Mona adalah gadis yang menjalani hidup dengan suami yang tak pernah menganggapnya.
Semua telah Ia lakukan hanya untuk mengambil hati suaminya, sampai pada akhirnya Ia meminta bercerai.
"Ceraikan aku Mas! "Ucap Mona.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi ratna dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab25
"Ma,Pa hati-hati dijalan. "Dara tersenyum dan memeluk Menantunya.
"Pasti, Sayang kalian juga baik-baik di rumah.jika ada Masalah selesaikan dengan kepala dingin! "ujar Dara.
"Dan Kau Rangga,mengalah lah demi istri mu. semarah-marahnya kamu,Papa minta jangan sampai Ringan Tangan. bicarakan secara baik-baik, Tak perlu dengan Kekerasan. "sambung Hans.
Rangga terhenyak,Pesan itu sudah terlambat untuknya. karna selama ini, Ia telah melakukan itu pada Mona. kerap kali Ia mendaratkan Tangannya di pipi wanita itu, Padahal Tak ada kesalahan yang Mona lakukan.Rangga hanya terlalu membenci semua perhatian Mona pada saat Itu.
Rangga hanya Bisa mengangguk, Dadanya terasa sesak saat mengenang sikapnya. sebegitu benci kah ia pada wanita yang jelas-jelas tak membuat kesalahan.
Rangga melirik Mona yang diam mematung, tatapanya dingin lurus kedepan. seolah ingin mengutarakan semua isi hatinya yang sedang tak baik-baik saja.
"Mona, Mon"Panggil Dara Lembut.
Rangga menyentuh pundak Mona, Karna tak ada Respon saat Dara memanggil. Ia masih saja Mematung dengan Hal yang Ia pikirkan, entah apa yang Ia lamunkan.
"Iya Ma Pa, "Kikuk Mona. menatap Dara dan Hans, dengan senyum yang jelas dipaksakan.
"Kau baik-baik saja? "Khawatir Dara melihat Sikap tegang Mona. "Tak ada yang kau sembunyikan pada kami? "sambungnya Lagi.
Mona menggeleng, "tak ada Ma, Mona hanya kesepian jika tak ada Mama,"Dara menarik nafas panjang.yang Mona Rasakan sama persis dengan yang Ia Rasakan dulu, merasa kesepian saat suaminya bekerja. Namun sekarang Ia tak merasa kesepian Lagi, Karna telah Ada kesibukan membuatnya merasa tak sendirian.
"Mama mengerti, sesekali kau ajak istri mu keluar biar dia gak kesepian. dan jika kau tak punya waktu izinkan ia pergi sendiri, Menghabiskan waktu bersama temannya. "
"Rangga mengerti, Ma. "Rangga tau jika Mona hanya berbohong, Ia begitu pasti karna mencerna ucapan Hans Tadi.
Dara dan Hans pun berlalu meninggalkan perkarangan Rumah, Mona masih menatap ke arah Mobil hingga Tak terlihat lagi. Mona Masuk meninggalkan Rangga yang hendak Mengajaknya Berbicara, Cukup sudah Sandiwara telah usai kini saat nya Ia pergi.
Rangga melihat Punggung Istrinya yang Menjauh meninggalkanya, Ia tau Jika Mona akan Membereskan pakaiannya. 'Tidak aku tak akan membiarkanmu pergi! 'Batin Rangga, lalu melangkah menuju kamar Mona.
Mona telah siap dengan Koper besar, Ia sudah siap untuk meninggalkan Rumah ini lagi.
Saat itu Rangga bilang Tak ingin melepaskan Mona,Karna ia mulai mencintai Mona. Namun saat Mona menginginkan Untuk menjauhi Lita, Ia pun tak sanggup. dari itu lah Mona kembali berpikir jika Rangga hanya bersandiwara, Bukan sandiwara dihadapan Hans dan Dara. Tapi bersandiwara untuk tak membiarkan Mona pergi.
Rangga mengetuk Kamar Lita yang terkunci, Namun tak ada sahutan dari dalam. Ia terus mengetuk sampai pada Akhirnya Pintu itu terbuka Lebar, menampakan wanita yang menggunakan Dress abu-abu dan Sebuah koper ditangan nya.
benar dugaan Rangga, jika Mona akan pergi. Saat Rangga diam mematung, Saat itu lah Mona berlalu dengan Langkah Yang cepat. Rangga yang menyadari itu pun langsung mengejar Mona.
Tepat diruang Tamu, Rangga mencengkam lengan Mona membuat langkahnya terhenti paksa.
"Tetap lah disini! "Ucap Rangga lembut namun penuh penekanan.
"Baik, jika kau melepaskan kekasih mu itu. Lita. "Balas Mona sama seperti Rangga.
"Kau tak berhak mengatur hidupku! "Rangga mulai merasa kesal, setiap kali berbicara pasti membawa-bawa Lita.
"Oke. jika begitu kau juga tak berhak mengatur hidupku! "senyum sinis Mona terukir.
"Kau berhak Menuruti perkataanku karena kau istriku! "Rangga tak mau kalah, Ia harus membuat Mona bertahan.
Mona menyeringai, "Apa kau menuruti kemauanku? Tidak 'Kan,Jadi Untuk apa aku harus menuruti mu? "Mona melepas paksa Tangannya.
Rangga berdecak kesal,Ia kembali mencengkam Lengan Mona.Mona meringis karna Cekalan itu bertambah kuat, "Kau pikir bisa pergi begitu saja, Hah. kembali lah ke kamarmu"Bentak Rangga dan menarik paksa lengan Mona.
"Cukup,Mas Aku akan tetap pergi. Jika kau ingin aku tetap disini,Maka turuti kemauanku!"Bentak Mona tak Kalah Kasar dari Rangga,mendengar itu seketika Rangga berhenti.
"Kau Putuskan Wanita itu, Aku akan bertahan. jika tidak Maaf aku harus pergi, "Ucap Mona.Matanya memanas menahan Air mata yang akan Luruh.
"Pergilah! "Ucap seorang wanita. membuat Rangga dan Mona menatapnya, Ya wanita itu adalah Lita.
Lita berjalan menuju Rangga dan melepaskan Tangan Rangga dari lengan Mona, Lalu memeluk erat lengan Rangga. Ia menatap Mona Tajam dengan senyum meremehkan.
"Jika kau ingin pergi, maka pergilah! sampai kapan pun Rangga tak akan memutuskan ku,Ia sangat mencintai ku. Kau yang seharusnya sadar, Kau hanya duri dalam Hubungan Kami. Dasar wanita Gemb*l!"
Mona menatap Lita dan Rangga Bergantian, Air mata yang hendak Keluar Ia cegah Mati-matian. Dadanya mulai sesak melihat Rangga hanya diam saja, itu sudah membuat Mona tau jika Rangga membenarkan ucapan Lita.
"Kau memang Benar. Aku memang sadar diri, Dari tadi aku memang ingin pergi. jika kekasih mu itu tak menghalangiku untuk pergi, Ia yang memaksa ku untuk tinggal bukan aku yang menginginkan."Mona menggantung Ucapanya. "Aku memang duri, Jadi suruh lah kekasihmu itu untuk mentalak diriku. Agar kalian bebas melakukan apa pun, Ayo Talak aku! "bentak Mona. Rangga hanya diam, Ia tak akan mentalak Mona dan tak akan menyakiti Lita.
"Kenapa diam saja,Ayo bicara. jika tidak Ada lagi yang kalian Inginkan aku Pamit"Rangga menghentikan Tangan Mona yang hendak memegang Koper.
"Lepaskan tanganku! "teriak Mona. Rangga bergeming, Lita yang melihat itu panas, Ia melepaskan tangan Rangga.
"Ayo pergi! Tak usah Hiraukan lelaki brengs*k seperti dia! "semua orang menatap wanita yang Kini bergabung dengan Mereka. Nella, Ia datang untuk menjemput sahabatnya.Rangga menatap Nella heran, Sebab Ia tak mengenal Wanita itu.
"Ayo Mon! "Nella menarik lengan Mona dan tangan sebelahnya menarik koper Mona.
"Lepaskan tanganmu,Urus saja kekasih tercintamu itu! "Nella melepaskan Tangan Rangga dari lengan Mona. lalu pergi meninggalkan Rumah itu, Rangga yang melihat Mona mulai melangkah hendak menghentikannya Namun dengan sigap Lita Menarik Rangga.
"Biarkan Dia pergi,Wanita seperti itu untuk apa dipertahankan. urusan orangtuamu lambat laun mereka pasti mengerti dengan perasaanmu, dan merestui kita. Orang tua menginginkan kebahagian anaknya, Maka kau jelaskan saja pada mereka jika kebahagianmu ada bersamaku! "Bujuk Lita.
Rangga tak menyauti perkataan Lita, Ia hanya menuruti Lita saat mengajaknya Duduk di sofa Ruang keluarga.
miskin boleh tpi goblok jangan ya lu pegi la dri kota itu
lo blok lah nmor dan pergi dri kota itu tolol
kau itu udh di bodohiii