria itu. Pasalnya Queenaia harus kehilangan masa depan gara-gara permintaan komisaris Demetrius.
Adam keluar dari kamar dan melihat keluarganya terasa kaku. Sebenarnya apa yang terjadi pada mereka? Mereka terdiam ketika sebuah suara memecahkan keheningan keluarga Weldon. Adam menatap nyalang Stefano yang baru keluar seraya berjalan angkuh menuju Queenaia.
"Kopi, aku memutuskan turun untuk menyambut Ayah dan Ibu mertua serta Kakak ipar. Mana Drew? Apa model itu tidak ada di rumah?"
"Ini, maaf supnya belum matang. Duduklah dulu," ujar Queenaia sembari menyerahkan segelas kopi hitam tanpa gula.
Stefano pura-pura baik pada mereka. Saat melihat pisau dapur ingin rasanya tangan kekarnya meraih pisau untuk menghunus jantung mereka. Darahnya mendidih ketika teringat pembantaian keluarganya. Tanpa sadar tangannya meremas kuat gelas menyebabkan pecah. Kopi panas serta serpihan kaca menghunus tangan kanan Stefano.
Mereka langsung kaget melihat Stefano begitu kelam. Darah segar serta kopi itu bercampur menjadi satu. Melihat itu mereka bergetar ketakutan tidak percaya akan sikap Stefano. Bisa Weldon lihat menantu pertama mereka begitu tenang.
Queenaia meraih Suaminya agar membersihkan dari serpihan kaca. Dia meringis ngilu melihat luka di telapak tangan Stefano. Syukur serpihan itu. Langsung di bersihkan asisten rumah tangga. Tubuhnya bergetar jika teringat cerita Stefano tadi malam.
Stefano menarik tangannya lalu beranjak meninggalkan dapur. Sungguh ia begitu berat berhadapan dengan Weldon. Dia ingin mengamuk tanpa menyisakan apapun. Stefano membutuhkan ketenagaan untuk menghadapi kegilaan. Dia sangat takut jika berada di sini detik itu juga tangan kekarnya merenggut segalanya.
****
Stefano membisu saat Queenaia membalut luka. Usai lukanya tertutup ia langsung merengkuh Queenaia erat. Dia menitikkan air mata karena tidak bisa mengendalikan diri. Ia pikir bisa sedikit bersahabat pada Weldon. Namun, semua hanya bualan semata di alam Stefano. Ia begitu marah tanpa kendali yang bagus.
Setiap melihat keluarga Weldon maka pikiran Stefano hanya satu membantai. Dia akan pulang ke rumah detik ini juga tanpa berlama-lama di rumah sialan. Sabar Stefano karena ini rintangan terberat.
Queenaia mengusap punggung kekar Stefano sembari merengkuh erat. Dia sadar keadaan Suaminya tidak baik-baik saja. Atau benar adanya kalau Weldon terlibat pembantaian keluarga Stefano? Rasanya tidak mungkin pasalnya keluarganya sangat baik.
"Oh iya, Papa ingin berbicara padamu. Temui Papa di ruang kerjanya."
"Hn."
Queenaia melepas pelukannya sebelum tubuhnya direngkuh erat. Dia tahu perasaan Stefano begitu kalut tidak ada yang mengontrol. Semoga saja Suaminya tidak tertekan berada di kediaman Weldon.
Stefano merasa janggal memikirkan Adam. Ada apa manusia tua itu memanggilnya? Jika mau aneh-aneh maka tamat riwayat Weldon segera. Dia memilih diam saat Queenaia menyuapinya. Kenapa bisa Istrinya masih sangat mencintai jika kesakitan terus di terima? Jika boleh jujur Stefano ingin berhenti menyakiti Queenaia.
"Nah, selesai menemui Ayah kita akan pulang. Aku tahu kamu tidak sanggup berada di kediaman Weldon lama."
"Hn."
Stefano berlalu menuju ruang kerja Adam setelah di beri tahu Queenaia. Dia buka pintu kerja Weldon tanpa sopan santun. Hal pertama kali yang Stefano lihat adalah bingkai foto besar yang menampilkan sosok Ayahnya dan Adam waktu muda.
Spontan Stefano mundur beberapa langkah menatap foto kedus orang familiar. Jantung terasa tertikam belati tumpul melihat Ayahnya tersenyum tipis bsrsama Weldon. Ada hubungan apa Ayah dan Weldon?
"Kamu kenal Tuan Zeferino? Dia Sahabatku yang telah tiada. Dari matamu kamu sangat kenal padanya. Ada hubungan apa dengan Tuan Zeferino?"
Pernyataan Adam membuat Stefano langsung menatap Adam tidak percaya. Sahabat? Manusia iblis ini sahabat Ayahnya? Sejak kapan Ayahnya bersahabat dengan Adam?
Adam menatap wajah Stefano untuk pertama kalinya secara seksama. Mata tuanya terbelalak tidak percaya menatap Stefano. Wajah tampan campur manis itu perpaduan sempurna Zeferino dan Yara. Atau jangan-jangan komisaris Demetrius ini anak Zeferino? Jika iya ia bersyukur telah menemukan anak sahabatnya.
"Aku kenal Tuan Zeferino karena mendiang adalah pebisnis handal di usia muda."
Stefano terus menatap foto Ayahnya dengan mata berkaca. Buru-buru dia mendongak menyembunyikan aliran kristal bening memalukan. Ia marah pada takdir telah mempermainlan hidup. Kenapa bisa keluarganya di bantai oleh sahabatnya sendiri? Kejam sekali Weldon telah tega menghancurkan segalanya.
Adam yakin ini bocah gembul yang pernah di gendong. Benarkah itu Stefano Eugene Raymundo Teixeita? Jika iya maka ia sangat bahagia bisa melihat keponakannya. Ekskresi itu serta sikap menantunya memang Zeferino sekali. Ya Tuhan akhirnya Adam berhasil menemukan Putra sang Sahabat.
"Kamu anak Zefer dan Yara?"
Pertanyaan sensitif itu membuat Stefano menegang. Apa karena tubuhnya kurang fit membuatnya begitu mudah terbaca? Tidak boleh ada yang tahu siapa dirinya? Jika Weldon sampai tahu ia Putra Zefreino maka tamat sudah riwayat balas dendam.
"Bukan, aku anak kandung Anastasiya dan Kaino. Paman Zefer adalah Pamanku, karena Bibi Yara adalah Kakak kandung Ibuku. Jelas sangat tahu dan sangat kenal pada mendiang Paman."
Stefano kembali ke poker face yang sulit di tebak. Dia tidak mau rencana ini berakhir di tengah jalan. Ia tersenyum saat Adam kaget mendengar jawabannya. Apa Adam kenal Kaino bawahan Ayahnya?
Adam teringat kembali pada Kaino bermata hazel. Ini anak mata jade mirip siapa? Soal Anastasiya ia kurang memperhatikan. Tetapi, wajah tampan dan manis itu perpaduan sempurna Zeferino dan Yara. Mana mungkin Adam salah mengenali?
Memori ketika Adam menggendong tubuh gempal Stefano terngiang dalam pikiran. Bocah gembul itu selalu lengket padanya. Bahkan Stefano dulu sangat manja padanya. Padahal Adam ingin memberi tahu rahasia besar tentang Zeferino, Yara dan gadis itu. Andai saja dihadapanya adalah Putra sahabatnya maka sebuah penderitaan berakhir.
Adam memiliki rahasia yang akan di ceritakan pada anak Zeferino dan Yara. Dia mencari anak sahabatnya sampai 20 tahun lebih tidak ditemukan. Tunggu dulu Anastasiya Adik dari Yara? Adam harus menemui mereka agar memberi tahu keberadaan Stefano.
Stefano izin keluar tanpa peduli tujuan kenapa datang. Pikirannya kalut sampai tanpa sadar berjalan ke kamar Queenaia. Dia meminta Istrinya lekas bebenah agar cepat pulang. Pikiran Stefano terus teringat Adam tentang sahabat. Dia yakin pasti ada misteri di balik ini. Apa bisa seorang sahabat menusuk dari belakang apa lagi membantai?
Jika Stefano salah sasaran bagaimana? Kalau bukan Adam pelaku pembunuhan itu lalu siapa? Pasti Adam tidak ada orang lain. Pria itu tua berteman dengan Ayahnya berniat meraup harta Teixeita. Karena kalah saing mereka membantai keluarganya.
Licik sekali Weldon yang pura-pura baik pada Ayahnya. Dia akan menghancurkan Adam lebih parah dari apa pun. Nyawa mereka harus di bayar setimpal akan ganjaran. Dia sangat membenci Weldon sampai ke tulang. Stefano akan pastikan Weldon hancur tanpa sisa.
Lain sisi Adam masih diam membisu memikirkan Stefano. Dia terus ingat keindahan keponakannya yang sangat manis. Ya Tuhan, bahkan Stef kecil bermanik tosca layaknya menantunya. Lalu tadi menantunya berkelit tanpa sadar. Adam harus menyelidiki kasus ini demi kebahagiaan serta keadilan.
"Tunggu bukan nama komisaris Demetrius adalah Stefano Eugene Demetrius. Sedangkan nama Stefano yang kucari Stefano Eugene Raymundo Teixeita. Ya Tuhan kenapa aku begitu bodoh baru tahu ini. Aku harus mencari tahu lebih lanjut dan semoga saja Stefano mampu memecahkan misteri kali ini."
Adam akan pergi ke Spanyol demi menuntaskan masalah. Jika benar Stefano bukan anak kandung Zeferino itu terasa mustahil. Ciri fisik begitu Zefer sekali apa lagi mata dan rambut serta nama lengkap sang .menantu. Adam ingat juga dulu Zeferino bilang bahwa Demetrius marga Ibu kandung sang sahabat. Adam yakin sekarang kau Stefano orang yang di cari.
*****
Maaf ya kalian harus menunggu lama tentang Rose.
Rose_Crystal_030199
sukses
semngt
mksh
keren