NovelToon NovelToon
Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.7
Nama Author: ainuncepenis

Seorang wanita karir yang harus dilema dengan kehidupannya yang tidak seindah dengan karirnya dengan materi yang melimpah.

Tetapi apa yang kita miliki di dunia membuat kita lupa dengan pencipta yang menitipkan semua itu hanya untuk sementara.

Rania Anastasya Syah Reza gadis berusia 25 tahun. Gadis keras kepala yang memiliki ambisi yang tinggi. Jangan tanya masalah kekayaannya. Rania bahkan tidak kekurangan uang dalam hidupnya. Dan semua pasti bukan mendapat warisan atau rezeki nomplok. Tetapi semua adalah hasil kerja kerasnya sendiri.

Tetapi apa yang di milikinya membuatnya bahagia jelas tidak sama sekali. Rania seperti merasa tidak hidup terasa hampa dan belum lagi permasalahan keluarganya yang selalu menjadikannya bahan kesalahan.

Rania sangat berbeda dengan Rendy Aris Sutono. Pria berusia 28 tahun yang berfrofesi sebagai Dokter yang saat taat agama dan mendapat bimbingan yang baik.

Pria yang tampan dan sopan itu. Harus terikat pernikahan dengan Rania tanpa ada rencana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 25. Berfikiran positif.

" Kamu tidak sarapan dulu Rania?" tanya sang mama. Rania tidak menjawab dan langsung melanjutkan langkahnya. Dan Faridah hanya bisa membuang napasnya perlahan.

" Lihatlah kelakuannya. Seperti itu masih saja di bela," sahut Rudi yang tetap melanjutkan sarapannya.

Rania melanjutkan langkahnya ke luar dari rumahnya dan langsung memasuki mobilnya. Memakai sabuk pengamannya dan melihat ponselnya yang masih kosong. Tidak ada notif atau panggilan masuk dari yang lainnya.

" Pasti orang tua Gilang memutuskan pernikahan ini," batinya yang sudah pasrah dengan apa yang terjadi selanjutnya.

" huhhhhhhh," mungkin ini sudah takdirku," ucapnya yang tidak berharap apa-apa lagi dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan santai.

Kalau terlalu cepat nanti dia kembali lagi mengulang kesalahannya yang menabrak anak orang hanya karena tidak fokus.

**********

Di tempat yang sama Rendy juga melakukan hal yang sama. Sarapan bersama keluarganya. Sarapan yang menjadi rutinitas mereka. Mungkin sarapan Rendy berbeda dengan Rania. Kalau Rendy damai dan terlihat teduh.

Sementara Rania panas, tidak tentram dan selalu di awali percekcokan dan di akhiri tanpa penyelesaian masalah.

" Hmmm, aku kasihan benget. Lihat kak Rania semalam," sahut tiba-tiba Tania tiba-tiba.

" Itu sudah kebiasaan Nia. Kakaknya memang Sudak seperti itu. Memang sangat suka bicara yang berlebihan dan menyalahkan seenaknya," sahut Zahra.

" Memang kamu mengenal dekat dengan Rania?" tanya Ratih.

" Iya Tante, mengenal Rania lumayan dekat. Kebetulan kita satu kampus. Walau tidak pernah satu kelas. Tetapi aku lumayan dekat dengannya. Dia sangat baik dan juga humbel. Dan jelas dia bukan wanita yang di katakan kakaknya kepadanya. Tapi kalau masalah keluarga. Zahra kurang tau. Karena Rania juga tertutup dengan masalah pribadinya, makanya masalah suaminya kakaknya. Zahra juga tidak kenal," jelas Zahra berbicara apa adanya.

" Ya Tante bisa melihat, dia memang wanita yang tidak seperti itu.

" Tetapi kenapa kak Rania tidak membela dirinya," sahut Tania heran.

" Nia. Tidak membela diri bukan berarti salah. Diam bukan mengalah. Tetapi mungkin Rania tidak membuat kegaduhan," sahut Ratih.

" Lalu mah, apa Tante Iren akan benar-benar memutuskan pernikahan itu?" tanya Tania.

" Mama juga tidak tau. Kamu tau sendiri. Tante Iren sangat keras kepala dan tidak mau kalah," sahut Ratih.

" Tapi kasihan kalau masalah yang tidak jelas harus mengakhiri hubungan itu," sahut Tania lemas.

" Ya Mau gimana lagi memang seperti itu dan mungkin memang takdir kehidupan Rania tidak sama seindah karir yang iya dapatkan," sahut Zahra.

" Menurut kamu bagaimana Rendy?" tanya Ratih tiba-tiba. Rendy sedikit kaget dengan mamanya yabg Tiba-tiba bertanya. Padahal sedari tadi dia diam dan tidak menanggapi sama sekali.

" Hmmm, menurut apa ma?" tanya Rendy heran.

" Ya tentang, Rania," sahut Ratih.

" Kenapa mama harus bertanya padaku?" tanya Rendy heran.

" Mama hanya ingin pendapat kamu," sahut Iren.

" Ya pasti dia tidak seburuk dengan apa yang kita dengar kemarin. Kebetulan Rendy sudah mengenal Rania sebelumnya," sahut Rendy tiba-tiba membuat semua orang kaget. Termasuk Zahra yang paling kaget.

" Jadi kalian sudah saling kenal sebelumnya dan apa kata Willo..." sahut Zahra yang mengingat kata-kata Willo saat mereka mengantarkan Rania pulang.

" Tidak Zahra," sahut Rendy. " Tidak seperti apa yang di katakan kakaknya. Aku tidak sengaja mengenalnya saat Rania menabrak bocah laki-laki dan di sana kami tidak sengaja bertemu dan hanya sebatas itu perkenalan kami. Dan aku juga tidak tau kalau Rania adalah calon istrinya Gilang," jelas Rendy dengan lengkap.

" Begitu rupanya. Pantesan aku melihat kalian lumayan dekat dan tidak canggung," sahut Zahra.

" Kak Rendy sudah kenal dengan kak Rania. Lalu kenapa bukan mereka saja yang punya hubungan kenapa harus kak Gilang," batin Tania yang tampaknya menyukai Rania dan malah ingin kakaknya bersama Rania.

" Ya ampun Tania. Apa yang kamu pikirkan memang kamu Tuhan mentakdirkan jodoh orang," batin Tania menggoyang-goyangkan kepalanya yang berpikiran aneh-aneh.

" Dari apa yang aku lihat dari cara dia bertanggung jawab dan sebagainya. Jelas dia bukan wanita yang seperti apa yang di katakan," lanjut Rendy lagi yang memang tidak pernah berpikiran buruk kepada orang lain.

" Ya aku setuju dia memang tidak seperti itu," sahut Zahra membenarkan.

" Kita berdoa saja semoga Rania mendapatkan yang terbaik," sahut Ratih yang penuh harapan.

*************

Rania duduk termenung di tempat favoritnya. Di depan air mancur di pinggir kota. Air matanya pasti menetes. Jika mengingat semua yang terjadi padanya.

" Apa memang benar, aku perempuan yang sangat jahat. Makanya kehidupan ku tidak pernah bahagia. Aku tidak pernah mendapatkan cinta dari orang yang benar-benar tulus. Apa iya aku akan tidak akan pernah menikah. Karena memang takdirku tidak untuk itu," batinnya dengan kegalauan hatinya.

" Mungkin memang iya. Aku tidak pantas untuk hidup berumah tangga. Karena aku memang tidak layak untuk semua itu," batinnya yang menyadari kekurangannya.

Makanya hidupnya tidak pernah tenang. Segala sesuatu yang di dapatkannya dengan mudah timbal balik dengan kehidupan pribadinya yang tidak mendapatkan kasih sayang. Baik dari keluarganya dan apa lagi seorang pria.

*******

Rendy berada di dalam mobilnya sedang menunggu macet. Jalan lintas yang di lewati Rendy berdekatan dengan air mancur yang ada Rania di sana yang tidak lain di sebrang jalannya.

Rendy yang melihat-lihat tidak sengaja matanya menatap kekananya yang mana bola mata itu langsung fokus pada wanita cantik di sana yang wajahnya tidak terlalu jelas karena terhalang air mancur.

Tetapi bisa mengenali wanita itu yang tak lain Rania yang di lihatnya menyeka air matanya. Tidak tau kenapa. Getaran di hatinya saat melihat Rania yang mungkin Rendy kasihan dengan Rania atau apapun.

Tetapi matanya terus melihat wanita yang sebentar-sebentar menyibakkan rambutnya kebelakang yang sebentar-sebentar menyeka air matanya.

Tiba-tiba di tengah pandangan itu. Hujan turun tanpa ada mendung dan petir. Padahal hari sangat cerah. Tetapi hujan datang tanpa di undang dan Rania tetap pada duduknya yang seakan tidak peduli apa yang membasahinya.

Dia menangis terisak-isak dan mungkin dengan turunnya hujan dia bisa menangis lebih kuat untuk mengeluarkan isi hatinya. Karena tidak akan ada yang mendengarnya dan mungkin melihatnya.

Karena dengan turunnya hujan. Orang-orang yang tadinya ada di sekitar air mancur berlarian mencari tempat berteduh karena hujan yang datang tiba-tiba. Dan hanya tinggal dirinya yang tidak peduli apapun dia tetap meratapi nasibnya.

" Aku lelah dengan semua ini. Semua yang aku lakukan tidak artinya. Aku sudah berusaha dengan semua semampuku. Semakin aku berusaha semakin sulit untuk menyelesaikan masalahnya. Aku benar-benar capek," ucapnya yang benar-benar putus asa.

Tiba-tiba saja tubuhnya yang terkena air hujan tiba-tiba sudah tidak ada lagi air hujan dan bahkan Rania dengan kebingungannya meletakkan telapak tangannya menghadap langit dan memang tidak ada tetasan hujan lagi.

Rania melihat di sekelilingnya dan masih turun hujan yang membuatnya benar-benar kebingungan dan Rania pun melih tetapi di sekitarnya masih turun hujan membuatnya bingung.

Rania mengangkat kepalanya dan melihat ada payung yang melindunginya dan ternyata memang benar dan Rania dengan cepat melihat kebelakang.

Betapa terkejutnya Rania saat melihat pemilik payung itu adalah Rendy. Rendy dengan kemeja hitam yang di pakainya yang sekarang basah kuyup karena terkena air hujan. Rendy memayunginya dan sementara Rendy sendiri basah tanpa memakai bahan perlindungan apapun.

" Rendy," lirih Rania dengan mata mereka yang saling beradu pandang dan Rendy bisa melihat sendiri air mata itu masih menetes dan melihat wajah Rania yang benar-benar sangat lelah.

Mereka masih tetap saling beradu pandang dengan hati yang tidak tau apa artinya. Mungkin Rendy menatap Rania dengan rasa simpatik seakan tau apa yang di rasakan wanita itu. Sementara Rania dia merasa sangat di hargai ketika ada yang memperlakukannya seperti itu.

" Ayo pergi dari sini!" ucap Rendy dengan mengusap wajahnya yang basah karena aliran air hujan. Rania masih terdiam dan mungkin masih tidak percaya dengan kehadiran Pria yang sangat baik itu.

Bersambung

1
Neng
sangat bagik
Dyah Oktina
😁😁😁😁😁😁😁😁 dasar bocil ya... polosssss...
Dyah Oktina
banyak banget typo thor... terima kasih..ceritamu bagus.. 😍
Dyah Oktina
lah kan kamu dokter ...elang.. apa tiba2 amnesia ya..
Dyah Oktina
hehehe...maklumi aja ya gam... ibu hamil emang suka ada2 aja pikirannya... d maklum pengaruh hormon
Dyah Oktina
menantu kali....kan ada d rumah agam
Dyah Oktina
rendy....kamu suami idaman banget.. begitu membela,mencintai & menghargai juga meratukan istrimu...❤️
Dyah Oktina
sarah...kamu ..masih aja jd orang julid bin jahat mulutmu... coba aja kmarin d masukin penjara biar kapok..
Dyah Oktina
rendy...thor... bukan adrian 🤭 😁😁 banyak typo ya..
Dyah Oktina
masa d dalam mobil yg d sewa orang kaya ngak pakai jok..tp pakai tempat tidur.. 🤭
Dyah Oktina
tuh...apa yg kamu hembuskan k rania.. sekarang kamu menerimanya langsung.. bukan lagi fitnah...terima dgn ikhlas ya yg sudah terjadi.. lupakan suami orang
Dyah Oktina
waduh...agam..kla suka..jangan d apa2in dong anisanya walaupun jahat ke rania..apa ini balasan kamu ya biar ngak terus iri & ganggu rumah tangga rania
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂😂😂 sampe tikus juga d bawa2 thor 🤭
Dyah Oktina
awas ada yg panas...bukan api.. lihat kalian bermesraan..🤭😁😁
Dyah Oktina
purwasih siapa thor???apa art nya mama ratih?
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭
Dyah Oktina
emang kamu papa yg bodoh.. d setir willo terus.. ngak bisa apa2.....hah... bodoh
Dyah Oktina
thor banyak salah tempat & namanya jd kadang bingung bacanya..🤭
Dyah Oktina
rania emang aneh... apa2 ngak terus terang.. kla nnt rumah tanggamu hancur ..mau ngeluh ke siapa..sdh punya suami baik hati... lagian sama orang lain bisa panggil kak sm suami yg jelas2 lebih tua panggil nama doang.. kesannya ngak menghormati suami & orang yg lebih tua
Dyah Oktina
suaminya yang....yang....sakit.. pasti... 🤭😁😁 kalimat nya blm selesai..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!