NovelToon NovelToon
ICHA Is My Wife

ICHA Is My Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Astarina Sirait

Haii! Aku hadir dengan karya baru lho..

Icha Is My Wife

Dimana cerita yang berkisahkan seorang gadis yang terlahir dari keluarga broken home dan hadir sebagai bayi haram, harus bersedia dijodohkan dengan Kakak dari pria yang ia cintai sejak lama.

Baca terus ya!
Pantau sampe tamat!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Astarina Sirait, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelacur

Didalam sebuah gedung yang berukuran sangat luas dan lebar serta banyak dikunjungin oleh kalangan mampu dan atas. Irwan berdiri disebelah meja yang ada ditempat itu. Lelaki itu mulai mengaktifkan ponselnya dan menghubungi salah satu nomor yang ada dikontaknya.

"Sul, aku sudah transfer," ujar Irwan melalui sambungan udara.

"Makasih ya Sayang," balas wanita yang ditelpon oleh Irwan.

"Kita sudah putus!" jawab Irwan langsung mematikan sambungan telponya dan pergi meninggalkan tempat itu.

Sementara Suli yang tengah berada didalam sebuah cafe yang dijadikan sebagai tempat santai oleh banyak orang bersama seorang pria yang usianya tidak terpaut jauh oleh Irwan.

Selesai sambungan telponya terputus, Suli mengalihkan pandanganya pada lelaki itu dan meletakan ponselnya kedalam tas yang berada diatas meja keduanya.

"Kamu ngk merasa bersalah sama Irwan dengan sikap kamu seperti ini?" tanya lelaki itu sembari menyeruput minuman yang ada dihadapanya dan menyenderkan tubuhnya dikursi.

"Ngk tuh," jawab Suli dengan santai dan memakan stik yang sudah terhidang diatas meja.

"Kamu ngk berlebihan?" tanyanya lagi.

"Sudahlah Don, Tutup mulut mu!"

Pandangan sinis wanita itu tertuju pada lelaki yang bernama Doni yang duduk dihadapanya. Pria yang berstatus sebagai kekasih gelapnya dikala Irwan sedang meninggalkanya keluar negeri untuk mencari pundi pundi rupiah dan untuk mengumpulkan kekayaannya sendiri.

"Aku hanya merasa tidak enak pada Irwan!"

"Jika aku tidak memintanya pada Irwan, Apa kamu mampu memberikan apa yang Irwan kasih ke aku?" ujar Suli yang mulai dikuasai oleh rasa emosinya. Ia mengambil tasnya yang terletak diatas meja dan pergi meninggalkan Doni seorang diri ditempat itu.

"Maafi aku Pak Irwan karena telah mengkhiatin kepercayaan mu,"

"Aku mencintai Suli lebih dari aku mencintai diriku sendiri." gumam Doni.

"Dan kamu juga selalu mendapatkan apa yang kau inginkan sedangkan aku hanya menjadi orang ketiga dihubungan kalian karena materi ku tidak semapan dirimu, bukan tidak tahu berterima kasih, aku hanya juga ingin membahagiakan diriku dengan bersama orang yang aku cintai." lanjut pria itu yang ikut meninggalkan café setelah selesai melakukan pembayaran.

Dengan motor sederhana yang dimilikinya, Doni mulai mengendarai motor bebeknya melewati jalanan yang menjadi lalu lintas bagi setiap orang yang akan menyebrang. Helm yang menempel dikepalanya menjadi salah satu pengamanya dalam berkendara seorang diri dijalan raya. Getaran yang di rasakanya membuat ia harus menghentikan kelajuan motornya ditepi jalan dan mengangkat telpon yang sudah berdering sejak tadi disaku celananya.

"Iya, Yah!"

"Ayah, mau nikah lagi?"

"Ta ... tapi!"

"Baiklah, besok aku akan kembali kekampung halaman!"

"Asal Ayah senang."

Selesai itu, Doni kembali menjalankan motornya dengan santai sembari menikmati udara sore yang tengah terjadi.

Hal yang sama dirasakan oleh Suli, ditengah perjalananya menuju rumahnya tepatnya didalam taksi ia juga menerima telpon dari seseorang yang nomornya tidak tersimpan didalam kontaknya, tanpa menunggu lama lagi gadis itu langsung mengambil ponselnya dari dalam tas dan mengangkat sambungan udara yang tertuju.

"Halo! Siapa?" tanya Suli meletakan ponselnya diwajah mulusnya.

"Ini aku Widya," jawab Orang itu

"Oh!" singkat Suli

"Aku mau kasih kabar tentang Ibu kamu,"

"Sudah dulu ya, aku masih banyak yang harus diurus," jawab Suli

"Sul, dengerin aku dulu!"

"Kamu mau bahas apa lagi? Kamukan tahu aku paling malas membahas tentang wanita tua itu" jawab Suli dengan malas.

Terlihat jelas dari raut wajah dan nada bicara Suli kalau dia tidak menyukai sosok yang sedang dibahas oleh orang itu. Hampir saja wanita itu mematikan sambungan telponya tetapi, karena mendengar suara Widya yang tampak tergesa tergesa membuat Suli juga sedikit penasaran namun, rasa malasnya jauh lebih besar dari pada rasa penasaran yang ingin diketahuinya.

"Sul, gimana pun dia adalah orang yang mengandung, melahirkan dan merawat kamu disaat semua orang tidak lagi memperdulikan mu," tugas Widya.

"Aku tidak minta semua itu dari dia!"

"Baiklah, kalau begitu aku to the point saja, kalau nama kamu akan menikah lusa, datang atau tidaknya, kamu itu terserah kamu!"

Setelah mendengar maksud Widya menelponya, tak membalas lagi Suli langsung mematikan telponya dan kembali menyimpan ponselnya kedalam tasnya.

Dengan tatapan sendu dan sedih, Suli menatapi seluruh jalanan yang tengah ia lewati melalui kaca mobil.

Biar pun bibirnya berkata sudah tidak lagi peduli pada sosok wanita yang melahirkanya, bukan berarti darah yang mengalir di tubuhnya berhenti begitu saja.

Dalam keadaan seperti ini adalah keputusan yang berat baginya, menyingkirkan egonya, pulang kampung dan menghadiri pernikahan mamanya atau mempertahankan kebencianya dan membiarkan wanita tua itu semakin sengsara dengan perasan bersalah yang terus menghantuinya.

"Aku harus hadir, Agar Ibu bahagia!" gumam Suli pada akhirnya.

"Mamanya pelacur!"

"Mamanya pelacur!"

"Kerjaanya godain Suami orang,"

"Pulangnya malam terus,"

Suli kembali mengingat kejadian itu, suara suara yang berteriak menghina pekerjaan ibunya membuat mentalnya down.

Kejadian yang sudah belasan tahun itu kembali terlintas dibenaknya. Ketika sudah menduduki bangku Sekolah Dasar tepatnya kelas tiga SD, Ia banyak sekali mendapat cemohan mengunakan kalimat kalimat itu dan kejadian yang paling menyayat hatinya adalah ketika segerombolan teman sekelasnya bahkan banyak juga kelas lain yang ikut membentuk lingkaran disekelilingnya untuk mengepungnya membuat ia berjongkok tak berani menatap mereka yang terus menghinanya dengan kata kata yang keluar dari mulut mereka yang menghina ibunya dan menjadikan alasan itu untuk tidak berteman dengannya.

Setelah mengingat itu sepertinya niatnya untuk menghadiri pernikahan ibunya hilang begitu saja karena rasa sakit akibat pekerjaan ibunya yang membuat hidupnya menjadi hancur dan berantakan.

"Woy jagain Bokap kalian, jangan sampe digoda sama mama nih cewek!" unjuk seorang wanita cantik pada Suli dengan jijik.

"Ia Mama diakan pengoda laki orang!" lanjut satunya lagi.

"Demi uang, segitunya!" ujar Siswa lain dengan sinis.

Suli yang sudah berulang kali mendapat perlakuan seperti itu hanya mampu tertunduk malu atas pekerjaan yang dilakukan ibunya untuk membiayai hidup dan kebutuhan pendidikan anaknya.

Kejadian itu berlangsung dilapangan basket ketika jam istirahat, saat dirinya sudah memakai seragam putih dongker (Smp), tidak hanya di SD ternyata setelah menduduki pendidikan yang lebih tinggi ia juga masih mendapat olokan itu.

Dengan seluruh keberanianya, ia berlari dan menabrak siapa saja yang menghalangi langkahnya untuk meninggalkan tempat memalukan itu diringi oleh tangisan yang menetes dari kelopak matanya.

Lagi, lagi ia harus menyeka air matanya dengan tisu yang dimilikin saat mengingat kejadian kejadian yang benar benar menjatuhkan mentalnya. Pristiwa penghinaan itu tidak bisa dilupakanya begitu saja walau akan menambah rasa bencinya pada ibunya sendiri.

"Aku benci wanita itu!" gumam Suli penuh dendam dan akhirnya memutuskan untuk membatalkan niatnya menghadiri pernikahan Ibunya.

1
Anisatul Azizah
awalnya tertarik, trs sampai di part.. ayah kandungnya sendiri bilang "Kamu anak haram", ini apaa???? anak haram? ada ya?
Baya Azka
lanjut up thor💪
QQ
Irwan belum tau aja si Suli ma Doni ada main di belakangnya klo udah tau mewek deh lho😭😭😭
QQ
Maaf ya kak bisa ngga kata "masukin resto" dirubah aja menjadi "memasuki resto" pas ngebaca ngedengernya aneh. Maaf ya sekali lg🙏🙏🙏
QQ
Semangat Icha semoga kebahagiaan akan segera kau raih👍👍👍
QQ
Wah klo cwo itu yg mau dijodohkan bakal ada Tom n Jerry terus dirumah😂😂😂
QQ
Pilihan yg rumit klo nikah muda takutnya pikiran msh labil tp klo tetap dirumah tiap hr dada terasa sesak melihat pertengkaran ortu.
QQ
Awal yg menyesakkan semoga Happy Ending ya kak👍👍👍
Aliyatul Mark Zein
lanjut thor cerita nya bagus bangat.

jangan lupa nya thor mampir di novel ku. vamfire plower
Anisatul Azizah
ortu Irwan nih kenapa ngebet bgt jodohin dia sama Icha sih, padahal mestinya tau ya kl Icha deketnya sm adeknya Irwan
Anisatul Azizah
ada gak sih laki yg bener2 bodoh kek Irwan gini di dunia? yg dibutakan cinta smp nuruuuut aja diporotin..
Anisatul Azizah
lah mau ketemu calon suami bibiknya pakai kebaya🤣🤣
Anisatul Azizah
pasti pria itu yg bakal dijodohin sama kamu Cha
Anisatul Azizah
hadir kakak
Mintarsih
lanjuuut thor..
Mintarsih
lanjuut thor..
Mintarsih
lanjuut....makin asyiik nih ceritanya...
Mintarsih
lanjuut thoor..m
syafridawati
lanjut saling dukung ya
syafridawati
semangat jejakku like dan rate5 hadir falbak balik ya makasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!