NovelToon NovelToon
Captain Reira

Captain Reira

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:695.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Bang_JAI

Jika kau menyebut rasa sepi merupakan suatu hal yang harus kaubunuh, lalu membuangnya di riang tawa yang paling dalam, berarti itu tidaklah berarti bagiku.



Aku memeluk rasa sepi seakan rasa itu diciptakan Tuhan hanya untukku sendiri. Separuh hatiku mati oleh sunyi yang bersiul dengan irama yang lambat.




Semuanya berubah ketika aku menemukan wanita tergila yang pernah aku temui di dalam hidup.




Wanita dengan impian gila untuk memberi makan pinguin di Antartika, melihat naga di Laut Cina Selatan, lalu mencari kodok sebesar kucing di daratan Afrika.




Wanita yang berani menyelam di laut lepas






Wanita yang membawaku bersampan di danau, serta mengarungi lautan luas.







wanita yang berani menemuiku dengan cara memanjat gedung fakultas.












Aku tidak tahu momen gila apa lagi yang akan menyeretku.




Tunggu saja, wahai kawanku. Kau akan melihatnya nanti.




"Hei, kau yang sedang berdiri! Sikat kapal ini, pemalas!!!" Ia berteriak memerintah padaku






Ia adalah Reira.




Oh ... bukan.





Ia adalah Captain Reira.





























"Gue mau merasakan betapa indahnya menunggu pagi dari ketinggian segitu. Di saat itu, lo bakal sadar jika dunia itu terlalu sempit jika lo hanya berjalan di satu titik. Dunia bisa lebih dari itu."

Beberapa jam sebelum kami bertemu di puncak Bromo.


*Mari taburkan komentar dan like teman-teman :)

UPDATE SETIAP HARI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang_JAI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Kejadian malam itu menambah rentetan panjang pengalaman gilaku bersama Reria. Banyangkan saja, aku tahu itu merupakan mobil mewah yang selalu dipakainya ke kampus, berakhir dengan bau telur yang melekat. Butuh dicuci berkali-kali jika baunya ingin benar-benar hilang. Sungguh, pengalaman yang membuat diriku begitu hidup.

Dosen baru saja keluar beberapa saat yang lalu. Ia meninggalkan beberapa hal di papan tulis untuk dicatat. Sebagian teman kelasku sudah ada yang pulang lebih dahulu, termasuk Candra. Ia orang yang paling cepat pulang di antara kami semua. Sudah kupastikan ia langsung menuju pet shop untuk mengurusi semua peliharaan titipan.

Bunyi pintu kelas berbunyi ketika kututup. Aku yang paling lambat mencatat, tentu saja aku yang paling terakhir pulang. Tidak ada lagi jam kuliah setelah ini. Sementara itu, Reira memintaku untuk langsung menjemputnya di markas Mapala. Mobilnya tidak bisa dipakai hari ini karena sedang dipakai oleh mamanya ke luar kota.

Langkahku terhenti oleh lembutnya sentuhan tangan yang sempat membelai tanganku. Fasha menarikku hingga tidak sempat menuruni tangga. Wajahnya tampak marah, tidak seperti biasanya. Ia berhenti di depan perpustakaan sembari menghentakkan tanganku yang ia genggam. Tatap matanya menyorot ke sekitar untuk memastikan sudah tidak ada lagi orang yang melihatnya. Sudah bisa kutebak, Bagas memberitahukan kejadian itu.

"Kamu gila, ya?" tanya Fasha. "Bagas marah besar sama kamu."

Aku tertawa pelan. "Tentu saja dia marah. Bagas selingkuh dari kamu, kemudian aksinya itu ketahuan."

"Semua itu salah paham. Bagas memang pergi malam itu, tapi cuma untuk berkumpul sama teman-temannya," balas Reira.

"Enggak ada nongkrong sambil pegang-pegangan seperti itu. Kamu salah memilih orang, Fasha." Langkahku beranjak pergi.

"Aku enggak salah pilih, David. Kamu yang salah memilih teman. Reira berpengaruh buruk sama kamu," kata Fasha.

Kalimatnya membuat langkahku berhenti. Hatiku seakan dihentak oleh tajamnya ucapan Fasha. Ia telah mengatai Reira.

"Jangan pernah lo bilang Reira seperti itu lagi." Aku menunjuk Fasha dengan tegas.

"Lo?" tanya Reira. Selama ini kami tidak pernah menggunakan lo-gue dalam percakapan sehari-hari.

"Tarik kata-kata kamu, Fasha. Reira udah mengajari aku banyak hal," balasku.

"Sepertinya, kita butuh jarak. Jangan pernah temui aku lagi!" ancam Fasha. Nadanya terdengar meninggi.

"Terserah kamu! Aku udah bilang sebelumnya, Bagas itu bukan pria baik. Kamu terlalu membelanya."

Fasha tidak peduli. Ia terlalu kokoh dengan pilihannya yang salah. Mungkin, ia sudah tahu bagaimana Bagas selama ini. Ia seakan menutup mata dan melupakan bagaimana Bagas yang sebenarnya. Sudah berapa banyak wanita yang pernah dekat dengannya, akhirnya berujung sia-sia. Sudah berbuih rasanya mulutku untuk berkali-kali memperingatkannya. Namun, ia tetap membela Bagas.

Vespa 50 milikku berbunyi diparkiran hingga mengejutkan beberapa mahasiswa yang sedang melintas. Suaranya memang sedikit menarik perhatian. Sedikit serak dengan asap putih yang mengepul di belakangnya. Kadang, sering sekali aku melihat orang menutup mulut ketika berkendara di belakangku. Motorku salah satu penyebab pemanasan global. Patut dimusnahkan, namun aku terlalu sayang kepada sebuah kenangan.

Ali dan beberapa temannya tampat bersantai pada hammock yang bergelantungan di antara pohon-pohon pinus. Kebebasan tercium ketika melangkah dalam suasana anak Mapala. Tidak ada batasan berarti, semua bebas untuk bereskpresi. Rambut-rambut gondrong mereka menjadi salah satu contohnya. Pantas saja Reira betah berteman bersama mereka, walaupun sebetulnya Reira bukanlah anak Mapala. Gadis laut itu menemukan apa yang selama ini ditanam pada dirinya, yaitu petualangan dan kebebasan.

Asap mengepul dari mulut-mulut yang terselipkan sebatang tembakau. Wajah-wajah sangar itu menoleh ketika mendengar suara Vespa 50 yang aku kendarai. Ali langsung turun dan menghampiriku.

"Reira mana?" tanyaku pada Ali.

"Lo enggak tahu?" Mulutnya masih terselipkan tembakau yang ia hisap. Suaranya sedikit terdengar samar.

"Tahu apa?" tanyaku kembali.

"Reira dibawa polisi. Gue enggak tahu kasus apa. Tapi, kayanya gara-gara demo di kampus kemarin. Beberapa orang di fakultas lain juga banyak yang ditangkap." Ia menghempaskan rokoknya yang sudah habis. "Kadang mereka terlalu bodoh karena merusak fasilitas di rektorat."

Aku menghubungi Reira segera. Tetapi, usahaku sia-sia. Tidak satu pun panggilan yang diangkat olehnya.

"Sekarang, Reira ada di kantor polisi yang mana?" tanyaku.

Ali menggeleng. "Enggak tahu, gue aja masih nyari-nyari informasi. Reira baru aja tertangkap tiga jam yang lalu."

Lututku terasa getir mendengar berita itu. Baru saja kami melakukan hal yang menurutku sangat hebat, tiba-tiba ia menghilang dengan berita yang tidak mengenakkan. Langkah Reira terhenti, ia tidak lagi bebas seperti yang ia inginkan.

***

1
Siti Arbainah
giliran sama Mawar gak nolak sama sekali tpi saat sama Reira selalu ada aja alasan .
Sheety Saqdiyah
Luar biasa
tom sudiyanto
cerita terbaik saat ini, dari semua cerita yg pernah saya baca di sini. pemilihan kata dan kalimatnya puitis.
Ayuw Cyntha
baca Ampe sini,,yg jadi pertanyaan kalo David masih ❤️ reira knpa sulit ninggalin mawar? kalau waktu itu reira dak ngilang,apakah bola panas masih dmainkan ma david n mawar dblakan reira?n knpa masih ngeganja aja,pdhal udah ada obat sakit hatinya yaitu mawar
Ayuw Cyntha
karna ada moment special pada minerva
Ayuw Cyntha
sedikit banyak itu jga ulah reira..
Ayuw Cyntha
penyesalan selalu datang dakhir
Ayuw Cyntha
siapa suruh nitip2 ma org pa lagi lawan jenis...dak novel dak nyata...ati2 kalo nitip🤣,mereka ada rasa karena terbiasa bersama,sentuhan2 kecil bisaendatangkan rasa yg TK biasa..
Ayuw Cyntha
Raira jga salah...udah tau mawar ada rasa ma david,,malah disuruh deket2...mereka sering ber2 mestilah ada moment2 yg bikin suasana awkk....
Ayuw Cyntha
Mereka lama2 terbiasa bersama
Ayuw Cyntha
kyk nya jodohin mawar ma david
kavena ayunda
david rasain uda kegoda mawar jd siap2.patahhati😂
kavena ayunda
lanjut
kavena ayunda
abimana lebih pantes dr.david yg uda.kotor
kavena ayunda
dsvid uda kegoda.jalang
kavena ayunda
satu kata kec3wa bgt sama.david
kavena ayunda
slaah sndiri lu tergoda sama.jalang david rasain
kavena ayunda
kn bner mawar gatel
kavena ayunda
mawar semakin gatel berani pegang paha pcr temen😂😂 pelacur kalah ama lu neng
kavena ayunda
mawar si.penggoda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!