follow igku @zariya_zaya
Zariya tidak percaya bahwa kekasihnya yang selama ini ia sangka sebagai pria biasa ternyata adalah seorang artis papan atas yang digandrungi banyak wanita. Ia sama sekali tidak menyangka, pria bermasker yang selama ini menjaga dan melindunginya adalah artis idolanya. akankah kisah cinta mereka berjalan mulus? simak terus kisahnya ya..
Citra Amalia, wanita tangguh malaikat penyelamat Zariya, juga merupakan wanita hebat dan kuat saat menghadapi prahara cinta rumah tangganya yang berakhir kandas dan menyakitkan. Namun, perlahan Citra bangkit dari keterpurukan dan kini sukses menjadi desainer terkenal. Citra pun mulai menemukan cinta sesungguhnya yang dulu pernah hilang karena telah salah memilih pasangan. Sayangnya, kisah cintanya dengan Azka, tidak berjalan mulus juga, ada banyak hal yang harus mereka hadapi bersama.
Akankah kisah dua pasang sejoli ini berakhir bahagia? Seperti apa kisah mereka? ikuti terus ya ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 24 SDA
Dihadapan banyak orang, Zariya menatap tajam mata Marvin yang berdiri tegap di hadapannya. Gadis itu tahu bahwa ia sudah kalah kerena tidak bisa membuktikan pada Marvin kalau ia adalah kekasih rahasia Sanha. Namun sebagai wanita sejati, Zariya tidak bisa melarikan diri dan ia malah berniat mengakui kekalahannya di depan banyak orang walau resikonya ia bakal di bully habis-habisan.
Bagi Zariya, hal itu bukanlah masalah besar, sebab ia sudah terbiasa menerima hujatan di sepanjang hidupnya. Di bully, bukanlah hal yang baru lagi bagi Zariya bahkan itu sudah menjadi makanannya sehari-hari.
“Marvin,” ujar Zariya dengan raut muka datar sedatar air kolam.
“Siapa dia?” tanya Marvin yang langsung menyahut setelah Zariya buka suara.
“Kita batalkan saja taruhan ini.” Zariya tidak ingin menjawab pertanyaan Marvin.
“Kenapa? Ah ... karena kau berbohong? Huh, sudah kuduga! Tidak mungkin seorang Sanha yang terkenal itu memacari wanita b0doh sepertimu!” Marvin tertawa keras diikuti gelak tawa semua oang yang ada disekeliling mereka.
Zariya hanya diam dan membiarkan semua orang menertawainya sampai mereka puas. Melihat Zariya terlihat sangat tenang, Marvin pun berhenti tertawa dan memberi kode pada semuanya untuk berhenti tertawa juga.
“Kau sudah selesai tertawa?” tanya Zariya. Gadis itu mengamati sekelilingnya. Tatapan mata mereka seolah siap membully Zariya saat ini juga. “Oke, akan aku beritahu satu hal. Maaf jika waktu itu aku sembarangan bicara. Anggap saja aku tidak pernah mengatakannya. Kalian semua boleh membully dan menertawaiku sepuas kalian.” Zariya mundur ke belakang supaya sejajar dengan pria bermasker yang sejak tadi berdiri di tempatnya. Zariya menggenggam erat tangan Atsaka sambil berkata, “Kedatanganku kemari hanyalah untuk memberitahumu kalau aku ... akan menikah dengannya,” tandas Zariya. Gadis itu memperlihatkan genggaman tangannya yang ia tautkan erat pada tangan kiri Atsaka.
Kata-kata Zariya barusan, sukses membuat Marvin dan semua orang yang ada disini terkejut, termasuk juga Atsaka sendiri.
“Apa ini jawaban yang kau berikan padaku?” tanya Atsaka pada wanita yang menggenggam erat tangannya.
“Ehm.” Zariya mengangguk sambil tersenyum bahagia. “Aku menerima lamaranmu waktu itu, aku akui, aku jatuh cinta padamu. Kau berhasil membuatku menjadi wanita yang paling bahagia di dunia. Walau aku tidak tahu siapa kau sebenarnya, tapi entah kenapa aku merasa nyaman bersamamu.”
Atsaka menghadap tubuh Zariya dan menatapnya tajam tepat di manik mata Zariya. “Kau tidak takut kalau aku jelek? Bagaimana kalau aku bukan tipemu?” Atsaka ingin mencari tahu apakah Zariya bersungguh-sungguh atau tidak.
“Awalnya aku kira begitu, aku ingin menolakmu karena aku tidak tahu apa-apa tentangmu? Bagaimana kalau kau jauh dari kriteria orang yang aku sukai. Namun, beberapa hari saat kau tidak mengabariku, itu membuatku tak bisa berhenti memikirkanmu. Dari situ aku mulai mengerti, aku jatuh cinta padamu. Perasaan itu tidak pernah kurasakan sebelumnya, bahkan saat aku masih bersama Marvin, aku tidak merasakan perasaan seperti yang kurasakan padamu saat ini.” Zariya mengatakannya dengan sungguh-sungguh.
“Wuah ... so sweet,” ucap salah satu wanita yang berdiri tidak jauh di sebelah Zariya. Semua orang pun jadi ikutan kepo dan menyimak obrolan seru antara Zariya dan Atsaka seolah sedang melihat adegan syuting film drama.
“Kau bercanda? Lelucon macam apa ini?” teriak Marvin karena kesal. Ia merasa dipermainkan Zariya. “Kemarin kau bilang kalau kau adalah kekasih rahasia Sanha. Dan sekarang kau bilang akan menikah dengan pria gak jelas itu? Apa aku sengaja balas dendam padaku dengan cara konyol seperti ini? Kau pikir aku akan cemburu padamu? Kau tak jauh lebih rendah dari wanita yang pernah aku kenal. Dasar wanita murahan.” Marvin bicara dengan menggebu-gebu meluapkan emosinya.
Atsaka melepas genggaman tangannya dari Zariya lalu berlari cepat dan memukul keras pipi Marvin hingga pria itu jatuh terjungkal.
“Jaga bicaramu!” geramnya. “Kau tidak berhak bicara seperti itu pada calon istriku! Kau itu hanya sampah yang harus dimusnahkan! Jika sekali lagi kau bicara seperti itu tentang istriku, akan kuhancurkan semua tulang-tulangmu!” ancam Atsaka.
Marvin bangkit berdiri karena tidak terima dihina dan diserang oleh orang asing yang tidak ia kenal ini. Pria itu pun bangkit dan berusaha membalas pukulan yang ia terima tadi. Namun dengan sigap, Atsaka menangkis serangan Marvin dan kembali meninju ulu hati mantan kekasih Zariya hingga pria itu kembali jatuh tersungkur.
Marvin pun tak berdaya akibat serangan kedua dari Atsaka. Ia tetap duduk sambil memegangi perutnya. “Awas kau! Lihat saja! Aku akan menuntutmu atas apa yang sudah kau lakukan padaku,” ancam Marvin sambil mengerang kesakitan.
“Oh iya?” Atsaka pura-pura terkejut. “Huh, kau tidak akan bisa melakukannya. Kau tahu kenapa? Karena yang jadi korban disini adalah aku. Ah ... kau tadi bertanya siapa aku, kan? Semua orang yang ada disini juga pasti penasaran siapa aku. Baiklah, akan aku beritahu.” pria bermasker itu berjalan mendekati Zariya yang sejak tadi menganga melihat aksinya saat menghajar mantan kekasihnya yang menyebalkan itu. Atsaka menggenggam erat kedua tangan Zariya di depan banyak orang sekaligus memberitahu wanita pujaan hatinya tentang siapa Atsaka sebenarnya. “Aku bekerja di perusahaan SDAE. Usiaku 24 tahun, 2 tahun lebih tua darimu.” Atsaka menatap wajah Zariya.
“SDAE?” Zariya terkejut mendengar nama itu. “Sepertinya aku pernah mendengarnya, tapi dimana?” Zariya mencoba mengingat-ingat nama yang familiar baginya.
“Itu kan nama perusaahan yang menaungi artis papan atas Sanha?” cetus seseorang yang ada di dekat Zariya.
“Iya benar,” sahut yang lainnya. Mereka semua mulai berbisik-bisik tentang sosok pria bermasker yang akan menjadi suami Zariya.
Zariya sendiri terkejut setelah ia mengingat nama perusahaan manajemen Sanha. “Apa? Kau bekerja di SDAE? Kenapa aku tidak pernah melihatmu selama aku disana?” tanya Zariya bingung.
Semua orang yang mendengar pembicaran Zaria dan Atsaka pun jadi kepo dan tidak menyangka kalau Zariya pernah ada di perusahaan Sanha.
“Kau pernah ke perusaahan Sanha?” tanya seseorang pada Zariya. Semuanya kembali berbisik-bisik lagi.
Zariya tidak menjawab pertanyan orang-orang yang kepo akan kehidupan pribadi Zariya. Gadis itu memilih mengacuhkan semua orang yang ada disekelilingnya karena ia sudah sangat terkejut mendengar fakta yang mencengangkan ini.
Jadi, orang yang kucintai ada didekatku? Pantas saja saat di klub waktu itu, Atsaka bisa tiba-tiba muncul dan melolongkup. Ia juga dengan mudah masuk ke dalam kantor Sanha tanpa diinterogasi lebih dulu oleh satpam di sana. Inikah alasannya? Tanya Zariya dalam hati.
“Jawab pertanyaanku tadi? Kenapa aku tidak pernah bertemu denganmu?” Zariya mengulangi pertanyaannya. Pandangan mata Zariya tak pernah lepas dari Atsaka.
“Kita sering bertemu, hanya saja ... kau tidak mengenaliku.” Atsaka masih menggenggam erat tangan Zariya. Gadis itu terus berpikir dan mengingat-ingat kembali masa-masa saat masih bekerja sebagai asisten pribadi Sanha. Mungkin diantara para pegawai Sanha, memang ada Atsaka yang tidak memakai masker saat ia bekerja. Itulah sebabnya, Zariya tidak mengenali Atsaka.
“Berarti ... kau ... adalah salah satu pegawai Sanha di kantornya?” tebak Zariya.
Untuk sesaat pria bermasker itu diam dan langsung tertawa keras mendengar tebakan Zariya salah besar.
“Kenapa kau tertawa?” tanya Zariya semakin bingung.
“Jadi, kau mengira aku adalah salah satu pegawai Sanha?” Atsaka berusaha menahan tawanya. “Apa kau tidak, lihat? Mereka semua sudah berkeluarga. Bahkan manajernya pun juga sudah tua? Masa kau tidak bisa bedakan? Sudah ku bilang, usiaku 24 tahun. Mana ada pegawai Sanha yang berusia 24 tahun?”
Jawaban Atsaka membuat Zariya kembali berpikir. Ah benar juga ... semua pegawai Sanha rata-rata sudah jadi bapak-bapak. Kalau begitu, jangan-jangan ...
Zariya mengatupkan kedua mulutnya dan berharap bahwa tebakannya kali ini salah.
Sanha masih menatap tajam Zariya dan perlahan mulai membuka maskernya. Begitu masker terbuka, semua orang yang ada disini termasuk Zariya sendiri langsung shock berat melihat wajah asli pria bermasker ini.
“Namaku adalah SDA ... bukan singkatan dari Sumber Daya Alam, melainkan Sanha Diaz Atsaka.” Pria bermasker yang tidak lain adalah Sanha mengedipkan salah satu matanya pada Zariya yang mulutnya sudah menganga lebar kerena tak percaya pada apa yang dilihatnya sekarang.
Tidak mungkin ... batin Zariya.
BERSAMBUNG
****
Gimana? Puas nggak? Tegang nggak sih? Aku yang nulis saja juga greget sendiri hehe ...
Selamat yang sudah menebak dengan benar. aku senang kalian mau berhalu ria bersamaku. Kejutan dari kisah ini masih banyak banget. Seperti yang aku bilang sebelumnya di ‘playboy jatuh cinta’ kalau ‘be my lover’ juga masih berhubungan dengan Leo. tunggu saja kejutannya nanti ya ... yang bisa nebak kalian hebat.
Terimaksih atas semuanya, karena mau membaca semua karyaku, tanpa semangat dari kalian semua, aku mungkin sudah down berat. Pokonya love you all ...
Atsaka saat membuka maskernya ..
dan dia ternyata adalah Sanha. ..😂😂
udah gak penasaran lagi, kan? hehe. ..