Aditya saputra dan Bella lestari, mereka berteman karena satu sekolah dan satu komplek. karena kesalahan satu malamnya mereka harus menikah muda di usia remajanya
Mampukah mereka menjalani rumah tangganya di usia mereka dan mampukah mereka menyelesaikan setiap permasalahan yang mereka hadapi...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon roliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ungkapan Bella
Setalah kepergian Fahri, Aditya memandang Bella dengan tatapan tajam. Aditya benar-benar murka, apa yang menjadi miliknya di sentuh orang lain.
Aditya pergi meninggalkan Bella sendirian di depan rumah, Bella langsung mengejar Aditya masuk ke dalam rumah, dia harus menjelaskan semua kesalahan pahaman ini.
Brak
Pintu kamar di buka secara kasar oleh Aditya, dia benar-benar sangat marah melihat Bella tengah di cium oleh abangnya sendiri. Aditya menarik nafasnya dan membuangnya secara kasar, Aditya bertolak pinggang dan menengadahkan kepalanya ke atas seraya memejamkan matanya.
" Dit,,, "seru Bella.
Aditya menengok dan memandang Bella dengan nyalang, membuat hati Bella sedih.
" Apa! "sarkasnya.
" Aku bisa jelasin ini semua sama kamu, dit. Aku nggak tau kalau Abang Fahri akan mencium ku dan aku nggak sempat menghindar tapi aku sudah berusaha menghentikan ciuman itu. Maaf. " ucap Bella yang mulai menitikkan air matanya.
" Ciih, " Aditya hanya berdecih." Terus kenapa kamu nggak kasih tau aku kalau kamu pergi sama FAHRI. "bentak Aditya kepada Bella dengan tatapan tajam.
" Maaf, aku tahu aku salah nggak beri tahu kamu. Saat Bang Fahri akan mengajak aku pergi, aku sudah akan telpon kamu tapi di cegah sama Bang Fahri. Dia bilang kamu nggak akan marah sama aku, maaf. "Bella menundukkan kepalanya sembari menghapus air matanya.
" Terus kalian ngapain aja! "sentak Aditya yang masih meluapkan kemarahannya.
" Aku dan dia nggak ngelakuin apa -apa, dit. Abang Fahri cuman ngajak aku ke cafe. "tukas Bella dengan nada suara sedikit meninggi.
" Dit... " Bella berusaha menggapai tangan Aditya, tapi Aditya menghindarnya.Penolakan Aditya membuktikan dia benar-benar sangat marah, hati Bella teriris sakit melihat Aditya mengabaikannya.
Bella melangkah ke ranjang dan duduk di tepi ranjang, Bella menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Bella menangis tersedu sedu, Bella nggak tau harus bagaimana lagi menjelaskannya kepada Aditya.
Aditya mengusap wajahnya kasar dan menghembuskan nafasnya kasar, mencoba merendam kemarahannya. Aditya terus menarik nafas dan membuangnya sampai beberapa kali.
" huuh.. "Aditya mencoba bersikap tenang.
Aditya mendekati Bella yang tengah menangis dan berlutut di depan Bella. Aditya menarik kedua tangan Bella dan menatap kedua mata Bella.
" Maaf atas sikapku yang membuatmu sedih, aku benar-benar tak terima kalau kamu di sentuh oleh orang lain. Kamu itu milikku dan hanya aku yang boleh menyentuhmu, aku sayang sama kamu, Bell. " ucap Aditya dengan pandangan yang lembut.
Bella langsung memeluk Aditya dengan erat dan tangis Bella semakin pecah. Bella benar-benar nggak sanggup bila Aditya mengabaikannya karena orang lain yang ingin merusak rumah tangganya.
Aditya tahu kalau hati Bella sakit atas sikapnya yang membentak nya dan juga tidak percaya kepadanya, Aditya cuma nggak mau kalau Bella di sentuh orang. Aditya mengeraskan rahangnya saat mengingat nama Fahri yang tadi telah mencium bibir Bella, bibir yang hanya boleh dia sentuh.
Bella masih menangis di pundak Aditya, " Sudah jangan terus. "mengusap punggung Bella dengan sayang mencoba menghentikan tangisan Bella.
Bella melerai pelukannya dan menatap Aditya dengan lekat, " Maafin aku " ucap Bella pelan.
" Ya, aku juga minta maaf. Tadi bagian mana saja dia menyentuhmu "
Bella menunjukkan bibirnya, "Aku akan hapus jejak ciuman itu dan aku akan memberi jejak yang baru disini " ucap Aditya sembari menyentuh bibir Bella dengan ibu jarinya.
Aditya langsung memagut bibir Bella lembut, Aditya benar-benar akan menghilangkan bekas ciuman Fahri di bibir Bella. Aditya terus memagut bibir Bella dan **********.
Suara decapan ciuman mereka mengisi seluruh ruang kamar mereka, kini ciuman itu semakin panas dan menuntut.
" Nnnggghh... "suara lenguhan Bella di sela ciumannya yang panas. Aditya menghentikan ciumannya dan menyatukan dahinya ke dahi Bella dengan memejamkan matanya untuk mengontrol hawa nafsunya yang mulai terpancing.
Aditya bangkit dan duduk di samping Bella lalu menarik bahu Bella agar bersandar di dadanya. Memeluknya dan mencium pucuk kepala Bella. " Lain kali jangan mengulanginya lagi, kalau mau pergi kemana pun tolong kasih tau aku, kamu pergi dengan siap dan pergi kemana jadi aku tahu dan hal seperti tadi bisa di hindari. Satu lagi kenapa tadi aku telpon nggak di angkat. "
Bella menengadahkan wajahnya menatap Aditya , " HP ku di silent,maaf."ucap Bella dengan pandangan bersalah.
" Lain kali jangan di ulangi lagi. "tutur Aditya dan si jawab Bella dengan anggukkan. Bella kembali meletakan kepalanya di dada Aditya, meresapi setiap sentuhan yang Aditya berikan.
" Dit... "
" Hmm, apa? "
" Aku mau cuman mau bilang sama kamu, tolong dengarkan baik-baik dan nggak ada pengulangan. "
" Oke, aku akan dengarkan dengan baik baik. "
" Aku mau bilang kalau aku sayang dan cinta sama kamu. "ucap Bella sembari mengulum bibirnya.
" Apa!, kamu bilang apa barusan. "
" Nggak ada pengulangan. "ketus Bella.
Aditya tersenyum senang, akhirnya Bella mengungkapkan isi hatinya. Aditya mengangkat kepala Bella lalu menyerang wajah Bella dengan ciuman yang bertubi-tubi.
" Adit... "pekikan Bella yang merasakan ciuman Aditya tanpa ampun. Aditya menyapukan ciumannya ke seluruh wajah Bella dan juga di lehernya.
" Adit... sudah stop "jeritan Bella, agar Aditya berhenti memberinya ciuman.
" Oke, ini terakhir. " tukas Aditya yang terus tersenyum bahagia.Aditya melabuhkan ciuman terakhirnya di bibir Bella.
Sedangkan di tempat lain, Fahri yang baru keluar dari mobilnya tersenyum jumawa karena telah berhasil menghancurkan kepercayaan Aditya kepada Bella. Dia yakin saat ini mereka tengah bertengkar hebat akibat ulahnya yang berani mencium Bella.
Semoga saja hubungan mereka merenggang dan Adit tidak mau mendengarkan penjelasan Bella, pokoknya aku harus terus usik mereka agar mereka saling membenci dan satu lagi aku harus buat Bella nyaman berada di dekatku.Batin Fahri
" Loh, wajah kamu kenapa babak belur gini?" ucap Mama Dina yang melihat putra sulungnya pulang dengan keadaan babak belur.
" Oh, ini. Tadi habis nolongin orang kecopetan di jalan Ma. "dusta Fahri, mana mungkin Fahri menceritakan yang sebenarnya, yang ada dia akan kena marah.
" Tunggu disini, Mama akan ambilkan kotak obat dulu. "titah sangat Ratu.
" Iya Ma., "Fahri langsung menjatuhkan bokongnya di sofa sambil membayangkan Aditya dan Bella yang sedang bertengkar.
Mama Dina datang dengan kotak obatnya, lalu mengobati luka lebam di wajah Fahri dengan hati hati. Fahri meringis saat Mama Dina sedikit menekan lukanya.
" Lain kali hati hati, boleh nolongin orang tapi kita juga harus jaga keselamatan kita, paham kamu. "tutur Mama Dina yang tetap fokus mengobati Fahri.
" Iya Ma... "ucap Fahri
" Oke, sudah selesai. "seloroh Mama Dina, langsung membereskan kotak obatnya lalu menyimpannya kembali.