"Dari kepahitan menjadi kebahagiaan. Hidup memang begitu, kalau bahagia terus bukan kehidupan namanya."
.
.
Anastasya di diagnosis sebagai pasien dengan gangguan mental . Dia dirawat di salah satu Rumah Sakit Jiwa yang ada di kota celebes saat ini, dan beberapa bulan kemudian saat Anastasya di nyatakan sembuh oleh dokter, tiba-tiba semuanya berubah saat dia melihat seorang pasien baru masuk ke rumah sakit jiwa tersebut yang merupakan seorang Perwira berpangkat Letda yang bernama Alex.
Seorang pria berbadan tegap dan sangat tampan, sayangnya dia memiliki gangguan mental yang hampir sama dengan yang di alami Anastasya.
Setelah dinyatakan sembuh, Anastasya memutuskan untuk tetap tinggal dan ingin membantu Alex agar dia kembali normal dan selama dirawat mereka menjalin persahabatan yang begitu baik. Namun, diam-diam Anastasya menaruh perasaan lebih dari sekedar persahabatan itu.
Saat Alex dinyatakan sembuh karena drama perang yang terjadi di rumah sakit, akankah Alex mengingat Anastasya? Akankah Alex membalas perasaan Anastasya saat ia tahu kalau Anastasya menyukainya?
Ikuti kisahnya..
Note : Semua cerita, karakter dan pemeran dalam novel ini hanya berupa fiktif. Maaf jika ada kesan dalam cerita ini nampak memasukkan sesuatu yang menghina dan menyinggung 🙏
Saya menceritakan cerita ini dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga.
Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ig : nurulnull14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep. 25
"Anastaya," kata alex
"Ya kenapa?" Anastasya menjawab.
"Kau di undang keluargaku untuk datang kerumah, mereka ingin bertemu denganmu."
"Tidak mungkin," Anastasya kaget, "Aku tidak bisa... aku... apa yang akan kukatakan kepada mereka?"
"Jika kau tidak datang, mereka yang akan datang kesini! Alex memperingatkannya dengan tawa.
Keduanya duduk di ruang makan dan Alex bercerita tentang orang tuanya ingin bertemu dengannya. Dia tidak mengerti kenapa mereka ingin bertemu dengannya, dia bukan orang yang istimewa.
"Mereka hanya ingin berterima kasih," lanjut Alex.
"Itu tidak perlu," kata Anastasya, "katakan pada mereka tidak apa-apa, hanya saja aku tidak bisa ke rumahmu."
Anastasya tidak tahu kenapa, tapi dia merasa takut dengan apa yang di ucapkan Alex kalau orang tuanya ingin bertemu dengannya dan Alex ingin pergi bersamanya ke rumahnya.
"Tidak!" Anastasya memutuskan, "aku tidak mau datang!"
"Anastasya tolonglah!" kata Alex, memohon. "tolong.. tolong ikutlah dengan ku. Mereka sudah menunggumu, kau tidak ingin mengecewakannya kan?"
"Mereka sudah menungguku?" gumam Anastasya, merasa dirinya terjebak.
"Ayo," kata Alex dengan nada membesarkan hati, "katakan ya."
"Yah.." gumamnya, "karena mereka menunggu, kurasa aku akan kesana."
"Iya," Alex merasa senang, tapi Anastasya masih terlihat tidak nyaman.
"Aku menunggumu di mobilku. Kau bersiap-siaplah dan turun dengan cepat, oke?" Alex berkata dengan nada gembira dan menuju ke mobilnya.
"Aku harus apa?" Anastasya bertanya pada dirinya sendiri saat dia pergi mandi dan mulai bersiap-siap.
Perjalanan menuju rumah Alex cukup jauh, jauh dari rasa bahagia Anastasya. Meskipun Alex terus meyakinkannya kalau semua orang sangat ramah, dia masih tetap saja takut. Apa yang akan mereka pikirkan tentangnya?
"Apa yang sebenarnya kau katakan pada mereka tentangku?" Anastasya bertanya dengan ekspresi gelisah.
"Oh, kita sudah sampai. Lihat!" Alex berkata seketika dengan gembira dia melaju dijalur taman raksasa.
Anastasya terdiam saat matanya melihat rumah besar itu, itu luar biasa besar. Taman itu begitu besar sehingga dia berpikir itu tidak akan ada habisnya. Dua mobil sudah di parkir didepan rumah dan dia melihat ada beberapa orang yang menyiram tanaman cantik di sekelilingnya.
"Ini rumahmu?" Anastasya bertanya. Alex tidak menjawab.
"Ayo masuk!" kata Alex dengan gembira saat mereka berdua masuk kedalam.
Klotak klotak klotak... Setiap langkah kaki mereka bergema di aula besar dan dengan setiap langkah Anastasya merasa hatinya bergetar. Ada begitu banyak lukisan mahal di dinding dan atapnya begitu tinggi sehingga dia merasa pusing melihat itu semua.
"Kau sudah datang." Sarah bahagia saat melihat mereka.
"Yah," Alex tersenyum. Anastasya tidak tahu dia harus berbuat apa jadi dia juga ikut tersenyum.
"Anastasya, itu adikku." kata Alex, "Sarah."
"Halo," kata Anastasya dengan sopan, "kau punya nama yang indah."
"Aku tahu," Sarah balas tersenyum, "semua orang mengatakan itu padaku. Ayo mereka menunggumu di ruang makan." meraih tangan Anastasya dan membimbingnya ke ruang makan.
Mereka semua memasuki ruang makan dan Anastasya melihat orang tua Alex sudah duduk di meja. Mereka tampak seperti raja dan ratu dengan pakaian modernnya.
"Selamat pagi, Anastasya." Nyonya Samuel dengan hangat menyambut. Segera Sarah duduk disampingnya dan Alex duduk di seberangnya, didekat ibunya.
"Aha jadi kau yang dibilang Anastasya." Samuel berkata sambil tersenyum.
"Iya pak." jawab Anastasya dengan takut-takut, masih merasa terkesan dengan ukuran besar tempat dia duduk. Dia merasa seharusnya tidak berada disini,.
"Selamat datang di rumah kami, Anastasya." kata Nyonya Samuel dengan senyum manis, "kami tidak mengenalmu, tapi kau memegang tempat yang istimewa dihati kami."
aku vote y Thor
semangat Thor...