NovelToon NovelToon
Guru Dunia Akhirat

Guru Dunia Akhirat

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:155.2k
Nilai: 5
Nama Author: Selly YuniraTera

"Berjanjilah kau akan menikahiku!."

"Kau! "

Terdengar percakapan sepasang manusia dari ruang kelas yang sangat gelap, karena hari mulai malam dan tidak ada penerangan apapun, tidak ada sinar rembulan yang terang mungkin cuaca buruk dan listrik dalam keadaan mati.

"Seharusnya kau yang menikahiku! Bukannya aku yang harus menikahimu! Aku kan perempuan! " Perotes anak perempuan, membuat mulut yang bergetar dari sosok laki-laki itu seketika diam dan berubah menjadi senyuman yang tipis.

"Cepat lah berdiri disini sangat gelap! lagian para pemuda itu telah di bawa polisi. Dan lagi aku tidak ingin menikah denganmu, kau itu pemuda penakut. Aku menginginkan suami yang berani yang bisa menjadi pelindungku! " Kembali anak perempuan yang berusia sekitar 11 tahunan itu menyerukan keinginannya.

Pemuda yang berseragam SMA itu pun menurut, ia bangun lalu berjalalan melewatinya sambil meraba sekeliling mencoba mencari jalan keluar. Tapi tangannya segera ditarik oleh anak perempuan itu dan akhirnya mereka bisa keluar dari gedung sekololah.

" Buka matamu! Ini sudah di luar sekolah. Jalan kok merem! Masih takut A? ledek anak perempuan. Pemuda itu membuka matanya, lalu menghembuskan nafas tenang.

"Sebenarnya aku seorang pemberani! dan aku ingin menikah denganmu karena kau seorang perempuan cerewet dan manis." Ucap pemuda itu!

"Aduh!"

Jodoh tidak akan pergi kemana ujar pepatah.

Kisah sepasang manusia yang di pertemukan kembali dangan keadaan yang berbeda, guru dan muridnya saling menyukai. Akankah kisah dahulu menjadi cinta yang manis? Walau terkadang masalah silih berganti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selly YuniraTera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana yang gagal

Di jalanan yang tidak terlalu ramai, terlihat Sisil perlahan mundur dan di depannya terlihat Ginanjar dengan senyum menyeringai.

"Apa kau takut? " Ginanjar semakin mengikis jaraknya dengan Sisil, sedangkan Sisil terlihat waspada hingga akhirnya punggungnya membentur pohon.

"Tidak! " jawab Sisil lantang dan terdengar suara tawa dari mulut Ginanjar dan ke empat temannya.

"Tentu saja kau tidak akan takut pada kami, karena kami akan membuat mu mabuk kepayang, gimana? " Ginanjar semakin mendekati Sisil.

"Kau itu hanya boneka dari wanita obsesian itu, kenapa kau seru sekali bekerja sama dengannya untuk membunuhku!"

"Aku? Kau tanya aku kenapa begitu seru bekerja sama dengan Ratna! Asal kamu tau Sisil aku Ginanjar orang yang paling membenci seorang Heru putra pertama dari Bastian."

"Aku tidak tau apa masalahmu dan lagi kalian berani sekali melawan wanita!"

"Jaga mulutmu! Gara-gara Heru aku mendapatkan sebuah pengalaman buruk yang tidak bisa aku lupa, seorang wanita yang aku cintai tapi malah mencintai orang seperti Heru membuat ku marah. Dan kau tau Heru memperlakukan dia dengan tidak baik! "Ginanjar terus saja mendekatkan tubuhnya pada Sisil.

"Mungkin masalalu mu dan Mas Heru begitu suram, tapi kau salah jika curhat kepadaku aku tidak peduli dengan masalah pribadi kamu jadi bisa kau menjauh dari ku! " ucap Sisil dan meninggikan suaranya.

"Aku tau kau adalah istrinya Heru jadi mana mungkin aku salah untuk melenyapkanmu, kau itu sangat berpengaruh terhadap hidupnya jadi aku akan senang jika dia menderita! " ucap Ginanjar lalu tertawa mengejek.

"Emang apa yang dia lakukan pada wanitamu itu! "

"Dia telah menyakiti hatinya, sampai dia tidak bisa menghilangankan rasa takutnya akan cinta sampai sekarang! "

"Kau itu terlalu bodoh sama halnya seperti Ratna, aku tidak tau detail masalahmu tapi asal kamu tau, Mas Heru tidak mungkin berbuat kasar apalagi terhadap wanita! "

"Dasar kamu memang minta dihajar! "Ginanjar pun mengangkat tangannya untuk memukul Sisil, tapi Sisil pun berhasil menahannya lalu dia pun menendang inti tubuh Ginanjar.

Sisil segera meloloskan diri menjauhi Ginanjar, tapi di belakangnya ada satu laki-laki memegang kedua bahu Sisil hingga gerakan tangannya sepontan membuat laki-laki itu bak melayang hingga jatuh ketanah.

"Jangan mendekati ku! " Sisil dengan pandangannya yang waspada, hingga ketiga laki-laki itu berlari ke arah Sisil dan bersiap untuk menagkapnya hingga...

Bukkkkk

Bukkk

Bukkk

Sisil pun tidak tinggal diam dia pun berlari dan melompat lalu menendang, memukul ketiga laki-laki itu tanpa ampun. Dengan gerakan yang lincah dan tangkas serta tepat, Sisil berhasil membuat semua laki-laki itu kesakitan akan luka di tubuhnya, sampai peluh di dahinya menetes.

"Kapok, bukannya aku sudah bilang jangan main-main denganku!" teriak Sisil.

"Jangan senang dulu Sisil, aku tidak akan menyerah kau itu hanya seorang wanita dan wanita hanya bisa menaklukan laki-lakinya jika di ranjang bukan di tempat seperi ini! " Ginanjar mendekati Sisil sambil merogoh sesuatu disaku jaketnya.

"Rasakan ini! " Ginanjar menyodorkan pisau lipat kearah Sisil sambil berlari.

Sisil pun bersiap, dia membuka sebelah sepatunya matanya menatap fokus pisau kecil di tangan Ginanjar, sampai pisau itu akan menancab perut Sisil.

"Ya! " teriak Sisil dia melempar sepatu itu tepat di ujung pisau yang di pegang Ginanjar dan bersamaan itu tubuhnya yang berguling ketanah serta kakinya sengaja menendang tumit Ginanjar hingga jatuh tersungkur.

"Terkadang wanita juga harus bisa menaklukan laki-laki bejat sepertimu di tempat seperti ini!" Sisil berdiri mengatur nafasnya lalu segera berlari sekencangnya meninggalakan para laki-laki yang akan berbuat buruk kepadanya.

Tidak lama kemudian datang dua mobil hitam dan keluarlah beberapa orang berjas hitam menghampiri Ginanjar dan kawan-kawannya, lalu membawanya paksa.

"Kami telah menangkapnya Bos, " ucap salah satu darinya, sambil memegang telinganya yang terdapat earphone itu.

"Bawa kesini! " Teriak sekertaris Rian. Kali ini wajahnya nampak kesal karena kelalaian para pesuruhnya, mereka gagal menjaga Sisil hingga nyaris nonanya itu akan celaka.

Sisil yang kini terus berlari dan sampai ke tempat mini market tadi, seketika menghembuskan napas panjang pandangannya tertuju pada tangan kanannga yang penuh dengan darah.

"Hm, resiko nikah sama anak orang kaya, tampan, baik dan perhatian lagi," gumam Sisil berjalan memasuki mini market itu, untuk membeli obat untuk lukanya.

Setelah membeli alat P3K, Sisil kembali celingukan dia menemukan motor Elsa masih terparkir di sebrang sana.

"Syukurlah masih ada," Sisil menghampiri motor itu, lalu merogoh saku celananya dengan hati-hati karena luka di tangannya. Dia mengeluarkan kunci motor lalu melajukannya menuju mansion mertuanya.

Sedangkan masih di taman belakang, Ratna yang sudah lama menunggu akhirnya bosan hingga dia berniat untuk pulang.

"Kakak aku pulang duluan deh, hari semakin malam dan cuaca semakin dingin," Ratna menggosokan kedua tangannya.

"Tapi Ginanjar gimana? Kamu pulang mau pakai taksi? "

"Aku udah bosan, mungkin kak Ginanjar ada urusan lain sampai lupa sama rwncana kita. "

"Bisakah seperti itu? "

"Bisa jadi! "

"Baiklah kalau kau mau pulang." Elsa berdiri dari bangkunya lalu di ikuti Ratna hingga mereka akan meninggalkan bangkunya, terlihat Sisil menghampiri mereka dan hal itu membuat Ratna terdiam.

"Sisil kenapa baru datang?" hentak Elsa setelah Sisil berada di hadapan mereka.

"Ada kecelakaan di jalan, " sahut Sisil "Ratna kebetulan kau ada di sini, bisa kita bicara sebentar? " Sisik menoleh ke arah Ratna.

"Kalian mengobrol lah aku akan kedalam. " Elsa pun begitu saja meninggalkan Sisil dan Ratna.

"Kenapa! " Ratna dengan nada ketusnya, dia kini terlihat bingung karena Sisil terlihat baik-baik saja.

"Jangan pernah melibatkan Elsa kedalam masalahmu! " Sisil menatap lekat mata Ratna.

"Apa pun akan aku lakukan asal apa yang aku mau harus bisa aku capai! "

"Kau itu wanita paling egois dan paling bodoh! Sebenarnya apa yang kau inginkan dari Pak Heru, bukanya Ginanjar adalah kekasihmu?"

"Kenapa, mulai khawatir tunangan mu itu bisa aku rebut? Pak Heru itu calon suami yang sangat sempurna, mana mungkin aku menyia-nyiakan dia. Ginanjar, dia cuman laki-laki suruhanku dan apa yang kau mau ketahui lagi! " Elsa menyilangkan kedua tangannya didada.

"Aku tidak khawatir, hanya saja aku merasa kasihan sama kamu, mengejar jodoh orang sampai merugikan diri sendiri. Ingatlah Ratna, jangan kau sia-siakan hidupmu demi ke egoanmu itu akan membuatmu merugi hidup di dunia ini. "

"Jangan sok menasehati lihat dirimu, aku lebih unggul di bandingkan kamu! Aku lebih cantik dan menarik tidak seperti mu, muka pas-pas san! " ledek Ratna, memalingkan pandangannya ke aral lain.

"Aku akui kamu lebih cantik, tapi apa kau yakin bisa membuat laki-laki mu puas nantinya? Setidaknya hanya cantik saja tidak akan membuatmu selalu menjadi yang terbaik, ingat lah laki-laki yang baik tidak akan mendapatkan wanita licik seperti mu. Untuk menjadikan seorang istri mereka tetap akan memilih yang terbaik baginya dan anak-anaknya kelak, jadi kau jangan bersusah payah seperti ini, membuang waktumu dengan hal yang tidak berguna!" ucap Sisil dan beranjak untuk meninggalkan Ratna, sedangkan Ratna terlihat mengepalkan keduan tangannya, marah.

1
RINAWATI AZZA
bnyk typo nama tokoh
RINAWATI AZZA
restoran bukan lestoran Thor..
Sulastri Abdi
banyak salah ketik namanya thor
Ney Maniez
👍👍💪💪
Ney Maniez
😲😲😲😲
Ney Maniez
👍👍
Ney Maniez
mksh y critny menghibur👍👍💪💪🤗🤗
Al: Allahmdulilah,,, ada novel baru lagi nih mampir yu...
total 1 replies
Ney Maniez
👍👍👍👍
Ney Maniez
🤦‍♀🤦‍♀🤭🤭
Ney Maniez
💪💪💪💪
Ney Maniez
🤭🤭😁😁🤗🤗
Ney Maniez
🤭🤭
Ney Maniez
💪💪
Ney Maniez
😘😘
Ney Maniez
💪💪💪💪
Ney Maniez
🤦‍♀
Ney Maniez
😲😲
Ney Maniez
🤦‍♀🤦‍♀
Ney Maniez
😲🤔🤔
Ney Maniez
😲😲
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!