Yuri, gadis polos yang menjadi korban kedengkian sepupunya, harus kehilangan kekasih bahkan pergi meninggalkan keluarga dalam keadaan hamil. Lima tahun kemudia, Yuri kembali bersama anak laki-lakinya yang cerdas. Yuri kini telah berubah, dia kembali untuk menemukan ayah dari anaknya serta mengambil apa yang seharusnya menjadi milik Yuri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman
Siang ini, Yuri tetap berusaha bekerja seperti biasanya. Sebenarnya dia merasa tidak nyaman karena adanya berbagai berita di internet tentang dirinya, Lucas, dan tentu saja masalah pertunangannya dengan Kei Yamamoto.
"Apa kau akan berhenti bekerja setelah menikah?" tanya Hajime. Wajahnya tampak murung.
"Kau bicara apa? tentu saja aku akan tetap bekerja di sini, jika kau tak memecatku tentunya."
Yuri tak habis pikir, sejak pagi orang-orang bersikap aneh padanya. Mereka seperti takut terhadap Yuri. Bukan takut, tetapi seperti sangat hormat, baik, dan sebagian menjaga jarak. Takut berbuat salah.
"Aku senang kau bekerja di sini, tapi bagaimana dengan Tuan Muda Yamamoto? Apa dia masih akan membiarkanmu bekerja?" Hajime tampak ragu melontar pertanyaannya.
Raut wajah Yuri terlihat berubah. Wanita yang sudah sekitar sebulan bekerja di toko kue Hajime itu menunjukkan ketidaksukaan atas pertanyaan yang didengarnya.
"Yuri, kau jangan marah. Aku mohon, jangan mengadu pada Tuan Muda Yamamoto tentang hal ini." Hajime mulai ketakutan. Dia merasa telah berbuat kesalahan fatal akibat kata-katanya.
"Berhentilah bersikap seperti itu padaku. Aku masih Yuri yang dulu, temanmu. Aku menikah atau tidak, itu tak ada bedanya. Aku tetap akan berkerja di sini. Kau bosnya dan aku karyawanmu. Jadi, perlakukan aku sebagaimana mestinya," terang Yuri.
Mendengar kata-kata Yuri, Hajime merasa lega. Kehilangan karyawan ahli seperti Yuri akan membuatnya rugi. Akan tetapi, dia juga takut pada Kei Yamamoto, calon suami Yuri. Jika terjadi kesalahan, Hajime tahu jika nasibnya akan segera tamat. Ayah dari Lucas itu tidak akan melepaskannya.
"Tapi ... bagaimana dengan Tuan Muda Yamamoto? Dia--"
"Pekerjaanku di sini tidak ada hubungannya dengan laki-laki itu!" potong Yuri. "Kau jangan khawatir," ucap Yuri sambil beranjak ke dapur, melanjutkan pekerjaannya membuat pesanan kue.
Hajime hanya bisa terdiam mendengar kata-kata Yuri. Dalam benaknya, terbersit sebuah tanda tanya. Pemilik toko kue itu merasa ada yang aneh antara Yuri dan Kei. Namun, dia tidak berani mengungkapkan. Memendam prasangka dalam hati akan lebih baik baginya. Tentunya lebih aman untuk kelangsungan bisnis dan kehidupannya.
Bos toko kue itu memandang sekeliling tokonya. Bisnis yang dia bangun bertahun-tahun itu telah banyak berkembang. Hajime bangga dengan pencapaiannya. Dia pun tersenyum dengan apa yang dia peroleh.
"Mungkin aku memang tidak perlu takut atau terlalu khawatir. Selama ini aku selalu bersikap baik pada Yuri. Tuan Muda Yamamoto pasti tahu akan hal itu. Jika kelak orang-orang tahu bahwa Nyonya Yamamoto bekerja di sini, mungkin toko kueku akan bertambah ramai," gumam Hajime yang berusaha berpikir positif. Dia ingin membuang semua pikiran buruk yang menurutnya bisa mendatangkan kesialan.
Belum berapa lama Hajime menenangkan diri dengan pemikirannya, tetapi sesuatu yang buruk terjadi. Kedatangan seorang pelanggan yang kali ini sangat tidak diharapkannya.
"Aku ingin bertemu dengan Yuri," kata Satomi tanpa basa-basi.
Hajime yang kini telah tahu bagaimana hubungan Satomi dan Yuri, tentu tidak ingin terjadi kekacauan di tokonya. Dia pun tak memilih tak 'bersahabat' lagi dengan pelanggan setianya itu.
"Maaf Nona Satomi, Anda tidak bisa bertemu dengan Yuri," ucap Hajime masih dengan nada yang sopan.
"Apa maksudmu? Wanita itu masih bekerja di sini, bukan?" Satomi mulai naik darah karena merasa disepelekan.
"Iya, tetapi ini jam kerja. Anda tidak bisa sembarangan bertemu dengan karyawan saat," kilah Hajime.
"Apa kau tahu siapa aku? Aku adalah pelanggan setia di sini. Selain itu, kau pasti juga sudah mengetahui siapa suamiku. Jika kau menentangku, aku bisa saja membuat toko kuemu ini bangkrut!" ancam Satomi.a
"Saya tahu Nona adalah pelanggan setia di toko ini, tetapi ini jam kerja. Saya tidak bisa membiarkan karyawan saya sembarangan bertemu orang. Jika Anda mau, Anda bisa menunggu hingga dia selesai bekerja nanti."
Laki-laki itu memutar otak agar Satomi tidak bertemu Yuri. Baginya saat ini, lebih baik kehilangan satu pelanggan setia dari pada kehilangan toko kue atau bahkan karirnya seumur hidup. Hajime tidak ingin jika Tuan Muda Yamamoto sampai menyalahkannya jika terjadi sesuatu dengan Yuri.
"Kau! Berani sekali kau menyuruhku menunggu. Kau pikir siapa dirimu?" Satomi kehilangan kesabaran. Tanpa menunggu persetujuan Hajime, wanita yang telah terbakar amarah itu langsung menerobos masuk ke dapur untuk mencari Yuri.
"Nona Satomi, Anda tidak boleh masuk!" larang Hajime.
Satomi tetap tidak peduli dengan larangan pemilik toko tersebut. Wanita itu sudah kehilangan kendali.
"Yuri, di mana kau? Jangan bersembunyi!" teriak Satomi. Orang-orang yang sedang membuat kue terkejut dengan ulah istri Yuki tersebut.
"Kau tidak perlu berteriak seperti ini. Aku belum tuli. Lebih baik juga bagimu tidak membuat kekacauan di sini!" kata Yuri dengan santai. Kali ini, Yuri sudah tidak akan menahan diri lagi jika sepupunya itu memojokkannya.
"Dasar wanita jal*ng! Kau sudah merusak acaraku semalam. Jangan harap kau bisa hidup dengan tenang!"
"Merusak acaramu? Apa yang aku lakukan? Bukankah kau sendiri yang semalam mempermalukan diri dengan kata-kata kotormu itu?" serang balik dari Yuri. Dia tidak ingin disalahkan atau ditindas lagi oleh Satomi. Yuri sudah berjanji pada diri sendiri, apa pun yang terjadi tidak akan mengalah dengan mudah pada wanita yang telah menghancurkan hidupnya tersebut.
"Kau benar-benar tidak tahu diri! Aku akan memberimu pelajaran agar kau tidak berada di atas angin!" teriak Satomi. Tangannya sudah menggapai kepala Yuri. Wanita itu hendak menjambak rambut sepupunya.
Untungnya, Hajime dan dua orang karyawan lainnya cepat menarik Satomi sehingga ulah wanita itu kali ini gagal lagi. Mereka memegangi Satomi hingga tidak berkutik.
"Lepaskan aku! Apa yang kalian lakukan?" berontak Satomi yang berusaha melepaskan diri.
"Maaf, Nona. Anda tidak bisa membuat kekacauan lagi di sini," ucap Hajime sambil menyuruh karyawannya menyeret Satomi ke luar dari toko. "Kelak, jangan biarkan wanita itu masuk ke sini lagi. Kita tidak punya pelanggan sepertinya!"
"Terkutuk kalian! Yuri, awas kau! Aku pasti akan menghancurkanmu! Kau tidak akan menang dariku, bahkan Tuan Muda Yamamoto pun tidak akan bisa melindungimu!" ancam Satomi.
Yuri hanya menghela napas dalam-dalam sambil memegangi kening saat mendengar ancaman Satomi. Yuri tidak takut, tetapi merasa kasihan pada sepupu yang hatinya penuh rasa iri dengki tersebut.
Sementara itu, hati Hajime merasa cemas. Meski berhasil mengusir Satomi, tetapi Hajime takut jika Tuan Muda Yamamoto akan marah padanya. Hal itu dikarenakan Satomi sudah menyentuh Yuri meski tidak menimbulkan luka sedikit pun.
Semoga Tuan Muda Yamamoto tidak menyalahkanku atas insiden ini. Doa Hajime dalam hati.
ceritanya bagus, tidak bertele-tele...dan seru...👏👏👏
keren bet Thor 👏🙏👏🙏👏