NovelToon NovelToon
Akhir Dari Perpisahan

Akhir Dari Perpisahan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Angst / Tamat
Popularitas:141.7k
Nilai: 5
Nama Author: Anjana

Berawal dari berteman sejak kecil, kini harus berpisah karena sesuatu hal. Tidak bisa menolak, perpisahan tetaplah perpisahan.

Anin yang hanya hidup sendirian setelah ditinggal ibunya, tak membuatnya menyerah untuk menjalani kehidupannya walaupun harus tertatih tatih.


Sesuai janji yang sudah disepakati bersama, Anin dan Andika untuk saling menjaga hatinya satu sama lain.

Tapi kenyataan tak seperti yang diharapkan, Anin harus menerima kenyataan pahit. Cinta yang sudah sekian lamanya dipertahankan, harus menghadapi ujian yang begitu berat.

Apakah Anin dan Dika mampu menjaga kesetiaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak ada pilihan lain

Dua tahun lamanya sudah berlalu, Anin masih menjadi pengangguran sejak dirinya menyelesaikan kuliahnya di kampus. Dan tepat di satu tahun lebih lamanya, Didit yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di bangku kuliahnya, sama halnya masih menjadi pengangguran.

Dengan alasan, keduanya lebih fokus dengan pekerjaan yang sudah lama ditekuni bersama mendiang ibunya.

Tapi naas, tidak lama kemudian, perkebunan yang dipinjamkan oleh Pak Bupati, harus ditarik oleh pemiliknya. Sedangkan Anin dan Didit hanya mengolah bagian milik mendiang ibunya saja.

Saat panen tiba, hasil perkebunan tidak mendapatkan untung, melainkan merugi yang cukup besar, karena hama yang menyerang pada setiap pohon dan semua buahnya tidak bisa untuk dipanen.

"Kak, bagaimana ini? Didit cari kerjaan juga tidak dapat dapat. Mana tabungan Didit sudah menipis, cari kerjaan sangat susah."

"Sama, Dit. Ternyata sarjana tidak menjamin cari pekerjaan mudah, semua butuh proses dan juga dana." Jawab sang kakak yang juga ikutan lesu karena memikirkan kebutuhan.

"Andai saja dari dulu Kakak langsung cari pekerjaan, dan tidak ikut ngurus perkebunan, mungkin saja Kakak tengah duduk di kursi empuk dan ber AC." Kata Didit yang menyayangkan waktu luang.

"Namanya juga belum beruntung, Dit. Mungkin memang kitanya sedang di uji, kita harus bisa melewatinya.

"Ya sih Kak, keberuntungan tidak ada yang tahu. Oh ya Kak, ini sudah dua tahun ini loh. Bagaimana hubungan Kakak dengan kak Andika? maaf, aku hanya tidak ingin Kak Anin bertahan dengan sia-sia." Tanya Didit memberanikan diri untuk bertanya.

Takutnya, sang kakak akan terus bergantung dengan hubungan yang tidak pasti. Kekecewaan dan penyesalan yang akan didapatnya, pikir Didit yang tidak ingin kakaknya terluka hatinya hanya karena sebuah penantian yang sia-sia.

Anin langsung mendongak dan menatap serius pada adiknya.

"Ya ya, Kakak baru ingat. Kakak sampai lupa, ternyata sudah dua tahun lamanya tidak pernah bertemu." Jawab Anin dengan lesu, dan juga mengarahkan pandangannya ke sembarang arah.

"Apakah Kak Andika masih sering menghubungi Kakak?" tanya Didit ingin tahu karena rasa penasaran.

"Sudah enam bulan ini, Andika tidak menghubungi Kakak. Terakhir mengirimkan pesan, kata dia waktunya sangat sibuk dan harus fokus dengan pekerjaannya. Katanya juga, kalau nomornya tidak aktif, berarti sangat sibuk." Jawab Anin apa adanya.

"Kakak serius, kak Andika berpesan seperti itu? yakin jika yang kirim pesan adalah Kak Andika?" tanya Didit berbagai macam pertanyaan.

Bukan tidak percaya, merasa mengganjal dengan pesan dari pacar kakaknya.

"Oh ya, bagaimana kalau kita datangi rumahnya? Kakak penasaran, takutnya Andika jatuh sakit dan sengaja menghindari Kakak." Kata Anin yang terbawa dengan drama yang sering ia tonton.

"Memangnya Kakak punya alamatnya?" tanya Didit untuk memastikan, sang kakak pun mengangguk.

"Kakak benar-benar yakin kah, kalau mau mendatangi rumah kak Andika? nanti kalau berkhianat, bagaimana?" tanya Didit dengan perkataan pahitnya dulu.

"Tidak mungkin, Andika orangnya setia dan menepati janji. Mungkin karena ada halangan, bisa jadi belum sempat menghubungi Kakak." Jawabnya yang tetap dengan percaya diri atas tebakannya.

"Kalau memang kakak sudah yakin dan siap menanggung segala resikonya, aku akan temani Kakak untuk mencari rumah yang menjadi tempat tinggalnya. Besok, kita akan berangkat." Ucap Didit yang pada akhirnya menuruti kemauan kakaknya.

Mau bagaimanapun, hubungan harus ada kejelasan. Meski hubungan sekedar pacar, keduanya menjalin hubungan dengan kurun waktu yang cukup lama, tiga tahun lamanya di bangku sekolah, dan empat tahun menjaga hubungannya selama di bangku kuliahan, dan terakhir dua tahun setelah Anin selesai kuliah.

Didit yang tidak ingin sang kakak menjalin hubungan yang tidak jelas, ingin segera memastikan hubungan yang seperti apa kelanjutannya. Antara berhenti dan berlanjut ke jenjang yang lebih serius lagi, pikirnya.

"Ini sudah malam, lebih baik Kakak siapkan pakaian ganti untuk dibawa ke kota. Supaya besok pagi, Kakak tidak terburu-buru. Sekarang aku mau pesan busnya dulu, biar tinggal naik saja, besok." Kata Didit memberi saran pada kakaknya.

"Kamu juga jangan bergadang. Oh ya, kalau kita bawa berkas untuk daftar kerja, bagaimana Dit? siapa tahu aja kita bisa kerja di kantoran. Bukankah impian kita itu sama? mumpung kita mau ke kota, Dit."

Sejenak Didit berpikir, mencoba untuk mencerna apa yang baru saja dikatakan oleh kakaknya.

"Benar juga yang dikatakan Kakak, Didit setuju. Siapa tahu aja, kak Andika mau membantu kita untuk daftar kerja." Ucap Didit yang juga menyetujui saran dari kakaknya.

"Ya sudah kalau begitu, aku ikut ajakan dari Kakak dengan membawa sesuatu yang kiranya penting untuk dibawa." Sambungnya lagi.

"Sudah malam, ayo kita kembali masuk ke kamarnya masing-masing." Kata sang kakak, Didit mengiyakan.

Sampai di dalam kamar, Anin langsung menyiapkan barang bawaannya untuk dibawa ke kota, termasuk berkas penting yang akan di bawa.

"Semoga saja, Andika tidak mengingkari. Aku takut, jika ternyata dia sakit-sakitan. Makanya, dia tidak berani menghubungi aku atau datang ke kampung untuk menemui-ku." Ucapnya lirih sambil membuka lemari baju.

Begitu juga dengan Didit, merasa takut dengan kenyataan dan harapan sangat berbanding terbalik, rasanya tidak ingin pergi ke kota jika hanya sia-sia saja. Keputusan sudah final, Didit langsung memesan tiket bus tujuan ke kota.

"Semoga saja Kak Anin tidak akan di kecewakan. Jika sampai Kak Anin disakiti hatinya, aku tidak akan segan-segan untuk menghajarnya." Ucapnya lirih di depan cermin sambil menatap pantulan wajahnya sendiri.

Kemudian, Didit segera mengemasi barang-barang penting yang akan dibawa ke kota, termasuk berkas penting miliknya.

Karena rasa kantuk yang begitu berat dan sulit untuk dikendalikan, Anin maupun Didit segera beristirahat.

.

.

.

Dengan tidurnya yang lelap, akhirnya terbangun dari mimpinya saat terdengar suara ayam yang berkokok. Seketika, Anin langsung menyibak selimutnya dan langsung bangkit dari posisi tidurnya.

Saat keluar dari kamar, sejenak Anin berpikir sebelum masuk ke kamar mandi.

"Aku harus menyiapkan sarapan pagi, karena perjalanan ke kota cukup memakan waktu yang lama. Jadi, aku harus membawa bekal untuk di perjalanan." Ucapnya sendiri yang baru saja keluar dari kamar mandi, dan di lanjut aktivitas setelah bangun dari tidurnya.

Setelah itu, Anin mulai menyibukkan diri di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi.

Begitu juga dengan Didit yang baru saja terbangun dari tidurnya, dirinya langsung melakukan ritual setelah bangun.

Agar badan terasa segar dan tidak lesu, Didit memilih untuk membersihkan diri.

"Tumben tumbennya pagi-pagi gini sudah mandi, jangan bilang kalau kamu bergadang mainan game." Tuduh sang kakak saat mendapati adiknya yang baru saja keluar dari kamar mandi yang tengah mengeringkan dengan handuk.

"Gerah, Kak." Jawab Didit, dan tak lupa mengambil tempe goreng yang baru saja di goreng.

1
Surati
bagus
Dwi Purwati
Aku mampir..
bening
yah Thor sdh tamat aja kirain msh panjang cerita nya.
Novie Tanjung Novie Tanjung
lnjut thorr....
💪 trus buat up na 👌👌👌🌹🌹🌹
bening
seru,lanjut thor
Novie Tanjung Novie Tanjung
udah lama nggak up...
sekali up cma 1 bab...
dkit x lah thorr...

lnjut thorr...
d'tgu up slanjut nya... 👌👌👌
Rina sidik
kenapa sedikit Kk... padahal dah lama ngk up..
Anjana: nanti dilanjut lagi kak... maaf kak.. 🙏
total 1 replies
bening
Thor kok sdh lama g pernah up
Anjana: lagi belum ada waktu kak...🙏
total 1 replies
Eli Nurlaely
lanjutannya Thor?
Novie Tanjung Novie Tanjung
lnjut thorr....
ksih faham tu s'dinda....
biar tau rasa dia....

💪trus buat up na 👌👌👌🌹🌹
bening
lanjut thor
Aah meimei96
semangat Ka up ny
Novie Tanjung Novie Tanjung
duuhh ksihan s'dinda....😔
ingin blas dendam mlah msuk k' kandang Harimau.... 🤭🤭🤭
ksih faham s'dinda thorr...
buat tabur tuai...

lnjut thorr...
d'tgu up slanjut na.... 👌👌👌🌹
bening
lanjut thor
Novie Tanjung Novie Tanjung
biar saja s'dinda masuk k'lbang buaya...
biar tau rasa dia....
ni jakarta bro... ya nggak lara.... 🤣🤣🤣

jngan lpa bri plajaran s'dinda ya lara...
biar kpok dia...

lnjut thorr...

💪 trus buat up na.... 👌👌👌🌹
Ananda Muthaharoh
itu pling anknya si ular viton, aduh dinda mau aja dikibuli, udah badan rusak, km jga ga bkal dpetin elang, setelah km dimanfaatin, km jga akan ditendang, bisa jdi nyawa km melayang, km mau ya hamil diluar nikah,percuma km cantik, km ank kuliah, tp otak km minim, dibohongi, dikibuli, diperalat, mau aja, biar hidup km kaya ya, mau kaya ya kerja mbak dinda, jngan cari jln instan.
bening
parah bngt dinda...dilenyapin aja tuh dinda nya
Jumi Saddah
wah,,si tian toh,,
Jumi Saddah
ini siapa xnk bersama dinda,,,si ular vitton atau ada xnk laen lgi,,,
bening
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!