NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Ayah 2

Jodoh Pilihan Ayah 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / CEO / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:854.6k
Nilai: 4.6
Nama Author: Shakila

Sekuel Jodoh Pilihan Ayah 1, tapi bisa langsung baca Jodoh Pilihan Ayah 2 ya karena beda pemeran utamanya dengan yang pertama :)

Aku tidak menyangkah Ayahku akan memaksaku menikahi gadis gila dan lumpuh.


--------------------


Zayn Rahardian, pria yang kurang beruntung dalam hubungan percintaannya. Wanita yang menjadi cinta pertamanya hilang bak ditelan bumi, bertahun-tahun ia mencari keberadaan wanita itu namun hasilnya tetap nihil.

Hingga suatu hari, kecelakaan yang menimpah ayahnya ikut berimbas pada kehidupan Zayn. Karena rasa bersalah ayahnya, Zayn dipaksa untuk menikahi wanita yang telah menjadi korban kecelakaan yang menjadikan wanita itu lumpuh.

Zayn menolak keras, ia tidak mencintai wanita itu, namun hasil penolakannya itu justru membuat ayahnya terkena serangan jantung. Hingga akhirnya dengan penuh keterpaksaan Zayn menikahi wanita yang sama sekali tidak dicintainya.

Apakah hubungan itu akan bertahan lama?
Yukss baca kisah Zayn selanjutnya ❤🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak bisa diandalkan?

Zayn terlihat mendaratkan tubuhnya di kursi ruang kerjanya setelah beberapa waktu lalu ia melakukan meeting dengan klien dan juga karyawannya. Pria yang memakai setelan jas berwarna hitam tersebut menyandarkan kepalanya di sandaran kursi, melepas penat yang bersarang di tubuhnya. Baru setengah hari ia bekerja namun rasa letih sudah menyerangnya.

Ponsel Zayn yang berdering mengharuskannya untuk bergerak meraih ponselnya tersebut yang tergeletak di atas meja kerjanya.

"Papa?" Salah satu alis Zayn terangkat ke atas, tumben sekali papanya menelponnya di jam kerja seperti saat ini.

"Hallo Pa. Ada apa?" tanyanya mendekatkan ponselnya ke daun telinganya.

"Zayn, apa kau sedang berada di kantor?"

"Iya Pa. Ada apa?" tanya Zayn lagi.

"Papa akan ke Jakarta bersama Tasya dan juga Ken."

"Kenapa begitu tiba-tiba?" Zayn bangun dari duduknya, kemudian ia melangkahkan kakinya menuju sofa yang berada di ruang kerjanya.

"Iya nak. Papa mau bertemu dokter spesialis jantung untuk memeriksa kondisi jantung Papa."

"Papa bisa melakukannya di sini. Kenapa harus ke Jakarta?" suara Zayn terdengar sedikit kesal, ia tidak ingin papanya pergi ke Jakarta. Apalagi kondisi pria paru baya itu sedang tidak sehat. Jika ingin memeriksa kondisi jantungnya yang sedang bermasalah, ia bisa melakukannya di Bandung. Di kota itu banyak dokter spesialis jantung yang sudah profesional dan ahli dalam bidangnya, tidak perlu pergi jauh untuk memeriksa kesehatannya.

"Nak. Rey memiliki kerabat seorang dokter spesialis jantung terbaik. Dia juga telah membuat janji untuk bertemu Papa dan menjadi dokter pribadi Papa."

Mendengar penuturan papanya membuat Zayn mendengus, "Selalu saja kak Rey. Apa Papa tidak bisa mengandalkanku? Apa aku tidak dapat diandalakan untuk mencarikan Papa dokter terbaik. Aku bisa melakukannya Pa, aku bisa mencarikan Papa dokter terbaik di kota ini." serunya.

Papa Vino terdiam, bukannya ia tidak mengandalkan Zayn tetapi ia hanya ingin menghargai usaha Rey. Anak sulungnya itu telah berusaha mencarikannya dokter untuk menjadi dokter pribadinya yang setiap saat dapat dihubungi jika dirinya merasa jantungnya kembali sakit.

"Bukannya Papa tidak mengandalkanmu nak. Tapi---." ucapan Papa Vino terhenti saat ponselnya tidak terhubung lagi dengan ponsel Zayn.

Zayn mengusap kasar wajahnya seraya menarik rambutnya ke belakang, ia melempar ponselnya ke sembarang arah. Apa dirinya bukan anak yang baik sehingga tidak bisa diandalkan? Kenapa selalu Rey yang banyak berperan dalam kehidupan papanya? Apa karena dirinya selalu membuat masalah sehingga tidak dipercayakan untuk melakukan sesuatu? Rasanya Zayn ingin berteriak sekeras-kerasnya, mengingat Rey jugalah yang menemukan dokter untuk Ara. Apalagi dokter tersebut adalah Rian.

Zayn pernah menjelaskan pada Rey jika dokter Rian bukanlah pria yang baik. Pria itu pernah melakukan pelecehan kepada sahabatnya tiga tahun yang lalu namun Rey tidak mempercayainya karena ia juga mengenal dokter Rian dengan baik, bahkan Rey juga mengenal dekat keluarga dokter Rian.

"Itu masa lalu dokter Rian, kakak yakin dia tidak akan melakukan hal itu lagi. Dokter Rian lulusan terbaik di luar negri, dia telah lama mengabdi sebagai seorang dokter dan menangani banyak pasien wanita bukan hanya Ara. Selama itu aku tidak pernah mendengar scandalnya, berarti dia telah berubah." ucapan Rey yang masih tersimpan dengan lekat di ingatan Zayn, ucapan yang membuat Zayn tak bisa membantah lagi bahkan ia tidak berkutik. Ya, Zayn tidak bisa membantah ucapan kakaknya karena ia juga tidak mendengar scandal Rian lagi setelah kejadian yang terjadi tiga tahun lalu yang Zayn rasa sebagai kasus terakhir Rian.

Zayn juga menyakini jika Rian telah berubah. Untuk itu ia tetap menerima keberadaan pria tersebut sebagai dokter pribadi Ara.

"Huh." Dengus Zayn mendudukan tubuhnya dengan kasar di atas sofa.

Mata Zayn melirik ke arah ponselnya yang tergeletak di lantai saat ponsel tersebut berbunyi tanda notif pesan masuk. Tangan Zayn bergerak meraih ponselnya tersebut.

Zayn, apa boleh kau ke bandara sekarang? Ken merengek ingin bertemu denganmu.

Pesan singkat yang dikirim oleh Tasya membuat Zayn menghela napas panjang. Rasanya ia enggan ke bandara karena tidak ingin bertemu papanya, ia masih merasa kecewa akan keputusan papanya. Namun Ken, anak kecil itu merengek karena ingin bertemu dengan Paman Ayn terlebih dulu sebelum ia pulang ke Jakarta.

Zayn meraih jasnya yang tersampir di kursi kerjanya sebelum kemudian ia meninggalkan kantor untuk pergi ke bandara, bertemu dengan keponakannya.

***

"Paman Ayn." teriak Ken saat melihat Zayn yang baru saja tiba di bandara tepatnya di pintu masuk ruang tunggu. Anak kecil itu bergegas turun dari pangkuan Papa Vino lalu berlari menuju ke arah Zayn.

"Paman Ayn, peluk aku." ucapnya berlari dengan tangan yang terentang. Seketika Zayn menangkap tubuh anak kecil itu dan menggendongnya.

Ken memeluk erat tubuh Zayn, kepalanya ia sandarkan ke bahu pamannya tersebut.

Zayn berjalan mendekat ke arah kursi tunggu, tempat yang diduduki oleh Tasya dan juga Papa Vino. Ada Papa Haris dan juga Mama Kinaya di sana, yang menyambutnya dengan senyuman hangat.

"Paman Ayn. Aku mau pulang ke lumahku." ucapnya menatap Zayn. Mata Zayn yang semula menatap Papanya, kini beralih menatap Ken. Senyum di bibirnya merekah sempurna, ia mengecup gemas kedua pipi Ken bergantian.

"Yaaa, Ken meninggalkan paman sendirian?" Wajah Zayn dibuat tertekuk, seolah-olah tidak ingin ditinggal oleh keponakannya tersebut.

Ken menggeleng, ia mengusap wajah Zayn dengan kedua tangan mungilnya.

"Ken akan kembali lagi ke sini. Ken mau belmain dengan paman Ayn dan juga Bibi balu." ucapnya. Anak kecil itu masih mengingat Bibi barunya yang belum sempat ia bertemu.

"Baiklah. Paman akan menunggu Ken." Ken mengangguk-anggukan kepalanya, sebelum kemudian ia bekata, "Ken akan melindukan paman." menatap Zayn dengan puppy eyes yang telah digenangi air mata, pun bibirnya yang cemberut.

"Ken sayang. Jangan menangis." kedua ibu jari Zayn mengusap pipi berisi keponakannya yang telah dipenuhi air mata. Ken menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Zayn, ia tidak ingin meninggalkan pamannya tersebut namun ia juga merindukan papanya yang sudah berada di Jakarta.

Perhatian, para penumpang pesawat G**uda Indonesia dengan nomor penerbangan GA328 tujuan Jakarta dipersilahkan naik ke pesawat udara melalui pintu A12.

Mendengar attendant announcement, Tasya dan juga Papa Vino bergegas bangun dari duduk mereka. Ya, Tasya dan juga Papa Vino menumpangi pesawat komersial bukan jet pribadi milik Rey karena Tasya tidak memberitahukan Rey jika mereka akan ke Jakarta hari ini bermaksud untuk memberikan kejutan kepada suaminya tersebut, karena semalam pria itu telah meminta Tasya dan juga Ken untuk kembali ke Jakarta namun Tasya mengatakan pada Rey jika ia akan kembali besok lusa bersama Papa Vino.

Tasya mengambil alih Ken ke dalam gendongannya, sedangkan Papa Vino, ia menatap Zayn lekat sebelum kemudian pria paru baya itu memeluk tubuh anak bungsunya tersebut.

"Maafkan Zayn Pa." ucap Zayn, merasa jika telah bersikap tidak sopan kepada Papanya. Ia tidak boleh egois, mungkin dokter yang ditugaskan untuk papanya adalah dokter terbaik dibandingkan dokter yang akan ia carikan nanti.

"Maafkan Papa juga. Oh iya nak, Papa sudah berpamitan pada Ara untuk pergi ke Jakarta." ucapnya sesaat setalah melepaskan pelukannya.

"Maafkan Papa karena Papa tidak bisa membantumu dalam menjaganya."

"Tidak apa-apa Pa. Zayn bisa menanganinya sendiri. Papa tidak perlu memikirkan hal itu, cukup fokus dengan kesembuhan Papa."

"Zayn, maafkan aku juga. Aku tidak bisa membantumu untuk merawat Ara." ucap Tasya, merasa tidak enak hati karena harus membiarkan Zayn mengurus Ara seorang diri. Padahal kesepakatan awal mereka yaitu menjaga dan merawat Ara bersama-sama. Namun, apa yang terjadi sekarang, kondisi yang mengharuskan mereka seperti ini. Papa Vino harus menjalani pemulihan setelah mengalami serangan jantung beberapa waktu lalu, pun Tasya yang tidak bisa berlama-lama di Bandung karena Rey juga membutuhkannya.

"Tidak apa-apa Syaa. Ada nurse Felly yang bisa membantuku. Kalian tidak perlu khawatir." ucap Zayn. Ia merasa bisa menjaga dan merawat istrinya seorang diri dan tidak memerlukan bantuan dari Tasya maupun yang lainnya.

"Baiklah, kami berangkat dulu." ucap Tasya, wanita itu mencium punggung tangan Papa dan Mamanya.

Mama Kinaya mendaratkan beberapa kecupan di wajah cucunya, entah kapan lagi mereka akan bertemu kembali. Sebelum kemudian ia dan juga Papa Haris melambai-lambaikan tangan mereka kepada Ken, menatap punggung belakang Tasya dan juga Papa Vino yang berjalan menjauh.

.

.

.

.

Bersambung...

1
Andi Bahraeni
Luar biasa
Sri indrawati
hadir thor..
Siti Nahwa
hmm.. kayakx Ara adalah Avra deh
Putri Wahyuni
sangat bagus sekali
Ummu Anam
Kecewa
erike Erike
mmgy Sisil ga punya klrga,hrs suami org yg mngurus?!,yg ya nya si Rey bodoh,masa mngtumkn orglain drpd bininya,siapa yg ga marah?!
erike Erike
lebay diplk aja mnjrt,pdhl Uda km satu kmr TDR sama
erike Erike
br aja siara itu mati org bodoh
Dea Heriyanto
ya Allah kenapa semenegang ini Thor,,,,

👍👍👍 dada mau copot tau gk Thor...
Dea Heriyanto
aku gk mau Rey dn Tasya jd cerai😭😭
Dea Heriyanto
aku syuka ceritanya👍👍🤗🤗

dengan konflik yg di alami Rey dn Tasya mmbuat ingatan Ara balik lg....
Dea Heriyanto
kak bgmn dng kisah Rey dan Tasya? jangan bilang Rey selingkuh deeeh😔😔😔
Shakila
Sangat rekomended
Anni Saleh
😭😭😭😭😭😭
Anni Saleh
😭😭😭😭😭😭😭
Cheryl Bob
semangat buat author untuk terus berkarya
Isyam Zita
smoga cepat menemukan tulang sumsum agar mendapatkan kesembuhan smoga z mamix yg akan menjadi pendonorx🤲🤲
Isyam Zita
syukur alhamdulillah
Siti Maestro
ko,tamat sih lanjutin dong
Suharni Merianti
terima kasih kk cerita ok
Shakila: Sama sama kak, terima kasih sudah membaca cerita ini ❤🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!