NovelToon NovelToon
Presdir Masuk Desa

Presdir Masuk Desa

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Menantu Pria/matrilokal / Berondong / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:533.4k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

Tanah luas di hadapanku seakan tidak ada artinya. Putri tunggalku kini telah menginjak usia 31 tahun. Cantik, pintar, rajin tidak ada yang kurang darinya. Hanya saja, sejak berusia 22 tahun dia duduk di kursi roda setelah mengalami kecelakaan.

"Aku akan kuliah di kota dan menjadi seorang dokter, hingga dapat menyembuhkanmu," mulut manis kekasih, yang akhirnya di sokong biaya kuliahnya hingga menjadi dokter spesialis itu meyakinkan putriku.

Sekian tahun menunggu, pemuda itu datang dari kota, mengadakan acara pernikahan besar-besaran dengan gadis kota.

Iba, begitulah perasaanku saat menatap wajah putriku yang menghadiri acara pernikahan dokter muda itu. Namun...

"Menikahlah, tapi semua uang yang aku transfer untuk biaya kuliah dan hidupmu aku anggap hutang. Bunganya 5%,"

Benar, putriku datang dengan membawa surat perjanjian hutang untuk ditandatangani mantan kekasihnya.

Bertahun-tahun melajang, apakah keturunan keluargaku akan pupus karena putriku. Siapapun yang dapat membuat putriku tertarik akan aku nikahkan dengannya. Walaupun dengan paksaan.

Hingga, seorang bocah pembuat onar bernama Jono, pemilik lahan kecil yang berhutang padaku membuat wajah dingin putriku tersenyum.

"Kenapa aku harus menikah dengan wanita cacat!? Kalian harus membayar karena memaksaku menikah!!" Jonathan Northan (Jono) dalam kemarahannya.

... Tidak ada sesuatu yang tidak dapat aku beli. Sebuah lelucon dalam hidupku, tiba-tiba aku harus menikahi wanita cacat...

Menguji kesabaran mertua dan istrinya, itulah yang dilakukan makhluk pembuat masalah yang menyimpan banyak rahasia tentang status dan kedudukan aslinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Wanita Penggoda

"Sangat menyebalkan," gumamnya, menghirup harum aroma tubuh Hana. Daster tidur tipis dengan tali kecil di kedua bahunya dimasuki tangan Jono.

Bibirnya masih menjelajahi leher istrinya, sedangkan salah satu tangannya bergerak memijat memainkan benda yang ditemukannya dibalik daster tipis.

Sungguh ini adalah mimpi yang indah baginya, dapat menumpahkan keinginannya? Apa ini imajinasi liarnya? Entahlah, dirinya hanya menginginkan perasaan berdebar kala menyentuh tubuh indah itu. Darahnya berdesir, tidak ingin menahan segalanya lagi.

"Hana, aku... apa aku mencintaimu?" tanyanya dengan mulut dipenuhi bau alkohol.

Udara yang tadinya panas kini berubah menjadi dingin. Bau tanah tercium kala tetesan deras air hujan menyapu tanah yang kering. Indah, ini benar-benar indah kala deru napasnya yang tidak teratur, mengakat tubuh Hana. Langkahnya gontai, tapi tetap berusaha bertahan membawanya ke tempat tidur.

Perlahan tubuh itu dibaringkannya, mata mereka saling bertemu sesaat. Bagaikan saling menyelami, "Aku mencintaimu..." ucap Hana penuh kesungguhan.

Tanpa aba-aba Jono mendaratkan bibirnya, rasa alkohol sedikit terasa dari bibir suaminya. Jono dalam keadaan mabuk, Hana baru menyadarinya. Tapi dirinya seakan membiarkan segalanya, tubuhnya benar-benar dikendalikan tangan pemuda itu bergerak tiada henti. Memberikan sensasi berbeda, jantungnya berdegup cepat. Tubuhnya bagaikan bergetar, ini nyaman, kala ciuman di bibirnya menjadi semakin liar.

Jono kembali menurunkan ciuman ke area lehernya, sedikit berbisik, dengan deru napas tidak teratur,"Kamu lebih dapat menggodaku dibandingkan dengan Angel. Benar-benar wanita penggoda..."

Wanita penggoda? Begitukah Jono melihatnya selama ini? Tubuh itu didorongnya sekuat tenaga, hingga pemuda yang dalam keadaan mabuk itu terjatuh di sampingnya.

Air mata Hana mengalir, berteriak menagis terisak. Harga dirinya tidak pernah direndahkan hingga seperti ini. Pemuda yang menggeliat memunggunginya itu mulai tertidur.

"Aku tau ini kesalahanku, memaksamu dalam pernikahan ini. Mungkin jika aku berusaha menjadi istri yang baik, kamu akan dapat mencintaiku. Tidak menganggapku seperti wanita penghibur..." gumamnya mulai bangkit, menghapus air matanya. Mengambil bantal dan selimut, memutuskan tidur di sofa ruang tamu.

Angel? Apa itu nama wanita yang dicintai Jono? Entahlah, dirinya yang merebut Jono dari Angel, berarti dirinya merupakan orang ketiga bukan? Jika Angel muncul, bisakah dirinya bertahan untuk tetap mencintai Jono?

Keinginan Hana tidak banyak, dirinya tidak menginginkan pria berwajah rupawan atau kaya. Hanya menginginkan pria baik yang menyayanginya dapat membuatnya selalu tersenyum.

Tidak akan menuntut apapun, hanya menginginkan sebuah kasih sayang? Apa itu sulit? Wanita penggoda? Mungkin istilah itu sesuai dengannya yang berpura-pura lumpuh. Membuat suaminya yang sejatinya tidak mau menyentuhnya harus memandikannya.

Namun sekali saja, dirinya ingin mendapatkan kesempatan. Hingga tiba saat dirinya harus melepaskan Jono karena terlalu banyak merasakan sakit.

Hana meringkuk seorang diri di sofa ruang tamu, berselimutkan selimut tebal yang menutupi tubuhnya. Matanya terlihat sembab, Angel mungkin kekasih suaminya, sering melakukan hubungan di luar nikah, mungkin juga calon istrinya. Sedangkan dirinya hanya wanita egois yang muncul merusak hidup seorang Jonathan Northan.

Dirga terbangun tengah malam mengambil air, berjalan melewati ruang tamu. Matanya menatap putrinya yang tertidur di sofa, sisa air mata masih berada di pipinya.

Pria paruh baya itu membelai rambutnya,"Katakan jika sudah cukup, ayah akan selalu menjagamu. Ini juga sebuah pembelajaran hidup, ada cinta yang tidak patut untuk dikejar..." ucapnya menghapus air mata putrinya.

Namun tanpa terasa air mata Dirga mengalir, apa putrinya akan dapat bahagia? Pasti dapat, karena Dirga akan menjaganya. Masih mengasihi Hana dengan sabar, menunggu kala putrinya sudah terlalu lelah menghadapi suami yang memiliki arogansi tinggi.

Jika itu terjadi, Dirga akan tetap berada disampingnya. Melindunginya agar tidak dapat disakiti atau bertemu dengan seorang Jonathan Northan lagi...

***

Hari ini, dirinya terbangun terlalu siang, kepalanya masih terasa sakit. Tangannya meraba-raba ke arah sampingnya, Hana sudah tidak ada disana.

Tubuhnya tidak tertutupi sehelai benangpun, mungkin handuknya terlepas ketika tertidur seorang diri. "Kenapa aku tidak memakai pakaian?" gumamnya, menggaruk lehernya sendiri, mengumpulkan kesadaran.

Dirinya samar-samar mulai mengingat kala, menjilati telinga Hana, bahkan membuat tanda kebiruan di lehernya. Berakhir membawanya ke tempat tidur, mencium lehernya,"Setelah itu apa yang terjadi? Apa aku sudah melakukannya? Sudah tidak perjaka lagi?" gumamnya, mencoba-coba mengingat malam pertamanya, namun tidak ada sedikitpun ingatan setelahnya.

Bertanya pada Hana? Hanya itulah yang ada di fikirannya kini. Dengan cepat dirinya membersihkan diri, tergesa-gesa keluar dari kamar setelah memakai pakaian lengkap.

Matanya menelisik, menatap Dirga yang tengah sarapan bersama putrinya.

"Ayo kita sarapan," ucap Dirga, seolah-olah tidak terjadi apapun.

Jono mulai duduk dengan perasaan canggung, Hana masih duduk di kursi rodanya tersenyum padanya, bersikap seperti biasanya,"Ini kotak bekalmu, aku akan ke kota siang ini, membeli beberapa perangkat tambahan untuk koperasi, jadi tidak bisa makan siang bersamamu,"

"Hana, Jono, ayah berangkat ke kebun dulu, kalian hati-hati di jalan nanti," ucapnya mulai bangkit, mengambil topi besar ala koboinya di atas meja.

"Ayah juga..." ucap Hana masih dengan senyuman di wajahnya. Sementara Jono melirik ke arah istrinya, tanda keunguan ada di lehernya. Apa tadi malam dirinya benar-benar sudah meniduri Hana?

"Iya..." Dirga tersenyum di hadapan putrinya, perlahan senyuman itu berubah seiring langkahnya. Menjadi raut wajah datar tanpa ekspresi, tangannya mengepal. Hanya menunggu putrinya benar-benar lelah, saat itulah dirinya akan memastikan seorang Jonathan Northan tidak akan pernah dapat menemui Hana lagi. Pria yang sudah membuat putrinya terluka.

Bahkan almarhum ibu kandung Hana, tidak pernah tega melukai hati dirinya, yang selalu berusaha menjadi suami yang baik, walaupun dulu menikah karena paksaan. Tapi setiap orang berbeda, mungkin arogansi seorang Jonathan Northan terlalu tinggi untuk melihat ketulusan Hana. Hanya wanita kota yang akan sesuai untuk bersanding dengannya...

***

Sementara Jono memulai pembicaraannya dengan canggung,"Hana semalam kita..." kata-katanya disela.

"Tidak terjadi apa-apa semalam, kamu menciumku, lalu tidur nyenyak hanya mengenakan handuk saja..." ucapnya masih tersenyum memakan sarapannya.

"Syukurlah, aku fikir tidak sengaja menidurimu..." Jono menghela napas kasar dengan perasaan lega.

Syukurlah? Dirinya dan Jono adalah pasangan suami istri. Tidak pernah melakukannya lalu bersyukur? Mungkin memang benar dirinya lebih rendah dari pada wanita penghibur di mata suaminya.

"Hana, apa kamu sudah mandi?" tanyanya mulai makan.

Hana menatap kearahnya,"Sudah, Sari yang membantuku. Mulai sekarang Sari yang akan membantuku mandi setiap hari seperti sebelumnya,"

Senyuman di wajah Jono menghilang,"Ke... kenapa harus Sari?"

"Tidak ingin menyusahkanmu, lagi pula kamu juga merasa tidak nyaman kan? Sari juga sudah bekerja bertahun-tahun disini. Tenaganya kuat hanya untuk mengangkatku. Dia seperti wonder woman..." Hana tertawa kecil, mengusir rasa canggung dengan candaannya.

"Aku suamimu, tidak merasa direpotkan. Lagipula..." kata-kata Jono disela.

"Tidak apa-apa, ini sup buatanku. Mungkin bisa meredakan efek sakit kepala. Lain kali jangan meminum-minuman berakohol. Aku berangkat duluan," ucap Hana mendengar suara mobil pickup, yang dikendarai pak Kirjo, menggerakkan kursi rodanya dibantu Sari.

Tidak ingin dianggap wanita murahan lagi, hanya karena dimandikan oleh Jono, mungkin ini lebih baik. Berusaha menjadi seorang istri yang baik. Berharap Jono menyadari perasaannya suatu hari nanti, sebelum dirinya terluka lebih dalam. Luka yang mungkin akan membuatnya tidak ingin melihat wajah itu lagi.

Sementara Jono tertegun diam, menjambak rambutnya sendiri, dengan raut wajah kehilangan. Bagaikan suami, yang mendengar istrinya mengatakan tidak akan memberikannya jatah lagi. "Bagaimana ini?" gumamnya tidak dapat memandikan Hana lagi.

Bersambung

1
✨Susanti✨
makasih kak, bikin karya sebagus ini
sukses ya
semangat
✨Susanti✨
baru aja kepikiran masakannya gimana 😄
✨Susanti✨
Sin, apakah masih kerabat dengan Sinchan 😄?
✨Susanti✨
yang dikawatirin lagi santai🤣
✨Susanti✨
😩😭😭😭😭😭
✨Susanti✨
ayah akan selalu melindungi putrinya, terlepas itu dari marabahaya atau hanya mencegah dari hal buruk
✨Susanti✨
sikat vin
✨Susanti✨
😄😄😄
✨Susanti✨
ga mempan 🤣
✨Susanti✨
sakit n malunya jadi 1 😭
najia nadine
😄
Hikam Sairi
aku udah baca novel Joseph seru looooh😂😂😂😂
Hikam Sairi
kena jebakan hutang 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hikam Sairi
apa bedanya rindu sama kangen Jono 😒😒😒👊👊👊👊
Hikam Sairi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hikam Sairi
ikuti cara menjerat bapak 😫😫😫😫 pake cara menghutangkan😂😂😂😂😂
Hikam Sairi
sangat menyatu dengan alam liar🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hikam Sairi
hayoo loh jojo😂😂😂😂
Hikam Sairi
jangan bilangin Zara pembantunya si Jono lagi 🤣🤣🤣🤣🤣
Hikam Sairi
waaaah 👊👊👊👊😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!