"Kenapa pulang selarut ini sayang? Apa ada pekerjaan yg sangat mendesak?"
"Tanya saja dirimu sendiri, kenapa sampai saat ini kamu belum hamil?"
Amanda merasakan sesak di dadanya ketika mendapat pertanyaan itu dari suaminya.
Kisah sepasang suami istri yang tidak dikaruniai seorang anak hingga akhirnya sang suami berselingkuh bersama sekretarisnya secara terang-terangan.
bagaimana kelanjutannya?
Jangan lupa klik Like dan Favorit yaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cacacaca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Proposal
Amanda membereskan beberapa barang miliknya setelah dua orang cleaning service membereskan apartemen yang akan ditinggalinya.
Setelah lelah membereskan beberapa barang, Amanda pergi untuk membersihkan diri di kamar mandi. Setelah selesai, Amanda menuju dapur dan disana sudah ada Kendra dengan beberapa makanan di atas meja.
"Aku tidak mempunyai stock makanan di kulkas, jadi aku memesan beberapa makanan. Semoga kamu suka" Kendra menyodorkan secangkir cappucino dingin.
"Terimakasih banyak Kak, aku benar-benar sangat berterimakasih. Aku tidak tahu apakah aku bisa membayar kebaikan Kakak atau tidak" Amanda duduk di salah satu kursi dan menundukkan kepalanya.
"Kamu bisa membayar semuanya dengan selalu tersenyum. Melihat kamu bahagia itu sudah cukup buat aku" Amanda menatap Kendra
"Terimakasih Kak, aku merasa seperti mempunyai seorang Kakak" Amanda tersenyum melihat Kendra. Anmun berbeda dengan Kendra, Kendra yang sedang meminum cappucino tiba-tiba tersendak.
"Hati-hati Kak" Amanda menepuk punggung Kendra.
"Sudah aku bilang, panggil aku Kendra" Kendra meninggalkan Amanda.
Amanda yang kebingungan mengikuti langkah Kendra. "Apa kamu tidak suka mempunyai adik sepertiku ? Padahal aku sangat menginginkan mempunyai seorang Kakak"
Kendra membalikkan badannya "Aku tidak ingin kamu menjadi adikku. Aku tidak akan mempunyai pacar sampai kapanpun jika kamu jadi adikku. Aku yakin kamu akan ikut campur dalam menseleksinya" Kendra mengacak rambut Amanda.
"Hahaha memang siapa yang mau menjadi pacarmu ?"
"Kita lihat saja nanti, mungkin kamu juga akan berubah pikiran"
Amanda yang tertawa tiba-tiba merasakan jantungnya berdegup dengan cepat. Amanda bingung kenapa jantungnya tiba-tiba begitu, dia belum pernah mengalami hal ini sebelumnya.
"Kak, kenapa jantungku berdegup sangat cepat yaa ? Apa aku mempunyai penyakit jantung ? Ah iya mungkin karena masalahku kemarin aku jadi mempunyai penyakit jantung. Tolong aku kak" Amanda memegang dadanya.
Kendra yang khawatir langsung mendudukkan Amanda, lalu tiba-tiba "Jantung ? Berdegup kencang ? Hahaha jadi kamu sama sekali belum pernah merasakan hal seperti itu ? Betapa beruntungnya aku"
"Beruntung ? Jadi kamu berharap aku mati muda ? Aaaarrggghh kenapa kamu jahat ? Kenapa kamu menolongku jika kamu menginginkan aku untuk mati ?" Amanda mulai menitikkan air matanya.
"Hahaha siapa bilang aku ingin kamu mati ? Sudah jangan banyak pikiran. Sekarang ayo kita makan dulu" Mereka akhirnya makan berdua dengan menu yang sudah dipesankan Kendra.
Selesai makan Kendra meninggalkan Amanda karena ada beberapa pekerjaan yang terbengkalai beberapa hari ini. "Nanti pulang kerja aku akan mampir kesini. Jadi istirahatlah"
Kendra meninggalkan Amanda di apartemennya.
Sesampainya di kantor, Kendra disambut oleh sekretarisnya untuk melaporkan beberapa kegiatan selama Kendra tidak masuk kantor. Kendra harus memeriksa beberapa berkas dan menjadwalkan kembali pertemuan-pertemuan yang dicancel karena kepergiannya.
Namun tiba-tiba Kendra melihat proposal kerjasama dari perusahaan dari perusahaan yang dipimpin oleh Reno Artapano. Ya itu adalah perusahaan yang kemarin ditemui Ziano di Bali. Sepertinya perusahaan itu sedang memilih partner yang cocok, mengingat perusahaan mereka yang berkembang di negara luar, dan mereka berniat untuk mengembangkan kembali di dalam negeri. Bisa dibilang bahwa perusahaan itu mempunyai jumlah harta yang sama banyak dengan perusahaan yang Ziano pimpin. Kendra segera menjadwalkan pertemuan dengan perusahaan tersebut.
"Segera hubungi perusahaan R untuk menjadwalkan pertemuan dengan perusahaan kita" Tiara sekretaris Kendra menganggukkan kepalanya "Baik Pak, ada yang bisa saya bantu lagi ?"
"Tidak, kamu kembali ke tempat kerjamu"
Uda kembaali aja manda
jadi wanita kuat dong sfh d sakiti.jangan jangan takut cere lagi.cengeng
jangan sekedar mergoki saat di luar ruangan ya pasti kurang seru