Kim Hana Ae-Ri, gadis yang mempunyai hobi balapan di malam hari, dan sangat jatuh cinta dengan drummer. Bekerja sebagai karyawan magang di Trans Big Farma.
Suatu malam, Kim Hana ketahuan balapan dan langsung di nikahkan malam itu juga dengan tujuan agar Kim Hana berhenti menjadi gadis barbar.
Siapa sangka jika Ryan Lee justru mengajukan diri sebagai suami Kim Hana.
Ryan Lee, atasan yang paling di benci Kim Hana karena tingkat kejahilannya yang diatas rata rata.
Penasaran dengan kisah rumah tangga mereka?
Bagaimana jadinya jika Ryan Lee tahu bahwa Kim Hana adalah wanita yang suka balapan dan drummer?
Dan bagaimana reaksi Kim Hana saat tahu bahwa kekasih Ryan Lee datang dan ingin kembali memperbaiki hubungan setelah sebelumnya Kim Sha Pie-then melarikan diri dari acara lamaran yang dibuat Ryan Lee??
Jangan lupa klik ❤️
Like dan komen nya di tunggu..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon idaa_nafishaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Destiny Of Love 25
Rasa rindu tak hanya dirasakan ketika kamu sudah lama tidak bertemu dengan orang terdekat karena suatu alasan, seperti jarak ataupun kesibukan..
Kerinduan terkadang bisa muncul terhadap kenangan di masa lalu. Meski masa lalu identik dengan hal-hal yang membuat galau, tapi tidak semua masa lalu seseorang terasa suram jika diingat. Ada pula masa lalu yang indah untuk dikenang.
Seperti yang dirasakan Kim Sha Pie-then, semakin dia mengenang kenangan di masa lalu semakin dia merindukan Ryan dan hasrat untuk kembali bersama semakin besar.
Selama satu minggu ini Kim Sha Pie-then masih mencari waktu dan momen yang tepat untuk menemui Ryan. Dia terus mengintai setiap kegiatan Ryan.
Dan karena memang Ryan dan Hana tidak pernah terlihat bersama membuat Kim Sha Pie-then semakin yakin bahwa Ryan masih tetap sendiri.
Kim Sha Pie-then beranggapan bahwa Ryan masih menunggu kedatangan dirinya.
Hingga mereka tidak sengaja bertemu saat Ryan mengantar duo mami yang letoy dan Hana ke tempat SPA.
" Ryan..."
" Kim Sha Pie-then?"
Kim Sha Pie-then terkejut karena dirinya bertemu dengan Ryan di tempat SPA, sama seperti dulu saat pertemuan pertamanya yang berujung pada kisah asmara.
Ryan juga terkejut melihat Kim Sha Pie-then, setelah sekian lama mereka kembali bertemu.
Dan entah siapa yang memulai, tapi kini keduanya tengah duduk di cafe yang berada di SPA tersebut.
" Apa kabar?" Tanya Kim Sha Pie-then.
" Aku baik, bagaimana kabar mu?"
" Seperti yang kamu lihat." Ucap Kim Sha Pie-then.
" Kau masih sering datang ke sini?"
" Ya, kadang-kadang aku ke sini untuk mengantar wanitaku." Pekik Ryan.
Kim Sha Pie-then menganggap bahwa wanita yang dimaksud oleh Ryan adalah sang ibu. Karena selama dia mengawasi Ryan, Kim Sha Pie-then tidak pernah melihat bahwa Ryan pergi bersama dengan wanita kecuali ibunya.
" Jadi kau sudah kembali?" Tanya Ryan sambil meminum minuman nya
"Sulit melupakan seseorang yang memberikanmu begitu banyak kenangan." Ucap Kim Sha Pie-then sambil tersenyum manis.
Dalam hati nya ada rasa yang menggebu-gebu ingin segera Ryan. Tapi Kim Sha Pie-then sadar bahwa Ryan mungkin masih menyimpan marah kepadanya karena sikapnya terlihat lebih dingin dari sebelumnya.
"Kenangan mengajarkan kita untuk belajar. Keraguan mengajarkan kita untuk berhati-hati." Ucap Ryan.
"Aku rindu pada masa kecil di mana semua begitu sederhana. Saat terjatuh, hanya kaki dan lutut yang terluka, bukan hati."
"Jangan terlalu memikirkan masa lalu, kini mereka hanya kenangan. Tatap masa depan karena di sanalah terdapat impian." Ucap Ryan seolah tahu ke mana arah pembicaraan yang akan Kim Sha Pie-then bahas, membuat Kim Sha Pie-then semakin yakin bahwa Ryan masih marah padanya.
"Kenangan tetap selamanya, mereka tidak pernah mati. Seperti Teman sejati, dimana teman tidak pernah mengucapkan selamat tinggal."
"Yang berlalu jangan hanya dijadikan kenangan, tapi juga jadi pelajaran. Hal yang mungkin bisa membuatmu belajar, yaitu kenangan, kesedihan hati, dan kegagalan." Ucap Ryan yang membuat Kim Sha tersentil.
" Apa kamu masih menyimpan dendam padaku? atau ada cinta yang masih menunggu untuk bersemi?"
" Cinta tidak hanya memberikan kenangan indah, tapi cinta juga memberikan luka yang akan selalu menjadi kenangan. Seperti kisah kita." Pekik Ryan.
"Kemarin adalah kenangan, esok adalah apa yang akan dicapai, hari ini adalah kenyataan yang harus dijalani dengan sebaik-baiknya. Aku kembali untuk mu Ryan Lee."
" Aku tahu masih ada Cinta kita di hatimu. Kenangan indah kita di masa lalu pasti masih melekat di dalam pikiranmu." Ucap Kim Sha Pie-then lagi.
"Masa lalu memang menyimpan banyak kenangan, namun itu bukan alasan untuk tak terus melangkah ke depan. The past is over!" Ucap Ryan.
" Maafkan aku karena aku pergi dan meninggalkan luka."
" Banyak yang datang lalu menghilang. Beberapa menjadi kenangan. Beberapa menjadi pelajaran. Namun, hanya satu yang akan menjadi akhir perjalanan. Dan aku sudah sampai pada titik awal perjalanan."
" Ingatlah dimana dulu kita tertawa, bercanda, bahkan menangis bersama dan sekarang semua itu sirna ditelan sang waktu dan itu salahku.." Pekik Kim Sha.
"Renungkanlah setiap detik penuh makna, setiap menit diiringi canda tawa, kini keadaan telah memisahkan kita. Semoga kita selalu terjaga selamanya agar tidak hanyut dalam dunia mimpi." Ucap Ryan sambil pergi meninggalkan Kim Sha.
"Beberapa orang masuk dalam kehidupan kita dan pergi dengan cepat. Beberapa tinggal untuk sementara waktu, meninggalkan jejak di hati kita. Dan aku tahu bahwa kamu masih menyimpan rasa kecewa dan marah. Aku juga tahu bahwa kamu ingin aku berjuang seperti kamu yang dulu berjuang untuk ku." Lirih Kim Sha Pie-then sambil memandang kepergian Ryan.
"Memang harus kuakui aku sangat merindukanmu. Dunia ini terasa begitu sepi tanpa adanya dirimu di dekatku. Dan aku sadar bahwa karir tidak lebih penting dari sebuah ikatan."
"Kita memang tak lagi sejalan, namun kenangan kita yang takkan mungkin bisa terlupa. Kenangan itulah yang membuat ku masih merindukanmu sampai saat ini. Aku berjanji aku akan memperjuangkan kisah cinta kita kembali agar bersemi dan mekar secara sempurna."
...----------------...
Di kantor...
Ryan terlihat melamun. Kali ini dia tidak lagi memikirkan tentang gosip yang masih hangat dibicarakan tentang dirinya dan juga Hana, tapi memikirkan tentang dirinya yang bisa bertemu dengan Kim Sha Pie-then.
" Bagaimana bisa Le-She Han tidak bisa mengetahui bahwa dia sudah kembali. Seharusnya Le-She Han bisa tahu bahwa wanita itu kembali sehingga aku bisa berjaga-jaga agar tidak bertemu dengannya." Pekik Ryan.
"Perpisahan memang terasa begitu menyakitkan ketika cerita belum usai tapi kita harus menutup bukunya." Ucap Hana yang saat itu tidak sengaja mendengar apa yang dikatakan oleh Ryan.
" Hana..."
"Mungkin sulit melupakan orang yang pernah tertawa bersama kita. Tapi yang lebih sulit melupakan orang yang pernah bersama kita, melukis kisah cinta dan indah lalu pergi begitu saja." Ucap Hana sambil berjalan dengan duduk di pangkuan Ryan.
" Maaf karena ternyata aku pernah bertemu dengannya tapi tidak memberitahunya. Kamu boleh membenciku untuk alasan itu." Ucap Ryan.
"Aku tak akan mampu membencimu, karena rasa sayang ini lebih besar dari apa pun." Ucap Hana.
"Kupikir aku masih mencintai nya, tetapi kemudian aku menyadari bahwa aku hanya menyukai kenangan tentang siapa dirinya dulu yang menjadikanku sosok pejuang dan akan melakukan segalanya untuk memperjuangkan apa yang aku miliki. Dia telah membuatku menyadari bahwa jika aku ingin milikku tetap berada di sisiku maka aku harus menggenggamnya erat-erat."
" Dan hal itulah yang akan aku lakukan kepadamu. Aku tidak akan pernah melepaskanmu apapun yang terjadi." Ucap Ryan.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...