Berawal dari menolong seorang laki-laki yang habis-habisan di hajar oleh ketiga preman. Maila juga harus bertemu kembali dengan laki-laki itu di sekolah barunya. Yang ternyata laki-laki itu adalah kakak kelasnya sendiri, yang merupakan laki-laki populer di sekolah. Yang ternyata namanya adalah Larbi.
Bukan hanya itu. Larbi juga terus mengusik dirinya. Sehingga, membuat Maila sebal pada Larbi sendiri. Namun, tanpa mereka sadari. Pertemuan mereka ada hubungannya dengan masa lalu mereka sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cafe.
Empat hari berlalu. Semua nampak seperti biasa saja, empat hari ini aku tidak di ganggu oleh tawon menyebalkan itu lagi. Dan kalau pun bertemu ia selalu bersikap dingin dan cuek padaku. Empat hari ini aku selalu bertemu dengan kak Jova, aku selalu mengobrol, dan juga makan istirahat bersama dengan di temani Lita dan juga Rini. Empat hari ini pun aku tidak mendapatkan tatapan sinis dari fansnya Larbi, semenjak Larbi menjauhiku selama empat hari ini.
Hari ini pak Kunto yang mengajar pelajaran Ekonomi tidak masuk ke kelasku. Kata Deo yang merupakan ketua kelas disini, katanya pak Kunto sedang sakit jadi ia tidak mengajar sekarang. Dan akhirnya kelasku mengalami jam kosong. Seperti biasa, ketika jam kosong para siswa di kelasku pada nganggur. Ada yang memainkan ponsel sepertiku, ada yang tiduran, ada yang sedang bermain game seperti Rini, ada yang sedang mengghibah berjamaah, mencoret-coret papan tulis, jika anak kutu buku pasti saat jam kos ia selalu membaca buku, untuk cewek-cewek ada yang ber make up seperti Lita, dan bahkan ada pun yang berpacaran. Tapi meskipun begitu, kelas kami tidak mengalami kegaduhan.
Ting!
Tiba-tiba ada sebuah notifikasi chat dari whatsApp dan itu chat dari kak Jova. Aku langsung membuka isi chat tersebut untuk membacanya.
Kak Jova
Pulang sekolah nanti kita ke cafe yuk!
Maila.
Tapi Maila harus les.
Kak Jova
Nggak bakal lama kok.
Maila
Ok.
Pulang sekolah ini aku harus pergi ke cafe bersama kak Jova, entahlah. Aku tidak tahu kenapa ia mengajakku ke cafe. Besok adalah acara The Refour band di sekolah, bukannya pulang sekolah ini kak Jova seharusnya sibuk untuk mempersiapkan band nya untuk besok?
"Eh Rini, Maila!" panggil Lita kepada kami berdua, aku dan Rini pun langsung menoleh ke arahnya.
"Ganggu main game gue aja lo!" ucap Rini dengan kesal sambil terus memainkan game di ponselnya.
"Apa Lit?" tanyaku, sambil mematikan ponselku.
"Besok kan ada acara The Refour Band, gimana kalo kita pergi ke acaranya pakai baju couple?" ucap Lita sambil bertanya pada kami berdua.
"Emangnya lo punya duit? Beli makanan aja masih gue traktir, sok-sokan beli baju couple lagi. Hidup itu nggak usah di pusingin. Mau kita pakai baju apa aja yang penting jadi," ucap Rini sambil terus memainkan game-nya.
"Lo kira gue kere? Gue punya duit kali. Apalagi gue itu suka sama pashion, soal pakaian atau pun make up, gue jagonya," ucap Lita dengan sebal pada Rini.
"Tuhkan gara-gara lo gue mati!" ucap Rini dengan kesal karena permainan game nya berakhir.
"Sini gue siapain pemakaman," ucap Lita yang malah membuat Rini tambah merasa kesal.
"Tau ah gue kesel sama lo. Liat lo nafas aja udah bikin gue kesel." Ucap Rini dengan kesal. Beginilah mereka berdua, mereka selalu berdebat. Aku selalu diam dan menyimak mereka berdua, serasa melihat Tom & Jerry.
Bell pulang sudah berbunyi. Aku berjalan menuju parkiran sekolah untuk mengambil motorku disana. Di jam yang sudah pulang begini, biasanya parkiran ramai. Karena banyak orang untuk mengambil kendaraan masing-masing mereka.
"Maila!" panggil seseorang dari arah belakangku, dari suaranya aku tahu itu siapa, kak Jova yang memanggilku. Aku langsung membalikan badanku ke belakang. Nampak kak Jova berlari kecil ke arahku.
"Yuk kita ke cafe!" ajaknya setelah sampai menghampiriku.
"Naik motor gue ya?!" ucapnya, dan aku langsung menghentikan langkahku.
"Tapi Maila bawa motor kak," ucapku.
"Yaudah kita ke cafe naik motor lo aja. Nanti pas mau pulang lo bisa langsung pulang aja," ucapnya.
"Terus kak Jova gimana?" tanyaku.
"Gue mah gampang, tinggal telpon teman gue buat jemput."Jawabnya dan aku hanya mengangguk untuk mengiyakan. Kami berdua langsung menuju parkiran untuk mengambil motorku disana. Aku menyerahkan kunci motorku padanya, karena dia yang akan mengemudikan motorku.
"Sebenarnya kita ke cafe mau apa kak?" tanyaku padanya yang sedang melajukan motorku untuk menuju cafe.
"Ada deh!" jawabnya sambil melirikku di kaca spionnya. Aku masih bingung, dan merasa heran kenapa tiba-tiba kak Jova mengajakku ke cafe. Aku merasa degdegan, entah kenapa.
Setelah sampai, kak Jova memberhentikan motornya di depan cafe tersebut. Aku turun dari atas motor lalu melepaskan helm yang sudah aku pakai di kepala.
"Yuk!" ajakknya sambil memegang lengan kananku dan mengajakku masuk ke dalam cafe tersebut. Ia menuntunku menuju meja kosong, ia menarikan kursi untukku.
"Duduk!" suruhnya, lantas aku hanya mengikuti ucapannya untuk duduk. Ia manarik kursi sebelahnya dan langsung duduk, sehingga kami berdua saling berhadapan.
"Permisi mau pesan apa?" tanya pelayan cafe yang seketika tiba-tiba datang.
"Saya pesan Ice Drink aja mbak!" jawab kak Jova kepada pelayan cafe tersebut. Seketika pelayan tersebut menatapku seperti menunggu jawabanku.
"Sa-ya pesan Ice Blend mbak!" jawabku sedikit tertabata-bata.
"Terima kasih, tunggu ya!" ucap pelayan tersebut sambil meninggalkan kami berdua untuk membawakan pesanan kami.
Sambil menunggu pesanan, kami hanya terdiam dengan memandangi luar dari kaca cafe. Aku masih heran kenapa kak Jova mengajakku kesini.
Drrrtttt.... Drrrttt.... Drrrttt....
Terdengar suara bunyi ponsel kak Jova, aku melirik ke arah ponselnya yang tergeletak di meja. Dan disitu aku melihat tertera nama Lexa, kalau di lihat dari namanya seperti perempuan. Seketika kak Jova langsung mematikan ponselnya dan tidak menjawab telpon dari orang tersebut.
"Siapa kak?" tanyaku yang mulai penasaran.
"Teman," jawabnya.
"Kenapa nggak di angkat?" tanyaku lagi.
"Nggak penting,"
"Siapa tahu penting,"
"Sudahlah! Dia itu nggak penting! Paling juga menanyakan tugas," ucapnya sedikit sebal karena aku terus bertanya padanya.
"Permisi! Ini pesananya!" ucap pelayan cafe tiba-tiba dengan membawakan pesanan kami berdua dan meletakannya di atas meja kami.
"Terima kasih mbak!" sahutku dan kak Jova kepada pelayan tersebut. Sementara pelayan itu hanya tersenyum sambil beranjak meninggalkan kami untuk melayani pengunjung cafe lainnya. Aku hanya menyeruput Ice Blend pesananku dengan sedotan.
Drrttt.... Drrrttt.... Drrrttt....
Suara dari telpon kak Jova berbunyi lagi. Dan aku melihat ponselnya yang tergeletak di atas meja orang yang menelponnya adalah orang yang menelponnya tadi, yaitu Lexa. Mengapa orang tersebut menelpon kak Jova terus, aku jadi penasaran dengan orang itu. Apa hubungan kak Jova dan orang yang bernama Lexa itu bukan hanya sekedar teman? Lagian kak Jova kan merupakan cowok dari ketiga populeran di sekolah. Dan siapa sih yang tidak suka padanya? Dia mempunyai tubuh tinggi, berwarna kulit sedikit putih, punya hidung mancung, dan pokoknya ia itu tampan menurutku.
Tapi, kak Jova terus mematikan telpon dari orang tersebut, entah apa alasan kak Jova tidak mengangkatnya. Dan aku tidak percaya jika orang tersebut menelponnya cuman menanyakan tugas.
"Kenapa nggak di angkat kak? Siapa tahu itu penting," ucapku. Tapi kak Jova tidak meresponku dan tetap menikmati Ice Drink nya. Aku rasa kak Jova sedang merahasiakan sesuatu dariku.
"Kak!" panggilku.
Kak Jova langsung menatapku." Hmmm...apa? " tanyanya.
"Kakak punya pacar?" tanyaku. Entah kenapa aku ingin menanyakan itu padanya, dan begitu penasaran dengan hal itu. Ia hanya mengangkat salah satu alisnya, seperti merasa bingung dengan pertanyaanku.
"Pacar?" ulangnya, dan aku hanya mengangguk.
"Gue Jomblo," jawabnya dengan terasa santai. Aku hanya terdiam, apa mungkin?
"Memangnya kenapa? Kok lo nanya begitu" tanyanya.
"Nggak kenapa-kenapa cuman penasaran, soalnya kak Jova kan cowok dari ketiga kepopuleran di sekolah. Dan masa sih kak Jova Jomblo? Pasti kan banyak yang suka," ucapku.
"Lo suka sama gue?" tanyanya yang membuatku menatap bingung padanya.
Ting!
Tiba-tiba terdengar notifikasi dari ponselku, aku langsung menghidupkannya dan ternyata itu SMS dari ibu. Aku langsung membaca isi SMS tersebut.
Ibu
May kamu kemana? Ibu sudah pulang dari butik dengan cepat. Dan kata mamang kamu belum pulang dari sekolah. Kamu sudah pergi les belum?
Maila
Maila ada di cafe, bentar lagi Maila pulang terus pergi les.
Ternyata hari ini ibu pulang dari butik dengan cepat. Aku harus segera pulang ke rumah lalu bersiap-siap untuk pergi ke les. Aku berdiri dari kursi, lantas kak Jova pun langsung berdiri dan menatap bingung ke arahku.
"Kenapa May?" tanya kak Jova.
"Maila harus segera pulang, terus siap-siap pergi les," jawabku.
"Biar gue yang banyar pesanan tadi ya?!" ucapnya.
"Nggak usah! Maila bisa banyar sendiri," tolakku.
"Udah nggak papa, biar gue aja yang bayar," ucapnya. Karena ia memaksa aku hanya mengangguk untuk mengiyakan. Kami pun pergi ke tempat pembayaran untuk membayar pesanan kami berdua tadi.
"Kak, kakak mau Maila antarkan lagi ke sekolah untuk mengambil motor kakak atau kakak di jemput sama teman kakak?" tanyaku sambil berjalan menuju motorku yang terparkir di depan cafe.
"Gue udah kirim SMS tadi, dan bentar lagi teman gue datang," jawabnya.
"Kalau begitu Maila pulang duluan," ucapku sambil beranjak menaiki motorku, tapi tiba-tiba saja kak Jova memegang salah satu tanganku sehingga menghentikanku yang hendak menaiki motor. Aku hanya menatap bingung padanya.
"Kenapa kak?" tanyaku bingung. Sementara ia hanya terdiam sambil terus menatapku.
"Maila.... " ucapnya sambil memegang kedua tanganku. Sementara aku hanya terdiam, dan bingung entah apa yang ingin di ucapkannya.
Jangan lupa like, komen, vote, dan rate.
Oh, jadi gitu. Syukurlah, ingatan kamu balik Larbi. Semoga, kalian bisa semakin dekat lagi, ya!🥰🥰
Benar! Cinta pasti akan ada coba dan uji. Tidak mungkin akan selalu mulus² saja. 👍🏻❤️
Tetap semangat ya Dek! Semoga, Allah selalu menjaga dan melindungi kamu serta membimbing kamu di mana dan kapanpun itu. Sehat terus! Aamiin!!
Sukses terus buat kamu, Dek!🥰👍🏻❤️
like😍
tetap semangat thor
ditunggu karya barunya💪
Kita tidak bisa menentang takdir yang sudah di tetapkan! 🤧🤧