Sebuah Pertemuan begitu singkat dengan seorang Putri kecil dan Seorang Pria
Membuat kehidupannya berubah drastis...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanuwawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rendi Yang Dulu Kembali
Rendi terburu-buru pergi dari rumah karena harus berpatroli, sebenarnya ingin lebih lama bersama Alia tapi apa boleh buat. Sekarang Rendi dan Tim sedang melakukan Patroli di jalanan.
Jalanan disini aman (Terdengar Di HT Beberapa orang sedang berbicara di berbagai tempat ) , lapor. Pak Bripka Rendi yang sedang berpatroli di daerah Ciputat bisa bapak ke daerah sana, masuk gang dekat masjid terjadi kecelakaan warga melapor.
" Saya akan datang." Ucap Rendi Lalu memanggil Doni dan Saiful.
" Don, Ful ikut saya." ucap Rendi sambil menaiki motornya.
" Siap Dan kita ikutin dibelakang " Ucap Saiful dan Doni yang mengangguk Lalu ketiganya pergi ketempat kecelakaan, sampai lah mereka Disana dan banyak orang yang berkerumun bukannya panggil ambulans atau menolong malah di tontonin.
" Uh, Banyak bener orang nih, malah dikerumuni lagi " Ucap Rendi sambil membuang nafas.
Rendi menghampiri diikuti Doni dan Saiful dibelakang.
" Permisi bisa kalian mundur, agar saya tahu ada apa ? " ucap Rendi menyuruh mereka mundur agar Rendi bisa melihat orang yang kecelakaan.
Warga yang melihat kedatangan 3 polisi yang begitu tampan apalagi yang berbicara tadi membuat para ibu ibu dan para kaum wanita malah terkesima melihat mereka.
" Don, Ful suruh mereka bubar ! biar tidak menghalangi jalan. ucap Rendi karena jalanan mulai penuh dengan warga yang menonton dan tidak baik untuk orang yang kecelakaan apalagi pingsan jika dikerumuni.
" Siap Dan " Ucap Doni dan Saiful bersamaan
" Permisi yah Bu Pak siapa yang tahu terjadinya kecelakaan disini "ucap Saiful bertanya pada warga.
" Saya pak, saya yang melihat." Ucap warga
" Baiklah tunggu disini ya pak." ucap Saiful menyuruh Bapak ini menunggu agar Saiful dan Doni bisa membubarkan dulu warga.
" Ibu ,bapak dan adik- Adik jika ada yang akan melanjutkan perjalanan silahkan dilanjutkan jangan sampai berkerumun menghalangi jalan " ucap Doni memerintahkan mereka untuk segera pergi.
" Ah bapak ganteng Tilang aku dong pak " ucap salah satu wanita sambil mengedipkan matanya ke arah Doni.
" Si ibu nggak tahu Sikon apa ? " ucap Doni dalam hati.
" Maaf Bu, saya tidak sedang menilang saya menyuruh kalian untuk membubarkan jangan menghalangi jalan " ucap Doni ramah.
" Iya bapak ibu dan adik adik silahkan jika ada yang mau melanjutkan perjalan silahkan dilanjutkan " ucap Saiful sama seperti Doni tadi
Rendi sedang melihat terjadinya kecelakaan seorang remaja yang pingsan terluka di kaki dengan banyak darah dan pingsan sedangkan yang satunya pengendara yang tergeletak dengan luka ditangan, langsung Rendi memeriksa keadaannya siapa tahu terjadi patah tulang pada korban yang pingsan.
"Sepertinya ini patah, " ucap Rendi setelah melihat kaki dan meraba kaki pemuda yang pingsan dan bagian yang lainnya aman hanya memar di tangan sedikit. Lalu memeriksa korban yang masih sadar yang sedang menahan sakit ditangan. Lalu membenarkan posisi korban untuk duduk.
" Kau baik-baik saja mana yang sakit ? " ucap Rendi sambil meraba kaki pemuda yang masih sadar.
" Saya hanya luka disini pak " ucap nya sambil menunjuk pada tangannya, Rendi melihat tangannya hanya berdarah dan tidak terlalu parah.
" Baiklah tunggu sebentar " Ucap Rendi lalu berbicara untuk memanggil ambulans
" Pak Andi tolong panggilkan ambulance sepertinya dia patah tulang." ucap Rendi yang menekan HT agar pak Andi mendengar suaranya.
" Baik, sudah saya panggil ambulance sebentar lagi akan datang." ucap pak Andi
" Doni " Ucap Rendi memanggil, Doni langsung menghampiri Rendi
" Iya bang kenapa ? " tanya Doni pada Rendi
" Tolong amankan semua ini, motor dan barang korban." ucap Rendi sambil menunjuk pada motor dan barang barang nya.
" Siap, Ful sini ! ucap Doni lalu memanggil Saiful untuk mengamankan barang-barang korban kecelakaan.
" Siapa yang melihat kejadian tadi kecelakaan " Ucap Rendi bertanya pada warga.
" Ini dan, dia yang melihat tadi " ucap Saiful membawa orang yang melihat kecelakaan.
" Bapak bisa ceritakan pada kami apa yang terjadi " Ucap Rendi bertanya pada bapak
Bapak itu menceritakan kecelakaan para pemuda kepada Rendi Doni dan Saiful.
" Baiklah terimakasih, bapak bisa menunggu untuk menjadi saksi nanti bapak tinggal disini bukan?" ucap Rendi bertanya.
" Iya saya tinggal disini, " ucap bapak itu sambil tersenyum.
Tidak selang lama terdengar suara Ambulance datang lalu mereka mulai turun dan membawa stretcher ( tandu untuk membawa pasien agar mudah dipindahkan).
" Kemari" ucap Rendi memanggil para perawat laki-laki.
" Iya Pak " Ucap perawat pada Rendi
" Dia pingsan dan tak sadarkan diri sepertinya kaki kanannya Patah Tulang berhati-hati saat memindahkan nya " Ucap Rendi memberi tahu yang terjadi pada pasien. lalu membantu memindahkan pasien oleh Doni dan juga Saiful, Rendi harus memberitahu pada perawat yang satunya.
" Tolong lakukan pertolongan pertama padanya Ini hanya terluka pada bagian tangannya, tidak ada yang cedera tinggal dibersihkan saja luka nya, periksa saja lagi takut terjadi kekeliruan ucap Rendi pada perawat, Rendi tahu tentang medis walau tidak banyak seperti dokter.
Setelah selesai, memasukkan para korban kedalam ambulance dan Rendi menutup pintunya Yang satu korban lagi hanya terluka ditangan sudah beri pertolongan pertama.
Orang-Orang masih tetap ada yang bertahan bahkan banyak yang memfhoto Rendi saat sedang memeriksa keadaan orang yang kecelakaan tidak lupa juga Doni dan Saiful.
" Kayak Oppa Oppa Korea yah pak polisi yang itu " tunjuk seorang remaja pada Rendi
" Iya cakep benar deh, tapi yang itu juga walau nggak putih tapi manis tahu ucap seorang remaja lagi menunjuk Saiful.
banyak sekali orang yang memuji ketiganya .
" Saya akan didepan agar cepat sampai, Don, Ful bawa barang Korban ucap Rendi ,Doni dan Saiful mengangguk.
Rendi menyalakan sirine Agar pengendara lain membuka jalan sampai di Rumah sakit. Sampai mereka berteriak saat melihat Rendi yang gagah mengendarai MOGE BMW R 1200 GS hitamnya.
Doni dan Saiful hanya geleng-geleng Kepala melihat kelakuan warga yang lucu.
" Tadi pas datang pada berkerumun lihatin yang kecelakaan sekarang lihatin kita yang ganteng " ucap Doni tertawa kecil.
" Bukan kamu yang ganteng, tapi bang Rendi tuh yang merek soraki dari tadi ck." Ucap Saiful berdecak.
" Iya bang Rendi mah emang ganteng tapi kita berdua juga sama kita kan satu paket " ucap Doni.
" Sudah malah nggagosip sih pusing saya mah " ucap Saiful dengan logat basa Sunda.
" Ya sudah hayo,lihat banyak orang yang nungguin kita dari tadi mereka berbisik mau minta foto " ucap Doni berbisik sambil merapikan barang-barang dan motor agar tidak terdengar oleh warga.
" Iya benar, Bisa gawat ini mah kalau calon saya tahu, saya banyak yang suka mah " ucap Saiful berbisik.
" Geer pisan dah, kemana mobil patroli meni lama ?" ucap Doni menunggu mobil untuk mengangkut motor.
" Nah Itu datang " Ucap Saiful dan Doni lega untuk menghindari para ibu ibu ini.
Pos Polisi
" Dan sudah diamankan, yang masih sadar sudah memberikan keterangan tinggal Menunggu yang patah tulang saja. " ucap Saiful memberi tahu yang kecelakaan tadi.
" Bagus, Alhamdulillah " ucap Rendi.
" Bang tahu nggak tadi kita malah digodain sama ibu ibu Disana " Ucap Doni memberitahu Rendi yang terlihat datar wajahnya jika dia tidak suka sesuatu.
"Hmmm, Ya nggak apa apa lah lumayan buat kamu Don " ucap Rendi dengan dingin
"Kenapa sih Bang ? "Ucap Doni bertanya karena dari tadi saat mulai patroli muka Rendi super datar, dingin dan tatapan yang menusuk. bukannya akhir-akhir ini Rendi terlihat selalu tersenyum lagi seperti dulu.
"Iya kenapa bang ? itu muka ditekuk saja ? ucap Saiful menimpali pertanyaan Doni
" Soal cewek bang?" ucap Doni asal tapi jika benar penasaran juga nggak kenapa-napa kali, pasti tentang cewek yang Waktu itu yang nama nya Alia walau tahu tidak akan menerima jawaban atas pertanyaan nya karena Rendi jarang bicara soal pribadi atau kisah cinta.
" Iya " ucap Rendi satu kata yang membuat keduanya tersenyum bahagia baru kali ini Rendi mau cerita soal masalah perempuan.
" Wah siapa sih bang ? " Ucap Doni penasaran.
" Baru kali ini nih bang, Abang bahas tentang perempuan, gimana bang " ucap Saiful
Rendi hanya mendengus kesal," Gimana saya nggak kesal ! dia sudah janji baru saja semalam sudah lupa lagi. Ucap Rendi dengan nada kesal.
Yang dahulu selalu terlihat humoris dan jahil tiba-tiba menjadi dingin dan pendiam. karena kematian ayah kakak dan juga kakak iparnya Rendi jarang sekali bercanda atau yang lainnya Tapi sekarang Rendi Mulai seperti dulu lagi bisa bercanda dan tidak kaku lagi.
"Siapa sih bang perempuan yang bisa lupa sama janji ke Abang ? tanya Saiful penasaran
" Alia, Alia Az-Zahra " Ucap Rendi sambil tersenyum mengingat Alia.
" Wah bang nggak jangka cuman sebut namanya udah bikin Abang senyum, kata Doni
" Hah ! Rendi tersenyum lagi
" Alia, Alia Az-Zahra Yang mana bang? " kedengaran nggak aneh nih di telinga ! Ucap Saiful mengigat nama Alia.
" Masa Lupa itu loh Yang waktu perampokan dan waktu kita kejar disangka lagi balapan liar, Ternyata itu orang yang membantu kita malah Lo marahin lagi waktu itu karena dia nggak berhenti saat Lo suruh berhenti.
" Oh yang perempuan hijab itu jadi mereka orang yang sama yah ? kok, saya nggak ngeh yah. " Ucap Saiful.
" Iya Lo kan inget nya sama calon Lo saja bucin habis sih loh," ucap Doni meledek Saiful.
" Biarin dari pada Lo jomblo " ucap Saiful meledek balik.
" Saya juga jomblo kali, Kamu ledek saya " Ucap Rendi membuat Saiful menciut.
"Iya nggak bang, kan Abang sudah ada yang dekat ,beda kalua Doni satupun pada nggak mau " ucap Saiful.
" wah parah Lo Ful, sama gue awas saja ya Lo" ucap Doni sambil menunjuk Saiful.
" Eh tapi yah dia itu jago benar bela dirinya sudah Sholeh, cantik, manis, baik hati, penyelamat, pintar lagi ucap Doni antusias
Rendi langsung menoyor kepala Doni,
" jangan puji puji kayak gitu yah " ucap Rendi Kesal karena Doni seperti mengagumi Alia,yang di toyor mendengus kesal.
" Cemburu bang ? " Ucap Saiful sambil tertawa .
" Nggak" ucap Rendi dengan muka datar lagi.
" Lah gimana sih ? tadi saja muka ditekuk Mulu sekarang nggak cemburu nih ?, kalau Abang nggak mau sama saya aja ! Kata Doni menggoda.
Rendi langsung berdiri " Wah mulai berani nih anak " langsung menghampiri Doni
" Ampun bang... ampun... oke ....oke ....nggak lagi dah mana saya berani rebut cinta pertama Abang" Ucap Doni sambil tertawa cengengesan.
" Hahahaha " Rendi dan Saiful pun tertawa
Mereka pun duduk lagi
" Jadi gimana bang, cerita nya bisa dekat sama Alia ?" ucap Doni yang diangguki Saiful setuju dengan pertanyaan Doni
" Ya Gitu ! pertama ketemu sih waktu perampokan, dan waktu kita berhentiin dia dijalan waktu malam Minggu ! yang dia kaya pembalap, kita saja kalah ngejar dia." Terus Anterin pulang dia sama adiknya, tuh si Doni juga ikut terus pas minta nomer hp benar saja, menggantung cerita.
" Benar saja apa ?" tanya Doni penasaran
" iya benar apa ?" Ucap Saiful bertanya
" Dia orang yang udah 2 bulan, saya dengar suaranya ! Saat mengurus Amira mukanya nggak keliatan sengaja kali bunda ngirimin video saat dia,selalu berinteraksi sama Amira menjaga, ngajarin hal hal belajar, berdoa dan bahkan saat Amira sakit pun dia mau ngurusin walaupun dia pasti capek kerja. Bunda sengaja cerita dan Bunda bilang di suka sama Alia karena Alia seperti kakak saya, dia bisa menjadi ibu dengan baik dan anak yang baik. Bunda nggak pernah nyuruh saya dekat dengan Alia tapi Bunda hanya memberikan video satu kali, yang saat bersholawat menidurkan Amira itu buat saya ketagihan mendengarnya dan melihatnya jadi saya minta bunda kirim video Amira setiap Alia mengurus nya.
Saya Nggak tahu perasaan apa ini !Tapi saya akan jalankan jika memang berjodoh saya selalu berdoa untuk didekatkan selalu dengan perlahan agar kami memiliki cinta dan pondasi yang kuat saat berumah tangga nanti akhirnya. ucap Rendi panjang lebar.
" Wah gila nih Abang, sekarang Abang gue kembali lagi." ucap Doni riang sambil berteriak.
" Don gila yah mau orang pada kesini ! duduk " ucap Saiful, Saiful pun senang Rendi bisa seperti dulu yang selalu berkeluh kesah dan bercerita pada Saiful dan Doni sudah 2 atau 4 tahun saat kehilangan orang yang dicinta Rendi menjadi dingin dan pendiam.
Doni hanya nyengir kuda diakhiri mereka dengan mengobrol bersama suasana seperti yang dirindukan Rendi Wijaya Utama yang kembali.
cepet ya lanjutnya
🙏🙏ya...saran aja tlg dirapiin lagi tulisannya... aq jg tau klo nulis novel, cerpen dll itu susah tp kn sayang bnget karyamu klo dah bagus2 tp kurang peminatnya cuma krna tulisannya kurang rapi...semangaaaatt terus buat brkarya..