Dor...
Suara tembakan terus mengalun dari beberapa musuh Juan Rayen.
"Serang mereka, jangan sampai mereka lolos!" seru Juan Rayen.
Dor..
Dor..
"Bunuh pria itu!!" seru beberapa mafia yang menyerang Juan Rayen dan kelompoknya.
Di tempat lain..
"Kau sudah selesai operasi?" tanya Harold.
"Aku baru selesai." jawab Samantha Violet.
"Apakah kau seorang Dokter?" tanya seorang pria yang tiba-tiba datang di depan Samantha dan Harold.
Samantha, seorang Dokter muda dengan kehebatan di dua bidang. sebagai seorang Dokter juga seorang desainer.
Sedangkan Juan adalah seorang yang peng usaha yang selalu menjadi incaran para mafia.
"Iya," jawab Samantha.
"Bawa dia!" seru Juan yang kemudian menyuruh para anak buahnya untuk menculik Samantha.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di hadang penjahat
"Aishhh... kalian ini." ucap Samantha yang melihat kelakuan anak buahnya, dari hari kehari semakin mirip dengannya. "Oh ya, aku sudah memikirkan salah satu saran yang telah kalian berikan dan permintaan yang telah kalian minta kepadaku!" ucap Samanta.
"Apa itu Bos?!" seru para karyawan Samantha.
"Kemungkinan minggu depan salah satu guru bela diri akan datang ke tempat kita, dan area belakang gudang akan menjadi tempat pelatihan karate." jawab Samantha.
Beberapa karyawan Samantha sangat kegirangan karena mereka akan bisa ilmu beladiri. Bahkan mereka juga bisa menjaga diri mereka sendiri, andaikata mereka akan pulang malam.
"Kita memang benar-benar murah hati!" seru para karyawan Samantha.
"Tidak usah menggoda aku, karena aku tidak suka dengan pujian kalian!" seru Samantha. terlihat Samantha duduk sembari melihat para karyawannya yang telah kembali ke tempat mereka masing-masing.
Samantha sangat senang karena dia mampu memberikan pekerjaan kepada orang lain yang membutuhkan.
Di tempat lain Juan sedang mencari siasat untuk mendapatkan Samantha, dia sudah tidak memiliki keinginan untuk merebut tempat tersebut, namun sekarang pria itu benar-benar ingin mendapatkan pemilik dari butik itu bukan butiknya.
"Giorgino, Menurutmu apa yang bisa membuat gadis galak itu bisa luluh?" tanya Juan kepada Giorgino.
"Entahlah Bos, kelihatannya kau akan sangat sulit untuk mendapatkan wanita itu, bahkan wanita itu selalu dikelilingi para pria kaya bahkan tampan-tampan." jawab Giorgino.
"kau ini bukannya memberikanku solusi, malah Kau memberikan aku beban mental yang cukup berat." jawab Juan.
"Bagaimana tidak, Bos. kau tahu sendiri kan Kalau pria yang pernah datang ke tempat wanita itu, Dia adalah seorang pengusaha sekaligus anggota parlemen negara ini." jawab Giorgino.
"Aku tidak peduli siapa sainganku, yang penting aku akan mendapatkan wanita itu!!" seru Juan yang benar-benar sangat yakin kalau dirinya akan mampu meluluhkan Samantha.
"Kenapa kau tidak mempunyai ide sama sekali Gior, padahal kau itu selalu mempunyai pemikiran pemikiran yang luar biasa." sindir Juan.
"Pura-pura sakit aja bos, setelah itu minta wanita itu untuk memeriksamu." jawab Giorgino .
"Itu pemikiran licik yang tidak berguna sama sekali, nanti dia kira aku ini pria lemah yang sering yang sering sakit-sakitan." jawab Juan.
Satu minggu kemudian
Hari ini Samantha datang ke sebuah tempat yang ada di sebuah desa yang sedikit terpencil, wanita itu mengendarai motor yang telah diberikan oleh Juan. begitu bahagianya wanita itu saat dia menghirup udara segar pedesaan yang selama ini dia rindukan,
Di tempat lain terlihat beberapa penjahat mencoba untuk melakukan perampokan kepada mobil yang ditumpangi oleh Juan dan Giorgino. bahkan para perampok itu menggunakan senjata tajam juga pistol.
"Berani sekali kalian mencoba untuk menggangguku!!" seru Juan yang sudah keluar dari dalam mobil.
"Serahkan seluruh harta benda kalian, Jika kalian ingin selamat!" seru para perampok.
"Memangnya apa yang akan kalian lakukan jika kami tidak mau menyerahkan harta kami, aku yakin kalian bukanlah perampok. aku yakin kalian adalah salah satu pembunuh bayaran yang diutus untuk membunuh ku!!" seru Juan.
Tatapan mata Juan dan Giorgino nampak saling menatap satu sama lain, mereka berdua sangat yakin kalau beberapa pria itu adalah suruhan dari para lawan bisnis Juan.
"Hahaha... ternyata kau pandai sekali, aku tidak mengira kalau kau akan mati dengan membawa semua rasa penasaran mu itu!!" seru para penjahat.
"Kalian kira kalian bisa melawanku, kalian kira kalian mampu untuk melawan kami berdua!" seru Juan.
"Jangan khawatir, kami akan membunu kalian." jawab para penjahat.
Giorgino, Juan dan salah satu supir kepercayaan pria itu nampak mereka bertiga saling menatap satu sama lain.
"Kalian berdua, bersiap-siaplah..kita harus menghadapi mereka. aku yakin mereka ingin membunuh kita semua dan tidak akan membiarkan salah satu saksi mata akan lepas." ucap Juan.
"Tenang Bos, Kami tidak akan mau mati sia-sia." jawab Giorgino.
Dor..
Dor..
Suara alunan tembakan sudah terdengar, beberapa penjahat itu langsung memburu Ketiga orang tersebut.
"Kalian kira kalian bisa melarikan diri dari ku, lihat saja kalian akan aku berikan pelajaran!!" seru Giorgino.
"Kalian bertiga tidak akan pernah bisa lepas dari kami, nyawa kalian sudah berada di tangan kami. kalian akan menghembuskan nafas kalian di tempat ini!" seru para penjahat.
Terlihat Juan dan Giorgino mulai menyerang orang-orang itu, suara tembakan dan pukulan terus terdengar. hingga beberapa menit kemudian Samantha yang sudah berada di sana nampak wanita itu menata di depannya sedang terjadi penembakan. bahkan pergulatan pertarungan dari beberapa orang.
"Apakah ini perampokan? lalu Mengapa mereka berani sekali melakukan hal itu, jalan ini memang sangat sepi.. namun ini masih terbilang jalan umum." ucap Samanta yang sudah melihat beberapa pria telah menyerang beberapa orang yang sedang mempertahankan diri mereka.
Samantha terus memantau pergulatan tersebut, terlihat disana para perampok itu bisa dikalahkan oleh Giorgino dan Juan. sebuah senyum terukir di bibir Juan ketika pria itu sudah melihat para musuh-musuhnya sudah terkapar di tanah.
"Berani sekali kalian melakukan hal itu pada kami!" seru benar Juan.
"Mereka benar-benar pria kurang ajar." jawab Salah satu supir pribadi Juan.
"Katakan Siapa yang telah menyuruh kalian untuk menyerangku? kalian kira kalian bisa menghabisi ku dengan mudah!!" seru Giorgino yang terlihat pria itu sudah memukul telak beberapa penjahat.
** bersambung **