sebelum membaca season 2 ini, harap membaca season 1-nya dulu agar ceritanya nyambung dan dapat di mengerti dengan jelas!!!
Hans Nicholaus adalah anak tunggal dari Steve Nicholaus dan Gloria Jecksen...
di awal cerita..
Hans dan rekan-rekannya (street salvactucha) harus mengungkapkan misteri pembunuhan sadis yang di alami oleh Arandra...
tidak hanya itu sebagai anggota mafia, street salvactucha juga harus menghadapi musuh dimana-mana, yang siap menyerang mereka kapan saja...
lalu bagaimana cara Hans dalam mengejar cintanya, terhadap seorang wanita misterius??...
simak kisahnya di Terperangkap Cinta Mafia kejam dan Dingin season 2
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hildayanti intan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
malam yang panjang
"Siapa!!!". Kata Hans dengan suara dingin-nya dan beranjak dari atas Agatha Sambil duduk di pinggir ranjang, begitu juga dengan Agatha.
"Saya tuan". Jawab Jevtrack dari luar.
"Cih, ada perlu apa kau mengetuk pintu kamar ku". Kata Hans masih tidak membuka pintu.
"Saya hanya datang membawakan obat untuk anda tuan, ini perintah dari tuan besar". Jawab Jevtrack dari luar.
"Biar aku saja yang membuka pintu-nya Bae". Kata Agatha mencegah Hans, saat Hans hendak bangkit berdiri untuk membuka pintu.
"Ceklekkk"...
"Nona Agatha ternyata anda di sini?". Tanya Jevtrack sedikit terkejut.
"Pantas saja tuan muda menjawab dengan kesal, rupa nya aku sudah mengganggu momen penting mereka ya". Gumam Jevtrack yang merasa tidak enak hati.
"Iya Jevtrack, oyah mana obat-nya?". Jawab Agatha dengan senyuman.
"Ah, ini nona". Jawab Jevtrack Sambil memberihkan beberapa obat-obatan kepada Agatha.
"Baik Trimakasih banyak Jevtrack". Kata Agatha Sambil tersenyum saat sudah menerima paket obat dari Jevtrack.
"Sama-sama nona, kalau begitu saya permisi". Jawab Jevtrack dan segera ke kamarnya, begitu pula dengan Agatha yang langsung menutup pintu kamar dan kembali ke arah di mana Hans berada.
"Bae tunjuk kan dimana saja yang sakit, aku akan mengobati nya?". Tanya Agatha penuh perhatian.
"Hmm... Hanya di sini dan di sini". Jawab Hans Sambil menunjuk ke arah pipi dan lengan nya yang sedikit lebam.
"Baiklah kalau begitu buka baju mu, biar ku periksa dimana saja yang memar". Kata Agatha.
Dengan segera Hans membuka bajunya dan memperlihatkan roti sobek miliknya, ada juga beberapa luka jahitan di sekitar dada dan punggungnya.
Tanpa banyak bicara lagi Agatha segera mengobati luka Hans dengan hati-hati, dan penuh perasaan.
"My queen tangan mu begitu lembut dan membuat ku menginginkan sesuatu karena". Kata Hans saat Agatha mengoleskan salep luka di bagian dada Hans, Karena ada sedikit luka memar yang memerah disana, mungkin itu pengaruh dari pukulan Stonbar blacker pada-nya.
"Oyah... Sensasi apa yang kau rasakan jika aku merabah perut suspek mu ini". Jawab Agatha dan dengan sengaja meraba roti sobek milik Hans yang tentu saja itu sukses membuat gairah Hans naik.
"Oh my Queen, kau benar-benar kucing liar yang menantang". Kata Hans dengan senyuman jailnya, membuat Agatha langsung menghentikan aksinya.
"Hmm... Bae ini sudah selesai, cepat pakai kembali baju mu". Jawab Agatha yang sudah mulai salah tingkah dengan tatapan manja Hans yang seperti menginginkan sesuatu dari-nya.
"No my queen, bukankah sudah ku katakan aku menginginkan sesuatu dari mu". Jawab Hans dan dengan cepat mengecup pipi Agatha.
"Bae.... Apa yang sedang kau lakukan?". Tanya Agatha saat Hans tiba-tiba memeluknya dan mulai menciumi seluruh wajahnya.
"Mmmmpppphhhh". Agatha hanya mampu menahan desahannya saat Hans mulai ******* bibir merah merona miliknya.
"My queen apakah boleh?". Tanya Hans saat sudah berada di puncak gairah nya, Hans tidak ingin memaksakan kehendaknya bila Agatha tidak mau.
Hans terus menatap kedua bola mata Agatha yang terpejam dan melihat ada anggukan kecil dari Agatha yang berarti Agatha mau melakukannya.
"Oh my queen, thank you". Kata Hans dan dengan cepat melepaskan baju Agatha dan membaringkannya di atas ranjang.
"Berjanji lah satu hal pada ku Bae". Kata Agatha saat Hans sudah mulai mencumbu leher-nya.
"Katakan lah my queen". Jawab Hans dengan nafas memburu.
"Jangan pernah tinggalkan aku, atau pun menghianati ku, aku benci laki-laki pengecut seperti itu". Jawab Agatha dengan nafas yang tersengal-sengal akibat perlakuan Hans pada-nya.
"Aku berjanji my queen, apa pun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkan mu, dan lagi aku tidak akan pernah tertarik dengan wanita lain selain diri mu". Jawab Hans dengan tegas Sambil mendongak menatap Agatha.
"Aku percaya pada mu Bae". Jawab Agatha dengan senyuman membuat Hans semakin bergairah dan liar.
Dengan cepat Hans meloloskan semua pakaian Agatha dan juga pakaiannya, dan mulai tertunduk di dada Agatha mencumbu daerah sensitif Agatha yang perlahan di dada dan kini semakin turun hingga ke bawah, membuat Agatha tidak kuasa menahan desahannya saat Hans benar-benar bertingkah liar.
"Bae stophhh, aku sudah tidak kuat". Pinta Agatha Sambil mencengkeram seprei yang sukses membuat Hans tersenyum tipis, saat melihat rengekan Agatha.
"Baik my Queen bersiaplah, ini mungkin akan sedikit sakit, tapi aku berjanji sakit nya akan sebentar saja". Jawab Hans dan mulai mensejajarkan dirinya dengan Agatha.
Hans bahkan sudah lupa dengan aturan yang di buat oleh Daddy dulu, untuk tidak melakukan hubungan badan jika dia belum resmi menikah, terlalu di mabuk asmara membuat Hans tidak perduli lagi dengan nasehat-nasehat Daddy-nya.
Saat Hans mengehentakan pinggulnya dengan sedikit keras Agatha benar-benar mengeluarkan air matanya dan mengerang kesakitan, ada sedikit rasa bahagia namun ada juga rasa penyesalan nya, karena sudah melepaskan apa yang sudah ia jaga sedari dulu, bahkan ketika Delgado mantannya meminta-nya untuk berhubungan Agatha selalu menolak dengan alasan belum siap, namun lihatlah sekarang Agatha yang dulunya sangat membenci Hans kini malah sangat menyukainya dan bahkan menyerahkan sesuatu yang berharga miliknya kepada Hans yang baru-baru ia kenal.
Kepergian Hans selama 3 hari membuat Agatha benar-benar merindukan kehadiran nya, mungkin itulah sebabnya Agatha dengan rela berhubungan badan dengan Hans karena tidak ingin jika Hans meninggalkan-nya, rasa ingin memiliki Hans Sudah sangat besar bagi Agatha, Agatha juga yakin kalau Hans adalah laki-laki yang baik hati yang bisa ia percayai untuk saat ini.
Air mata Agatha yang keluar begitu banyak kalah membayangkan harta paling berharga nya sudah di rebut oleh pria yang belum sah menjadi suaminya saat ini, dan senyuman kembali tersungging di bibir manisnya saat Hans menjilati air matanya dan mulai memberikan kecupan ringan di kening Agatha, membuat Agatha kembali terbuai dengan rayuan Hans padanya.
"Semoga aku tidak salah memberihkan hal berharga ini pada mu Bae". Gumam Agatha dalam hati.
Hans berhenti melanjutkan aksinya dan tidur berdampingan dengan Agatha saat Agatha sudah sangat-sangat lemas akibat tingkah nakalnya barusan.
"I love you my queen". Kata Hans dengan lembut.
"I love you too Bae". Jawab Agatha dengan senyuman manis.
"Tidurlah my queen". Kata Hans sembari membelai anak rambut Agatha yang menutupi wajahnya.
"Good night Bae". Jawab Agatha dengan memejamkan matanya.
"Good night my queen, have a nice dream". Jawab Hans dengan kecupan ringan di kening Agatha dan juga ikut tertidur sambil memeluk Agatha dengan erat.
lanjut....
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
next and semangat thor😊