Elijah Wood bertahun tahun menyembunyikan identitas aslinya sebagai penyihir dengan menjadi seorang Bakers pemilik The Magic Cakes.
Pengkhianatan kekasihnya Felix mengantarkan Elijah Wood pada Black Alliance, klan penyihir yang memburunya sejak kecil. Belum lagi Kutukan dewa Apollo semakin memperumit keadaannya.
Dia dihadapkan oleh situasi rumit menyelamatkan keluarganya dari ancaman Black Alliance, mematahkan kutukan Apollo dan menyelamatkan cintanya sendiri.
Akankah Elijah Wood bisa mengatasi semua permasalahan yang menghadang ataukah harus mengakui kalah dan harus tunduk pada takdir leluhurnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nath_e, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Peringatan Arion
Kami terbang melintasi dimensi dewa dengan pegasus. Aku menyukai pengalaman ini, its so fantastic...
Merasakan kehangatan pelukan Arion, mendengar detak jantungnya di telingaku diantara semilir angin malam yang menerpa kami. Aku semakin mempererat pelukanku pada Arion dan ia membiarkanku melakukannya. Sesekali Arion melirik padaku dan memberikan senyuman manisnya.
Malam sudah sangat larut saat kami tiba tepat di depan Magic Cakes. Aku yakin tidak akan ada yang melihat kedatangan kami saat ini.
Arion menurunkan ku dengan hati-hati. kemudian memerintah pegasus untuk segera pergi. Penampilannya seketika berubah menjadi Kenneth kembali.
" Malam ini kita menginap saja di Magic Cakes..." katanya sambil meraih tanganku
Aku tersenyum dan menganggukkan kepala. Baru saja beberapa langkah kami berjalan, Dominic tiba-tiba muncul bersama anak buahnya.
Kenneth menarik tanganku ke belakang tubuhnya hingga membuat tubuh ku berada dibelakang tubuhnya.
" Kau membuat kesalahan dengan mengambil Mikhaela dari ku Arion..."
Dominic terlihat menahan amarahnya pada Ken, aku bisa melihatnya dengan jelas.
" Atas hak apa kau menyakiti pemimpin klan mu Dominic...?" tanya Ken pada Dominic
" Aku tidak menyakitinya....kau hanya sedikit salah paham Arion...sekarang kembalikan Mikhaela padaku...dan kita bisa kembali berdamai..." kata Dominic melunak
Tapi yang terdengar di telingaku dia justru tidak dalam mode bernegosiasi. Dia sedang mengancam kami.
" Dia bersamaku sejak awal...aku pelindungnya sudah menjadi tugas ku menjaganya dari penyihir seperti mu..."
" Kau melanggar tugasmu Arion....kau mencintainya...masih pantaskah kau dianggap sebagai dewa..."
" Jangan pernah meragukan seorang dewa Dominic....kau tahu benar disini siapa aku...."
Kenneth bersungguh-sungguh dengan ucapannya, ia kembali berubah menjadi Arion. Sementara aku hanya menonton pertunjukan saja.
Sebuah kubah pelindung diciptakan Arion untukku.
" Diamlah disini dan jangan lakukan apa pun...okey..." pesannya pada ku
Aku menganggukkan kepala dan memberi Arion ciuman di bibirnya untuk berterimakasih,
" Berhati-hatilah my savior..."
" I Will..." Arion tersenyum dan meninggalkanku dalam kubah pelindungnya.
Arion menghadapi Dominic dan beberapa anak buahnya seorang diri. Aku hanya bisa berharap ini pertarungan seimbang. Setidaknya Arion adalah dewa aku harap dia tidak kalah. Aku bertaruh padanya.
Arion dengan tenang menghadapi mereka. Anak buah Dominic berjumlah lima orang, mereka mengelilingi Arion dan mulai menyerang dengan sihir. Tapi Arion telah membuat kubah pelindung yang kokoh. Dia hanya terdiam di dalamnya sambil tersenyum pada mereka,
" Huh...dasar bodoh...beraninya menyerang dewa..." gumam Arion yang terdengar jelas ditelingaku
Pendaran cahaya sihir terus menari nari berusaha memecahkan kubah Arion. Rupanya Arion bosan dan ingin sedikit bermain, dengan memainkan jarinya satu persatu para penyihir kacangan itu terpental dan jatuh dengan terkulai lemas.
Kubah pelindung Arion terbuka, ia berjalan mendekati kelima orang itu dan memberikan senyuman mengerikan,
" Kalian telah salah memilih lawan...sebagai hukuman....sihir kalian akan ku musnahkan...jangan pernah lagi muncul di hadapanku..."
Tangan Arion terangkat jemarinya seolah sedang mengambil sesuatu dari dalam tubuh kelima orang tersebut. Debu tipis kekuningan keluar dari masing-masing tubuh mereka menyisakan rasa ngilu yang mendalam untuk mereka. Tampak dari jeritan yang mereka keluarkan dari mulutnya.
Debu itu berkumpul di tangan Arion lalu seketika menghilang entah kemana. Dan kelima orang itu pingsan. Dominic menatap nanar kelima anak buahnya, ia tidak percaya mereka kalah begitu saja. Mereka orang-orang terbaiknya dan harus menyerah pada Arion.
Arion berbalik menatap tajam Dominic,
" Apa ada yang ingin kau katakan...Dominic...sebelum aku benar-benar memusnahkan sihirmu sekarang..."
Dominic Ravenwolf...sang pemimpin Black Alliance gemetar menghadapi Arion. Dia melangkahkan kakinya mundur perlahan hendak menjauhi Arion yang kini berjalan mendekati Dominic.
" Aku sudah memperingatkan mu...apa itu belum cukup...Dominic...haruskah aku...membunuhmu malam ini....?"
Luar biasa Arion...my savior...yang semula lembut dan menghanyutkan ku dalam cintanya berubah menjadi kesatria pelindungku yang tak segan menghadapi lawannya. Sisi lain yang baru kali ini kulihat dari Arion...he's my God..
Dominic tertawa pada Arion,
" Aku salah meremehkan mu Arion...baiklah, kali ini aku mengakui kekalahan ku... tapi ingat....aku akan kembali....dan ku pastikan hari disaat kita kembali berhadapan...kau akan mati ditangan ku..." ancamnya pada Arion
Arion diam dan terus menatapnya tajam,
" Dengan senang hati....aku akan menunggu hari itu datang...dan aku juga akan memastikan...ketika hari itu datang...kau akan menyesali setiap perbuatan mu..."
Dominic tersenyum sinis, dia berganti menatapku tajam dan berjalan mendekatiku. Aku menantikan apa yang akan dia lakukan padaku,
" Aku pasti menjemputmu...Mikhaela...tunggu saja...aku pasti melakukannya...kau....milikku..."
Aku hanya terdiam menatapnya sampai Dominic menghilang. Ia pergi dan mengakui kekalahannya, tapi aku tahu satu hal Dominic tidak akan berhenti sampai disini.
Arion telah berubah kembali menjadi Kenneth, dan kubah pelindungku telah menghilang. Ia tersenyum padaku dan memeluk ku erat.
" Untuk sementara kau aman...dia tidak akan mudah kembali padamu...setidaknya Dominic kini tahu berhadapan dengan siapa sekarang..."
" Aku harap begitu..."
" Kuatkan dirimu dan berlatihlah...penyempurnaan mu hanya tinggal menghitung hari..."
Aku tidak bisa mengatakan apa pun lagi selain diam. Apa yang kurasakan saat ini sungguh luar biasa. Benarkah aku sang pemimpin...
Ken meraih tanganku membawaku memasuki Magic Cakes. Jonathan dan Manuaela menginap di rumahku, setelah apa yang terjadi pada Laura mereka pasti tidak akan meninggalkannya sesuai pesanku sebelum pergi.
Aku merebahkan diriku diatas ranjang, rasanya letih sekali. Ken merapikan selimutku,
" Tidurlah...kau harus beristirahat..."
" Baiklah...bagaimana denganmu...kau pasti lelah melawan mereka..."
Ken tersenyum, " Aku seorang dewa...apa kau melupakannya..."
Mendengar hal itu aku pun tertawa kecil,
" Yup....aku melupakan hal itu... tapi...apakah dewa juga tidak butuh tidur..."
Sebuah pertanyaan konyol yang dijawab Ken dengan ciuman lembut seperti biasanya,
" Its my secret..." bisiknya di telingaku
" Tidurlah...aku akan menjagamu disini..."
Aku tersenyum dan memberikan Ken ciuman di pipinya, " I love you..."
" I love you too...Mikhaela..."
Ku pejamkan mataku...mencoba memasuki dunia mimpiku...aku tidak takut lagi...ada Arion bersamaku...dia akan menjagaku sampai akhir...mendampingi dan berjuang denganku..
Me and my guardian knights ....will fight till the end....
jadi siapa pemegang tongkat Merlin selanjutnya ?