Kisah ini menceritakan mengenai gadis bernama Sofia gadis muda yang lahir di penjara karena mendekam di penjara karena fitnah dari seseorang.
Ibunya meninggal setelah melahirkan Sofia, hidup di dunia yang keras dan merasakan pahitnya penjara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zheyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pagi cerah tapi badai untuk Kila
Pagi ini Gerald dan Sofia keluar dari kamar tidur mereka, senyum yang benar-benar mengembang dapat terlihat di wajah pria itu. mereka menunjukkan senyumnya yang begitu tampan, dia terus memberikan kata-kata yang begitu sederhana namun begitu berkesan.
Tatapan mata Kila menatap Gerald dan Sofia yang keluar dari kamar yang berbeda, tentu saja Mereka keluar dari kamar berbeda karena Sofia harus mengambil pakaiannya.
"Pagi, sayang." panggil Kila kepada Gerald.
Sofia yang mendengar sapaan seperti itu tentu saja dia langsung menatap wajah Gerald, tatapan mata yang begitu menanyakan mengenai panggilan dari Kila.
"Sayang?" tanya Sofia yang membuat Gerald langsung kehilangan kata-kata.
"Apa salahku?" tanya Gerald kembali.
"Kau mau makan apa?" tanya Sofia sembari tersenyum begitu marah.
"Ayo kita berangkat." Gerald yang langsung membawa Sofia pergi.
"Kau mau kemana?" tanya Kila kepada Gerald.
Tak ada jawaban dari Gerald, pria itu langsung pergi dari rumah.
"Aaaa!!!" seru Kila.
** Perusahaan Gerald **
"Selamat pagi, tuan." seru para karyawan perusahaan.
"...," Tak ada jawaban dari Gerald. hanya senyum Sofia yang menyapa para karyawan.
"Lihat, tuan bersama wanita itu lagi." para karyawan dari perusahaan Gerald terus membicarakan Gerald yang sekarang pergi ke perusahaan dengan memegang tangan seorang wanita. tentu saja para karyawan perusahaan itu benar-benar dibuat terkejut sekaligus kaget dengan semua pemandangan hari ini.
Sekitar 10 menit kemudian Gerald masuk ke dalam kantornya, tiba-tiba saja ponselnya berdering dan pria itu mengangkat ponselnya.
"Ada apa?" tanya Sofia.
"Entahlah, orang-orang dari penjara menelpon." jawab Gerald. walaupun menjadi pengusaha Gerald masih memegang kepemimpinan di penjara tempat ayahnya dulu.
"Apakah ada masalah?" tanya Sofia.
"Apakah kalau mau ikut ke sana? Aku harus menyelesaikan sesuatu." tanya Gerald.
"Tentu, aku juga mau ke sana Aku mau pergi ke makam ibuku juga." jawab Sofia yang kemudian ikut bersama dengan ke hotel prodeo
Sabar beredar dengan begitu cepat, hubungan antara Sofia dan Gerald membuat pengusaha dan orang-orang yang berkuasa sangat kebingungan. apalagi para karyawan perusahaan Gerald adalah orang pertama yang begitu terkejut karena melihat Bos mereka membawa seorang wanita. dan wanita itu adalah bos besar dari perusahaan Queen Quina.
Di tempat lain juga Fredrik sudah mendengar mengenai kabar kedekatan antara Sofia dan Gerald, pria itu benar-benar tidak percaya kalau putrinya itu mempunyai 1000 langkah yang sangat cepat.
"Kalau sampai wanita itu mempunyai hubungan dengan pria keji itu maka aku dalam bahaya." ucap Fredrik yang terlihat begitu kacau.
*** Penjara **
Sekitar satu jam lebih akhirnya Gerald dan Sofia sudah sampai di penjara tempat Gerald Tua. langkah kaki Gerald memasuki jeruji besi yang begitu tinggi itu.
"Selamat siang, tuan." salam dari para sipir penjara.
"Selamat siang." jawab Gerald.
Tatapan mata Gerald dan Sofia menatap di sekitar tempat itu, tempat di mana Sofia dibesarkan.
"Apa yang terjad, kenapa begitu banyak kekacauan?" tanya Gerald yang membuat sipir penjara harus menceritakan mengenai kejadian yang ada di tempat itu. begitu banyak para penjahat yang ada di dalam penjara melakukan perlawanan.
"Kumpulkan para tahanan di ruang 244 dan 217. Aku ingin mereka menjelaskan semuanya!" perintah Gerald yang membuat para sipir penjara langsung bergegas. memang di luar ruangan itu para penjahat kejam dan kecil ditahan, para musuh-musuh dari Gerald dan ayahnya dahulu, para penjahat yang sangat kejam orang-orang yang tidak akan takut untuk melakukan sesuatu.
Sekitar 10 menit kemudian para penghuni penjara 244 dan 217 sudah berkumpul di lapangan, Gerald yang berada di sana nampak pria itu berjalan mendekati tempat itu. tatapan mata Sofia menatap orang-orang yang sudah berkumpul di lapangan, Sofia dapat melihat kalau orang-orang itu adalah orang-orang yang sangat berbahaya bahkan beberapa diantara mereka adalah target sasaran yang dulu sudah ditangkap oleh Sofia dan Gerald tua.
"Kelihatannya mereka adalah orang-orang yang sangat berbahaya." ucap Sofia yang berdiri di sebelah Gerald.
"Mereka adalah target dari ayahk ku yang dulu dan buruanku." jawab Gerald.
Sorot mata seorang pria nampak menatap wajah Sofia yang berdiri bersama dengan. Gerald,
"Berani sekali kalian menghancurkan tempat ini!!" seru Gerald.
"Kami akan menghancurkan dirimu!!" seru para penghuni penjara 244.
"Benarkah? kalau begitu aku pasti akan membunuh kalian terlebih dahulu." jawab Gerald.
Setelah mengatakan hal itu, Gerald langsung membuka jas kerjanya.
BRAKK...
BRAKK...
BUKKK...
Gerald langsung menghajar para penghuni penjara 244, tak ada maaf ataupun belas kasih, Gerald menunjukkan kepada mereka tidak akan bisa melakukan pemberontakan.
"Kalian kira aku tidak tahu mengenai apa saja yang kalian lakukan?" tanya Gerald yang kemudian mulai menunjukkan sesuatu kepada para tahanan.
"Dengan bukti ini, besok kalian akan di hukum mati." ucap Gerald.
Seorang pria nampak berdiri seolah dia ingin mengatakan kalau dia tidak akan takut dengan Gerald.
"Apakah kau sudah memikirkan baik-baik apa yang akan kau lakukan?" tanya Gerald.
Seorang pria hanya menunjukkan senyumnya, yang jelas dia sudah berpikir kalau dia akan mampu membuat Gerald kehilangan nyawa hari ini.
"Jangan pernah berpikir mengenai apapun, jika tidak kalian akan menyesal." ucap Gerald. begitu banyak bukti yang didapat oleh Gerald, Sofia yang melihat hal itu tentu saja pria itu benar-benar sangat tidak percaya kalau suaminya itu adalah orang yang begitu menakutkan. sekecil apapun dia mampu mengetahuinya kesalahan mereka.
"Bagaimana mungkin pria ini tahu mengenai apa yang aku lakukan di sini, pasti ada seseorang yang sudah berkhiana." ucap Sofia.
Langkah kaki Sofia mendekati pria itu, sesaat kemudian Sofia mulai mengingat kalau ada seorang pria yang sangat dia kenal, seorang pria yang sudah menjadi target buruannya namun dia menyerang balik hingga membuat Sofia terluka parah dan hampir kehilangan nyawa. langkah kaki Sofia mendekati pria itu, sebuah senyum ditunjukkan oleh Sofia ketika melihatnya.
"Sudah lama kita tidak bertemu." ucap Sofi.
si pria melihat Sofia, memang wajah Sofia agak berbeda Hal itu membuat pria tidak mengenal Sofia dengan sedikit baik.
"Siapa kau?" tanya Sofia.
"Tentu saja kau tidak akan mengenalku, kau tidak akan tahu siapa aku, namun aku sangat tahu dirimu" jawab Sofia.
Hari itu mungkin akan menjadi awal dari pemberontakan yang akan terjadi di penjara tempat Gerald. namun Gerald juga memastikan bahwa tidak akan ada orang yang bisa melawan apa yang telah dia buat
"Masukkan mereka ke ruang besi, kita akan lihat apa yang terjadi dua minggu yang akan datang!" seru Gerald.
"Kau tidak bisa melakukan hal itu kepada kami!!" seru para tahanan.
"Silahkan teruskan dengan rencana kalian, maka aku akan membuat kalian seperti ini." seru Gerald yang membuat sisa tahanan terdiam.
** BERSAMBUNG **
mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊