NovelToon NovelToon
Mencintai Pria Dewasa

Mencintai Pria Dewasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: din din

WARNING!!! AREA 18+
follow Ig 👉 dindin_812

Malik Mahardika seorang asisten berumur dua puluh enam tahun. Mendapat tugas dari majikannya untuk menemui seorang Hacker. Namun, siapa sangka Malik malah jatuh cinta pada Hacker yang baru saja berumur lima belas tahun bernama Susan Linch.

Kata orang, cinta tidak memandang umur, waktu dan tempat. Begitulah yang dialami oleh pemuda itu.

"Ma, kamu tahu 'kan aku umur berapa? Bagaimana bisa kamu suka dengan gadis kecil seperti 'ku?" Susan hanya ingin tahu alasan sebenarnya.

"Memangnya kita harus memandang umur seseorang untuk suka dan menyayangi. Bagiku asal kamu menerima, maka tidak perduli kamu umur berapa. Bahkan jika disuruh nunggu kamu dewasa pun aku bersedia," jawab Malik yang benar-benar terdengar gila, sepertinya pemuda ini sudah terkena virus cinta akut yang tidak bisa diobati.

"Kalau begitu, aku beri kamu kesempatan. Jika kamu bisa menungguku lima tahun lagi, aku akan bersedia jadi kekasihmu," ucap Susan kemudian, ia mengedarkan pandangan ke arah lain karena malu menatap Malik.



penasaran? baca selengkapnya di sini saja.

Picture from pinterest editing by din din

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Jalan Hidup

Livia dan Juan tampak panik seraya berlarian dari parkiran Rumah sakit menuju ruang UGD, satu jam yang lalu mereka mendapat kabar tentang sebuah kecelakaan.

Satu Jam yang lalu.

Malik menginjak pedal gasnya lebih dalam, jika ia tidak menghalangi truk itu maka mobil Susan yang akan tertabrak. Bagi Malik, keselamatan Susan adalah prioritasnya.

BRAKK!!!

Truk itu menghantam bagian depan, menimbulkan suara benturan yang sangat keras, sehingga membuat mobil Malik terseret bersama laju truk yang sedang berusaha untuk dihentikan.

"Ma!!" Susan berteriak ketika tahu jika Malik menghalau truk itu untuk dirinya.

Susan langsung keluar begitu mobilnya sudah berhenti sempurna, ia berlari dengan panik ke arah mobil Malik yang bagian depannya sudah tak berbentuk dengan asap yang mengepul.

Gadis itu mencoba membuka pintu, tapi nihil karena pintu terkunci dari dalam.

"Tolong!!" Susan berteriak meminta tolong karena ia tidak bisa membuka pintu mobil pemuda itu.

Untung saja sopir truk itu tidak kabur, pria yang melajukan truk besar itu keluar dengan kunci inggris. Ia lantas mengayunkannya ke kaca jendela agar bisa membuka pintu itu selama beberapa kali hingga akhirnya bisa memecahkan kaca itu baru kemudian membukanya dari dalam. Jalanan yang sepi membuat tidak ada siapapun yang membantu.

"Ma! Bangun!" teriak Susan histeris begitu pintu itu bisa dibuka.

Susan melihat kepala Malik berdarah, terlebih pemuda itu tidak memasang seat belt, kemungkinan ia terburu-buru sehingga tidak ada yang menghalangi tubuhnya membentur stir kemudi ketika benturan itu terjadi. Susan menangkup kedua sisi wajah Malik, berusaha membangunkan pemuda itu tapi nihil.

"Pak, tolong," pinta Susan kepada sopir truk itu dengan wajah memelas.

"Iya, ayo keluarkan dia," sahut pria itu.

Akhirnya, Susan dibantu sopir truk menyelamatkan Malik, membawanya sesegera mungkin ke rumah sakit. Tubuh pemuda itu di baringkan ke kursi penumpang bagian belakang, Susan sendiri duduk dengan menjadikan pahanya sebagai bantalan kepala Malik, sedangkan sopir truk tadi yang mengemudikan mobilnya. Tidak ada waktu untuk memanggil ambulans karena jarak tempat itu dengan kota lumayan jauh, Susan khawatir dengan kondisi Malik jika terlambat mendapat pertolongan.

"San!" seru Livia ketika melihat putrinya itu duduk di kursi selasar seraya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, terlihat jika pakaian dan tangan gadis itu masih berlumuran darah.

Mendengar suara Livia, Susan langsung mendongak dan berlari ke arah wanita yang sudah melahirkannya itu. Sopir truk tadi tampaknya begitu bertanggung jawab, ia juga duduk di sana menemani Susan.

"Ma!" Susan menangis dalam pelukan Livia.

Livia memeluk Susan seraya menatap suaminya, merasakan kecemasan saat gadis itu mengatakan jika Malik mengalami kecelakaan karena dirinya.

"Bagaimana kalau terjadi sesuatu dengannya?" Susan terisak dalam pelukan sang mamah.

"Dia pasti baik-baik saja, kita berdoa saja ya," ucap Livia mencoba menenangkan hati putrinya itu.

Susan terlihat gemetar, ia benar-benar ketakutan. Livia masih memeluknya dengan sesekali mengusap punggung gadis itu.

Juan hanya bisa menghela napas pelan, tidak menyangka jika akan ada hal seperti ini.

Malik masih berada di dalam ruang tindakan, meski tidak di operasi tapi sepertinya keadaannya cukup parah

"San, bersihkan tubuhmu dulu, ya! Lihat pakaianmu penuh noda darah," ajak Livia sekalian menenangkan pikiran dan perasaan gadis itu.

"Tapi." Susan merasa bimbang.

"Ada Papah, kamu bersihkan tubuhmu dulu, Papah yang akan menunggunya," ujar Juan mendukung ajakan istrinya.

Akhirnya Susan menurut apa kata Livia, ia ikut wanita itu ke kamar mandi untuk menghilangkan noda darah dari tangan dan pakaiannya.

"Ma, semua salahku," ucap Susan masih mencoba menahan untuk tidak menangis lagi.

"Bukan, ini nasib," sahut Livia masih membersihkan tangan Susan, menolak pemikiran putrinya.

"Dia memintaku berhenti, tapi aku tidak mendengarkannya. Jika aku berhenti, dia pasti tidak akan menghalau truk itu untukku," ujar Susan yang akhirnya kembali menangis.

Livia tidak berkata apapun, ia masih fokus membersihkan tangan putrinya.

"Semua takdir, San! Dia ada di sana karena Tuhan yang menginginkan, jika Tuhan tidak menghendaki, dia pasti tidak akan hadir di sana," sahut Livia mencoba memberi pengertian agar putrinya tidak merasa terbebani dengan rasa bersalah yang menimpa pemuda itu.

"Apa aku ini pembawa sial?" tanya Susan menatap Livia.

Livia terkesiap mendengar pertanyaan putrinya, bagaimana bisa dia berkata seperti itu.

"Kamu ini ngomong apa, sih?" tanya Livia balik menatap tajam pada putrinya.

"Ayahnya meninggal karena Malik menyelamatkan aku, sekarang dia mengalami kecelakaan juga karena aku. Jika bukan pembawa sial, lalu apa?" tanya Susan dengan sedikit terisak.

Livia memeluk Susan, memberinya sebuah ketenangan agar tidak berpikir yang aneh-aneh.

"Tidak ada namanya pembawa sial, semua sudah ada jalan takdir masing-masing, jika memang seperti itu berarti memang jalannya sedang tidak baik. Tidak semua jalan itu lurus, ada kalanya berbelok atau bergelombang, jadi jangan berpikir seperti itu, apa kau mengerti, hah?" Livia memberi penjelasan pada putrinya itu.

"Jika ada orang pembawa sial atau kamu ini pembawa sial, papah dan mamah tidak mungkin bisa hidup tenang sampai sekarang. Kamu adalah anugerah, jadi jangan berpikir seperti itu lagi," imbuh Livia.

Susan mengangguk dalam pelukan Livia, mencoba mengerti dengan penjelasan sang mamah, meski hatinya merasa yakin jika apa yang terjadi pada Malik adalah kesalahannya

_

_

_

_

Bantu Like komen ya, kalau banyak likenya nanti othor up lagi. terima kasih 🙏🤗

1
Fit Mu'awin627
Luar biasa
Jeni Jueni
belum dengar penjelasan susan makanya dia galau
Ruaida Ali
aku suka ceritanya
.: terima kasih
total 1 replies
Ruaida Ali
bakal di restuin gak tuh?
Mamah Kekey
unboxin 🤭🙈🙉
Jeni Jueni: hai bunda
total 2 replies
Mamah Kekey
selamat yah buat pasutrinya semoga langgeng sampai tua dan mu yg memisahkan...🎁
.: aamiin
total 1 replies
Mamah Kekey
awas blabas mas Malik ...☺️
Mamah Kekey
dibsini yg imannya kuat sih authornya ...😂
.: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Mamah Kekey
cinta muda Susan bergejolak nih...😂
.: asekkkkkk
total 1 replies
Mamah Kekey
sipp...deh buat pasangan yg unyu,, 😂
Mamah Kekey
semoga mereka selamat...ikut mewek aku...😭😭😭
Mamah Kekey
setiap kejadian pasti ada hikmahnya d balik semua itu mas Malik.
Mamah Kekey
memang sudah takdir ..mencoba ikhlas mas Malik...😔
Mamah Kekey
terharu CLBK nih... semoga mereka berjodoh.
Mamah Kekey
yg dewasa lebih ngemong, lebih banyak sabarnya.paham apa yang kita mau, pengalaman 😂
Mamah Kekey
kerenlah unyu,,😂
Mamah Kekey
keren bagus setuju kk
Winarsih Asih
semoga ada orang yg bisa memberi pengertian pada mslik
Winarsih Asih
Malik butuh waktu,mungkin dulu gara2 menolong keluarga Susan ,ayahnya meninggal karena telat kerumah sakit
Winarsih Asih
aku sudah ketemu sama Caman kita sayang😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!