Devano Andreas pria tampan dengan sejuta pesona usiannya kini menginjak 27 tahun, pewaris tunggal perusahaan terbesar di negeri ini, siapa tidak menginginkannya? namun dia sangat cuek akan sesuatu yang menurutnya tidak penting.
suatu ketika Arrian sanders sahabat yang sudah dia anggap saudara memintanya menikah dengan adiknya Ariana sanders, entah roh jahat apa yang merasukinya meminta hal yang sudah dia ketahui tidak bisa di kabulkan. 4 tahun yang lalu trauma itu masih bermuara dihatinya ketika wanita yang dia cintai membatalakan pernikan mereka
Ariana Sanders
gadis kesanyangan Arrian yang kini menginjak dewasa, dia cantik, ceria dan mudah bergaul. hidupnya bak seorang putri semua keinginannya dikabulkan oleh sang kakak, hingga suatu ketika arrian ingin menikahkannya fikirnya hanya candaan namun semua berubah ketika devan menerima tawaran itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi ervendi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
*
Setelah mengahadiri pembukaan hotelnya, Devan juga menghadiri rapat membahas pembangunan hotel di pulau J dan beberapa agenda lainnya. Felix yang sangat setia mengikuti bosnya dari belakang. Kenapa hari ini berjalan begitu sangat lambat? Devan ingin menyelasaikan secepat mungkin kerjaan ini entah sejak tadi bayangan Riana terus menghantui pikirannya
Dalam rapat Jessica terus mencuri-curi pandang ke aarah Devan bahkan senyum dibibirnya tak pernah lepas, bayangnya hanya satu hadiah yang sempat Devan tanyakan pasti akan diberikan hari ini. Mika yang juga salah satu manager dikantor Devan, dia kakak sepupu pria itu. Sejak tadi menatap jessica gadis itu mematapnya jijik
Mata Devan sukses membulat saat Riana mengirimkan foto Lily, Mama ada dirumah. Tanpa mengucap sepatah kata Devan berlari meninggalkan rapat. Mereka yang hadir menatap heran bosnya 'Ada apa,? apa ada sesuatu yang terjadi? Felix mendengus kesal, lagi-lagi kerjaan ini menjadi tugasnya untung saja dia digaji lima kali lipat oleh Devan.
...*...
Brakkk... Devan menggebrak pintu lumayan kuat hingga kedua wanita beda generasi itu menatapnya heran, Riana yang sedang memegang cangkir hampir saja terjatuh saking kagetnya.
"Devan?"
Masih dengan nafas memburu Devan melangkah kearah Riana, gadis itu menatapnya penuh tanya. Lily yang sejak tadi sudah geram langsung berdiri menarik kuping anaknya sangat kencang, terlihat jelas wajah Devan meringis kesakitan.
"Kamu anak nakal, bisa-bisa kamu lakuin ini sama mama. Mama tidak pernah mengajarkan mu jadi anak nakal Devan. Apa ini ha ? Kamu tinggal berdua dengan seorang gadis?" Ucap Lily makin menarik kuping anaknya. Riana tidak bisa berbuat apa-apa ini juga salah Devan, bagaimana bisa dia menikah tanpa memberitahu orang tuanya.
"Mama... Devan bisa jelasin! Ini sakit ma, " Ucap Devan menunjuk kupingnya
"Oke, jelasin semua ! mama harap, penjelasan kamu ini membuat nama kamu masih bisa bertahan di kartu keluarga!"
"Iya. Tapi lepasin dulu tangan mama dari kuping Devan! Ini sakit ma" Ucap Devan masih meringis, Lily mengalah dia melepaskan tangannya, terlihat jelas kuping Devan memerah karena ulahnya.
Devan perlahan menuntun mamanya duduk dikursi disusul Riana. Devan mulai mejelaskan hubunganya dengan Riana, Lily mendengarnya sangat serius sesekali dia mengangguk. Benar saja perasaannya legah karena anaknya tidak melakukan yang tidak-tidak. Rasa syukur pun dia panjatkan akhirnya anaknya menikah mana menantunya sangat cantik. Lily berharap Devan benar-benar bisa melupakan masalalunya dengan kehadiran Riana disampingnya.
"Maafin aku ma! kemarin mama papa kan lagi ke Dubai aku masih sayang nyawaku ma, kalau Devan telepon papa sama mama mungkin aku akan benar-benar dicoret dari kartu keluarga kalian " Jelas Devan.
Ya Hery dan Lily meski umur mereka tidak mudah lagi tapi entah mengapa setiap bulan mereka akan bulan madu ke berbagai negara. Tentu Hery akan murka jika dia diganggu oleh anak satu-satunya yang sering membuatnya sakit kepala.
"Tapi kalian tidak menikah karena kecalakaan kan?"
"Ma.. Ngga lah kita nikah baik-baik kok, jangan aneh-aneh deh ma" Sanggah Devan. Ada apa dengan pikiran mamanya, jangan kan melakukannya, ciuman saja baru Devan lakukan tadi pagi terbilang hampir sebulan semenjak mereka menikah.
"Mama cuman bertanya Devan. Riana sini sayang!" Panggil Lily lembut, Riana menurut saja seperti anak kucing yang disuguhkan kepala ikan. Lily memeluk erat tubuh gadis itu, ini pertama kalinya dia mendapat pelukan lagi dari sosok seorang ibu semenjakmamanya meninggal.
"Mulai sekarang panggil mama ya jangan tante lagi kaya tadi ! " Ucap Lily denga lembut.
"Iya mama!"
"Jadi kalian belum melakukan resepsi pernikahan?" Tanya Lily.
"Belum mama ! Waktu itu Arrian mendadak ke luar negeri." Ucap Devan.
"Oke ! mama yang akan menyiapkan resepsi untuk kalian sayang. Mungkin bulan depan karena, mama sama papa harus ke Singapur malam ini. Ngga apa kan?"
"Terserah mama kita ikut aja, ya kan sayang? " Ucap Devan menatap Riana. Gadis itu hanya mengangguk mengiyakan.
Dan apa ini sayang? Ada apa dengannya tiba-tiba memanggil Riana sayang, tidak tahu apa ? jantung gadis itu mulai bereaksi lagi, bahkan wajah Riana mulai bersemu memerah mudah di kulit putihnya karena panggilan itu.
*
"Kamu tidak apa-apa kan?" Ucap Devan saat melihat Riana menghempaskan tubuhnya diatas sofa.
"Aku tidak habis pikir bagimana bisa kak Devan menikah tanpa memberi tahu mama." Ucap Riana frustasi. "Aku terlihat seperti seorang gadis penggoda tadi "
"Tapi mama sepertinya sangat menyukaimu."
"Ahh.. Memang ada yang tidak menyukai menantu secantik aku?"
Begitupun dengan aku Riana, aku menyukai istri secantik kamu.
......................
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu