NovelToon NovelToon
Suami Romantis (Jodoh Pasti Bertemu) Oleh Meisy T

Suami Romantis (Jodoh Pasti Bertemu) Oleh Meisy T

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:259k
Nilai: 5
Nama Author: Meisy Trisnaini

Reva dan Ridho tak sengaja bertabrakan di kampus. Saat itu Reva terburu-buru karena hampir telat kuliah. Ridho menatapnya dengan tatapan tak suka.

Reva sempat terkejut melihat wajah jutek Ridho, begitupun kata-kata pedasnya. Namun, dia terburu langsung kabur meninggalkan Ridho.

Siapa sangka mereka akhirnya berjodoh. Reva pun tak menyangka Ridho mau menikah dengannya.

Bagaimana kisah mereka setelah menikah? Akankah Ridho masih bersikap dingin pada Reva.

Kisahnya bakal bikin kamu baper.☺
Happy Reading ....❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meisy Trisnaini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ridho 4

Dadaku sedikit berdebar saat tiba di depan rumah. Sepanjang jalan dari tempat kerja, aku memikirkan Reva. Rindu melihat wajah dan tingkah lakunya.

Saat mengucapkan salam, Ibu yang keluar dan membuka pintu. Terlintas tanya di hati, mengapa bukan Reva yang membuka pintu. Apa dia belum pulang dari kampus?

Aku pun langsung menuju kamar. Sayup-sayup terdengar suara Reva berbicara di dalam kamar. Aku menunda membuka pintu, ingin tahu bagaimana dia berbicara dengan temannya.

Rasa tak suka menguasai saat tahu dia bicara dengan seorang laki-laki. Entah mengapa, aku sedikit cemburu mendengar dia bicara dengan lemah lembut. Bergegas kutarik gagang pintu.

Reva meletakkan gawai di bantal, lalu perlahan turun dari ranjang. Saat menoleh padaku, dia terlihat terkejut. Apa dia sadar telah melakukan kesalahan?

"Kamu baru pulang?" sapanya.

Aku hanya diam, lalu masuk ke dalam kamar. Kuletakkan tas ke meja di samping ranjang. Berjalan melewatinya tanpa menoleh.

Ternyata Reva tak merasa bersalah. Dia bergegas ke kamar mandi meninggalkanku. Apa dia berusaha menutupi perasaannya?

"Kamu udah makan?" tanyanya.

"Hm."

Kubiarkan saja Reva berlalu keluar kamar. Perasaanku masih tak enak. Takut terpancing emosi bila dia memaksaku bicara.

Sepeninggal Reva, aku memejamkan mata. Berdzikir pelan, berusaha mengusir rasa gelisah di hatiku. Perlahan perasaanku mulai membaik.

"Ridho, bangun."

Sayup-sayup kudengar seseorang memanggil. Namun, mata terasa berat. Aku tetap bergeming mencoba tidur lagi.

Aku terkejut saat ada jari menyentuh lenganku. Langsung terbangun lalu memegang tangan Reva. Sepertinya peganganku terlalu kuat membuat Reva tertarik jatuh tepat di dada.

Kami saling menatap selama beberapa detik. Debar kencang terasa di dada. Aku menahan napas karena wajah kami terlalu dekat.

"Maaf, aku kaget," ucapku, ketika bisa menguasai diri.

"I-ya, ga papa. Aku takut kamu ketinggalan shalat jamaah." Reva bangkit menjauh dari tubuhku.

"Ooh." Aku pun turun dari ranjang.

Kuambil sarung dan peci, lalu keluar dari kamar. Bibirku melengkungkan senyuman. Marahku hilang karena perbuatan kecil Reva tadi.

Ternyata begini rasanya mendapatkan perhatian dari seorang istri. Semoga saja Reva bisa berubah jadi lebih baik padaku. Aku akan berusaha membahagiakannya mulai sekarang.

***

"Gimana skripsi kamu, Reva?" tanya Bapak selesai makan malam.

"Dikit lagi, Pak. Udah rampung, tapi masih ada perbaikan," jawabku.

"Syukurlah. Ga lama lagi wisuda berarti."

"Iya, Pak. Doakan saja, cepet dapat jadwal ujiannya."

"Pasti Bapak doakan."

"Aaminn," sahut Ibu.

Aku diam menyimak obrolan mereka. Sesekali melirik Reva yang terlihat serius menanggapi Bapak.

"Kapan rencananya ke rumah, Nak Ridho?" Bapak beralih menatapku.

"Insya Allah lusa, Pak. Ayah sama Bunda bikin syukuran kecil-kecilan ngundang tetangga dekat." Tak sadar aku menjelaskan rencana keluarga sambil menatap Reva.

Wajahnya terihat berubah murung. Gerakannya jadi melambat dan kurang semangat. Apa dia tak senang menemui keluargaku?

"Oh iya. Nanti ingatkan Bapak lagi," pinta Bapak.

"Iya, Pak." Aku mengangguk takzim.

"Berapa hari nginap di sana?" tanya Ibu.

Aku berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Ridho. Tak tahu tepatnya berapa hari akan di rumah nanti. "Mungkin dua atau tiga hari, Bu," putusku akhirnya.

"Nah, besok siap-siap ya, Nak." Ibu menatap ke arah Reva.

"Iya, Bu."

Setelah makan malam, aku menemani Bapak mengobrol di teras. Angin sepoi-sepoi membuat perasaan menjadi tenang.

"Gimana hubungan kalian? Sudah saling memgenal?" tanya Bapak membuka percakapan.

"Alhamdulillah semakin baik, Pak. Sebenarnya belum begitu dekat, tapi aku dan Reva sedang berusaha saling mengerti," jawabku.

"Syukurlah. Bapak sempat khawatir karena kalian tak mengenal apalagi pacaran sebelum menikah."

"Iya, Pak."

Bapak terdiam beberapa saat. Aku pun tak tahu harus bicara apa. Tak terasa adzan Isya berkumandang. Kami pun bergegas melangkah menuju masjid.

Bersungguh-sungguh aku memohon pada Tuhan agar rumah tangga kami diberkahi. Semoga aku bisa jadi suami yang baik untuk Reva. Semoga rumah tangga kami dilimpahi kebahagiaan.

***

Pulang dari masjid, aku pamit pada Bapak langsung mau istirahat di kamar. Bapak mengangguk pelan, lalu duduk di ruang keluarga menemani Ibu. Bergegas kulanglahkan kaki ke kamar. Penasaran, sedang apa Reva saat ini.

Saat membuka pintu, Reva terlihat asik dengan gadget-nya. Terdengar pintu berderit, Ridho sudah pulang dari masjid.

"Main HP terus, kapan selesai skripsinya!"

Aku menoleh ke arah Ridho. Ini orang kenapa, sih?

"Udah ngedit kok."

"Jangan-jangan lagi chatingan sama siapa itu?"

"Apaan, sih?"

Aku mendekat, mengulurkan tangan untuk meraih gawainya. Kulirik sekilas nama yang muncul di layar gawai itu. Aku tersenyum kecut mengetahui laki-laki itu kembali menghubunginya.

"Ooh ... Deva namanya."

"Siniin!"

Reva berusaha merebut kembali benda pipih tersebut. Aku bergeming, begitu kesal dengan ulahnya. Setelah panggilan diputuskan, baru kukembalikan gawainya.

"Udah punya suami masih juga telponan sama laki-laki lain." Aku sengaja menyindir ingin mendengar pengakuannya.

"Ga telponan kok. Aku ngerti juga kali, kalau udah nikah harus-"

"Harus apa?" potongku.

Kumantapkan langkah untuk mendekat. Reva mundur perlahan, kakinya sudah menempel ke tepi ranjang. Aku memajukan wajah hingga napas kami bertemu. Berusaha meredam debaran jantungku bertalu-talu. Ingin rasanya kusentuh bibir itu.

Next.

1
Indrijati Saptarita
yaakkkhhhh..... koq gantung....
lanjuuuuuuttt....
Indrijati Saptarita
bagus yg duluuuu... kan reva berhijab....
Indrijati Saptarita
kelamaan akh
Indrijati Saptarita
sama suami koq cuma panggil nama sih...
Raina Wahab
asyik thor ceritanya. lanjut trus
Normilawati Mila
Baperrrrr banget
Lia Nyo BAng AnjArr
lanjutinn dong
Lia Nyo BAng AnjArr
apa ini orang lubuklinggau ya 😄
Maila 024
baper bngt berasa Kya sendiri dalam cerita 🤣🤣
Azhreen Azhriel
ceritanya bagus,gk dibuat buat. mengalir apa adanya
semangaaatt thor 😘😘
Hariyadi
minta sarannya ya, buat novel baruku "Cinta Kelomang"
Nurdiyah Bella Susanti
lanjuuuut thooor
Siti Mi saroh
aaaa aku baperrrr
Azhreen Azhriel
ooouuhhh co cuittt
Azhreen Azhriel
seruuu ceritanya
semangatttt kakk nulisnya
Rif'ahtul Mukhlishoh
next ya.....
♡ⱭℕǤℰⱠ♡ᵛᵅ Hiatus🖤
semangattt😍
Salam Rainvel💖💖
ditunggu kehadirannya
♡ⱭℕǤℰⱠ♡ᵛᵅ Hiatus🖤
nextt
ditunggu feedbacknya💖
Rif'ahtul Mukhlishoh
temennya ridho iku
Rif'ahtul Mukhlishoh
next.... semangat y reva
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!