NovelToon NovelToon
Teman Tapi Menyebalkan

Teman Tapi Menyebalkan

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:108.6k
Nilai: 5
Nama Author: BILANOUR

Ini adalah kisah tentang Zahira dan Arsha. Mereka adalah teman sejak SD hingga mereka SMA. Anehnya, mereka selalu saja satu kelas.

Arsha, idola sekolah yang selalu bersikap seenaknya sendiri pada Zahira. Namun, dia juga begitu perhatian. Apakah Arsha jatuh cinta secara diam-diam pada Zahira? lalu, apakah perhatian Arsha membuat Zahira pun memiliki perasaan yang sama?

Bagaimana sikap Zahira saat mengetahui masa lalu keluarganya dengan keluarga Arsha?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BILANOUR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TTM 24

Rasanya baru saja mataku terpejam, tubuhku sudah harus bangun untuk pergi ke pasar. Aku seperti berjalan tapi entah pikiranku ke mana. Hanya sekedar mengikuti mereka yang ada di depan.

Dinginnya angin malam, membuatku bergidik sesekali. Mengusap-usap tangan dan berharap mendapat sedikit kehangatan.

Ternyata, bukan hanya kami yang ada di angkot saat itu. Banyak juga orang-orang yang beraktifitas di jam seperti ini. Sungguh, aku terkejut.

Mereka sama sepertiku. Merelakan tidur nyenyak demi lembaran rupiah penyambung hidup. Bahkan mungkin di antara mereka ada yang tidak tidur sama sekali. Sama sepertiku yang hanya tidur dua jam saja.

Kepalaku terasa berat dan tubuhku terasa lemas. Ditambah dengan dinginnya cuaca, membuat aku ingin segera lari kembali ke kamar. Ah, lembutnya selimut dan empuknya kasur, sungguh membuat aku frustasi dan ingin menangis.

Begitu memasuki pasar, suasana bertambah ramai. Tidak ada yang mengira kalau ini adalah dini hari.

Dalam bayanganku, aku akan sangat kerepotan harus pesan ini itu, ke sana ke mari. Ternyata tidak. Warteg tempatku bekerja saat ini sudah memiliki langganan. Apa saja dan berapa banyak jumlahnya sudah disiapkan oleh para pedagang. Kami hanya tinggal mengambil, bayar, terus pulang. Done!

Meski begitu, dari satu tempat ke tempat yang lain itu tidak dekat, tetap saja memerlukan waktu yang tidak sebentar. Hasilnya adalah kami pulang sekitar jam 4.

Begitu sampai di warteg, barang belanjaan yang kami bawa langsung diserbu para karyawan yang lainnya. Dengan sigap mereka langsung mengerjakan pekerjaan sesuai dengan keahliannya.

Aku membantu memetik kangkung sambil melihat-lihat. Khusu untuk yang masak ada tiga orang dengan asisten masing-masing. Bumbu ulek untuk memasak, sepertinya sudah siap pakai. Mereka tinggal ambil lalu menumisnya. Pantas saja kami di sini tidak ada yang mengulek bumbu apa pun.

"Ra, tolong bantu di sini." Teriak seseorang yang belum aku tahu namanya. Suaranya berasal dari belakang, tempat pencucian ikan dan daging.

"Tolong bersihkan ikan-ikan ini. Isinya udah gak ada, tapi tetep harus dibersihkan lagi."

"Iya, Teh."

Subuh begini dengan perut masih kosong dan tidur yang kurang, membuatku merasa mual mencium bau amis dari ikan-ikan ini. Beberapa kali aku harus menahan rasa mual yang teramat sangat. Mataku sampai berair karenanya.

"Kenapa? mual?" tanyanya. Aku mengangguk dengan punggung tangan menutup mulut.

"Kalau kondisi tubuh yang terbiasa dimanja, ya, gini. Nyium bau amis aja mual. Makanya gak usah kerja, jadi istri orang kaya aja."

Astagfirullah, orang satu ini mulutnya gak enak banget didengar.

"Gak pernah bantuin ibunya di rumah, ya? Hm! anak manja! Kalau miskin itu gak usah manja-manja."

Duh, gusti. Nalangsa.

"Orang tidak punya seperti kita itu harus serba bisa. Kalau ga gitu, kita gak akan punya apa-apa."

"Itu ikan udah selesai belum? bawa ke sini mau digoreng." Seseorang berteriak dari arah dapur.

"Bawa sana yang udah bersih, habis itu kembali lagi. Bersih yang lainnya."

"Iya, Teh." Aku membawa wadah berisi ikan kembung--kata si Teteh yang tadi mah--ke orang yang masak untuk digoreng.

"Ra, itu di depan dipel dulu gih, bersihkan meja-mejanya juga."

"Iya, Teh."

Bingung harus siapa yang aku dengarkan perintahnya, maka aku lakukan saja perintahkan yang diterima saat itu juga.

Aku mengelap meja, menyapu dan mengepel lantai. Pinggang berasa pegal begitu aku berdiri. Setelah selesai, aku kembali ke dapur.

"Heh, kamu." Si Teteh yang tadi mencuci ikan denganku datang menghampiri.

"Kalau kerja itu yang bener. Jangan mencla mencle ke sana ke mari. Kerjakan satu-satu sampai selesai."

"Maaf, Teh."

"Maaf, maaf. Yang bener kalau kerja!"

"Saya bingung, Teh. Disuruh ini itu. Mana dulu yang harus saya kerjakan."

"Oh, jadi gak mau disuruh? gak usah kerja kalau gitu. Jadi nyonya aja."

"Bukan itu maksud saya, Teh."

"Udah! kamu itu kenapa? lagi pula Zahira itu habis ngepel di depan. Kalau kotor siapa yang Sudi masuk dan makan di sini? gitu aja ribut! Zahira, kamu beresin masakan yang udah jadi di etalase sama Sinta." Seseorang menengahi, mungkin lebih tepatnya menyelamatkanku. Dari pada diomelin lagi sama si Teteh Ikan kembung, aku segera pergi mengikuti Sinta.

Pukul tujuh pagi, warteg ini sudah ramai. Aku kembali membantu A Doni menyiapkan air minum. Katanya, untuk melayani makan, aku belum bisa karena harus sesuai takarannya.

"Mba, minta es jeruk."

"Saya minta es teh manis."

"Mba, minta teh hangat."

"Mba ... Mba ... Mba ...."

"Ra, istirahat dulu, yuk. Gantian sama yang lain." Ajak Nafa. Setelah izin pada A Doni, aku mengikuti Sinta. Dia sudah membawa dua nasi bungkus dan air es. Kami berdua makan di luar, di depan rumah kami tinggal.

"Cape?"

"Banget."

"Jangan dengerin orang yang tadi. Dia emang galak. Kami di sini udah biasa dengerin ocehan dia."

"Siapa namanya?"

"Iroh. Ceu Iroh."

Aku mengangguk pelan.

Setelah selesai makan, aku dan Sinta mengambil air wudhu untuk salat Zuhur.

...🌺🌺🌺...

Aku merebahkan badan saat warteg sudah tutup. Kuambil ponsel dan berharap ada Sese yang mengirim chat. Ya, aku harap dia adalah Arsha.

Tidak ada apa-apa di sana. Tidak ada seorangpun yang mengirim aku pesan. Seperti halnya aku, mungkin yang lainnya pun punya kesibukannya sendiri.

Aku teringat kenangan masa SMA yang belum lama ini aku jalani. Kebersamaan dengan mereka membuat aku begitu ingin kembali ke masa itu.

Mereka pasti sedang bersiap untuk melakukan test masuk universitas. Semoga saja semuanya dilancarkan dan mereka lulus testing.

[Ar, kamu masih marah padaku? Baiklah, tidak apa-apa. Lagi pula dunia kita sudah berbeda saat ini. Aku cukup sadar diri untuk hal itu.]

[Ar, kalau seandainya pun kamu sudah tidak ingin menjalin hubungan denganku, aku akan terima. Lagi pula, siapa yang mau pacaran dengan pekerja warteg rendahan sepertiku.]

[Kamu berhak mendapatkan wanita yang lebih baik dariku, Ar.]

Aku sendiri yang punya ide, menuliskannya, lalu mengirimkannya pada Arsha, tapi hatiku sendiri yang malah sakit saat membaca ulang pesan yang aku kirim.

Apa mau di kata, memang benar adanya. Arsha adalah laki-laki yang tampan, kaya dan juga berpendidikan, mana bisa menjalin hubungan asmara dengan pegawai warteg yang kucel dan bau seperti aku saat ini.

Mungkin, sudah waktunya untukku melupakan Arsha dan semua hal tentangnya. Aku tidak ingin menjadi penghalang untuk dirinya mendapat wanita yang lebih baik. Meski sakit, tapi itulah hidup. Hanya ada di cerita sinteron dan drama Korea saja, seorang gadis miskin menjadi istri laki-laki kaya raya.

Ck! sepertinya aku memang harus segera tidur dan melupakan semuanya dan fokus bekerja.

Bantal ini seperti surga untukku. Nyaman.

Bip.

Bahkan, mata ini sudah tidak kuat lagi untuk melihat ponselku yang baru saja berbunyi.

1
Dinda
Luar biasa
Ida Ulfiana
ni critanya telat bawa ke rumah sakitnya jd nyawa zahira melayang
Ida Ulfiana
kayaknya zahira punya penyakit ini
Ida Ulfiana
nyesek bngt jd zahira
Ida Ulfiana
aku bingung mereka ni 1 sekolah tp knp rumah abqa d semarang yg. lain juga berasa rumahnya jauuuh bngt sm zahira
Ida Ulfiana
bagus bnget sih ni crita bikin baper aja
Ida Ulfiana
nyesek bngt d part ni
Ida Ulfiana
ye tak kira rafa suka sm zahira ternyta cm anggap adek to,pasti jodoh zahira adalah abqa
Ida Ulfiana
abqa sesuatu bangt memang gak kayak arsya
Ida Ulfiana
ada sesuatu di kluarga bu rani mencurigakan
Ida Ulfiana
gemes bngt sm arsha brasa gak jentel bngt jd cowok
Ida Ulfiana
arsha gak jentel jd cowok masak mau aja d jodohin dan ninggalin zahira
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Muanisah Jariyah
menarik
Ummi Lestari
di tunggu novel barunya thor
Ayu Wulan Dari Aseng
pada hal crt ny baguuuuus banget tp Napa like ny cm dikit ya Thor.
kok Dy buat nyesek sih Thor ending ny😭😭😭 pd hal pengen lht keunyuk an Zahira n abqa setelah punya baby.
tp yada lah Thor semangat ya Thor dengan karya2 baru ny. 👍👍👍
EmakOnces 🍒🍒
sesak aq thor..... 😭😭😭
kok g Happy ending...
EmakOnces 🍒🍒
udh pasrah ya Zahira.... udh banyak y nolak.... akhirnya nemu keluarga y hangat dan mau Nerim
Dahlia Lia
Keysa imut beeudd thor
Dahlia Lia
❤️❤️ SM kata ** nya ringan .. kekinian dah mudah di mengerti 👍👍 buat othor nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!