NovelToon NovelToon
Ternyata, Sahabatku Mertuaku

Ternyata, Sahabatku Mertuaku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:449.9k
Nilai: 4.4
Nama Author: najwa aini

Setelah lebih dua tahun menjalankan pernikahan dengan lelaki yang tak pernah mencintainya, akhirnya Sherin Mumtaza menyerah. Ia putuskan untuk membatasi kesabarannya karena menyadari bahwa cinta Alarick William—sang suami— tak akan pernah bisa,ia genggam selamanya.

Tapi di saat langkahnya mantap untuk meninggalkan segala harap yang tertuang dalam doa permohonan, Sherin dihadapkan pada sebuah kenyataan yang membuat langkahnya harus berhenti dan tetap memilih bertahan.

Quinsha Daneen—sahabat Sherin—juga mengalami kisah cinta tak jauh beda darinya. Hampir dua tahun ia menyebut nama Bayhaki Arfan dalam doanya, tapi berakhir dengan lelaki itu melabuhkan hati pada satu nama, yang bukan namanya.

Di saat bersamaan, hadir seorang Rafardhan Malik yang seolah datang sebagai penawar luka. Namun sebenarnya, artis muda terkenal itu, hanya ingin membawa Quinsha dalam pusaran luka di masa lalu yang belum selesai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najwa aini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta Tak Bertuan 24

Stelah menunggu hampir sepuluh jam, terhitung dari jam 10 pagi sampai jam 19-00, barulah ada notifikasi masuk di ponsel Quinsha. Sebuah pemberitahuan dari manajer Rafardhan tentang jadwal bertemu yang dipinta oleh gadis itu.

“Gimana?” tanya Sherin yang melihat Quinsha memerhatikan layar ponselnya dengan seksama.

“Ini mereka baru memberikan jadwalnya,” sahut Quinsha.

“Kapan?” Sherin dan Aura bertanya hampir bersamaan. Malam ini seperti biasa, Sherin dan Quinsha kembali menemani Aura di rumah sakit.

“Besok lusa, jam 2 siang, di kafe dekat lokasi syuting Rafardhan,” terang Quinsha sesuai chat yang dikirim oleh Adam.

“Perlu aku temani, Sha?” tawar Sherin.

“Jika suamimu mengijinkan, ayo,” sambut Quinsha.

“Ok. Aku akan minta ijin dulu padanya.”

“Semoga masalahnya cepat selesai ya, Sha,” ucap Aura.

“Amin. Kamu juga Ra, cepat sehat dan semoga besok udah bisa pulang dari rumah sakit.”

“Amiin,” sambut Sherin dan Aura bersamaan.

Tak lama kemudian, Alarik datang untuk menjemput Sherin.

"kita pulang bersama yuk, Sha," ajak Sherin pada Quinsha.

"Tidak. aku sudah ditunggu pak Dimas. Dan lagi ..." Quinsha sejenak menghentikan ucapannya untuk mencuri lihat pada Alarik yang sedang berbicara dengan Damaresh di dekat pintu ruangan yang terbuka. "Kau hanya berdua saja udah sepi, apalagi bila ada aku. Kuburan pasti kalah," ledek Quinsha.

Sherin sedikit membulatkan mata, mendengar ucapan Quinsha. "Nanti juga bakal rame," ujarnya.

"Apalagi bila ada anak kembar lima di antara kalian," timpal Aura.

"Sebanyak itu?" Sherin terlihat tak terima.

"Kan biar rame, sekalian saja kalian mendirikan taman kanak-kanak," ujar Quinsha yang diakhiri dengan tawa renyah bersama.

**********

“Mas, kamu tau, kalau Damaresh melepaskan tahtanya dari Pramudya?” Pertanyaan Sherin memecah keheningan yang tercipta dalam mobil, sejak rodanya bergulir meninggalkan area parkir rumah sakit hingga kini sudah hampir separuh perjalanan.

“Ya,” jawab Alarick singkat. Padahal Sherin ingin mendengar info tentang Damaresh lebih banyak dari suaminya itu. Tiba-Tiba saja Damaresh telah menjadi tokoh favorit bagi Qhinsha dan Sherin. karena perjuangannya yang luar biasa demi mempertahankan pernikahannya dengan Aura Aneshka. Bahkan kini Damaresh melepas Tahta kebesarannya sebagai CEO Pramudya Corp agar William Pramudya—kakeknya—tak lagi memaksanya untuk meninggalkan Aura.

“Dia memang laki-laki yang sweat gitu ya, Mas?” tanya Sherin lebih lanjut. Tampak Alarick tersenyum tipis menatap istrinya sekejap dan menggeleng singkat.

“Kenapa, Mas?”

“Aresh itu kaku, dingin, gak suka senyum, gak ada manis-manisnya.” Alarick menguraikan tentang sikap keponakannya itu yang seketika membuat Sherin mengerutkan keningnya heran.

“Masa sih?” tanya Sherin tak percaya. “Dia mencintai Aura dengan luar biasa begitu,” cetusnya.

“Ya itulah, aku juga baru tau, kalau sekalinya jatuh cinta, dia memperjuangkannya dengan luar biasa,” puji Alarick disertai senyumnya. Terselip kebanggaan akan sikap sang keponakan.

“Apa laki-laki dalam keluarga kalian memang begitu, Mas, kalau sudah jatuh cinta?”

“Maksudnya?”

“Jatuh cintanya begitu dalam dan memperjuangkannya dengan luar biasa.”

Alarick tak segera menjawab, dia seperti masih mengingat-ingat, mungkin tentang dirinya atau tentang saudaranya yang lain. “Ya, aku rasa begitu, walaupun tak semuanya perjuangan itu berhasil,” jawabnya kemudian dengan suara lirih.

“Termasuk kamu juga ya, Mas,” lontar Sherin. Ia mendapatkan penilaian itu berdasarkan apa yang ia lihat dari Alarick. Cintanya yang begitu besar pada seseorang di masa lalunya, sepertinya belum terganti sampai sekarang. Bahkan Sherin yang sudah mendampinginya selama dua tahun ini, tak bisa menggeser posisi wanita tersebut dalam diri Alarick.

“Aku bukan lagi bagian dari keluarga William,” sahut Alarick cepat. Membuat Sherin sejenak tercekat. Tapi segera saja susunan kalimat sudah berbaris rapi dalam benak dan siap untuk diucap. Namun Alarick telah mendahuluinya dengan berganti topik. “Mampir ke apotek, sebentar ya.”

Sherin hanya bisa mengangguk dan tak lama mobil telah berhenti di depan sebuah apotek yang tak begitu besar.

“Kamu mau ikut turun atau nunggu di mobil?” tanya Alarick.

“Aku mau turun juga, Mas. Mau beli vitamin,” sahut Sherin.

Tak lama keduanya telah berjalan beriringan memasuki pintu kaca tembus pandang. Setiba di dalam mereka mulai sibuk memilih obat-obatan yang ingin didapatkan. Tapi bedanya, jika Sherin begitu fokus memilih dan tak merasa terganggu, fokus Alarick justru terganggu dengan suara perempuan yang sedang bicara di depan kasir.

Merasa kalau suara itu cukup familiar, Alarick memutar kepalanya memerhatikan. Dan kini tak hanya suaranya saja, wajah perempuan yang sedang sibuk menelepon itu juga terasa sangat ia kenal. Lelaki empat puluh tahun itu melangkah mendekati, tanpa melepas tatap mengamati. Setelah mendapatkan ingatannya kembali, tentang siapa adanya wanita bergaun kuning ini, Alarick segera menyapa, bersamaan dengan perempuan itu sudah menarik lepas ponsel dari telinga..

***%%%*****

Kata Quinsha ya. Alarick dan Sherin sepi. lebih sepi dari kuburan saja. Sama dengan Kisah Cinta Tak Bertuan ini. Yang juga masih Sepi. kayak kuburan ja.

hihi..

1
Rahmawati Putri Harsap
masya allah suka ceritanya kak dari kisah Aura dan Arres tdk perna bosan baca dari awal sampai akhir🥰🥰🥰
Rahmawati Putri Harsap
suka ceritanya 🥰🥰🥰🥰🥰
YuWie
istri imitasi..heheh
Deuis Lina
selalu ada pelajaran yg baik dan harus d ambil d setiap bab dan d setiap novel yg kak nazwa tulis terimakasih pencerahannya ,,,terus berkarya dan sehat teruus
Najwa Aini: Amiin Ya Rabb..
Hanya dua kata utk semua kebaikan hati kakak...
Terima kasihh...🥰🥰🥰
total 1 replies
Deuis Lina
wow sweet banget aku gak bosen baca novel ini berkali kali aku ulang2 v tetep aja bikin guemes sama pasangan ini,,,
Deuis Lina
sama rafardhan Tante quinshanya
Isti Qomah
kak, knpa novel yg brjudul Bertaruh Cinta Diatas Takdir blm up lg,,
msh stia menunggu kisan Meidina & Irfan Arafka Wafdan,, Davinna & Ra Fattan..
Isti Qomah
wah jangan2 nanti jodoh ny Quinsha anak ny Alarick lg,, kalau Alarick aja adik mertuanya Aura..
kurnia rahayu
Luar biasa
Ayudisa Mecca
tor, itu novel judul dia bukan surgaku kenapa di hapus..
aq nunggu kelanjutanya lho
Ayudisa Mecca: aq tunggu ya..
semangat💪
total 2 replies
Zahwa Putri Bunda
aku bantu promosikan kak...ayo semua yg baca novel ini baca ya... bertaruh cinta di atas takdir..cerita tentang Irfan arafka wafdan...sangat...sangat ..bangus ceritanya....di jamin gak bakalan kecewa ..👍🏻👍🏻
Najwa Aini: Alhamdulillah.. Terima kasih banyak ya kk
total 1 replies
Zahwa Putri Bunda
aku suka dengan karakter Raffa kak...terkesan slenggekan,cuek,tapi menghanyutkan...😄😄
Zahwa Putri Bunda
saya heran deh...novelnya kak Najwa itu bagus² Lo..tapi kenapa komennya selalu dikit ya..ayo kak..tetep semangat...aku dukung semua novel kak Najwa...👍🏻👍🏻👍🏻
Najwa Aini: Alhamdulillah kak..sudah menilai novelku bagus2..
mungkin rejekinya aku di NT hanya sebatas ini kak..yg like dan yg komen dikit..
Dan terima kasih banyak utk kakak atas dukungannya ya
total 1 replies
Rissa Reviana
Luar biasa
Risa Aprilia
ceritanya bgus,, tp bnyk typo di tanda baca di beberapa part,,lumayan bikin rada puyeng bacanya,,
Rubiyanti
Kecewa
Rubiyanti
meleleh thor
Rubiyanti
Kecewa
Rubiyanti
bagus banyak ilmunya
Wahidah Husni
Biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!