Seorang gadis yang sudah memiliki kekasih harus rela dijodohkan dengan sahabat kekasihnya.
Bagaimana ia bisa menjalani pernikahannya dengan seseorang yang pernah ada didalam hatinya, namun pergi meninggalkannya.
Dan disaat ia telah menjalin kasih dengan seseorang, laki-laki itu kembali datang kedalam hidupnya dengan status suami, hasil dari perjodohan yang dipaksakan oleh orangtua mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahputriona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Vano sudah pergi dari kediaman Alm. Mr. Azkia, kini tinggal Aileen dan Elvan yang berada di kamar mereka. Setelah menarik napas dan membuangnya dengan kasar untuk memberinya sedikit lagi tingkat kesabaran menghadapi istrinya ini, Elvan kemudian duduk disamping Aileen
“Kamu mau disini terus? Gak masalah kalau kamu gak peduli sama aku disini Ay, setidaknya kamu peduli sama diri kamu sendiri. Kamu gak bisa berlarut – larut kayak gini”. Ucap Elvan sesaat memejamkan matanya mengatur emosinya saat menghadapi istrinya
“Aku mau sendiri el”. Jawab Aileen
“Aku bakalan biarin kamu sendiri tapi kamu harus mandi dulu terus makan baru aku bisa pergi Ay”. Ucap Elvan dengan lembut
“Kalau kamu disini terus aku gak akan bisa mandi”. Jawab Aileen
“Oke aku tinggal dulu ya, aku ambilin kamu makan dibawah. Kamu mandi aja dulu”. Kata Elvan kemudian meninggalkan Aileen dikamarnya
***
“Ay kamu belum selesai mandinya? Ini aku bawain makanannya Ay”. Teriak Elvan yang dirasa Aileen tak kunjung keluar dari kamar mandi
Tok tok tok... “Ay...”. Ketuk pintu kamar mandi dan tak ada respon
“Ay buka pintunya atau aku dobrak sekarang”. Masih mencoba mengetuk pintu namun tetap tak ada jawaban dari dalam
“Ya Allah Ay kamu ngapain didalam jangan macam – macam Ay. Kamu menjauh dari pintu ya aku dobrak pintunya sekarang”.
Baru saja elvan ingin mendobrak tiba – tiba pintu itu sudah terbuka dan berujung elvan yang memeluk Aileen dan hampir saja jatuh di atas tubuh istrinya itu, untung saja dia masih kuat menahan tubuhnya dan istrinya agar tidak terjatuh bersama – sama
Sesaat Aileen merasakan pelukan oleh suaminya itu namun saat sadar ia segera mendorong Elvan darinya.
“el menjauh lah”. Dorong Aileen
“Maaf Ay aku tadi mau mendobrak pintunya aku pikir terjadi sesuatu sama kamu di dalam”. Ucap Elvan dengan nada yang terdengar khawatir
“Omong kosong. Jangan pernah menyentuhku lagi el aku tidak pernah menganggapmu suamiku!”. Tegas Aileen
“Aku tidak akan pernya menyentuhmu jika kau tidak mengizinkannya Ay. Makanlah aku sudah ambilkan makan untukmu”. Ucap Elvan kemudian pergi dari sana.
Aileen hanya melirik saat Elvan keluar dari kamarnya tanpa berniat untuk membalas perkataan suaminya itu. Rasanya ia begitu malas untuk makan namun melihat makanan itu ia jadi lapar juga
“Gue males banget makan tapi laper banget ya Allah, makan aja kali ya ?”. Gumam Aileen yang entah dia bertanya pada siapa
“Makan ajalah daripada gue laper sendiri”. Akhirnya ia menghabiskan makanannya bahkan saat makan ia sampai lupa kalau masih sedih.
Mungkin benar kata Elvan setelah mandi dan makan dirinya akan lebih segar dan tenang
Kali ini Elvan sedang duduk diatas balkon kamar yang berada tepat di sebelah kamar Aileen
“Suatu saat Ay pasti bisa nerima gue, gue tau dia sayang banget sama Vano tapi gue gak bisa ingkarin janji gue ke papa mertua gue. Gue akan coba sabar menghadapi sikap Aileen. Bantu aku ya Allah”. Ucap Elvan yang tengah berbaring diatas balkon sambil melihat bintang yang kelap – kelip diatas langit
Setelah menghabiskan makanannya, Aileen merasa begitu lelah membuatnya tertidur di sofa tempatnya tadi menghabiskan makanannya. Saat Elvan masuk ke kamar untuk memastikan Aileen telah memakan makanannya ia
sedikit tersenyum karena istrinya itu telah menghabiskan makanannya. Ia hanya perlu memindahkan istrinya itu ke tempat tidur yang seharusnya
***
Cahaya pagi yang masuk kedalam kamarnya membuat Aileen terbangun dari tidurnya, ia membuka matanya yang terasa begitu berat karena seharian kemaren ia terus menangis membuat kedua matanya itu membengkak
“Kok gue tidur disini ? perasaan tadi malam gue tidur di sofa”. Ia melihat ke sofa itu, ia mengira bekas makanannya masih ada disana. Namun ia melihat tempat itu begitu bersih bahkan sudah ada makanan baru disana
“Ini makanan kayaknya baru deh, siapa yang naruh disini ya? Apa bi Ester? Tapi bibi tidak pernah mengantarkan sarapanku ke kamar”. Ucap Aileen
“Ay kamu sudah bangun?”. Tanya Elvan saat masuk kamar
“Sudah liat masih nanya. Kamu pikir aku sedang mengigau?”. Jawab Aileen
“Hehee aku hanya memastikan saja”. Ucap Elvan
“Mandi dulu baru sarapan Ay, aku sudah membawakanmu sarapan. Aku sudah sarapan duluan tadi karena aku tidak tega membangunkanmu lebih pagi”. Jelas Elvan
“Oh jadi dia yang bawain gue sarapan ke kamar, gue lupa kalau sekarang dia suami gue”. Ucap Aileen dalam hati
“Aku pergi dulu ya Ay, aku tinggal kerumah daddy sebentar mengambil barang - barangku disana. Kita akan tinggal disini saja" Kata Elvan kemudian berlalu
“Tidak kembali juga tak apa”. Gumam Aileen namun masih bisa di dengar oleh Elvan
Setelah menghabiskan makanannya, Aileen turun ke dapur untuk mencuci bekas makanannya itu
“Bi, nasi gorengnya enak banget. Makasih ya bi”. Ucap Aileen saat bertemu bi Ester di dapur
“Bukan bibi yang masak non, tapi tuan Elvan”. Jawab bi Ester
“Benarkah bi?”. Tanya Aileen yang masih tidak percaya
“Iya non, non Aileen beruntung punya suami kayak tuan Elvan. Tuan sangat peduli sama non”. Ucap bi Ester
“Dia hanya pura – pura bi. Jangan terlalu percaya padanya!”. Ucap Aileen memperingatkan bi Ester
“Tapi tuan terlihat tulus non. Sini biar bibi yang cuci piringnya”. Ucap bi Ester kemudian mengambil piring bekas di tangan Aileen
Pesan masuk.. tiiing
Vano: Sayang kamu sudah enakan?
Aileen: Iya aku baru abis makan
Vano: Apa kau ingin jalan – jalan ? Ayo aku akan temani kamu jalan – jalan hari ini
Aileen: Benarkah ? Kita akan kemana ?
Vano: Kemana saja yang kau mau, bersiaplah aku sudah dekat
Aileen: Baiklah tunggu saja dimobil aku akan mengganti pakaianku sebentar
“Bi.. Ay keluar dulu ya”. Ucap Aileen setelah sudah siap
“Non mau kemana non? Bukankah tuan Elvan belum kembali”. Tanya Bi Ester
“Aku mau jalan sama Vano bi”. Jawab Aileen
“Tapi non, tuan pasti tidak akan suka non”. Jawab bi Ester yang sudah seperti ibu untuk Aileen, karena ia sudah merawatnya sejak Aileen lahir di dunia ini
“Biarkan saja dia bi, Ay pergi ya”. Saut Aileen kemudian menghilang bersamaan dengan mobil Vano
***
“Apa Aileen sudah sarapan bi ?”. tanya Elvan saat masuk kerumah dan mendapati bi Ester sedang menyapu di ruang tamu
“Ehm.. non.. non Aileen sudah sarapan tuan”. Jawab bi Ester sedikit gugup
“Oh baguslah, bi tolong rapikan barang – barang saya ya bi. Pak Tarno akan mengangkatnya nanti”. Ucap Elvan hendak naik keatas kamar
“Tuan..” Panggil bi Ester
“Non Aileen.. non tidak dirumah tuan”. Ucap bi Ester menundukkan pandangannya tidak berani menatap majikan barunya itu
“Apa Rena dan Nesta menjemputnya bi”. Tanya Elvan
“Tidak tuan, tadi tuan Vano kesini”. Jawab bi Ester dengan gemetar
“Terimakasih bi”. Ucap Elvan kemudian pergi dengan wajah yang memerah karena menahan amarahnya
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu