NovelToon NovelToon
Hasrat si JODI (Jomblo Ditinggal Mati)

Hasrat si JODI (Jomblo Ditinggal Mati)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Misteri / Nikahmuda / One Night Stand / Crazy Rich/Konglomerat / Beda Usia / Tamat
Popularitas:912.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: iska w

Aku sumpahin kamu Jomblo seumur hidup, hahaha!" Gelak tawa gadis itu seolah terus saja menghantui malam-malamnya, bahkan sampai saat ini.

Terkadang ada hal yang lebih menyakitkan daripada perbuatan, yaitu Sebuah Perkataan.

Panji Abisatya adalah seorang dosen cerdas yang memiliki pesona ketampanan yang tiada duanya, namun sifatnya yang keras dan dingin seolah menjadi kutukan tersendiri bagi dirinya.

Karena sampai saat ini dia sama sekali belum mendapatkan jodoh walau sudah berbagai cara dia lakukan.

Usut punya cerita, dulu dia pernah disumpahin oleh mantan kekasihnya yang ternyata kini sudah meninggal dunia, hanya karena ucapannya yang menyakitkan hati gadis itu.

Akankah Panji terus percaya dengan mitos kutukan itu? atau dia rela melakukan hubungan seks dengan sesama jenis? atau bahkan dia lebih memilih menjadi Jomblo seumur hidupnya?

Happy Reading😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iska w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Takdir

...Happy Reading...

Seperti biasa, setelah hari pertunangan pun Gendhis masih sibuk dengan profesinya sebagai dokter, akhir-akhir ini entah mengapa banyak sekali pasien yang membutuhkan dirinya sebagai dokter spesialis.

Apalagi dirinya memang sangat jeli dan teliti dalam menangani pasien dan hampir semua pasien yang dia tangani bisa sembuh seperti sedia kala, itu mengapa diumurnya yang masih muda dia sudah menjadi dokter spesialis handal yang memang diharapkan bisa menggantikan ayahnya untuk memegang kendali rumah sakit itu, saat dirinya pensiun dari dunia kedokteran nantinya.

" Sayang... nanti kamu pulang jam berapa?" Disela-sela kesibukan Panji dan Gendhis masing-masing, mereka tetap mencoba untuk saling berkomunikasi, walau hanya sekedar tanya kabar, atau pulang jam berapa.

" Sepertinya aku pulang sore mas, tapi malam nanti salah satu rekan kami ada yang mengadakan jamuan pesta ulang tahun, apa mas mau ikut sekalian denganku?"

" Apa yang datang semua para dokter dan karyawan rumah sakit?" Panji sudah malas duluan saat masih membayangkannya saja.

" Iya mas, tapi kalau mas mau ikut nggak papa kok, mereka juga tahu kalau mas adalah tunangan aku kan?" Gendhis sebisa mungkin tidak ingin melihat calon suaminya itu terus menerus kesal karena jarang bertemu dengannya.

" Ckk... tapi aku malas datang ke keramaian seperti itu, diulang tahun adek kamu saja dulu aku terpaksa karena dibohongi Arga, apalagi dengan orang-orang asing yang sama sekali tidak aku kenal."

" Begitu ya, tapi jangan risau mas, besok aku cuti kok, kita bisa puas-puasin jalan seharian, gimana?" Dia memang sengaja meminta cuti besok, dengan catatan tidak ada hal yang mendesak, dan ayahnya pun mengijinkan.

" Tapi aku harus mengajar beberapa kelas besok, gimana dong?" Ucap Panji yang memang tidak persiapan, tahu gitu dia ambil cuti juga pikirnya.

" Nggak papa mas, besok aku temenin ke kampus deh, skalian mau lihat kelakuan si Ratu kalau di kampus seperti apa, skalian nostalgia juga, dulu kan itu juga kampus aku."

" Sip deh, nanti kalau capek kamu bisa menunggu diruanganku saja, okey?"

Akhirnya dia bisa rela tidak bertemu calon istrinya sepulang kerja nanti.

" Okey mas, kalau begitu aku tutup dulu ya ponselnya, sebentar lagi mau masuk ke ruang tindakan."

" Hmm... take care sayang."

" Miss you mamas gantengku." Gendhis mencoba gaya pacaran ala anak ABG.

" Kamu ini bisa aja." Seperti biasa,sang kulkas tujuh pintu tidak biasa mendengar ucapan-ucapan yang dia anggap receh seperti itu.

" Dih... mas ini, berarti nggak kangen dong denganku."

" Ya kangenlah, pake acara nanya segala lagi." Tapi ternyata hal sederhana seperti itu mampu membuat kedua sudut bibiirnya naik keatas.

" Bye.. bye.. sampai jumpa besok pagi ya mas."

Akhirnya panggilan telpon mereka berakhir, dengan senyuman yang terukir diwajah mereka masing-masing.

Hingga saatnya mentari mulai tenggelam, menandakan waktu malam hampir tiba, kali ini Gendhis sudah berpakaian rapi dengan gaun cantik miliknya.

" Uhuiii... ngedate ni ye?" Ledek Ratu saat dia melewati kakaknya yang bau wanginya sudah semerbak seperti kembang setaman.

" Dih... kepo luu!" Jawab Gendhis sambil tersenyum miring dan menenteng tas brandednya.

" Trus kenapa nggak dijemput, nggak romantis banget?" Ratu menatap heran saat kakaknya mengambil kunci mobilnya sendiri.

" Nggak usah sotoy deh, tugas kamu noh dikerjain, jangan bisanya cuma copy punya Melody saja kamu ini, heran kakak punya adek kok nggak ada malunya." Ledek Gendhis yang sudah tahu kebiasaan adeknya yang malas membuat tugas karena laporan dari Panji.

" Biarin, yang di copy aja santai-santai aja kok, kenapa jadi kakak yang ribet, huh!"

Ratu langsung mengibaskan rambut panjangnya dan meninggalkan kakaknya yang memang sering menghujat dirinya.

♡♡♡

Suara dentuman musik mengalun dengan rancaknya, karena rekan Gendhis ternyata mengadakan pesta ulang tahun besar-besaran di sebuah Ballroom di salah satu hotel berbintang di kota itu.

" Selamat malam dokter Gendhis yang paling cuantik sejagad raya!" Saat dia baru saja masuk keruangan itu, dia sudah disambut dengan seorang pria yang lumayan tampan, namun bergaya selengek-an.

" Cih... lebay kamu!" Umpat Gendhis.

" Kok lebay sih, dari sekian juta umat dimuka bumi ini, malam ini hanya kamu yang terlihat paling bersinar." Gombalannya pun mulai keluar satu persatu.

" Sudahlah Broto! aku bahkan geli mendengar ocehanmu itu!"

Gendhis langsung melengos dan tersenyum miring, karena Broto memang salah satu dokter yang paling terkenal suka main-main, apalagi menggoda gadis cantik, itu adalah hobinya.

" Dokter Gendhis, gimana kalau kita dansa bersama, setelah ini ada acara dangsa loh, aku kan paling jago dalam hal itu." Serangan pertama mulai dia lancarkan, sudah sejak lama Broto ini mengejar Gendhis, namun tidak pernah berhasil karena memang tidak pernah Gendhis gubris segala tentangnya.

" Hidih... ogah! sory ya aku sudah punya calon suami!"

" Mana? dia kan nggak datang? gimana kalau diantara kita ada cinta satu malam?"

" Hoerk... aku tidak tertarik denganmu Broto! sudahlah... pergi sana, aku malas ngobrol denganmu!"

Gendhis bahkan menggedikkan kedua bahunya melihat kelakuan Broto yang selalu saja merayunya.

Asiaaal... kamu berani menghinaku?

" Gendhis... kamu akan menyesal karena menolakku."

Yang namanya pria memang bisa menghalalkan segala cara ketika harga dirinya merasa terinjak dengan ucapan seorang perempuan, walau mungkin itu hanya bermaksud candaan saja.

" Tidak akan, kan sudah aku bilang, aku sudah punya calon suami, yang lebih segala-galanya darimu, jadi kamu mau merayu aku dengan model apapun, tidak akan mempan Broto, sudahlah.. aku mau pergi!"

Gendhis memilih mendorong bahu Broto yang berusaha ingin mendekati dirinya.

" Haish... lihat saja, aku akan membuatmu mengemis-ngemis cinta denganku, suatu saat nanti!"

Broto yang memang bandel sejak kecil, selalu saja mempunyai akal licik jika kemauannya tidak bisa dia dapatkan, sebenarnya dia cerdas, namun karena pergaulannya yang sering bebas, membuat dirinya berada di jalan yang berbelok.

" Hai... Sita, happy birtday ya, panjang umur sehat selalu."

Setelah menyapa teman-teman dokter lainnya, akhirnya dia mendekati si Empunya acara.

" Terima kasih Gendhis, doakan juga biar cepet dapat jodoh kayak cowok loe, sudah tampan, mapan, dosen lagi, idaman banget, punya kembaran nggak dia, atau adeknya bahkan kakaknya pun juga aku nggak masalah, lebih tua kan malah lebih mateng gitu, hehe.."

" Wah... sayang sekali, mas Panji anak tunggal."

" Yaaaa... kecewa deh!"

" Nggak papa, masih banyak dokter di rumah sakit kita yang kece badai kan? kamu tinggal tunjuk aja yang mana satu."

" Itu kalau kamu, kalau sama aku juga pasti mereka pikir-pikir juga."

" Kamu ini sukanya merendah terus deh, bikin pesta ulang tahun saja megahnya kayak pesta pernikahan kan?" Gendhis memang dekat dengan Sita, selain baik dia juga rendah hati orangnya.

" Hehe... tahun ini kan kita dapat bonus yang lumayan gede, jadi sesekali nggak papa ya kan menikmati hidup?"

" Betul banget, uang juga kan nggak dibawa mati ye kan?" Ucap Gendhis yang juga setuju akan hal itu, apalagi keseharian mereka disibukkan dengan peralatan medis, sesekali memang butuh penyegaran.

" Tul...! eh... mbak, minta minumannya dua, Gendhis... chears dulu dong kita!"

Saat ada pelayan lewat yang membawa minuman, Sita langsung mengambil dua gelas minuman disana untuk mereka.

" Asiap Bestie, hehe!" Dengan senang hati Gendhis menyambutnya.

Brugh!

Saat Gendhis sedang meminumnya, Broto sengaja lewat dan menyenggolnya.

" Uhuk.. uhuk...!"

Gendhis yang baru saja ingin menelan minumannya tiba-tiba menyemburkan kembali minuman itu karena terkejut.

" Haduuh... maaf Gendhis, aku nggak sengaja!"

" Aish Broto... uhuk.. uhuk, kamu memang lah, uhuk.. uhuk..!" Gendhis bahkan sampai memukul dadaanya karena langsung tersedak dengan minuman manis itu.

" Ya ampun, mbak bawa air mineral nggak?" Sita langsung memanggil pelayan yang belum jauh dari tempat mereka berdiri.

" Tidak nona, apa saya ambilkan dulu ke belakang?" Ucap Pelayan itu dengan ramah.

" Nggak usah, ini aku punya, minum Ndhis, maaf ya... aku benar-benar tidak sengaja." Ucap Broto yang pura-pura merasa bersalah karenanya.

Glek.. glek.. glek..

Tanpa berpikir panjang lagi, Gendhis langsung menenggak air mineral yang sudah dibukakan oleh Broto untuknya, daripada dia harus terus terbatuk karena tersedak minuman sirup yang dia minum bersama Sita tadi pikirnya.

" Gimana? masih mau minum lagi, biar aku mintakan ke Pantri?" Tanya Broto sok perhatian dengannya.

" It's okey, ini sudah cukup." Bahkan Gendhis kembali menghabiskan air mineral itu sampai tak tersisa.

Kena Kau!

Broto langsung tertawa jahat didalam hati, karena rencananya berjalan lancar dan mulus bak jalan Tol.

" Broto kamu ini ya, jalan nggak hati-hati, tuhkan baju Gendhis jadi basah dengan air sirup kan." Sita pun menyayangkan hal itu.

" Maaf, lampunya remang-remang sih, Gendhis kamu mau ke toilet nggak, ada diujung sebelah sana tuh."

" Mau aku temenin Ndhis?" Sita kasian juga saat melihatnya.

" Ngak usah deh.. nanti ada tamu yang datang kamu dicariin lagi, aku kesana sendiri saja!"

" Biar aku saja yang mengantarnya Sita!" Broto dengan sigap langsung menawarkan diri.

" Nggak usah, aku bisa sendiri." Jawab Gendhis yang langsung menolaknya dan memilih pergi ke kamar mandi sendirian.

Diam-diam, Broto mengikutinya dari arah belakang, pesta baru saja dimulai, jadi kamar mandi yang dikhususkan untuk tamu undangan masih sepi.

" Haduh... kenapa kepalaku jadi pusing begini?"

Gendhis memijit kepalanya sendiri, kepalanya terasa berputar-putar, matanya seperti berkunang-kunang dan tubuhnya pun sudah mulai sempoyongan.

" Gendhis? are you okey?"

Beberapa saat kemudian Broto sengaja melongokkan kepalanya kedalam kamar mandi wanita setelah memastikan tidak ada seseorangpun yang melihat dia disana.

" Bbbbb... Bro... too... Broto, to... tolong aaaku!"

Brugh!

" Gendhis sayang... malam ini kamu akan jadi milikku!"

Dengan senyum penuh kelicikan Broto menahan tubuh Gendhis dalam pelukannya dan mulai mengatur strategi yang sudah dia susun sedari tadi.

Hidup di dunia memang tak selamanya mudah dan menyenangkan. Bahkan kehidupan di dunia ini seringkali dinilai sangat kejam. Terbukti, selama hidup tak selamanya kita bertemu dengan orang baik.

Namun hambatan tidak harus menghentikanmu. Jika kamu menabrak tembok, jangan berbalik dan menyerah. Cari tahu cara memanjat, melewatinya, atau mengatasinya.

..."Tidak ada yang namanya pertanda. Takdir tidak mengirim kita pengabar. Dia terlalu bijak atau terlalu kejam untuk itu." ...

1
Arvie Ramadhanputra
pagi" dah bikin ambaya@rrr
Dede Dahlia
hidup jangan di buat susah & ribet ya thor say,di bikin hapy aja yg penting sehat masih bisa makan masih bisa jajan seblak 🤭😂😂
Dede Dahlia
terima kasih thor kamu telah menyuguhkan mereka²yg somplak itu sehat & sukses slalu buat kamu 😘
Dede Dahlia
pak dosen duda kalau cemburu aduhai alhasil pengennya langsung jebol gawang & gol 🤭🤣🤣
Dede Dahlia
si gendhis roman²nya lagi ngidam deh soalnya aneh permintaannya 🤔Melodi live streming adegan dewasa 🤭😂😂
Dede Dahlia
si ayah & Arga malah ngebahas burung 🤦‍♀️🤣🤣🤣
Dede Dahlia
heboh + ambyar judulnya 😁😁😁
Dede Dahlia
si Panjul paling demen bikin orang puyeng 🤦‍♀️ ayo Arga semangat jemput kebahagiaan kamu.
Dede Dahlia
Melodi ko kamu main pergi aja sih,padahal Arga bener²tulus mau menjalani pernikahan dengan kamu.
Dede Dahlia
pesona duda memang ga perlu di ragukan 🤔😁😁
Dede Dahlia
Arga,Melodi kalian berdua harus saling menguatkan satu sama lain bahagia slalu kalian.
Dede Dahlia
itu pasangan huru hara bener² ya 🤦‍♀️ pak duda ayulah gas keun udah sah ini 🤭🤣🤣🤣
Dede Dahlia
bukan sedih akumah malah ngakak 😁😁 ciee pak dosen duda dapet daun muda masih masih kinyis²+masih ori pula 🤭🤣🤣
Dede Dahlia
waduh pak dosen duda kena grebek warga🤭😁😁
Asngadah Baruharjo
luar biasa
Rustan Sarny Apul Sinaga
semangat berkarya thor
Rustan Sarny Apul Sinaga
kok gampang nyerah ya si Melody, blm juga nadanya mengalun dah gak mau dengar....hadeuhhhhh
Rustan Sarny Apul Sinaga
antepkeun we hujatan² yg gak bermutu itu thor, semangat terus....
Rustan Sarny Apul Sinaga
makin semlehot ceritamu thor....aku padamulah
Ran Aulia
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!