NovelToon NovelToon
ARETHA

ARETHA

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Perjodohan / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:553.3k
Nilai: 5
Nama Author: Min Ziy. Minfiatin FauZiyah

"Tak pernah kusangka, mencintaimu adalah sebenar-benarnya bencana, dan tak pernah kuduga, pria setampan dan sebaik dirimu bisa membuat luka yang sempurna." Aretha.

"Aku tidak mencintainya, lalu mengapa cemburu itu ada?" Reyhan.

"Kau mengatakan jika kau tidak mencintaiku, tapi reaksi tubuhmu begitu mudah jatuh dalam sentuhanku, Aretha." Fabrizio O'clan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Min Ziy. Minfiatin FauZiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KO

..."Menjadi heroik bukanlah keputusan yang tepat ketika tidak diimbangi dengan kekuatan dan kekuasaan, itu hanya akan menghasilkan kebodohan, seperti yang kulakukan." Aretha....

***

Aku berdiri gemetar di depan meja kebesaran Mr. CEO. Di atas meja itu terdapat papan namanya yang terbuat dari kaca, benda itu mengkilap, Fabrizio Cornelius O'clan.

Dia menatapku sangat tajam, tak ada belas kasihan dalam sorot mata itu, hanya amarah yang terpendam, dan keangkuhan.

"Sudah kukatakan, aku tidak suka mengulang kalimatku," suaranya yang berat selalu menambah beban di dada, aku yang sudah takut bertambah semakin gugup menghadapinya, ingin bersuara saja terasa susah. Oh Tuhan,,,, kemana perginya suaraku yang lantang meneriakinya tak berperasaan tadi?

"Siapa kau?" kali ini dia bicara dengan gaya santai namun penuh penekanan dalam pengucapan.

Aku terdiam membisu, lidahku keluh dan badanku gemetar.

"Jawab setiap pertanyaanku dengan cepat, dan tepat."

Ya Tuhan,,,, dia benar-benar menakutkan, ingat, dia tidak suka mengulang kalimatnya.

Aku menarik napas dalam, menghembuskannya perlahan, mencoba menenangkan hati yang berlompatan.

"S-sa saya, Aretha, nama saya Aretha, saya adalah,,,,"

'Tok tok tok,' seseorang mengetuk pintu dari luar, mengalihkan perhatian Mr. CEO yang sekaligus menyelamatkanku untuk sementara waktu.

Pintu dibuka setelah Mr. CEO mempersilahkan orang tersebut untuk masuk.

"Excuse me, sir. Mr. David datang untuk bertemu," ucap seorang wanita muda yang cantik dengan setelan blazer yang seksi melekat ketat membentuk lekuk tubuhnya. Aku yakin, wanita ini adalah sekertaris Mr. CEO.

"Persilahkan dia masuk."

Aku mundur beberapa langkah, karena seorang pria bernama Mr. David yang baru datang duduk di kursi depan meja kerja Mr. CEO, berhadapan dengannya.

"Selamat siang, Mr. O'clan."

"Selamat siang, Mr. David, ada apa kau datang menemuiku? Kurasa tidak ada masalah pekerjaan yang benar-benar penting sampai kau mengganggu jam makan siangmu,"

Lihatlah cara bicaranya, ia tetap bersikap angkuh meski yang berada di hadapannya saat ini adalah orang yang lebih tua dan kurasa dia juga bukan orang biasa. Name tag di dadanya yang terbuat dari emas menunjukkan jika Mr. David adalah salah satu petinggi di perusahaan ini.

"Iya, saya minta maaf karena telah mengganggu waktu makan siang anda, tapi ada hal penting yang harus saya luruskan," jawab Mr. David, oh, jadi yang diucapkan Mr. CEO barusan tadi adalah sebuah sindiran? mengganggu waktu makan siangmu, yang sebenarnya adalah waktu makan siangku.

Mr. CEO tersenyum sinis, ya Tuhan,,,, dia benar-benar tidak mempunyai rasa hormat dan sopan sedikitpun.

"Saya datang untuk meluruskan kesalah pahaman yang terjadi,"

"Kesalah pahaman?"

"Iya, tentang gadis di belakang saya saat ini,"

'Tunggu, tuan, saya bukanlah seorang gadis, saya wanita janda beranak satu.' tentu ucapan itu hanya mampu kusuarakan di dalam hati, karena aku hanya mampu berdiri menunduk seperti patung tanpa suara dan pergerakan, tidak pingsan saja sudah syukur Alhamdulillah.

"Namanya Aretha, dia adalah Aspri putri saya, Grace mempekerjakan Aretha untuk membantunya menyelesaikan pekerjaan, anda tahu kan? Grace masih kuliah, dan dia belum lulus, pasti dia sangat sibuk, selain mengurus pekerjaan, dia juga mengurus tugas kuliahnya."

"Itu yang sudah pernah saya katakan pada anda waktu itu, Mr. David. Tapi anda terus meyakinkan saya jika putrimu mampu dan bisa. Lantas, apa ini sekarang? Jika Grace tidak mampu menyelesaikan tugasnya, maka suruh dia berhenti, sudah cukup saya melakukan Nepotisme karena anda, saya tidak ingin mengulang kesalahan saya lagi, jadi,,,,"

"Tunggu dulu, Mr. O'clan. Saya rasa masalah ini tidak begitu serius, Aspri putri saya mendapat gaji dari uang pribadinya, dia,,,,"

"Jadi saya harus membiarkan orang luar bebas keluar masuk perusahaan saya karena putri anda yang memberikannya gaji?"

Ya Tuhan, jika orang berpengaruh seperti Mr. David saja tidak bisa menghadapinya, maka bagaimana dengan aku yang hanya seperti butiran debu? Ooohh, aku pasti akan kehilangan pekerjaanku.

"Jika anda ingin membiarkan putri anda tetap bekerja di sini, silahkan, tapi tidak dengan bantuan orang lain, termasuk seorang aspri, bagi saya, dia tetaplah orang asing yang tidak memiliki kontrak kerja dengan O'clan Company. Rahasia perusahaan rawan dicuri jika ada orang asing yang bebas berkeliaran di perusahan."

Sial, apa yang dia katakan? Apa aku terlihat seperti seorang pencuri? Mencuri apa? Apa aku sehebat itu sehingga aku mampu mencuri rahasia perusahaan?

"Baiklah, akan saya bicarakan kepada Grace, agar dia segera memecat asprinya, dan bekerja keras dengan usahanya sendiri." Mr. David berdiri, berjabat tangan dengan Mr. CEO yang juga bangun dari kursi kebesarannya.

Nasibku? Itu artinya aku dipecat?

"T-tu tunggu, apa maksudnya? Anda akan meminta nona Grace memecat saya?" aku berbicara dihadapan Mr. David, menghentikan langkah pria tua itu, menghadapinya kurasa lebih mudah dari pada menghadapi Mr. CEO yang kejam.

"Apa kau pikir Grace masih sudi untuk mempekerjakanmu? Setelah kebodohan yang kau lakukan?" buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, nona Grace memiliki lidah yang tajam, dan itu sama saja dengan ayahnya.

"T-tapi, tapi," Mr. David melangkah cepat keluar dari ruangan Mr. CEO. Meninggalkanku yang masih bersama si pria angkuh.

Air mataku luruh, belum genap aku bekerja satu bulan, belum mendapatkan gaji, dan aku diberhentikan.

Emosiku membumbung tinggi, memohon pun kurasa percuma, suaraku tidak akan didengar mereka. Aku marah, ya, aku sangat marah.

Aku menoleh cepat menatap tajam ke arah Mr. CEO yang ternyata sudah kembali duduk santai bersandar pada punggung kursi kebesarannya. Kau tahu bagaimana raut mukanya saat ini? Puas, tersirat sebuah kepuasan di wajahnya yang menyebalkan, ditambah dengan sebuah senyum menyeringai.

"Ini semua gara-gara kau, aku kehilangan pekerjaanku karena kau!" aku berteriak sambil menunjuk tepat di depan mukanya. Mr. CEO nampak terkejut akan tindakanku, tindakan gilaku, ya, aku tahu yang kulakukan ini salah, tapi biar saja, ini semua memang salah dia, toh, aku tidak akan lagi datang ke tempat ini esok hari, tidak akan lagi bertemu dengannya, jadi biarkan aku meluapkan emosiku.

Mr. CEO berdiri, aku malah menghampirinya sambil mencengkeram kuat kerah kemejanya.

"Kau orang yang sangat kejam yang pernah kukenal, kau orang kaya yang tidak berperasaan, apa kau pikir kehidupan orang kecil seperti kami ini hanyalah sebuah permainan bagimu? Kau memecat orang sesuka hatimu hanya karena kesalahan kecil yang mereka lakukan, apa kau tahu? Dari gaji kami itu kami menghidupi keluarga kami, tapi kau mana tahu, kau adalah orang besar yang lahir dari keluarga kaya, pantas saja jika aku tak punya hati dan tak berperasaan." teriakku kencang tepat di hadapannya, meski aku mendongak dan dia sedikit membungkuk karena tarikan tanganku pada kerah kemejanya.

"Lepaskan!" situasi berbalik dengan cepat, entah bagaimana Mr. CEO itu bisa menepis kedua tanganku lalu mencengkeram keduanya dalam satu genggaman tangan.

Tubuhku yang kecil terdorong oleh tubuh kekarnya hingga aku terjatuh di atas meja kerja yang terbuat dari kaca itu, posisiku setengah berbaring sambil berdiri, dan Mr. CEO berada tepat di atas tubuhku, kedua kakinya mengapit kedua kakiku, mengunci pergerakan di sana, dan satu tangannya yang lain mencengkeram rahangku, kurasakan sakit pada pergelangan tangan, juga kedua pipi.

"Apa kau sudah gila? Berani berurusan denganku?"

'Dug!'

"Aaahhh!" pekik Mr. CEO tertahan, cengkramannya pada diriku semuanya terlepas, seketika aku terbebas. Ia memegangi area pribadinya yang baru saja kutendang dengan lutut.

"Rasakan! Kau pantas menerimanya." wajah Mr. CEO merah padam menahan sakit dan pasti juga amarah.

Aku hendak lari untuk kabur. Namun belum puas karena aku sangat marah telah kehilangan pekerjaan.

Aku kembali menghampirinya yang berlutut di lantai masih memegangi pusakanya, matanya sampai berair. Kugigit kuat bahunya dan dia kembali berteriak.

"Itu karena kau sudah membuat aku kehilangan pekerjaan, semoga harimu selalu Senin dan kau selalu sibuk sampai kepalamu mau pecah karena pekerjaan." umpatku sebelum akhirnya aku berlari keluar dari ruangannya, meninggalkan Mr. CEO angkuh itu dalam keadaan KO.

***

Bersambung.

1
slohnayani berutu
Luar biasa
Ros Yusmiasih
wah tambah seru ceritanya.......
Ros Yusmiasih
aku tersenyum ....lucu sekali ....
martina melati
hahaha.... iy kocak nih thor bundany reyhan
martina melati
iy betul nih kata2 dr.bian
martina melati
lho? kamu sendiri jg sedang meluk rena... masa tangan mantan istri dpegang dr.bian jd marah...???
martina melati
kamu salah orang.. salah orang... dbikin tiktok aja
martina melati
hahaha... gk usah heran, perempuan itu ingat lho... bukan dendam y!
martina melati
emang gk dgigit nyamuk2 nakal???
martina melati
koq malah mikir bgini sih... wajarlah suami istri melakukan hubungan intim kan sdh sah
martina melati
maaf lho..,, bukan mihak aretha... tp rena, mumpung blm menikah sbaikny relakan reyhan... x aja jodohmu lbh dr reyhan
martina melati
lho sdh bercerai toh... emang boleh dcium???
martina melati
jangan sering nangis lho bumil... kasihan nti bayiny kalo sdh lahir jd cengeng...
martina melati
jangan2 yg ngidam nih reyhan
martina melati
kasianny... mau mkn dcegah dminta buatin masakan...
martina melati
nah... loe... td kn sdh dkoment jika jodoh mau cerai pun kyk'e sulit dpisahkn walo sdh sah cerai
martina melati
benar toh patah jadi 2
martina melati
katanya mau belajar jualan baju agar bisa buka toko baju... y gpp tinggal sm mantan ibu mertua apalg jika baik hati...
martina melati
egois... sdh menikah dg satu wanita ingin memiliki lg satu wanita... patah jadi 2 nih namany
martina melati
ngaur... jika tidak berjodoh walo saling mencintai y gk bisa dpaksakn donk...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!