NovelToon NovelToon
DERITA PENGGANTI

DERITA PENGGANTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:147.7k
Nilai: 5
Nama Author: vhauna

Layani aku kapan pun di mana pun aku mau sebagai mana layak nya seorang istri yang baik sampai waktunya tiba aku akan menceraikan mu.


Arinda Maharani gadis 18 tahun, yang terpaksa menggantikan mempelai wanita untuk menikah dengan anak majikan ibu nya.

Bagas Airlangga Kusuma 30 tahun pria arogan ,keras kepala dan juga tempramen. Mau tidak mau ia harus menikah dengan anak dari pembantu karena di tinggal kan kekasih nya di saat pernikahan mereka kurang dua hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vhauna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

setelah bertemu intan

Karena masih akan ada satu rapat penting akhirnya Bagas hanya bisa membiarkan Arin pulang dalam ke adaan salah paham.

"Cepat keluar dari ruangan gue!" usir Bagas terhadap Intan.

"Kok kamu ngomong nya kasar banget ,pake lo ,gue lagi?"

"Keluar ,Tan. Gue bilang keluar ya keluar. Sebelum gue gertindak kasar sama lo. Atau gue panggilin petugas buat nyeret elo keluar dari sini."

"Lo jahat ,Gas... Lo gak punya perasaan. Lo tega sama ibu dari anak lo." ucap Intan sembari mengambil tas nya lalu melangkah pergi.

mereka kembali menggunakan sebutan lo ,gue lagi seperti di saat sebelum mereka bertunangan dulu.

"Argghhhg......"

Bagas melempar semua berkas-berkas yang ada di meja nya. Emosi nya kian memuncak. Tidak mungkin ia menyuruh Intan untuk menggugurkan kandungan nya. Namun di sisi lain ia terasa berat jika harus melepaskan Arin. Entah apa alasan nya ,ia pun tak paham. Mengapa rasanya ia begitu nyaman saat bersama dengan Arin daripada saat bersama Intan yang sudah lama bersama nya.

"Shittt.....!!"

"Eh , kampret ,lo mau nambahin kerjaan gue, pakek berantakin berkas-berkas ini semua?" ucap Risky kesal saat baru memasuki ruangan Bagas ia melihat ruangan yabg biasa nya rapi dan bersih kini benar-benar mirip seperti kaoal pecah. Map dan berkas-berkas berserakan di lantai.

"Gue harus giman ,Ris? Gimana kalau benar Intan hamil anak gue?"

"Ya kalau sampai itu benar. Mau nggak mau lo harus nikahin dia lah. Lo gak mau kan kalau sampai anak lo lahir tanpa ayah. Tapi tunggu, seperti yang gue bilang, gue gak yakin sama itu model papan tulis."

"Kalau beneran gimana?"

"Kok lo jadi pengecut gini sih ,Gas?"

"Bukan gitu ,sialan."

"Ya udah , ayo. Lo siap-siap bentar lagi kita meeting gak mungkin lo ketemu klien tapi penampilan lo kusut kayak baju cuci kering pakek." cibir Risky.

Setelah merapikan penampilan nya, baru lah Bagas yang di ikuti Risky di belakang nya mulai memasuki ruanganan meeting.

Namun saat meeting di mulai, Bagas benar-benar tidak fokus akan presentase yang telah di sampaikan oleh pihak klien. Beruntung Bagas memiliki Risky yang pandai dan juga sigap dalam urusan pekerjaan.

Tak salah jika Danu begitu menyayangi nya seperti anak sendiri. Begitu pula mama Vina. Karena memang Risky selalu bisa di andalkan dalam segala hal.

"Bagai mana Tuan kusuma , apa kah pengajuan kerja sama perusahaan kami bisa di terima. Atu mungkin presentase nya kurang jelas."

"Maaf ,tolong di ulang lagi. Bos saya sedikit mengalami kelelahan. Jadi konsentrasi nya berkurang." tutur Risky kepada pihak perusahaan yang mengajukan kerja sama tersebut.

Dan akhirnya mau tidak mau pria tersebut kembali mengulang dari awal.

"Kampret, lo bisa fokus gak ,dengerin presentase dari pihak PT Adijaya?" ucap Risky berbisik.

"Terus guna nya elo ,apa?"

"Sialan..!"

******

Sepulang nya dari perusahaan Bagas, Intan menghubungi Arin dan meminta Arin untuk bertemu dengan nya di salah satu restorang yang tidak jauh dari kediaman nya.

Saat ini Arin baru saja tiba di salah satu restoran ternama Arin datang memenuhi permintaan Intan, dengan di antar oleh pak Eko selaku sopir pribadi nya. Karena lokasi nya yang tidak terlalu jauh sehingga ia mau menuruti permintaan Intan untuk bertemu.

"Dengan Arinda?" tanya seorang pria yang sedikit seperti wanita, yang usianya kisaran tiga puluh tahun yang tak lain adalah asisten pribadi Intan.

"Iya betul." Sahut Arin ramah. Namun Arin bingung harus menyebut nya mas atau mbak.

"Mari ikut saya." ajak Pria setengah mbak-mbak tersebut, mengajak Arin ke salah satu ruangan private yang tersedia di restoran tersebut.

"Selamat siang , Arinda." Sapa Intan sembari menjulurkan tangan nya untuk bersalaman dengan Arin.

Dan dengan tangan terbuka Arin menerima jabatan tangan tersebut.

"Selamat siang juga mbak Intan. Ada urusan apa ya, sekelas model papan atas seperti mbak Intan mengajak saya bertemu." tanya Arin tanpa basa-basi lagi.

"Langsung saja pada point nya. Kamu tau kan kalau saya hamil anak nya Bagas. Kita sesama wanita, setidak nya kamu paham dengan posisi saya saat ini."

"Terus mbak mau nya gimana?"

"Tinggalkan Bagas, ceraikan Bagas. Biarkan anak saya mendapat tanggung jawab penuh dari ayah nya."

Kemudian mungkin karena sudah terbiasa berakting di depan kamera sehingga dengan mudah nya Intan mendramatisir keadaaan. Tiba-tiba saja ia menangis histeris.

"Kita sesama perempuan ,kan. Apa kamu tega anak saya lahir tanpa ayah nya. Apa kamu tega anak kami lahir dengan ayah yang masih memiliki istri lain." hikkss....

"Lagi pula Bagas gak pernah mencintai kamu , Arinda. Bagas hanya mencintai saya. Kamu hanya di jadikan alat untuk mempermulus jalan nya mendapatkan kedudukan di perusahaan. tidak lebih dari itu."

Deg---

Kalau pun memang benar , kenapa harus di perjelas seperti itu. Yang mana ucapan Intan barusan membuat hati Arin sakit seperti tengah di rajam ribuan pisau yang mampu menghentikan nafas nya.

"Lagi pula Bagas itu anak satu-satunya keluarga Danu. Tidak mungkin perusahaan itu akan di berikan kepada orang lain. Jadi kamu tidak perlu menunggu berlama-lama, silahkan tinggalkan Bagas, biarkan anak saya memiliki ayah nya dengan penuh." Intan memohon.

"Asal kamu tau, rumah yang kamu tempati saat ini, rumah tersebut yang sengaja Bagas beli setahun lalu yang sudah kami tempati bersama . Jadi mana mungkin dia bisa melupakan saya ,jika di sana banyak kenangan di antara kami. Kamu bukan pilihan nya. Mundur lah, agar kami bisa menjadi keluarga yang harmonis dengan lahir nya anak kami."

Intan tau gadis sepolos Arin pasti bakalan luluh hanya dengan air mata buaya. Maka dari itu Intan berakting mengiba sebaik mungkin meminta Arin meninggal kan Bagas.

"Baik lah ,mbak kalau tidak ada lagi yang mau di bicarakan, saya permisi dulu."

Sepulang nya dari restoran tersebut ,Arin langsung mengemasi pakaian nya. Pakaian yang ia bawa sendiri dari kampung dan tidak membawa serta pakaian-pakaian yang di belikan oleh mertua nya.

Mungkin karena masih muda, Arin tergolong cukup labil dalam bertindak dan mengambil keputusan. Sehingga setelah bertemu dengan Intan ia memutuskan untuk keluar dari rumah tersebut.

"Loh ,nduk kamu mau kemana?" tanya bik Kom saat mendapati istri majikan nya tengah menggendong Ransel saat menuruni anak tangga dalam keadaan menangis.

"Maaf ,bik...Tempat Arin bukan di sini. Arin mau pergi saja. Terima kasih ya bik, selama ini udah baik banget sama Arin." ucap nya seraya mencium punggung tangan bik Kom.

"Nduk, apa kamu sudah pikir kan matang-matang?"

"Iya ,bik... Arin sudah pikir kan lagi. Ada yang lebih pantas bersama pak Bagas dari pada Arin. Arin gak mau jadi benalu yang merusak kebahagiaan orang lain. Semoga bibik paham dengan keputusan Arin."

"Ya sudah, bibik gak bisa apa-apa. Bibik yakin kamu sudah dewasa. Jaga diri baik-baik, ya nduk."

Arin mengangguk lalau mendekap erat bik Kom yang selama ini sudah Ia anggap orang tua sendiri. "Ya sudah bik, abang ojol nya nya udah nunggu di depan. Saya pamit dulu ,ya bik."

"Oalah ,nduk...hati-hati ,ya nak."

Kemudian dengan menggunakan ojek online, Arin menuju terminal Tanjung Priok. Ia hendak menuju suatu tempat di mana banyak teman-teman di kampung nya merantau di sana setelah lulus SMA. Yang tentunya jauh dari ibu kota Jakarta.

Sementara Bagas di kantor tak henti-henti nya lelaki tersebut uring-uringan sejak Arin. Bahkan ada beberapa petinggi perusahaan yang hendak meminta tandatangan, justru menjadi pelampiasan amarah nya.

"Gas, dari pada elo ngamuk-ngamuk gak jelas gini. Mendingan elo pulang aja deh. Biar gue yang urus kerjaan. Kalau pun butuh tanda tangan elo, nanti pulang kerja gue bisa bawain berkas-berkas nya ke rumah elo ,gimana?" tawar Risky, karena ia yakin Arin pasti bisa menenangkan Bagas saat ini.

***

maaf klo typo nanti revisi ya. jangan lupa jejak guys

1
Awie Uti
semngt Thor selalu dukung karyamu bgus
Syahdu: Novel tapi ada chat lucunya?😆 yuk baca I Love You Brutally. Terima Kasih dukungannya🫶🏻🤍😆
total 1 replies
Awie Uti
selalu setia dengan karya mu Thor semngt
Awie Uti
bgus banget novel nya Thor saya suka
Hernita
lanjut nih
nyonya_norman
kang es nenteng termos 🤣🤣🤣
nyonya_norman
kocak banget nih anak
nyonya_norman
intan
nyonya_norman
😅
Siti Sha Sihombing
adik thor. bukan adek
re
Next
Shusyi Ae
semoga cepet smbuh y untuk author
Ida Martha
smoga lekas sembuh ya.. untuk autor
Ninin Sumantrie
bagas dpt saingan😜😂😂😂
Ninin Sumantrie
lanjut thor...makin seruuu...
Ninin Sumantrie
bagas kok plinplan gemes aku pengen jitak pala nya biar ga eror😡
Ninin Sumantrie
jgn² intan atw suruhannya yg nabrak si Aring...
Ninin Sumantrie
semangat ya thoor...💪💪💪
Ninin Sumantrie
visual ridky...jhony huang😍😍😍😍😍😍😘👍
Ninin Sumantrie
si mama vina kepo😂😂😂😂😂
Ninin Sumantrie
emang bener,tempat nya di kerak neraka😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!