Apakah hal tentang spiritual dan keabadian berasal dari kultivasi benar-benar nyata?
Menceritakan tentang seorang pria yang menjalani kehidupan keduanya di dunia berbeda dan menjelajah dimensi hingga sampai ke dunia spiritual.
Cerita ini berlatarkan sebuah Kekaisaran dan memiliki tema kultivasi. Alur ceritanya sendiri bisa dibilang cukup santai dan tidak terburu-buru. Semua karakter dicerita ini hanyalah fiktif belaka dan tidak ada didunia nyata.
Jika kalian suka novel ini tekan tombol like disetiap chapter dan klik juga tombol favorit agar kalian tidak tertinggal informasi update dari novel THE EMPEROR. Kalian juga bisa membantu author dengan membagikan novel ini keteman kalian, terima kasih dan selamat membaca~
~UP 2 Chapter perhari kecuali hari sabtu dan minggu dan dimulai pada 12 Oktober 2021. Setiap bab memiliki jumlah 2000 kalimat.
Genre : Action, Thriller, Millitary, Time Travel, Cultivation, Fantasy, Drama, Overpower.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aji Nugroho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sosok Berbahaya
Xia Yueyin akhirnya berhenti memukuli dada Hou Yu dan juga berhenti menangis. Ia kini menatap Hou Yu dengan tatapan nanar dan menunggu pria tersebut menjawab semua pertanyaan yang sudah dia tanyakan sebelumnya.
Sambil mengelus dadanya yang masih terasa sakit Hou Yu kemudian menjawab pertanyaan dari Xia Yueyin. "Tidak ada salahnya bukan membantu seseorang yang sedang kesulitan?" Balas Hou Yu seraya tersenyum kearah Xia Yueyin.
"Jangan bercanda! Kenapa kamu melakukan hal berbahaya seperti itu hanya untuk menolongku!? Apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku!?" Sahut Xia Yueyin yang merasa bahwa jawaban dari Hou Yu tidak memuaskan.
Melihat Xia Yueyin yang kembali menangis, Hou Yu segera membawa gadis tersebut kedalam pelukan nya. "Tenanglah sekarang kamu sudah aman... Mulai sekarang tidak akan ada lagi yang berani menyakitimu, aku janji..." Ucap Hou Yu sambil menenangkan Xia Yueyin yang masih menangis didalam pelukan nya.
"Katakan yang sebenarnya, tidak mungkin kamu menolongku tanpa menginginkan sesuatu dariku..." Sahut Xia Yueyin yang tidak percaya bahwa Hou Yu menolongnya tanpa mengharapkan apapun darinya.
Hou Yu yang merasa sedikit kesal karena Xia Yueyin terus saja tidak mempercayainya, ia langsung mengarahkan telinga gadis tersebut kedadanya. "Sekarang apa kamu sudah mengerti?" Tanya Hou Yu.
Sekarang Xia Yueyin dapat dengan jelas mendengar detak jantung Hou Yu yang berdetak lebih cepat. Seketika hal ini membuat Xia Yueyin berhenti menangis dan merasa malu karena sudah mengerti apa yang dimaksud oleh Hou Yu.
Rasa malu Xia Yueyin bertambah saat menyadari bahwa ia dari tadi menangis dipelukan Hou Yu. Kini alih-alih menatap mata Hou Yu mengangkat wajahnya saja Xia Yueyin tidak bisa, bahkan ia merasa tubuhnya seolah menjadi kaku dan tenggelam dipelukan Hou Yu.
Mendadak suasana didalam kamar menjadi sunyi dan hanya terdengar suara angin yang masuk dari jendela. Tetapi kesunyian tersebut seketika pecah disaat Shen Liu tiba-tiba masuk kedalam kamar karena ingin mengajak Hou Yu berlatih lagi.
Tetapi pemandangan aneh langsung menyambut Shen Liu, dimana ia menemukan Hou Yu dan Xia Yueyin sedang berpelukan diatas kasur. Hingga pada akhirnya suasana disana mendadak menjadi canggung.
"Ah maafkan aku... Kalian bisa melanjutkan nya..." Ucap Shen Liu sembari melangkah keluar dari kamar dan tidak ingin mengganggu pasangan muda tersebut.
Seketika Hou Yu dan Xia Yueyin melepaskan pelukan mereka. Keduanya sadar bahwa Shen Liu salah paham dengan apa yang baru saja dilihat olehnya.
Hou Yu memijat keningnya karena merasa pusing dengan tingkah Shen Liu yang seenaknya masuk kedalam kamarnya. 'Sepertinya aku harus membuat rumah sendiri...' Batin Hou Yu.
"K-Kalau begitu kamu bisa lanjut beristirahat, maaf sudah mengganggumu..." Ucap Xia Yueyin seraya beranjak pergi meninggalkan Hou Yu sebab ia saat ini merasa sangat malu.
Sesaat Hou Yu ingin menghentikan langkah Xia Yueyin namun ia mengurungkan niatnya. Ia kemudian memutuskan untuk lanjut tidur dan akan melakukan nya seharian penuh.
Setelah keluar dari kamar dan meninggalkan Hou Yu yang ingin bermalas-malasan, Xia Yueyin kini kembali bertemu dengan Shen Liu dan suasana seketika menjadi canggung.
"Oh gadis kecil... Apa kamu tidak melanjutkan-" Belum sempat Shen Liu menyelesaikan perkataan nya, tiba-tiba ia merasa lehernya terasa dingin dan ada sesuatu benda tajam yang menempel tepat disana.
Apa yang dirasakan oleh Shen Liu tidaklah salah, sebuah kuku yang panjang dan tampak sangat tajam muncul dari asap hitam didekat lehernya. Hal ini tentu membuat Shen Liu menelan salivanya sebab jika ia bergerak sedikit saja maka riwayatnya akan tamat.
Pandangan Shen Liu segera tertuju kearah Xia Yueyin yang memandanginya dengan tatapan dingin. Kali ini tatapan yang Shen Liu sangat berbeda dari Xia Yueyin, dimana gadis tersebut benar-benar ingin membunuhnya.
Jika Xia Yueyin berniat membunuh Shen Liu itu bukanlah hal yang sulit mengingat pria tersebut kini hanya manusia biasa. Belum lagi Xia Yueyin sepertinya memiliki suatu kemampuan yang sengaja disembunyikan saat ini dan dengan itu semua nya menjadi mudah baginya untuk membunuh Shen Liu tanpa jejak.
"Aku peringatkan kepadamu, jangan pernah menggangguku atau kamu akan menerima konsekuensinya... Apa kamu paham?" Ucap Xia Yueyin dengan nada yang terdengar cukup dewasa dan seperti gadis tersebut memiliki sisi lain pada dirinya.
Keringat dingin segera menetes dari wajah Shen Liu saat kuku tajam yang muncul entah dari mana mulai menggores lehernya.
"Y-ya aku paham..." Balas Shen Liu dengan tubuh yang sudah bergetar dan entah mengapa ia merasa sangat ketakutan.
Shen Liu dapat merasakan bahwa sosok dihadapan nya bukanlah gadis biasa. Ia samar-samar bisa merasakan aura membunuh dari Xia Yueyin yang begitu pekat, dimana itu sangat tidak normal untuk gadis sepuluh tahun.
Akhirnya Shen Liu bisa bernapas lega ketika kuku yang tengah menggores lehernya hingga berdarah tiba-tiba menghilang. Hanya ada satu kalimat yang bisa Shen Liu katakan tentang Xia Yueyin yaitu dia bukanlah gadis biasa.
Wajah Shen Liu mendadak menjadi pucat begitu menatap kembali mata Xia Yueyin. Mata berwarna biru yang memiliki pupil seperti kucing dan menatap Shen Liu dengan rendah seakan pria tersebut tidak layak untuk melihatnya.
"Dasar manusia yang membosankan... Jika bukan karena kamu adalah kenalan dari Hou Yu, mungkin kepalamu sudah lepas dari lehermu karena berani menatapku secara langsung..." Ucap Xia Yueyin sembari berjalan meninggalkan Shen Liu.
Seketika Shen Liu bertekuk lutut dilantai dengan tatapan kosong seperti telah menatap sesuatu yang sangat mengerikan. Ia bahkan sampai lupa dengan rasa perih pada lehernya saking tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya.
Dengan tatapan kosong Shen Liu menengok kearah Xia Yueyin yang tengah menyapu sambil bersenandung seolah tidak terjadi apa-apa. 'Bocah nakal... Makhluk apa yang sudah kamu bawa kerumahku!?' Batin Shen Liu dengan perasaan takut.
Setalah mendapati semua ini Shen Liu akhirnya mengerti ketika Hou Yu menemukan gadis tersebut diruang bawah tanah dengan kondisi dirantai dan disiksa. Shen Liu pada awalnya berpikir sama dengan Hou Yu saat melihat Xia Yueyin, namun setelah melihat semua ini membuat Shen Liu menjadi ragu tentang sosok gadis tersebut.
Mulai saat itu Shen Liu memutuskan untuk lebih berhati-hati dalam bertindak menghadapi Xia Yueyin. Meski ia sangat sedih karena harus seperti ini didalam rumahnya sendiri, tapi demi tetap bertahan hidup mau tidak mau ia terpaksa melakukan nya.
Shen Liu kemudian beranjak pergi dengan perasaan was-was menuju kamar Hou Yu, bahkan saking waspadanya Shen Liu berjalan terburu-buru seperti seorang pencuri.
blom puya kekuatan udh byk tingkah hihieee autor pantes klurga d bantai pdhal jendral
sekarang mau mulai tanpa kekuatan dan mngajak anak2 bahkn blom kultivasi ap gk bodoh sampe urat2 wkkwkkwk
benar nggk sih tulisan ny🤣🤣