Apa jadinya jika kedua pengantin sepakat kabur dihari pernikahan mereka, sementara acara akan segera di gelar.
Mikayla dan Haikal adalah korbannya, karena mereka dipaksa Nikah menggantikan kedua pengantin yang kabur entah kemana.
Jangan lupa follow Ig mamie_kembar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sakit
Begitu sampai di pelataran parkir mika segera turun dan berjalan lebih dulu meninggalkan Haikal yang hanya menatapnya sambil mendesah.
Rasanya serba salah, Haikal merasa dia keterlaluan tapi dia benar benar tidak suka jika dokter Rayhan mendekati istrinya. Apalagi tadi dokter Rayhan mengatakan jika dia tahu semuanya. Pernikahannya dengan mika yang kurang sehat dan eikqpnya.yang selalu menyakiti Mika.
Apa mika menceritakan semuanya kepada dokter itu! Apa dia juga menyukai Rayhan makanya dia membiarkan aku dengan Amira.
Argh....aku bisa gila jika begini terus. bathin Haikal.
Haikal melangkah masuk ke dalam apartemennya.
"Den Haikal bibik boleh ijin nggak!" tanya Bik Sumi begitu Haikal masuk.
"Ada apa Bik?" tanya Haikal.
"Anak bibik sakit, bibik mau ijin pulang cepat." ucap Bik Sumi takut takut.
"Oh, silahkan bik. Bibik besok nggak usah masuk saja sampai anak bibik sembuh." ucap Haikal.
"Den Haikal nggak memecat bibik kan?"
"Ya enggak lah Bik, oh ya sebentar,"
Haikal membuka dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang dan menyerahkannya kepada Bik Sumi.
"Jangan lupa bawa berobat ke dokter ya Bik." ucap Haikal fan menyerahkan uang tersebut.
"Makasih den." jawab Bik Sumi dengan berbinar.
Mika hanya mengintip di balik pintu dapur. Awalnya mika merasa haus dan ingin mengambil air minum, sampai dia melihat Bik Sumi bicara dan minta ijin kepada Haikal.
Jauh di sudut hatinya mika merasa s emang, ternyata Haikal masih memiliki hati, dia yang kelihatan kejam dan keras kepala tapi dia perhatian dan baik. Satu sisi dari diri Haikal yang baru pertama kali di lihat oleh Mikayla.
Mika melangkah memasuki kamarnya dan berjalan melewati Haikal.
Hingga malam hari mika tak.juga kunjung keluar dari dalam kamarnya, Haikal juga tak berniat membangunkannya atau menyuruhnya makan.
Haikal memilih tidur di sofa dengan pakaian yang sama.
Tengah malam, mika merasa haus dan keluar kamarnya dengan wajah sembab sehabis menangis.
Mika tak menggunakan hijabnya karena dia pikir Haikal berada di kamarnya, lagipula dia hanya sebentar mengambil air minum dan kembali ke kamarnya.
Mika terkejut mendengar suara orang yang mengigil dari arah ruang tamu. Mika berjalan perlahan dan mendekati sofa.
Mika terkejut melihat Haikal tertidur meringkuk dan menggigil, mika berniat membiarkannya dan berjalan menjauh tapi baru selangkah rasa iba dan jiwa kemanusiaannya menghentikan langkahnya.
Mika berjalan kearah Haikal fan memegang dahinya. Panas, Haikal sedang demam.
Mika ke dapur mengambil air hangat dan handuk kecil kemudian dia mengompres Haikal.
Setelah beberapa menit mengompresnya, mika ke dapur dan membuat bubur. Mika yakin Haikal belum makan apapun karena pakaiannya juga tak berganti sejak tadi siang.
Setengah jam kemudian bubur yang mika buat selesai dan dia membawanya kearah Haikal.
Mika membantu haikal untuk duduk.
"Ini bubur, jangan lupa di makan dan setelah itu makan obatnya." ucap mika
Mika bersiap berdiri, tapi tangan Haikal menghentikan langkahnya.
"Jangan tinggalkan aku!" ucap haikal pelan.
Mika menarik nafas panjang dan menghembuskan ya dengan berat. Dia kembali duduk dan mulai menyuapi Haikal. Haikal memakan buburnya dan terus memandang wajah mikayla.
Mikayla terlihat sangat cantik dengan rambut terurai panjang, hidung mancung, bibir tipis. Ingin sekali rasanya Haikal mengecap bibir merah muda yang terasa begitu manis.
"Sudah, sekarang makan obatnya" ucap mika mengambilkan obat dan memasukkannya ke mulut Haikal.
"Aduh...." ucap Haikal mengaduh karena merasakan sakit di bibirnya yang biru akibat perkelahian nya tadi dengan Rayhan.
Mika membuka kotak obat dan memasangkan plester di dahi Haikal yang terluka. Mika juga mengusapkan obat untuk mengurangi lebam di bawah mata Haikal.
"Sekarang tidurlah" ucap mika hendak beranjak pergi
"Bisa bantu aku ke kamar?" tanya Haikal
Mika membantunya menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar Haikal. Kemudian dia membuka sepatu dan menyelimuti Haikal.
"Tolong, jangan pergi?" ucap Haikal lagi.
"Tidurlah, aku nggak akan kemana mana."
"Mika, maafkan aku, aku mengaku salah. selama ini aku bersalah kepadamu. Aku minta maaf. Maukah kau memaafkan ku?" tanya Haikal
"Tidurlah, besok kita bicarakan lagi." ucap mika
Haikal mendesah kecewa, kemudian dia memejamkan matanya. Tak berapa lama terdengar dengkuran halus yang menandakan jika dia sudah terlelap.
Mika memandang wajah damai Haikal.
Aku takut kak, aku takut kau hanya mempermainkan ku dan akan menyakiti ku lagi. Aku takut dekat dengan mu dan jatuh cinta padamu.Aku takut tak bisa menjaga hatiku jika selalu berdekatan dengan mu. Karena aku tahu kau mencintai orang lain. bathin Mila
Mika menutup pintu dan kembali ke kamarnya.
lanjut
aq suka bangat sma wanita yg teguh sma pendirian ,gk mudah luluh...
gk gampangan ...lanjut
liat istri di sapa sma cowo ,
padahal haikal masih lanjut pacaran sma mira ,dasar egoes haikal ...
ayo mika jangan hirau kan haikal
biar kan makan cemburu nya...
lanjut ..
gk keliata wanita lemah ...
mika memang harus tegas ...
tapi tetap perhatian layak nya istri sholehah ,aq suka bangat ...lanjut
mira ditutupi ,biar haikal tau...
jangan sampai bosan kita tunggu nya,lanjut...